10 September 2026 · Hari 5
Hari 5: Pasal 12 - PENCOBAAN
Halaman 114-115 | Pasal 12, Paragraf 20-23 | KSZ1 114.1-KSZ1 115.2
Ayat Inti
Matius 4:4
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 10 membaca Bab 12: Pencobaan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 114.1 Yesus menghadapi Setan dengan ucapan Kitab Suci. “Ada tertulis, kata-Nya. Dalam setiap pencobaan senjata perang-Nya ialah sabda Allah. Setan menuntut dari Kristus sesuatu mukjizat sebagai tanda Keilahian-Nya. Akan tetapi yang lebih besar daripada semua mukjizat, yaitu persandaran yang kukuh pada “demikianlah firman Tuhan,” adalah satu tanda yang tidak dapat dibantah. Selama Kristus berpegang teguh kepada pendirian ini, penggoda itu tidak dapat menarik keuntungan.
KSZ1 114.2 Pada saat kelemahan yang paling hebat itulah Kristus diserang oleh pencobaan yang paling dahsyat. Dengan demikianlah Setan menyangka bahwa ia dapat menang. Dengan cara ini ia telah mendapat kemenangan atas manusia. Apabila tenaga sudah habis, dan kuasa kemauan sudah lemah, serta iman tidak lagi bersandar pada Allah, maka orang-orang yang telah lama berdiri dengan gagah berani untuk kebenaran, dikalahkan. Musa sudah penat dengan pengembaraan bani Israel empat puluh tahun lamanya, apabila sesaat lamanya imannya melepaskan pegangannya dari kuasa yang kekal. Ia gagal justru di perbatasan tanah perjanjian. Demikian juga halnya Elia, yang telah berdiri dengan tidak gentar di hadapan Raja Ahab yang telah menghadapi seluruh bangsa Israel, yang dikepalai oleh empat ratus lima puluh orang nabi Baal. Sesudah hari yang mengerikan di atas bukit Karmel itu, sesudah nabi-nabi palsu dibunuh habis, dan seluruh rakyat telah berjanji akan menurut Allah, Elia melarikan diri untuk menyelamatkan r.yawanya karena ancaman Izebel penyembah berhala itu. Demikianlah Setan telah menarik keuntungan dari kelemahan manusia. Maka ia akan terus bekerja dengan cara yang sama. Apabila seseorang dikelilingi dengan segala macam kesusahan, dibingungkan oleh suasana, atau ditindih oleh kemiskinan atau dukacita, Setan selalu ada dekat untuk menggoda dan menyusahkan. Ia menyerang segi-segi tabiat kita yang lemah. Ia berusaha hendak menggoncangkan keyakinan kita pada Allah, yang membiarkan keadaan semacam itu terjadi. Kita tergoda untuk tidak percaya pada Allah dan meragukan kasihNya. Sering penggoda itu datang kepada kita sebagaimana ia datang dahulu kepada Kristus, menunjukkan di hadapan kita segala kelemahan dan cacat kita. Ia mengharap hendak menawarkan hati kita, serta menghancurkan pegangan kita pada Allah. Lalu merasa pastilah ia akan mangsanya. Jika kita mau menghadapi dia sebagaimana Yesus menghadapi dia dahulu, kita akan luput dari banyak kekalahan. Oleh bersoal jawab dengan musuh itu, kita memberikan kepadanya keuntungan.
KSZ1 115.1 Ketika Kristus berkata kepada penggoda itu, “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah,” Ia mengucapkan ucapan yang lebih empat belas abad telah diucapkan-Nya kepada Israel: “Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak Tuhan, Aliahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini ... . Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan Tuhan.” Ulangan 8:2, 3. Di padang belantara ketika segenap bahan makanan sudah habis, Allah memberikan manna dari surga kepada umat-Nya; dan persediaan yang cukup dan terus menerus diberikan. Penyediaan ini harus mengajar mereka bahwa sementara mereka percaya pada Allah, serta berjalan pada segala jalan-Nya, Ia tidak akan meninggalkan mereka. Juruselamat kini mempraktikkan pelajaran yang telah diajarkan-Nya kepada bani Israel dahulu. Oleh firman Allah, pertolongan telah diberikan kepada segenap tentara Ibrani, dan oleh firman itu juga pertolongan akan diberikan kepada Yesus. Dinantikan-Nya saat Allah untuk membawa pertolongan. Ia berada di padang belantara karena menurut Allah, dan Ia tidak mau memperoleh makanan oleh menuruti anjuran Setan. Di hadapan semesta alam yang menyaksikan, Ia membuktikan bahwa lebih kecil malapetaka untuk menderita apa pun yang terjadi, daripada untuk menyimpang dengan cara apa pun dari kehendak Allah.
KSZ1 115.2 “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Kerapkali pengikut Kristus dibawa ke tempat di mana ia tidak dapat berbakti kepada Allah sambil menjalankan terus perusahaan duniawinya. Mungkin nampaknya bahwa penurutan kepada sesuatu tuntutan Allah yang tegas akan meniadakan sumber keperluan hidupnya. Setan akan membuat dia percaya bahwa ia mesti mengorbankan keyakinan batinnya itu. Akan tetapi satu-satunya hal di dunia kita ini tempat kita dapat bersandar, ialah sabda Allah. “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Matius 6:33. Bahkan di dalam hidup ini pun tidaklah baik bagi kita untuk menyimpang dari kehendak Bapa kita yang di surga. Bila kita memahami kuasa firman-Nya, kita tidak akan mengikuti anjuran Setan untuk mendapat makanan atau untuk memelihara hidup kita. Pertanyaan kita satu-satunya ialah, apakah perintah Allah? Dan apakah janji-Nya? Bila kita mengetahui ini, kita akan menurut yang satu, dan mempercayai yang lainnya.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
10 September 2026 | Hari 5
Hari 5: Pasal 12 - PENCOBAAN
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 12 - PENCOBAAN
Halaman 114-115 | Pasal 12, Paragraf 20-23 | KSZ1 114.1-KSZ1 115.2
Ayat Inti:
Matius 4:4
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 10 membaca Bab 12: Pencobaan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-10-hari-5-2026-09-10
Teks Lengkap:
Yesus menghadapi Setan dengan ucapan Kitab Suci. “Ada tertulis, kata-Nya. Dalam setiap pencobaan senjata perang-Nya ialah sabda Allah. Setan menuntut dari Kristus sesuatu mukjizat sebagai tanda Keilahian-Nya. Akan tetapi yang lebih besar daripada semua mukjizat, yaitu persandaran yang kukuh pada “demikianlah firman Tuhan,” adalah satu tanda yang tidak dapat dibantah. Selama Kristus berpegang teguh kepada pendirian ini, penggoda itu tidak dapat menarik keuntungan. [KSZ1 114.1]
Pada saat kelemahan yang paling hebat itulah Kristus diserang oleh pencobaan yang paling dahsyat. Dengan demikianlah Setan menyangka bahwa ia dapat menang. Dengan cara ini ia telah mendapat kemenangan atas manusia. Apabila tenaga sudah habis, dan kuasa kemauan sudah lemah, serta iman tidak lagi bersandar pada Allah, maka orang-orang yang telah lama berdiri dengan gagah berani untuk kebenaran, dikalahkan. Musa sudah penat dengan pengembaraan bani Israel empat puluh tahun lamanya, apabila sesaat lamanya imannya melepaskan pegangannya dari kuasa yang kekal. Ia gagal justru di perbatasan tanah perjanjian. Demikian juga halnya Elia, yang telah berdiri dengan tidak gentar di hadapan Raja Ahab yang telah menghadapi seluruh bangsa Israel, yang dikepalai oleh empat ratus lima puluh orang nabi Baal. Sesudah hari yang mengerikan di atas bukit Karmel itu, sesudah nabi-nabi palsu dibunuh habis, dan seluruh rakyat telah berjanji akan menurut Allah, Elia melarikan diri untuk menyelamatkan r.yawanya karena ancaman Izebel penyembah berhala itu. Demikianlah Setan telah menarik keuntungan dari kelemahan manusia. Maka ia akan terus bekerja dengan cara yang sama. Apabila seseorang dikelilingi dengan segala macam kesusahan, dibingungkan oleh suasana, atau ditindih oleh kemiskinan atau dukacita, Setan selalu ada dekat untuk menggoda dan menyusahkan. Ia menyerang segi-segi tabiat kita yang lemah. Ia berusaha hendak menggoncangkan keyakinan kita pada Allah, yang membiarkan keadaan semacam itu terjadi. Kita tergoda untuk tidak percaya pada Allah dan meragukan kasihNya. Sering penggoda itu datang kepada kita sebagaimana ia datang dahulu kepada Kristus, menunjukkan di hadapan kita segala kelemahan dan cacat kita. Ia mengharap hendak menawarkan hati kita, serta menghancurkan pegangan kita pada Allah. Lalu merasa pastilah ia akan mangsanya. Jika kita mau menghadapi dia sebagaimana Yesus menghadapi dia dahulu, kita akan luput dari banyak kekalahan. Oleh bersoal jawab dengan musuh itu, kita memberikan kepadanya keuntungan. [KSZ1 114.2]
Ketika Kristus berkata kepada penggoda itu, “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah,” Ia mengucapkan ucapan yang lebih empat belas abad telah diucapkan-Nya kepada Israel: “Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak Tuhan, Aliahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini ... . Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan Tuhan.” Ulangan 8:2, 3. Di padang belantara ketika segenap bahan makanan sudah habis, Allah memberikan manna dari surga kepada umat-Nya; dan persediaan yang cukup dan terus menerus diberikan. Penyediaan ini harus mengajar mereka bahwa sementara mereka percaya pada Allah, serta berjalan pada segala jalan-Nya, Ia tidak akan meninggalkan mereka. Juruselamat kini mempraktikkan pelajaran yang telah diajarkan-Nya kepada bani Israel dahulu. Oleh firman Allah, pertolongan telah diberikan kepada segenap tentara Ibrani, dan oleh firman itu juga pertolongan akan diberikan kepada Yesus. Dinantikan-Nya saat Allah untuk membawa pertolongan. Ia berada di padang belantara karena menurut Allah, dan Ia tidak mau memperoleh makanan oleh menuruti anjuran Setan. Di hadapan semesta alam yang menyaksikan, Ia membuktikan bahwa lebih kecil malapetaka untuk menderita apa pun yang terjadi, daripada untuk menyimpang dengan cara apa pun dari kehendak Allah. [KSZ1 115.1]
“Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Kerapkali pengikut Kristus dibawa ke tempat di mana ia tidak dapat berbakti kepada Allah sambil menjalankan terus perusahaan duniawinya. Mungkin nampaknya bahwa penurutan kepada sesuatu tuntutan Allah yang tegas akan meniadakan sumber keperluan hidupnya. Setan akan membuat dia percaya bahwa ia mesti mengorbankan keyakinan batinnya itu. Akan tetapi satu-satunya hal di dunia kita ini tempat kita dapat bersandar, ialah sabda Allah. “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Matius 6:33. Bahkan di dalam hidup ini pun tidaklah baik bagi kita untuk menyimpang dari kehendak Bapa kita yang di surga. Bila kita memahami kuasa firman-Nya, kita tidak akan mengikuti anjuran Setan untuk mendapat makanan atau untuk memelihara hidup kita. Pertanyaan kita satu-satunya ialah, apakah perintah Allah? Dan apakah janji-Nya? Bila kita mengetahui ini, kita akan menurut yang satu, dan mempercayai yang lainnya. [KSZ1 115.2]