8 Juli 2026 · Hari 4
Hari 4: Pasal 1 - ALLAH MENYERTAI KITA
Halaman 19-21 | Pasal 1, Paragraf 17-21 | KSZ1 19.1-KSZ1 21.1
Ayat Inti
Matius 1:23
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu pertama mengarahkan jemaat melihat Yesus sebagai Imanuel, Allah yang bersama manusia. Bacaan ini menolong kita memulai perjalanan misi dengan kekaguman kepada kasih Kristus dan kesadaran bahwa umat pilihan dipanggil untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa.
Doa
Tuhan Yesus, dekatkan hati kami kepada-Mu dan jadikan kami saksi kasih-Mu di tempat kami berada. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 19.1 Dengan kemanusiaan-Nya, Kristus menjamah manusia; dengan Keilahian-Nya Ia berpegang pada takhta Allah. Selaku Anak manusia, Ia memberi kepada kita sebuah contoh penurutan; selaku Putera Allah, Ia memberikan kepada kita kuasa untuk menurut. Kristuslah yang dari belukar di Bukit Horeb dahulu berfirman kepada Musa, “AKU ADALAH AKU. . . . Beginilah kaukatakan kepada Orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.” Kel. 3:14. Inilah ikrar aksi pembebasan bani Israel. Maka ketika Ia datang dalam keadaan yang “sama dengan manusia,” Ia menyatakan diri-Nya sebagai AKULAH AKU. Anak Betlehem, Juruselamat yang lemah lembut dan rendah hati adalah Allah “dalam rupa daging.” I Tim. 3:16. Dan kepada kita Ia bersabda, “AKULAH Gembala yang Baik.’ ‘AKUlah Roti Hidup.’ ‘AKUlah Jalan, dan Kebenaran, dan Hidup.’ ‘Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi.”’Yoh. 10:11; 6:51; 14:6; Mat. 28:18. ‘AKULAH jaminan segala janji. AKU ADA; jangan takut. “Allah adalah dengan kita” ialah jaminan kelepasan kita dan dosa, jaminan tenaga kita untuk menurut hukum surga.
KSZ1 19.2 Dengan merendahkan diri untuk mengenakan tubuh kemanusiaan pada diri-Nya, Kristus menyatakan tabiat yang berlawanan dengan tabiat Setan. Akan tetapi Ia turun lebih rendah di jalan kehinaan. “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” Flp. 2:8. Sebagaimana imam besar menanggalkan jubah keimamatan yang serba indah, dan bekerja dengan memakai jubah putih imam yang biasa, demikian juga Kristus mengambil rupa seorang pelayan, dan mempersembahkan korban, Dia sendiri imamnya, Dia sendiri korbannya. “Tetapi dia tertikam karena pemberontakan kita, dia diremukkan karena kejahatan kita; yang men-datangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilurbilurnya kita menjadi sembuh.” Yes. 53:5.
KSZ1 20.1 Kristus diperlakukan sebagaimana kita layak diperlakukan, supaya kita dapat diperlakukan sebagaimana Ia layak diperlakukan. Ia dihina karena segala dosa kita, yang dalamnya Ia tidak terlibat, supaya kita dapat dibenarkan oleh kebenaran-Nya yang dalamnya kita tidak mempunyai hak apa-apa. Ia menderita kematian yang kita punya, supaya kita mendapat hidup yang Dia punya. “Oleh segala bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”
KSZ1 20.2 Oleh kehidupan dan kematian-Nya, Kristus telah memperoleh jauh melebihi pemulihan dari kebinasaan yang terjadi oleh dosa. Adalah maksud Setan untuk mengadakan perpisahan yang kekal antara Allah dan umat manusia; akan tetapi dalam Kristus, kita dihubungkan lebih rapat lagi dengan Allah daripada sekiranya kita tidak pernah berdosa. Dalam mengambil sifat-sifat kita, Juruselamat telah mengikatkan diri-Nya kepada manusia dengan ikatan kasih yang tidak akan pernah putus. Sepanjang zaman yang kekal Ia dihubungkan dengan kita. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal.” Yoh. 3:16. Ia mengaruniakan Putra-Nya bukan saja untuk memikul dosa-dosa kita belaka, dan mati sebagai korban kita; Ia menyerahkan-Nya kepada umat yang telah berdosa. Untuk memberi kita kepastian tentang janji perdamaian-Nya yang tidak terubah itu, Allah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal itu untuk menjadi anggota keluarga umat manusia, untuk selama-lamanya memiliki sifat kemanusiaan-Nya. Inilah ikrar yang menunjukkan bahwa Allah pasti akan menepati janji-Nya. “Seorang anak lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya.” Allah telah memakai sifat kemanusiaan dalam diri Anak-Nya, dan telah membawa sifat itu ke langit yang tertinggi. “Anak manusia” itulah yang juga turut bersemayam di takhta alam semesta. “Anak manusia” itulah yang nama-Nya akan disebut, “Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” Yes. 9:15. AKU ADA itulah Pengantara antara Allah dan manusia, yang meletakkan tangan-Nya atas keduanya. Ia yang “saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa” itu, tidak merasa malu untuk menyebut kita saudara. Ibr.7:26; 2:11. Dalam Kristus keluarga yang di bumi dan yang di surga dipersatukan. Kristus yang dipermuliakan itu adalah saudara kita. Surga diabadikan dalam manusia, dan manusia dirangkul mesra dalam dada Kasih Yang Tidak Terduga
KSZ1 21.1 Mengenai umat-Nya Allah berfirman, “Mereka seperti permata-permata mahkota yang berkilap-kilap, demikianlah mereka di tanah Tuhan. Sungguh, alangkah baiknya itu dan alangkah indahnya!” Za. 9:16, 17. Kemuliaan orang-orang tebusan akan menjadi sebuah kesaksian yang kekal bagi belas kasihan Allah. “Pada masa yang akan datang,” la akan menunjukkan “Kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.” “Supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di surga, sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” Ef. 2:7; 3:10, 11.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
8 Juli 2026 | Hari 4
Hari 4: Pasal 1 - ALLAH MENYERTAI KITA
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 1 - ALLAH MENYERTAI KITA
Halaman 19-21 | Pasal 1, Paragraf 17-21 | KSZ1 19.1-KSZ1 21.1
Ayat Inti:
Matius 1:23
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu pertama mengarahkan jemaat melihat Yesus sebagai Imanuel, Allah yang bersama manusia. Bacaan ini menolong kita memulai perjalanan misi dengan kekaguman kepada kasih Kristus dan kesadaran bahwa umat pilihan dipanggil untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa.
Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-1-hari-4-2026-07-08
Teks Lengkap:
Dengan kemanusiaan-Nya, Kristus menjamah manusia; dengan Keilahian-Nya Ia berpegang pada takhta Allah. Selaku Anak manusia, Ia memberi kepada kita sebuah contoh penurutan; selaku Putera Allah, Ia memberikan kepada kita kuasa untuk menurut. Kristuslah yang dari belukar di Bukit Horeb dahulu berfirman kepada Musa, “AKU ADALAH AKU. . . . Beginilah kaukatakan kepada Orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.” Kel. 3:14. Inilah ikrar aksi pembebasan bani Israel. Maka ketika Ia datang dalam keadaan yang “sama dengan manusia,” Ia menyatakan diri-Nya sebagai AKULAH AKU. Anak Betlehem, Juruselamat yang lemah lembut dan rendah hati adalah Allah “dalam rupa daging.” I Tim. 3:16. Dan kepada kita Ia bersabda, “AKULAH Gembala yang Baik.’ ‘AKUlah Roti Hidup.’ ‘AKUlah Jalan, dan Kebenaran, dan Hidup.’ ‘Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi.”’Yoh. 10:11; 6:51; 14:6; Mat. 28:18. ‘AKULAH jaminan segala janji. AKU ADA; jangan takut. “Allah adalah dengan kita” ialah jaminan kelepasan kita dan dosa, jaminan tenaga kita untuk menurut hukum surga. [KSZ1 19.1]
Dengan merendahkan diri untuk mengenakan tubuh kemanusiaan pada diri-Nya, Kristus menyatakan tabiat yang berlawanan dengan tabiat Setan. Akan tetapi Ia turun lebih rendah di jalan kehinaan. “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” Flp. 2:8. Sebagaimana imam besar menanggalkan jubah keimamatan yang serba indah, dan bekerja dengan memakai jubah putih imam yang biasa, demikian juga Kristus mengambil rupa seorang pelayan, dan mempersembahkan korban, Dia sendiri imamnya, Dia sendiri korbannya. “Tetapi dia tertikam karena pemberontakan kita, dia diremukkan karena kejahatan kita; yang men-datangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilurbilurnya kita menjadi sembuh.” Yes. 53:5. [KSZ1 19.2]
Kristus diperlakukan sebagaimana kita layak diperlakukan, supaya kita dapat diperlakukan sebagaimana Ia layak diperlakukan. Ia dihina karena segala dosa kita, yang dalamnya Ia tidak terlibat, supaya kita dapat dibenarkan oleh kebenaran-Nya yang dalamnya kita tidak mempunyai hak apa-apa. Ia menderita kematian yang kita punya, supaya kita mendapat hidup yang Dia punya. “Oleh segala bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.” [KSZ1 20.1]
Oleh kehidupan dan kematian-Nya, Kristus telah memperoleh jauh melebihi pemulihan dari kebinasaan yang terjadi oleh dosa. Adalah maksud Setan untuk mengadakan perpisahan yang kekal antara Allah dan umat manusia; akan tetapi dalam Kristus, kita dihubungkan lebih rapat lagi dengan Allah daripada sekiranya kita tidak pernah berdosa. Dalam mengambil sifat-sifat kita, Juruselamat telah mengikatkan diri-Nya kepada manusia dengan ikatan kasih yang tidak akan pernah putus. Sepanjang zaman yang kekal Ia dihubungkan dengan kita. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal.” Yoh. 3:16. Ia mengaruniakan Putra-Nya bukan saja untuk memikul dosa-dosa kita belaka, dan mati sebagai korban kita; Ia menyerahkan-Nya kepada umat yang telah berdosa. Untuk memberi kita kepastian tentang janji perdamaian-Nya yang tidak terubah itu, Allah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal itu untuk menjadi anggota keluarga umat manusia, untuk selama-lamanya memiliki sifat kemanusiaan-Nya. Inilah ikrar yang menunjukkan bahwa Allah pasti akan menepati janji-Nya. “Seorang anak lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya.” Allah telah memakai sifat kemanusiaan dalam diri Anak-Nya, dan telah membawa sifat itu ke langit yang tertinggi. “Anak manusia” itulah yang juga turut bersemayam di takhta alam semesta. “Anak manusia” itulah yang nama-Nya akan disebut, “Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” Yes. 9:15. AKU ADA itulah Pengantara antara Allah dan manusia, yang meletakkan tangan-Nya atas keduanya. Ia yang “saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa” itu, tidak merasa malu untuk menyebut kita saudara. Ibr.7:26; 2:11. Dalam Kristus keluarga yang di bumi dan yang di surga dipersatukan. Kristus yang dipermuliakan itu adalah saudara kita. Surga diabadikan dalam manusia, dan manusia dirangkul mesra dalam dada Kasih Yang Tidak Terduga [KSZ1 20.2]
Mengenai umat-Nya Allah berfirman, “Mereka seperti permata-permata mahkota yang berkilap-kilap, demikianlah mereka di tanah Tuhan. Sungguh, alangkah baiknya itu dan alangkah indahnya!” Za. 9:16, 17. Kemuliaan orang-orang tebusan akan menjadi sebuah kesaksian yang kekal bagi belas kasihan Allah. “Pada masa yang akan datang,” la akan menunjukkan “Kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.” “Supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di surga, sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” Ef. 2:7; 3:10, 11. [KSZ1 21.1]