28 Oktober 2026 · Hari 4
Hari 4: Pasal 19 - DI SUMUR YAKUB
Halaman 191-192 | Pasal 19, Paragraf 19-24 | KSZ1 191.1-KSZ1 192.3
Ayat Inti
Yohanes 4:14
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 17 membaca Bab 19: Di Sumur Yakub. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 191.1 Sementara berbicara dengan Yesus, wanita itu merasa terharu oleh perkataan-Nya. Belum pernah ia mendengar perasaan serupa itu dari imam-imam sebangsanya ataupun dari orang Yahudi. Setelah masa hidupnya yang lampau dipaparkan di hadapannya, ia sangat merasakan ke-perluannya yang besar. Ia sadar akan kehausan jiwanya, yang tidak dapat dipuaskan oleh air sumur di Sikhar itu. Tiada suatu apa pun yang berhu-bungan dengan dia hingga kini yang begitu menyadarkan dia kepada sesuatu kebutuhan yang lebih tinggi. Yesus telah meyakinkan dia bahwa Ia dapat membaca segala rahasia hidupnya; namun ia merasa bahwa Ialah sahabatnya, yang berbelas kasihan serta mengasihi dia. Meskipun ke-sucian hadirat-Nya mencela dosanya, namun Ia tidak mengeluarkan ucapan tuduhan, melainkan telah memberitahukan kepadanya tentang rahmat-Nya, yang dapat memperbarui jiwa. Mulailah ia mendapat se-suatu keyakinan tentang tabiat-Nya. Timbullah pertanyaan dalam pikir-annya, katanya kepada Yesus “Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami.” Kata Yesus kepadanya: “Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau.”
KSZ1 191.2 Ketika wanita itu mendengar ucapan ini, timbullah kepercayaan dalam hatinya. Diterimanya pengumuman yang ajaib dari bibir Guru Ilahi itu.
KSZ1 191.3 Wanita itu berada dalam keadaan pikiran yang mau menghargai. Ia bersedia menerima pernyataan yang paling mulia; sebab ia menaruh per-hatian pada Alkitab, dan Roh Suci telah menyediakan pikirannya untuk menerima lebih banyak terang. Ia telah mempelajari janji Perjanjian La-ma, “Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-sauda-ramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh Tuhan, Aliahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.” Ulangan 18:15. Ia rindu hendak mengerti nubuatan ini. Terang telah memancar ke dalam pikirannya. Air hidup, yakni kehidupan rohani yang dikaruniakan Kristus kepada tiaptiap jiwa yang haus telah mulai memancar dalam hatinya. Roh Tuhan sudah bekerja dalam dirinya.
KSZ1 192.1 Ucapan tegas yang diberikan oleh Kristus kepada wanita ini tidak akan dapat diucapkan kepada orang Yahudi yang membenarkan diri sendiri. Kristus lebih menahan diri apabila Ia berbicara kepada mereka itu. Apa yang tidak diberikan kepada orang Yahudi, dan yang kemudian hari dianjurkan supaya dirahasiakan oleh murid-murid, dinyatakan kepada wanita itu. Yesus melihat bahwa ia akan menggunakan pengetahuannya itu untuk membawa orang lain pula guna mengambil bagian dari rahmat-Nya.
KSZ1 192.2 Ketika murid-murid , mereka terkejut melihat Guru mereka berbicara dengan wanita itu. Ia belum meminum air menyegarkan yang diingini-Nya itu, dan Ia tidak berhenti untuk memakan makanan yang telah dibawa oleh murid-murid-Nya itu. Setelah wanita itu pergi, muridmurid-Nya membujuk Dia supaya makan. Mereka lihat Dia diam, asyik berpikir, seperti dalam renungan yang tekun. Wajahnya berseri-seri dengan cahaya, dan mereka takut mengganggu hubungan-Nya dengan surga itu. Tetapi mereka tahu bahwa Ia lemas sekali dan penat, dan mereka merasa wajib mengingatkan Dia akan kebutuhan badani-Nya. Yesus tahu akan perhatian mereka yang didorong oleh kasih, lalu Ia berkata, “PadaKu ada makanan yang tidak kamu kenal.”
KSZ1 192.3 Murid-murid itu heran siapa gerangan yang telah membawakan Dia makanan; tetapi dijelaskan-Nya, “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.” Yoha-nes 4:34. Ketika perkataan-Nya kepada wanita itu telah membangkit-kan kesadaran hatinya, Yesus bersukaria. Ia melihat dia meminum air hidup, lalu perasaan lapar dan haus-Nya sendiri pun dipuaskan. Terwujudnya tugas yang untuk pelaksanaannya Ia telah meninggalkan surga, menguatkan Juruselamat untuk pekerjaan-Nya, serta mengangkat Dia melebihi segala kebutuhan kemanusiaan. Melayani seseorang yang sedang lapar dan haus akan kebenaran lebih menyenangkan bagi-Nya daripada makan atau minum. Itulah suatu penghiburan, suatu penyegaran bagi-Nya. Kebajikan adalah nyawa jiwa-Nya.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
28 Oktober 2026 | Hari 4
Hari 4: Pasal 19 - DI SUMUR YAKUB
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 19 - DI SUMUR YAKUB
Halaman 191-192 | Pasal 19, Paragraf 19-24 | KSZ1 191.1-KSZ1 192.3
Ayat Inti:
Yohanes 4:14
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 17 membaca Bab 19: Di Sumur Yakub. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-17-hari-4-2026-10-28
Teks Lengkap:
Sementara berbicara dengan Yesus, wanita itu merasa terharu oleh perkataan-Nya. Belum pernah ia mendengar perasaan serupa itu dari imam-imam sebangsanya ataupun dari orang Yahudi. Setelah masa hidupnya yang lampau dipaparkan di hadapannya, ia sangat merasakan ke-perluannya yang besar. Ia sadar akan kehausan jiwanya, yang tidak dapat dipuaskan oleh air sumur di Sikhar itu. Tiada suatu apa pun yang berhu-bungan dengan dia hingga kini yang begitu menyadarkan dia kepada sesuatu kebutuhan yang lebih tinggi. Yesus telah meyakinkan dia bahwa Ia dapat membaca segala rahasia hidupnya; namun ia merasa bahwa Ialah sahabatnya, yang berbelas kasihan serta mengasihi dia. Meskipun ke-sucian hadirat-Nya mencela dosanya, namun Ia tidak mengeluarkan ucapan tuduhan, melainkan telah memberitahukan kepadanya tentang rahmat-Nya, yang dapat memperbarui jiwa. Mulailah ia mendapat se-suatu keyakinan tentang tabiat-Nya. Timbullah pertanyaan dalam pikir-annya, katanya kepada Yesus “Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami.” Kata Yesus kepadanya: “Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau.” [KSZ1 191.1]
Ketika wanita itu mendengar ucapan ini, timbullah kepercayaan dalam hatinya. Diterimanya pengumuman yang ajaib dari bibir Guru Ilahi itu. [KSZ1 191.2]
Wanita itu berada dalam keadaan pikiran yang mau menghargai. Ia bersedia menerima pernyataan yang paling mulia; sebab ia menaruh per-hatian pada Alkitab, dan Roh Suci telah menyediakan pikirannya untuk menerima lebih banyak terang. Ia telah mempelajari janji Perjanjian La-ma, “Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-sauda-ramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh Tuhan, Aliahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.” Ulangan 18:15. Ia rindu hendak mengerti nubuatan ini. Terang telah memancar ke dalam pikirannya. Air hidup, yakni kehidupan rohani yang dikaruniakan Kristus kepada tiaptiap jiwa yang haus telah mulai memancar dalam hatinya. Roh Tuhan sudah bekerja dalam dirinya. [KSZ1 191.3]
Ucapan tegas yang diberikan oleh Kristus kepada wanita ini tidak akan dapat diucapkan kepada orang Yahudi yang membenarkan diri sendiri. Kristus lebih menahan diri apabila Ia berbicara kepada mereka itu. Apa yang tidak diberikan kepada orang Yahudi, dan yang kemudian hari dianjurkan supaya dirahasiakan oleh murid-murid, dinyatakan kepada wanita itu. Yesus melihat bahwa ia akan menggunakan pengetahuannya itu untuk membawa orang lain pula guna mengambil bagian dari rahmat-Nya. [KSZ1 192.1]
Ketika murid-murid , mereka terkejut melihat Guru mereka berbicara dengan wanita itu. Ia belum meminum air menyegarkan yang diingini-Nya itu, dan Ia tidak berhenti untuk memakan makanan yang telah dibawa oleh murid-murid-Nya itu. Setelah wanita itu pergi, muridmurid-Nya membujuk Dia supaya makan. Mereka lihat Dia diam, asyik berpikir, seperti dalam renungan yang tekun. Wajahnya berseri-seri dengan cahaya, dan mereka takut mengganggu hubungan-Nya dengan surga itu. Tetapi mereka tahu bahwa Ia lemas sekali dan penat, dan mereka merasa wajib mengingatkan Dia akan kebutuhan badani-Nya. Yesus tahu akan perhatian mereka yang didorong oleh kasih, lalu Ia berkata, “PadaKu ada makanan yang tidak kamu kenal.” [KSZ1 192.2]
Murid-murid itu heran siapa gerangan yang telah membawakan Dia makanan; tetapi dijelaskan-Nya, “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.” Yoha-nes 4:34. Ketika perkataan-Nya kepada wanita itu telah membangkit-kan kesadaran hatinya, Yesus bersukaria. Ia melihat dia meminum air hidup, lalu perasaan lapar dan haus-Nya sendiri pun dipuaskan. Terwujudnya tugas yang untuk pelaksanaannya Ia telah meninggalkan surga, menguatkan Juruselamat untuk pekerjaan-Nya, serta mengangkat Dia melebihi segala kebutuhan kemanusiaan. Melayani seseorang yang sedang lapar dan haus akan kebenaran lebih menyenangkan bagi-Nya daripada makan atau minum. Itulah suatu penghiburan, suatu penyegaran bagi-Nya. Kebajikan adalah nyawa jiwa-Nya. [KSZ1 192.3]