6 Juli 2026 · Hari 2
Hari 2: Pasal 1 - ALLAH MENYERTAI KITA
Halaman 15-17 | Pasal 1, Paragraf 7-11 | KSZ1 15.3-KSZ1 17.1
Ayat Inti
Matius 1:23
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu pertama mengarahkan jemaat melihat Yesus sebagai Imanuel, Allah yang bersama manusia. Bacaan ini menolong kita memulai perjalanan misi dengan kekaguman kepada kasih Kristus dan kesadaran bahwa umat pilihan dipanggil untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa.
Doa
Tuhan Yesus, dekatkan hati kami kepada-Mu dan jadikan kami saksi kasih-Mu di tempat kami berada. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 15.3 Justru di surga hukum ini telah dilanggar. Dosa berasal dalam sifat mementingkan diri. Lucifer, kerub yang menaungi itu, ingin menjadi kepala di surga. Ia berusaha hendak menguasai seluruh makhluk yang di surga, menjauhkan mereka dari Khaliknya, dan mendapat penghormatan mereka kepada dirinya sendiri. Sebab itu ia telah salah melukiskan tentang Allah, dengan mengatakan bahwa Allah sungguh gemar meninggikan diri. Ia berusaha mengenakan ciri-ciri tabiatnya sendiri yang jahat itu kepada Khalik yang penuh kasih sayang. Demikianlah ia memperdaya malaikat-malaikat. Demikianlah pula ia memperdaya manusia. Disesatkannya mereka supaya meragukan sabda Allah dan jangan percaya akau kebaikan-Nya. Sebab Allah Mahaadil dan Mahabesar, Setan mengusa hakan agar mereka memandang kepada-Nya sebagai Allah yang bengi dan tidak mengenal ampun. Demikianlah diajaknya manusia mengga bungkan diri dengan dia dalam pemberontakan melawan Allah, ke mudian malam malapetaka pun meliputi dunia ini.
KSZ1 16.1 Bumi gelap oleh salah pengertian akan Allah. Supaya bayang-bayang yang gelap itu dapat diterangi, supaya dunia dapat dibawa ke pangkuan Allah, kuasa penipuan Setan harus dihancurkan. Ini tidak dapa dilakukan dengan kekerasan. Penggunaan kekerasan bertentangan de ngan azas-azas pemerintahan Allah; Ia menghendaki hanya pelayang kasih; dan kasih tidak dapat dipaksakan; kasih tidak dapat diperoleh dengan kekerasan atau kekuasaan. Hanyalah kasih yang dapat menggugah kasih itu. Mengenal Allah berarti mengasihi-Nya; tabiat-Nya harus dinyatakan sebagai kebalikkan dari tabiat Setan. Pekerjaan ini dapai dilakukan hanya oleh satu Pribadi di semesta alam ini. Hanya Dia yang mengetahui tinggi serta dalamnya kasih Allah itulah yang dapat menunjukkannya. Dalam malam gelap gulita dunia ini, Matahari Kebenaran itu harus terbit “dengan kesembuhan pada sayap-Nya.”
KSZ1 16.2 Rencana penebusan kita bukanlah suatu buah pikiran yang lahin belakangan, suatu rencana yang dirumuskan sesudah Adam berdosaRencana tersebut adalah wahyu yang “sesuai dengan pernyataan rahasia, yang didiamkan berabad-abad lamanya.” Rm. 16:25. Itu uraian azas-azas yang telah menjadi dasar singgasana Allah sejak zaman abadi. Sejak mula pertama, Allah dan Kristus sudah mengetahui kemurtadan Setan, dan kejatuhan manusia oleh kuasa tipu daya pendurhaka itu. Allah tidak merencanakan supaya dosa ada, akan tetapi melihatnya lebih dahulu jauh sebelum dosa itu lahir, lalu mengadakan persiapan guna menghadapi peristiwa yang mengerikan itu. Sungguh besar kasih-Nya bagi dunia ini sehingga dijanjikan-Nya memberikan Anak-Nya yang tunggal, “supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Yoh. 3:16.
KSZ1 16.3 Lusifer telah berkata, “Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah;... hendak menyamai Yang Mahatinggi!” Yes. 14:13, 14. Akan tetapi Kristus “yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.” Flp. 2:6, 7.
KSZ1 17.1 Inilah suatu pengorbanan sukarela. Yesus sebenarnya boleh tetap tinggal di sisi Bapa. Ia sebenarnya boleh tetap memiliki kemuliaan surga, dan mendapat penghormatan segala malaikat. Tetapi Ia memilih menyerahkan tongkat kerajaan itu ke tangan Bapa, dan turun dari takhta kerajaan alam semesta, supaya Ia dapat membawa terang kepada mereka yang di dalam kegelapan, serta hidup kepada mereka yang sedang binasa.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
6 Juli 2026 | Hari 2
Hari 2: Pasal 1 - ALLAH MENYERTAI KITA
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 1 - ALLAH MENYERTAI KITA
Halaman 15-17 | Pasal 1, Paragraf 7-11 | KSZ1 15.3-KSZ1 17.1
Ayat Inti:
Matius 1:23
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu pertama mengarahkan jemaat melihat Yesus sebagai Imanuel, Allah yang bersama manusia. Bacaan ini menolong kita memulai perjalanan misi dengan kekaguman kepada kasih Kristus dan kesadaran bahwa umat pilihan dipanggil untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa.
Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-1-hari-2-2026-07-06
Teks Lengkap:
Justru di surga hukum ini telah dilanggar. Dosa berasal dalam sifat mementingkan diri. Lucifer, kerub yang menaungi itu, ingin menjadi kepala di surga. Ia berusaha hendak menguasai seluruh makhluk yang di surga, menjauhkan mereka dari Khaliknya, dan mendapat penghormatan mereka kepada dirinya sendiri. Sebab itu ia telah salah melukiskan tentang Allah, dengan mengatakan bahwa Allah sungguh gemar meninggikan diri. Ia berusaha mengenakan ciri-ciri tabiatnya sendiri yang jahat itu kepada Khalik yang penuh kasih sayang. Demikianlah ia memperdaya malaikat-malaikat. Demikianlah pula ia memperdaya manusia. Disesatkannya mereka supaya meragukan sabda Allah dan jangan percaya akau kebaikan-Nya. Sebab Allah Mahaadil dan Mahabesar, Setan mengusa hakan agar mereka memandang kepada-Nya sebagai Allah yang bengi dan tidak mengenal ampun. Demikianlah diajaknya manusia mengga bungkan diri dengan dia dalam pemberontakan melawan Allah, ke mudian malam malapetaka pun meliputi dunia ini. [KSZ1 15.3]
Bumi gelap oleh salah pengertian akan Allah. Supaya bayang-bayang yang gelap itu dapat diterangi, supaya dunia dapat dibawa ke pangkuan Allah, kuasa penipuan Setan harus dihancurkan. Ini tidak dapa dilakukan dengan kekerasan. Penggunaan kekerasan bertentangan de ngan azas-azas pemerintahan Allah; Ia menghendaki hanya pelayang kasih; dan kasih tidak dapat dipaksakan; kasih tidak dapat diperoleh dengan kekerasan atau kekuasaan. Hanyalah kasih yang dapat menggugah kasih itu. Mengenal Allah berarti mengasihi-Nya; tabiat-Nya harus dinyatakan sebagai kebalikkan dari tabiat Setan. Pekerjaan ini dapai dilakukan hanya oleh satu Pribadi di semesta alam ini. Hanya Dia yang mengetahui tinggi serta dalamnya kasih Allah itulah yang dapat menunjukkannya. Dalam malam gelap gulita dunia ini, Matahari Kebenaran itu harus terbit “dengan kesembuhan pada sayap-Nya.” [KSZ1 16.1]
Rencana penebusan kita bukanlah suatu buah pikiran yang lahin belakangan, suatu rencana yang dirumuskan sesudah Adam berdosaRencana tersebut adalah wahyu yang “sesuai dengan pernyataan rahasia, yang didiamkan berabad-abad lamanya.” Rm. 16:25. Itu uraian azas-azas yang telah menjadi dasar singgasana Allah sejak zaman abadi. Sejak mula pertama, Allah dan Kristus sudah mengetahui kemurtadan Setan, dan kejatuhan manusia oleh kuasa tipu daya pendurhaka itu. Allah tidak merencanakan supaya dosa ada, akan tetapi melihatnya lebih dahulu jauh sebelum dosa itu lahir, lalu mengadakan persiapan guna menghadapi peristiwa yang mengerikan itu. Sungguh besar kasih-Nya bagi dunia ini sehingga dijanjikan-Nya memberikan Anak-Nya yang tunggal, “supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Yoh. 3:16. [KSZ1 16.2]
Lusifer telah berkata, “Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah;... hendak menyamai Yang Mahatinggi!” Yes. 14:13, 14. Akan tetapi Kristus “yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.” Flp. 2:6, 7. [KSZ1 16.3]
Inilah suatu pengorbanan sukarela. Yesus sebenarnya boleh tetap tinggal di sisi Bapa. Ia sebenarnya boleh tetap memiliki kemuliaan surga, dan mendapat penghormatan segala malaikat. Tetapi Ia memilih menyerahkan tongkat kerajaan itu ke tangan Bapa, dan turun dari takhta kerajaan alam semesta, supaya Ia dapat membawa terang kepada mereka yang di dalam kegelapan, serta hidup kepada mereka yang sedang binasa. [KSZ1 17.1]