Hari 6: Pasal 12 - PENCOBAAN
11 September 2026 · Hari 6

Hari 6: Pasal 12 - PENCOBAAN

Halaman 116-117 | Pasal 12, Paragraf 24-27 | KSZ1 116.1-KSZ1 117.2

Ayat Inti

Matius 4:4

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 10 membaca Bab 12: Pencobaan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 116.1 Dalam peperangan besar yang terakhir dengan Setan kelak, orangorang yang setia kepada Allah akan melihat segenap andalan duniawi hilang lenyap. Sebab mereka itu tidak mau melanggar Taurat-Nya untuk menurut kuasa duniawi, mereka itu akan dilarang untuk berjual beli. Akan diperintahkan nanti bahwa mereka itu akan dibunuh (lihat Wahyu 13:11-17). Akan tetapi kepada orang-orang yang menurut telah diberikan janji, “dialah seperti orang yang tinggal aman di tempat-tempat tinggi, bentengnya ialah kubu di atas bukit batu; rotinya disediakan, air minumnya terjamin.” Yesaya 33:16. Oleh janji ini anak-anak Allah akan hidup. Apabila bumi ini dibinasakan oleh bala kelaparan, mereka akan diberi makan. “Mereka tidak akan mendapat malu pada waktu kecelakaan, dan mereka akan menjadi kenyang pada hari-hari kelaparan.” Mzm. 37:19. Kepada masa kesukaran itu Nabi Habakuk memandang dan perkataannya mengungkapkan iman jemaat: “Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam Tuhan, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku” Habakuk 3:17, 18.

KSZ1 116.2 Dari semua pelajaran yang harus diambil dari pencobaan besar yang pertama terhadap Tuhan kita, tidak ada yang lebih penting daripada yang menyangkut pengendalian selera dan hawa nafsu. Pada segala zaman, pencobaan-pencobaan yang menarik kepada sifat jasmaniah itulah yang paling berhasil membejatkan dan merosotkan umat manusia. Oleh sifat tidak bertarak, Setan bekerja untuk membinasakan kuasa pikiran dan akhlak yang diberikan Allah kepada manusia sebagai karunia yang tiada ternilai harganya. Demikianlah menjadi mustahil bagi manusia untuk menghargai perkara-perkara yang mengandung nilai yang kekal. Oleh pemanjaan hawa nafsu, Setan berusaha menghapuskan dari jiwa segala bekas keserupaan dengan Allah.

KSZ1 117.1 Pemanjaan yang tidak dikendalikan dan penyakit yang diakibatkannya serta kemerosotan yang ada pada kedatangan Kristus yang pertama kalinya, akan timbul lagi, dengan keburukan yang hebat, sebelum kedatangan-Nya yang kedua kali. Kristus mengatakan bahwa keadaan dunia ini akan sama seperti pada zaman sebelum air bah, dan seperti di Sodom dan Gomora. Setiap angan-angan hati akan senantiasa jahat adanya. Justru di ujung zaman yang menakutkan itulah kita hidup sekarang, maka kepada kita haruslah tertanam dengan sedalam-dalamnya pelajaran tentang puasa Juruselamat itu. Hanya oleh penderitaan yang tak terperikan yang ditanggung oleh Kristus itulah kita dapat menilai buraknya pemanjaan yang tak dikekang. Teladan yang diberikan-Nya menyatakan bahwa satu-satunya harapan kita untuk mendapat hidup kekal ialah oleh menundukkan segala selera dan nafsu kepada kehendak Allah.

KSZ1 117.2 Dengan tenaga kita sendiri-mustahil bagi kita untuk menyangkal kegelojohan-kegelojohan pribadi kita yang telah berdosa. Oleh saluran ini Setan akan mendatangkan pencobaan ke atas kita. Kristus tahu bahwa musuh itu akan datang kepada setiap manusia, untuk mengambil keuntungan dari kelemahan warisan, dan oleh sindiran-sindirannya yang paisu hendak menjerat semua orang yang imannya tidak pada Allah. Maka oleh melalui jalan yang mesti dijalani manusia, Tuhan kita telah menyediakan jalan bagi kita untuk menang. Tuhan tidak menghendaki kita harus ditaruh dalam keadaan yang merugikan dalam peperangan melawan Setan. Ia tidak mau kita ditakut-takuti dan ditawarkan hati oleh serangan ular itu. “Kuatkanlah hatimu,” katanya; “Aku telah mengalahkan dunia.” Yohanes 16:33.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

11 September 2026 | Hari 6
Hari 6: Pasal 12 - PENCOBAAN

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 12 - PENCOBAAN
Halaman 116-117 | Pasal 12, Paragraf 24-27 | KSZ1 116.1-KSZ1 117.2

Ayat Inti:
Matius 4:4
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 10 membaca Bab 12: Pencobaan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-10-hari-6-2026-09-11

Teks Lengkap:

Dalam peperangan besar yang terakhir dengan Setan kelak, orangorang yang setia kepada Allah akan melihat segenap andalan duniawi hilang lenyap. Sebab mereka itu tidak mau melanggar Taurat-Nya untuk menurut kuasa duniawi, mereka itu akan dilarang untuk berjual beli. Akan diperintahkan nanti bahwa mereka itu akan dibunuh (lihat Wahyu 13:11-17). Akan tetapi kepada orang-orang yang menurut telah diberikan janji, “dialah seperti orang yang tinggal aman di tempat-tempat tinggi, bentengnya ialah kubu di atas bukit batu; rotinya disediakan, air minumnya terjamin.” Yesaya 33:16. Oleh janji ini anak-anak Allah akan hidup. Apabila bumi ini dibinasakan oleh bala kelaparan, mereka akan diberi makan. “Mereka tidak akan mendapat malu pada waktu kecelakaan, dan mereka akan menjadi kenyang pada hari-hari kelaparan.” Mzm. 37:19. Kepada masa kesukaran itu Nabi Habakuk memandang dan perkataannya mengungkapkan iman jemaat: “Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam Tuhan, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku” Habakuk 3:17, 18. [KSZ1 116.1]

Dari semua pelajaran yang harus diambil dari pencobaan besar yang pertama terhadap Tuhan kita, tidak ada yang lebih penting daripada yang menyangkut pengendalian selera dan hawa nafsu. Pada segala zaman, pencobaan-pencobaan yang menarik kepada sifat jasmaniah itulah yang paling berhasil membejatkan dan merosotkan umat manusia. Oleh sifat tidak bertarak, Setan bekerja untuk membinasakan kuasa pikiran dan akhlak yang diberikan Allah kepada manusia sebagai karunia yang tiada ternilai harganya. Demikianlah menjadi mustahil bagi manusia untuk menghargai perkara-perkara yang mengandung nilai yang kekal. Oleh pemanjaan hawa nafsu, Setan berusaha menghapuskan dari jiwa segala bekas keserupaan dengan Allah. [KSZ1 116.2]

Pemanjaan yang tidak dikendalikan dan penyakit yang diakibatkannya serta kemerosotan yang ada pada kedatangan Kristus yang pertama kalinya, akan timbul lagi, dengan keburukan yang hebat, sebelum kedatangan-Nya yang kedua kali. Kristus mengatakan bahwa keadaan dunia ini akan sama seperti pada zaman sebelum air bah, dan seperti di Sodom dan Gomora. Setiap angan-angan hati akan senantiasa jahat adanya. Justru di ujung zaman yang menakutkan itulah kita hidup sekarang, maka kepada kita haruslah tertanam dengan sedalam-dalamnya pelajaran tentang puasa Juruselamat itu. Hanya oleh penderitaan yang tak terperikan yang ditanggung oleh Kristus itulah kita dapat menilai buraknya pemanjaan yang tak dikekang. Teladan yang diberikan-Nya menyatakan bahwa satu-satunya harapan kita untuk mendapat hidup kekal ialah oleh menundukkan segala selera dan nafsu kepada kehendak Allah. [KSZ1 117.1]

Dengan tenaga kita sendiri-mustahil bagi kita untuk menyangkal kegelojohan-kegelojohan pribadi kita yang telah berdosa. Oleh saluran ini Setan akan mendatangkan pencobaan ke atas kita. Kristus tahu bahwa musuh itu akan datang kepada setiap manusia, untuk mengambil keuntungan dari kelemahan warisan, dan oleh sindiran-sindirannya yang paisu hendak menjerat semua orang yang imannya tidak pada Allah. Maka oleh melalui jalan yang mesti dijalani manusia, Tuhan kita telah menyediakan jalan bagi kita untuk menang. Tuhan tidak menghendaki kita harus ditaruh dalam keadaan yang merugikan dalam peperangan melawan Setan. Ia tidak mau kita ditakut-takuti dan ditawarkan hati oleh serangan ular itu. “Kuatkanlah hatimu,” katanya; “Aku telah mengalahkan dunia.” Yohanes 16:33. [KSZ1 117.2]