22 September 2026 · Hari 3
Hari 3: Pasal 14 - “KAMI TELAH MENEMUKAN MESIAS”
Halaman 130-132 | Pasal 14, Paragraf 15-21 | KSZ1 130.10-KSZ1 132.3
Ayat Inti
Yohanes 1:41
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 12 membaca Bab 14: Kami Telah Menemukan Mesias. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 130.10 Ayat Alkitab yang disebutkan oleh Yohanes itu ialah nubuatan yang indah dari Yesaya: “Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Aliahmu, tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, ... Ada suara yang berseru-seru: ‘Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk Tuhan, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; maka kemuliaan Tuhan akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihat-Nya bersama-sama; sungguh, Tuhan sendiri telah mengatakannya.’” Yesaya 40:1-5.
KSZ1 131.1 Dahulu kala, bila seorang raja mengadakan perjalanan melalui bagianbagian kerajaannya yang jarang dikunjungi, serombongan orang disuruh pergi mendahului kereta kerajaan untuk meratakan segala tempat yang curam serta mengisi lubang, supaya raja itu dapat mengadakan perjalanan dengan selamat dengan tiada halangan. Kebiasaan ini digunakan oleh nabi itu untuk melukiskan pekerjaan Injil. “Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan.” Bilamana Roh Allah, dengan kuasa-Nya yang membangunkan itu, menjamah jiwa, direndahkannyalah kecongkakan manusia. Kesenangan duniawi dan kedudukan serta kuasa kelihatan menjadi tidak berharga. “Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah,” dicampakkan; setiap pikiran ditaklukkan dalam tawanan “kepada Kristus.” 2 Korintus 10:5. Kemudian kerendahan hati dan kasih yang mengorbankan diri pun, yang kurang dihargai di antara manusia, ditinggikan sebagai satu-satunya yang berharga. Inilah pekerjaan Injil, dan pekabaran Yohanes itu hanya merupakan sebagian dari padanya.
KSZ1 131.2 Rabi-rabi itu melanjutkan penyelidikan mereka. “Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?” Kata-kata “nabi” itu mengartikan Musa. Orang Yahudi telah sejak lama condong kepada keyakinan bahwa Musa akan dibangkitkan dari antara orang mati, dan diangkat ke surga. Mereka tidak mengetahui bahwa ia telah dibangkitkan. Ketika Yohanes Pembaptis itu memulai pekerjaannya, banyak orang menyangka bahwa besar kemungkinan dialah Nabi Musa yang dibangkitkan dari antara orang mati itu, sebab nampaknya ia mempunyai pengetahuan yang saksama tentang segala nubuatan dan sejarah bangsa Israel.
KSZ1 131.3 Ada pula kepercayaan bahwa sebelum kedatangan Mesias, Elia akan datang secara pribadi. Harapan ini dijawab Yohanes dalam sangkalannya; akan tetapi ucapannya itu mengandung suatu arti yang lebih dalam lagi. Kemudian Yesus berkata mengenai Yohanes, “Jika kamu mau menerimanya—ialah Elia yang akan datang itu.” Matius 11:14. Yohanes datang dalam Roh dan kuasa Elia, untuk melakukan suatu pekerjaan seperti yang dilakukan oleh Elia. Sekiranya orang Yahudi telah menerima dia, maka sebenarnya pekerjaan itu sudah akan terlaksana bagi mereka. Akan tetapi mereka tidak menyambut baik pekabarannya itu. Bagi mereka ia bukan Elia. Ia tidak dapat menunaikan bagi mereka tugas yang hendak dilaksanakannya.
KSZ1 132.1 Banyak di antara orang-orang yang berhimpun di Yordan itu telah hadir pada waktu Yesus dibaptiskan; tetapi tanda yang diberikan pada waktu itu nyata hanya bagi beberapa orang dari antara mereka. Pada bulan-bulan dalam pekerjaan Yohanes Pembaptis, banyak orang tidak mau mempedulikan seruan untuk bertobat. Demikianlah mereka telah mengeraskan hati serta menggelapkan pengertian mereka. Ketika Surga memberikan kesaksian tentang Yesus pada waktu Ia dibaptiskan, mereka pun tidak menyadarinya. Mata yang belum pernah dialihkan dalam percaya kepada Dia yang tidak tampak itu, tidak melihat penyataan kemuliaan Allah; telinga yang tidak pernah mendengar suaraNya, tidak mendengar perkataan kesaksian. Demikian juga halnya sekarang. Acapkali hadirat Kristus dan malaikat-malaikat yang melayani nyata dalam perhimpunan orang banyak, namun banyak orang tidak mengetahui hal itu. Mereka tidak melihat sesuatu yang luar biasa. Tetapi bagi beberapa orang hadirat Juruselamat itu dinyatakan. Damai dan kegirangan menghidupkan hati mereka. Mereka itu dihiburkan, diberanikan hati serta diberkati.
KSZ1 132.2 Para utusan dari Yerusalem telah bertanya kepada Yohanes, “Mengapa engkau membaptiskan orang?” dan mereka itu menantikan jawabnya. Tiba-tiba, sementara pandangannya meliputi orang banyak itu matanya bersinar-sinar, wajahnya berseri-seri, dirinya digerakkan perasaan yang mendalam. Dengan tangan yang teracung ia berseru, “Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.” Yohanes 1:25-27.
KSZ1 132.3 Pekabaran itu jelas sekali untuk dibawa kepada Sanhedrin. Perkataan Yohanes itu tidak dapat dikenakan kepada seorang yang lain selain Dia yang sudah sejak lama dijanjikan itu. Mesias ada di antara mereka! Dengan keheranan besar imam-imam dan penghulu-penghulu itu memandang di sekeliling mereka dengan pengharapan akan melihat Dia yang dibicarakan Yohanes itu. Tetapi la tidak dapat dikenal di antara orang banyak itu.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
22 September 2026 | Hari 3
Hari 3: Pasal 14 - “KAMI TELAH MENEMUKAN MESIAS”
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 14 - “KAMI TELAH MENEMUKAN MESIAS”
Halaman 130-132 | Pasal 14, Paragraf 15-21 | KSZ1 130.10-KSZ1 132.3
Ayat Inti:
Yohanes 1:41
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 12 membaca Bab 14: Kami Telah Menemukan Mesias. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-12-hari-3-2026-09-22
Teks Lengkap:
Ayat Alkitab yang disebutkan oleh Yohanes itu ialah nubuatan yang indah dari Yesaya: “Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Aliahmu, tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, ... Ada suara yang berseru-seru: ‘Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk Tuhan, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; maka kemuliaan Tuhan akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihat-Nya bersama-sama; sungguh, Tuhan sendiri telah mengatakannya.’” Yesaya 40:1-5. [KSZ1 130.10]
Dahulu kala, bila seorang raja mengadakan perjalanan melalui bagianbagian kerajaannya yang jarang dikunjungi, serombongan orang disuruh pergi mendahului kereta kerajaan untuk meratakan segala tempat yang curam serta mengisi lubang, supaya raja itu dapat mengadakan perjalanan dengan selamat dengan tiada halangan. Kebiasaan ini digunakan oleh nabi itu untuk melukiskan pekerjaan Injil. “Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan.” Bilamana Roh Allah, dengan kuasa-Nya yang membangunkan itu, menjamah jiwa, direndahkannyalah kecongkakan manusia. Kesenangan duniawi dan kedudukan serta kuasa kelihatan menjadi tidak berharga. “Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah,” dicampakkan; setiap pikiran ditaklukkan dalam tawanan “kepada Kristus.” 2 Korintus 10:5. Kemudian kerendahan hati dan kasih yang mengorbankan diri pun, yang kurang dihargai di antara manusia, ditinggikan sebagai satu-satunya yang berharga. Inilah pekerjaan Injil, dan pekabaran Yohanes itu hanya merupakan sebagian dari padanya. [KSZ1 131.1]
Rabi-rabi itu melanjutkan penyelidikan mereka. “Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?” Kata-kata “nabi” itu mengartikan Musa. Orang Yahudi telah sejak lama condong kepada keyakinan bahwa Musa akan dibangkitkan dari antara orang mati, dan diangkat ke surga. Mereka tidak mengetahui bahwa ia telah dibangkitkan. Ketika Yohanes Pembaptis itu memulai pekerjaannya, banyak orang menyangka bahwa besar kemungkinan dialah Nabi Musa yang dibangkitkan dari antara orang mati itu, sebab nampaknya ia mempunyai pengetahuan yang saksama tentang segala nubuatan dan sejarah bangsa Israel. [KSZ1 131.2]
Ada pula kepercayaan bahwa sebelum kedatangan Mesias, Elia akan datang secara pribadi. Harapan ini dijawab Yohanes dalam sangkalannya; akan tetapi ucapannya itu mengandung suatu arti yang lebih dalam lagi. Kemudian Yesus berkata mengenai Yohanes, “Jika kamu mau menerimanya—ialah Elia yang akan datang itu.” Matius 11:14. Yohanes datang dalam Roh dan kuasa Elia, untuk melakukan suatu pekerjaan seperti yang dilakukan oleh Elia. Sekiranya orang Yahudi telah menerima dia, maka sebenarnya pekerjaan itu sudah akan terlaksana bagi mereka. Akan tetapi mereka tidak menyambut baik pekabarannya itu. Bagi mereka ia bukan Elia. Ia tidak dapat menunaikan bagi mereka tugas yang hendak dilaksanakannya. [KSZ1 131.3]
Banyak di antara orang-orang yang berhimpun di Yordan itu telah hadir pada waktu Yesus dibaptiskan; tetapi tanda yang diberikan pada waktu itu nyata hanya bagi beberapa orang dari antara mereka. Pada bulan-bulan dalam pekerjaan Yohanes Pembaptis, banyak orang tidak mau mempedulikan seruan untuk bertobat. Demikianlah mereka telah mengeraskan hati serta menggelapkan pengertian mereka. Ketika Surga memberikan kesaksian tentang Yesus pada waktu Ia dibaptiskan, mereka pun tidak menyadarinya. Mata yang belum pernah dialihkan dalam percaya kepada Dia yang tidak tampak itu, tidak melihat penyataan kemuliaan Allah; telinga yang tidak pernah mendengar suaraNya, tidak mendengar perkataan kesaksian. Demikian juga halnya sekarang. Acapkali hadirat Kristus dan malaikat-malaikat yang melayani nyata dalam perhimpunan orang banyak, namun banyak orang tidak mengetahui hal itu. Mereka tidak melihat sesuatu yang luar biasa. Tetapi bagi beberapa orang hadirat Juruselamat itu dinyatakan. Damai dan kegirangan menghidupkan hati mereka. Mereka itu dihiburkan, diberanikan hati serta diberkati. [KSZ1 132.1]
Para utusan dari Yerusalem telah bertanya kepada Yohanes, “Mengapa engkau membaptiskan orang?” dan mereka itu menantikan jawabnya. Tiba-tiba, sementara pandangannya meliputi orang banyak itu matanya bersinar-sinar, wajahnya berseri-seri, dirinya digerakkan perasaan yang mendalam. Dengan tangan yang teracung ia berseru, “Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.” Yohanes 1:25-27. [KSZ1 132.2]
Pekabaran itu jelas sekali untuk dibawa kepada Sanhedrin. Perkataan Yohanes itu tidak dapat dikenakan kepada seorang yang lain selain Dia yang sudah sejak lama dijanjikan itu. Mesias ada di antara mereka! Dengan keheranan besar imam-imam dan penghulu-penghulu itu memandang di sekeliling mereka dengan pengharapan akan melihat Dia yang dibicarakan Yohanes itu. Tetapi la tidak dapat dikenal di antara orang banyak itu. [KSZ1 132.3]