26 Oktober 2026 · Hari 2
Hari 2: Pasal 19 - DI SUMUR YAKUB
Halaman 187-188 | Pasal 19, Paragraf 7-12 | KSZ1 187.1-KSZ1 188.4
Ayat Inti
Yohanes 4:14
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 17 membaca Bab 19: Di Sumur Yakub. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 187.1 Yesus tidak segera menjawab pertanyaan yang mengenai diri-Nya itu, tetapi dengan kesungguhan yang tekun Ia berkata, “Baragsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam hatinya yang terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”
KSZ1 187.2 Orang yang berusaha memuaskan dahaganya pada mata air dunia ini, akan minum hanya untuk kemudian haus lagi. Di mana-mana manusia tidak merasa puas. Mereka itu senantiasa menginginkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan jiwa. Hanya seorang yang dapat memenuhi kebu-tuhan itu. Kebutuhan dunia ini, “kerinduan segala bangsa,” ialah Kristus. Rahmat Ilahi yang dapat dikaruniakan hanya oleh-Nya sendiri, adalah seperti air hidup yang menyucikan, menyegarkan, serta menguatkan jiwa.
KSZ1 188.1 Yesus tidak mengemukakan pendapat bahwa hanya seteguk air hidup saja akan memuaskan dahaga sipenerima itu. Orang yang mengecap kasih Kristus pasti akan selalu merindukan lebih banyak lagi; tetapi ia tidak mencari apa-apa lagi selain itu. Kekayaan, kehormatan, dan kesenangan dunia ini tidak menarik hatinya lagi. Seruan yang tetap dari hatinya ialah, “Lebih banyak yang dari pada-Mu.” Maka Dia yang menyatakan kepada jiwa tentang kebutuhannya, menanti untuk memuaskan lapar dan dahaganya. Setiap sumber dan andalan manusia akan gagal. Segala tempat cadangan air akan menjadi kosong, dan segala kolam akan menjadi kering; akan tetapi Juruselamat kita adalah suatu mata air yang tak keringkeringnya. Kita boleh minum, dan minum lagi, dan selamanya mendapat persediaan yang segar. Ia yang di dalamnya Kristus bersemayam, memiliki di dalam dirinya sendiri mata air berkat,—” yang terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” Dari sumber ini ia dapat menimba tenaga dan rahmat yang cukup untuk segala keperluannya.
KSZ1 188.2 Ketika Yesus berbicara tentang air hidup itu, wanita itu memandang kepada-Nya dengan perhatian yang penuh kekaguman. Ia telah mem-bangkitkan perhatian wanita itu, serta menyadarkan suatu kerinduan un-tuk memperoleh karunia yang dikatakan-Nya itu. Wanita itu mengerti bahwa bukannya air sumur Yakub itu yang dibicarakan-Nya; sebab air sumur ini selalu dipakainya, diminumnya, dan haus . “Tuhan,” katanya: “Berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air.”
KSZ1 188.3 Kini Yesus dengan mendadak mengalihkan pembicaraan itu. Sebelum jiwa ini dapat menerima karunia yang hendak dianugerahkan-Nya itu, ia harus diajar dulu untuk mengenal dosanya dan Juruselamatnya. Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, panggilah suamimu dan datang ke sini. Kata perempuan itu: Aku tidak mempunyai suami.”
KSZ1 188.4 Pendengar itu gemetar. Suatu tangan ajaib sedang membuka lembaran riwayat hidupnya, serta memaparkan apa yang telah diharapkannya akan tersembunyi selama-lamanya. Siapakah gerangan Dia yang dapat membaca segala rahasia hidupnya ini? Teringatlah ia akan perkara-perkara yang kekal, tentang hari Penghakiman yang akan datang, apabila segala perkara yang tersembunyi sekarang ini akan dinyatakan kelak. Mengingat hal itu, tergugahlah angan-angan hatinya.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
26 Oktober 2026 | Hari 2
Hari 2: Pasal 19 - DI SUMUR YAKUB
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 19 - DI SUMUR YAKUB
Halaman 187-188 | Pasal 19, Paragraf 7-12 | KSZ1 187.1-KSZ1 188.4
Ayat Inti:
Yohanes 4:14
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 17 membaca Bab 19: Di Sumur Yakub. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-17-hari-2-2026-10-26
Teks Lengkap:
Yesus tidak segera menjawab pertanyaan yang mengenai diri-Nya itu, tetapi dengan kesungguhan yang tekun Ia berkata, “Baragsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam hatinya yang terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” [KSZ1 187.1]
Orang yang berusaha memuaskan dahaganya pada mata air dunia ini, akan minum hanya untuk kemudian haus lagi. Di mana-mana manusia tidak merasa puas. Mereka itu senantiasa menginginkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan jiwa. Hanya seorang yang dapat memenuhi kebu-tuhan itu. Kebutuhan dunia ini, “kerinduan segala bangsa,” ialah Kristus. Rahmat Ilahi yang dapat dikaruniakan hanya oleh-Nya sendiri, adalah seperti air hidup yang menyucikan, menyegarkan, serta menguatkan jiwa. [KSZ1 187.2]
Yesus tidak mengemukakan pendapat bahwa hanya seteguk air hidup saja akan memuaskan dahaga sipenerima itu. Orang yang mengecap kasih Kristus pasti akan selalu merindukan lebih banyak lagi; tetapi ia tidak mencari apa-apa lagi selain itu. Kekayaan, kehormatan, dan kesenangan dunia ini tidak menarik hatinya lagi. Seruan yang tetap dari hatinya ialah, “Lebih banyak yang dari pada-Mu.” Maka Dia yang menyatakan kepada jiwa tentang kebutuhannya, menanti untuk memuaskan lapar dan dahaganya. Setiap sumber dan andalan manusia akan gagal. Segala tempat cadangan air akan menjadi kosong, dan segala kolam akan menjadi kering; akan tetapi Juruselamat kita adalah suatu mata air yang tak keringkeringnya. Kita boleh minum, dan minum lagi, dan selamanya mendapat persediaan yang segar. Ia yang di dalamnya Kristus bersemayam, memiliki di dalam dirinya sendiri mata air berkat,—” yang terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” Dari sumber ini ia dapat menimba tenaga dan rahmat yang cukup untuk segala keperluannya. [KSZ1 188.1]
Ketika Yesus berbicara tentang air hidup itu, wanita itu memandang kepada-Nya dengan perhatian yang penuh kekaguman. Ia telah mem-bangkitkan perhatian wanita itu, serta menyadarkan suatu kerinduan un-tuk memperoleh karunia yang dikatakan-Nya itu. Wanita itu mengerti bahwa bukannya air sumur Yakub itu yang dibicarakan-Nya; sebab air sumur ini selalu dipakainya, diminumnya, dan haus . “Tuhan,” katanya: “Berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air.” [KSZ1 188.2]
Kini Yesus dengan mendadak mengalihkan pembicaraan itu. Sebelum jiwa ini dapat menerima karunia yang hendak dianugerahkan-Nya itu, ia harus diajar dulu untuk mengenal dosanya dan Juruselamatnya. Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, panggilah suamimu dan datang ke sini. Kata perempuan itu: Aku tidak mempunyai suami.” [KSZ1 188.3]
Pendengar itu gemetar. Suatu tangan ajaib sedang membuka lembaran riwayat hidupnya, serta memaparkan apa yang telah diharapkannya akan tersembunyi selama-lamanya. Siapakah gerangan Dia yang dapat membaca segala rahasia hidupnya ini? Teringatlah ia akan perkara-perkara yang kekal, tentang hari Penghakiman yang akan datang, apabila segala perkara yang tersembunyi sekarang ini akan dinyatakan kelak. Mengingat hal itu, tergugahlah angan-angan hatinya. [KSZ1 188.4]