16 Oktober 2026 · Hari 6
Hari 6: Pasal 17 - NIKODEMUS
Halaman 176-176 | Pasal 17, Paragraf 25-28 | KSZ1 176.2-KSZ1 176.5
Ayat Inti
Yohanes 3:16
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 15 membaca Bab 17: Nikodemus. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 176.2 Bukannya oleh perdebatan dan perbincangan jiwa itu diterangi. Kita mesti memandang dan hidup. Nikodemus menerima dan membawa pe-lajaran itu sertanya. Ia menyelidiki Alkitab dengan cara yang baru, bu-kannya untuk perbincangan sesuatu teori baru, melainkan supaya men-dapat hidup bagi jiwa. Ia mulai melihat kerajaan surga ketika ia menye-rahkan dirinya kepada pimpinan Roh Kudus.
KSZ1 176.3 Beribu-ribu orang pada zaman ini perlu mempelajari kebenaran itu juga, yang diajarkan kepada Nikodemus oleh ular yang ditinggikan itu. Mereka bergantung kepada penurutan mereka terhadap Taurat Allah un-tuk memuji diri agar berkenan kepada-Nya. Apabila mereka itu disuruh memandang kepada Yesus serta percaya bahwa Ia menyelamatkan mereka hanya oleh rahmat-Nya, mereka berseru, “Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?”
KSZ1 176.4 Sebagaimana halnya dengan Nikodemus, kita mesti rela masuk ke da-lam hidup sama seperti cara kepala orang-orang berdosa. Selain dari Kristus “tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” Kisah 4:12. Oleh iman kita menerima rahmat Allah; tetapi iman bukan Juruselamat kita. Iman itu tidak mendapatkan apa-apa. Iman adalah tangan yang berpegang pada Kristus serta memiliki jasa-jasa-Nya, yakni penawar untuk dosa. Bahkan kita tidak dapat bertobat tanpa bantuan Roh Allah. Alkitab berkata tentang Kristus, “ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa.” Kisah 5:31. Pertobatan datang dari Kristus sama seperti keampunan datang dari pada-Nya.
KSZ1 176.5 Bagaimanakah, kalau begitu, caranya kita diselamatkan?— “Sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun,” demikianlah Anak manusia itu telah ditinggikan, serta setiap orang yang telah diperdaya serta digigit oleh ular itu, boleh melihat dan hidup. “Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia.” Yohanes 1:29. Cahaya yang bersinar dari salib itu menyatakan kasih Allah. Kasih-Nya itu menarik kita kepada-Nya. Kalau kita tidak melawan penarikan ini, kita akan dituntun ke kaki salib dalam pertobatan dari segala dosa yang telah menyalibkan juruselamat. Lalu oleh iman Roh Allah menghasilkan suatu kehidupan yang baru di dalam jiwa. Segenap pikiran dan keinginan akan ditaklukkan kepada kehendak Kristus. Hati, pikiran, dijadikan menurut peta Dia yang bekerja di dalam kita untuk menaklukkan segala sesuatu kepada-Nya sendiri. Kemudian Taurat Allah pun dituliskan di dalam pikiran dan hati, dan dapatlah kita berkata dengan Kristus, “Aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Aliahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.” Mazmur 40:9.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
16 Oktober 2026 | Hari 6
Hari 6: Pasal 17 - NIKODEMUS
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 17 - NIKODEMUS
Halaman 176-176 | Pasal 17, Paragraf 25-28 | KSZ1 176.2-KSZ1 176.5
Ayat Inti:
Yohanes 3:16
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 15 membaca Bab 17: Nikodemus. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-15-hari-6-2026-10-16
Teks Lengkap:
Bukannya oleh perdebatan dan perbincangan jiwa itu diterangi. Kita mesti memandang dan hidup. Nikodemus menerima dan membawa pe-lajaran itu sertanya. Ia menyelidiki Alkitab dengan cara yang baru, bu-kannya untuk perbincangan sesuatu teori baru, melainkan supaya men-dapat hidup bagi jiwa. Ia mulai melihat kerajaan surga ketika ia menye-rahkan dirinya kepada pimpinan Roh Kudus. [KSZ1 176.2]
Beribu-ribu orang pada zaman ini perlu mempelajari kebenaran itu juga, yang diajarkan kepada Nikodemus oleh ular yang ditinggikan itu. Mereka bergantung kepada penurutan mereka terhadap Taurat Allah un-tuk memuji diri agar berkenan kepada-Nya. Apabila mereka itu disuruh memandang kepada Yesus serta percaya bahwa Ia menyelamatkan mereka hanya oleh rahmat-Nya, mereka berseru, “Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?” [KSZ1 176.3]
Sebagaimana halnya dengan Nikodemus, kita mesti rela masuk ke da-lam hidup sama seperti cara kepala orang-orang berdosa. Selain dari Kristus “tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” Kisah 4:12. Oleh iman kita menerima rahmat Allah; tetapi iman bukan Juruselamat kita. Iman itu tidak mendapatkan apa-apa. Iman adalah tangan yang berpegang pada Kristus serta memiliki jasa-jasa-Nya, yakni penawar untuk dosa. Bahkan kita tidak dapat bertobat tanpa bantuan Roh Allah. Alkitab berkata tentang Kristus, “ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa.” Kisah 5:31. Pertobatan datang dari Kristus sama seperti keampunan datang dari pada-Nya. [KSZ1 176.4]
Bagaimanakah, kalau begitu, caranya kita diselamatkan?— “Sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun,” demikianlah Anak manusia itu telah ditinggikan, serta setiap orang yang telah diperdaya serta digigit oleh ular itu, boleh melihat dan hidup. “Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia.” Yohanes 1:29. Cahaya yang bersinar dari salib itu menyatakan kasih Allah. Kasih-Nya itu menarik kita kepada-Nya. Kalau kita tidak melawan penarikan ini, kita akan dituntun ke kaki salib dalam pertobatan dari segala dosa yang telah menyalibkan juruselamat. Lalu oleh iman Roh Allah menghasilkan suatu kehidupan yang baru di dalam jiwa. Segenap pikiran dan keinginan akan ditaklukkan kepada kehendak Kristus. Hati, pikiran, dijadikan menurut peta Dia yang bekerja di dalam kita untuk menaklukkan segala sesuatu kepada-Nya sendiri. Kemudian Taurat Allah pun dituliskan di dalam pikiran dan hati, dan dapatlah kita berkata dengan Kristus, “Aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Aliahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.” Mazmur 40:9. [KSZ1 176.5]