3 Oktober 2026 · Hari 7
Hari 7: Pasal 15 - PADA PESTA PERNIKAHAN
Halaman 152-153 | Pasal 15, Paragraf 31-35 | KSZ1 152.1-KSZ1 153.2
Ayat Inti
Yohanes 2:11
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 13 membaca Bab 15: Pada Pesta Pernikahan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 152.1 Teladan yang diberikan Kristus dalam menghubungkan diri-Nya dengan kepentingan manusia haruslah diikuti oleh semua orang yang memasyhurkan sabda-Nya, dan oleh semua orang yang telah mendapat Injil rahmat-Nya. Kita tidak boleh meninggalkan hubungan sosial. Kita tidak boleh mengasingkan diri dari orang lain. Untuk dapat mencapai segenap golongah, kita mesti menjumpai mereka di mana mereka itu berada. Mereka jarang datang sendiri hendak mencari kita. Bukan dari mimbar saja hati manusia dapat dijamah oleh kebenaran Ilahi. Masih ada lagi lapangan pekerjaan lain, mungkin lebih hina, tetapi sama mengandung harapan penuh. Lapangan pekerjaan itu terdapat di rumah orang-orang yang hina-dina dan di rumah orang-orang besar, pada jamuan yang disediakan oleh orang yang suka menerima tamu dan pada kumpulan sosial yang polos.
KSZ1 152.2 Sebagai murid-murid Kristus tidak boleh kita bergaul dengan dunia ini hanya karena kita gemar akan kepelesiran belaka, untuk bersatu dengan mereka dalam kebodohan. Pergaulan serupa itu dapat mendatangkan bencana belaka. Kita sekali-kali tidak boleh membenarkan dosa perkataan atau perbuatan kita, oleh berdiam diri atau oleh kehadiran kita. Ke mana saja kita pergi, kita harus membawa Yesus beserta kita, dan harus menyatakan kepada orang-orang lain indahnya Juruselamat kita itu. Tetapi orang-orang yang berusaha hendak memelihara agamanya oleh menyembunyikannya di dalam tembok batu, kehilangan kesempatan yang indah untuk melakukan kebajikan. Oleh hubungan sosial, Kekristenan berhubungan dengan dunia ini. Setiap orang yang telah mendapat penerangan Ilahi, haruslah menerangi jalan orang-orang yang belum mengenal Terang kehidupan.
KSZ1 152.3 Kita semua harus menjadi saksi bagi Yesus. Kuasa sosial yang disucikan oleh rahmat Kristus, wajib dipergunakan dengan sebaik-baiknya dalam menarik jiwa-jiwa kepada Juruselamat. Biarlah dunia ini melihat bahwa kita tidak mencurahkan segenap perhatian dengan kikir atas kepentingan kita belaka, melainkan bahwa kita ingin supaya orang-orang lain juga turut beroleh berkat dan karunia yang kita peroleh. Biarlah mereka melihat bahwa agama kita tidak membuat kita tidak menaruh simpati dan bersifat keras. Biarlah semua orang yang mengaku telah menemukan Kristus, melayani sebagaimana Ia melayani dahulu untuk kebahagiaan manusia.
KSZ1 153.1 Kita sekali-kali tidak boleh memberikan kepada dunia ini kesan yang palsu bahwa orang-orang Kristen adalah satu umat yang selalu muram dan tidak berbahagia. Jikalau mata kita ditujukan selalu kepada Yesus, maka kita pun akan melihat Penebus yang berbelas kasihan, dan akan memperoleh terang dari wajah-Nya. Di mana saja Roh-Nya berkerajaan, di sana ada damai. Dan akan ada kegirangan juga, karena ada pengharapan yang tenang dan suci pada Allah.
KSZ1 153.2 Kristus merasa senang dengan para pengikut-Nya apabila mereka menunjukkan bahwa, meski pun manusia, mereka turut mengambil bagian dari sifat-sifat Ilahi. Mereka bukannya patung, melainkan pria dan wanita yang hidup. Hati mereka yang disegarkan oleh embun rahmat Ilahi, mekar dan berkembang kepada Matahari Kebenaran. Cahaya yang bersinar atas mereka itu mereka pantulkan pula kepada orang-orang lain dalam perbuatan yang bersinar dengan kasih Kristus.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
3 Oktober 2026 | Hari 7
Hari 7: Pasal 15 - PADA PESTA PERNIKAHAN
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 15 - PADA PESTA PERNIKAHAN
Halaman 152-153 | Pasal 15, Paragraf 31-35 | KSZ1 152.1-KSZ1 153.2
Ayat Inti:
Yohanes 2:11
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 13 membaca Bab 15: Pada Pesta Pernikahan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-13-hari-7-2026-10-03
Teks Lengkap:
Teladan yang diberikan Kristus dalam menghubungkan diri-Nya dengan kepentingan manusia haruslah diikuti oleh semua orang yang memasyhurkan sabda-Nya, dan oleh semua orang yang telah mendapat Injil rahmat-Nya. Kita tidak boleh meninggalkan hubungan sosial. Kita tidak boleh mengasingkan diri dari orang lain. Untuk dapat mencapai segenap golongah, kita mesti menjumpai mereka di mana mereka itu berada. Mereka jarang datang sendiri hendak mencari kita. Bukan dari mimbar saja hati manusia dapat dijamah oleh kebenaran Ilahi. Masih ada lagi lapangan pekerjaan lain, mungkin lebih hina, tetapi sama mengandung harapan penuh. Lapangan pekerjaan itu terdapat di rumah orang-orang yang hina-dina dan di rumah orang-orang besar, pada jamuan yang disediakan oleh orang yang suka menerima tamu dan pada kumpulan sosial yang polos. [KSZ1 152.1]
Sebagai murid-murid Kristus tidak boleh kita bergaul dengan dunia ini hanya karena kita gemar akan kepelesiran belaka, untuk bersatu dengan mereka dalam kebodohan. Pergaulan serupa itu dapat mendatangkan bencana belaka. Kita sekali-kali tidak boleh membenarkan dosa perkataan atau perbuatan kita, oleh berdiam diri atau oleh kehadiran kita. Ke mana saja kita pergi, kita harus membawa Yesus beserta kita, dan harus menyatakan kepada orang-orang lain indahnya Juruselamat kita itu. Tetapi orang-orang yang berusaha hendak memelihara agamanya oleh menyembunyikannya di dalam tembok batu, kehilangan kesempatan yang indah untuk melakukan kebajikan. Oleh hubungan sosial, Kekristenan berhubungan dengan dunia ini. Setiap orang yang telah mendapat penerangan Ilahi, haruslah menerangi jalan orang-orang yang belum mengenal Terang kehidupan. [KSZ1 152.2]
Kita semua harus menjadi saksi bagi Yesus. Kuasa sosial yang disucikan oleh rahmat Kristus, wajib dipergunakan dengan sebaik-baiknya dalam menarik jiwa-jiwa kepada Juruselamat. Biarlah dunia ini melihat bahwa kita tidak mencurahkan segenap perhatian dengan kikir atas kepentingan kita belaka, melainkan bahwa kita ingin supaya orang-orang lain juga turut beroleh berkat dan karunia yang kita peroleh. Biarlah mereka melihat bahwa agama kita tidak membuat kita tidak menaruh simpati dan bersifat keras. Biarlah semua orang yang mengaku telah menemukan Kristus, melayani sebagaimana Ia melayani dahulu untuk kebahagiaan manusia. [KSZ1 152.3]
Kita sekali-kali tidak boleh memberikan kepada dunia ini kesan yang palsu bahwa orang-orang Kristen adalah satu umat yang selalu muram dan tidak berbahagia. Jikalau mata kita ditujukan selalu kepada Yesus, maka kita pun akan melihat Penebus yang berbelas kasihan, dan akan memperoleh terang dari wajah-Nya. Di mana saja Roh-Nya berkerajaan, di sana ada damai. Dan akan ada kegirangan juga, karena ada pengharapan yang tenang dan suci pada Allah. [KSZ1 153.1]
Kristus merasa senang dengan para pengikut-Nya apabila mereka menunjukkan bahwa, meski pun manusia, mereka turut mengambil bagian dari sifat-sifat Ilahi. Mereka bukannya patung, melainkan pria dan wanita yang hidup. Hati mereka yang disegarkan oleh embun rahmat Ilahi, mekar dan berkembang kepada Matahari Kebenaran. Cahaya yang bersinar atas mereka itu mereka pantulkan pula kepada orang-orang lain dalam perbuatan yang bersinar dengan kasih Kristus. [KSZ1 153.2]