Hari 3: Pasal 20 - “JIKALAU KAMU TIDAK MELIHAT TANDA DAN MUKJIZAT”
3 November 2026 · Hari 3

Hari 3: Pasal 20 - “JIKALAU KAMU TIDAK MELIHAT TANDA DAN MUKJIZAT”

Halaman 200-201 | Pasal 20, Paragraf 6-7 | KSZ1 200.4-KSZ1 201.1

Ayat Inti

Yohanes 4:48

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 18 membaca Bab 20: Jikalau Kamu Tidak Melihat Tanda dan Mujizat. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 200.4 Dengan tidak menghiraukan semua tanda bahwa Yesus itulah Mesias, pemohon itu telah bertekad untuk menumpukan imannya pada Tuhan atas syarat kalau permohonannya itu dikabulkan. Juruselamat membandingkan keragu-raguan ini dengan iman yang ikhlas di pihak orang Samaria, yang tidak meminta mukjizat atau tanda. Sabda-Nya, bukti Keilahian-Nya yang selalu nyata mengandung suatu kuasa meyakinkan yang menjamah hati mereka. Kristus merasa sedih karena bangsa-Nya sendiri, yang kepadanya perkara-perkara yang suci dipercayakan, gagal untuk mendengar suara Allah berbicara kepada mereka dalam AnakNya.

KSZ1 201.1 Namun demikian bangsawan itu mempunyai sedikit iman sebab ia telah datang untuk memohonkan apa yang baginya merupakan yang terindah dari segala berkat. Yesus mempunyai karunia yang lebih besar untuk dianugerahkan-Nya. la ingin, bukan saja menyembuhkan anak itu, tetapi juga mengusahakan agar pembesar itu dan seluruh rumah tangganya turut menikmati berkat-berkat keselamatan serta menyalakan sebuah terang di Kapemaum, yang tidak lama lagi akan menjadi ladang pekerjaan-Nya. Tetapi bangsawan itu harus lebih dahulu menyadari keperluannya sebelum ia merindukan rahmat Kristus. Pegawai istana ini mewakili banyak orang dari kalangan bangsanya. Mereka menaruh perhatian pada Yesus karena motif yang mementingkan diri. Mereka mengharap hendak mendapat sesuatu keuntungan istimewa oleh kuasa-Nya, dan mereka mempertaruhkan iman mereka atas dikaruniakannya pertolongan jasmani ini; tetapi mereka tidak mengetahui hal penyakit rohani mereka, dan tidak melihat keperluan mereka akan rahmat Ilahi.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

3 November 2026 | Hari 3
Hari 3: Pasal 20 - “JIKALAU KAMU TIDAK MELIHAT TANDA DAN MUKJIZAT”

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 20 - “JIKALAU KAMU TIDAK MELIHAT TANDA DAN MUKJIZAT”
Halaman 200-201 | Pasal 20, Paragraf 6-7 | KSZ1 200.4-KSZ1 201.1

Ayat Inti:
Yohanes 4:48
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 18 membaca Bab 20: Jikalau Kamu Tidak Melihat Tanda dan Mujizat. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-18-hari-3-2026-11-03

Teks Lengkap:

Dengan tidak menghiraukan semua tanda bahwa Yesus itulah Mesias, pemohon itu telah bertekad untuk menumpukan imannya pada Tuhan atas syarat kalau permohonannya itu dikabulkan. Juruselamat membandingkan keragu-raguan ini dengan iman yang ikhlas di pihak orang Samaria, yang tidak meminta mukjizat atau tanda. Sabda-Nya, bukti Keilahian-Nya yang selalu nyata mengandung suatu kuasa meyakinkan yang menjamah hati mereka. Kristus merasa sedih karena bangsa-Nya sendiri, yang kepadanya perkara-perkara yang suci dipercayakan, gagal untuk mendengar suara Allah berbicara kepada mereka dalam AnakNya. [KSZ1 200.4]

Namun demikian bangsawan itu mempunyai sedikit iman sebab ia telah datang untuk memohonkan apa yang baginya merupakan yang terindah dari segala berkat. Yesus mempunyai karunia yang lebih besar untuk dianugerahkan-Nya. la ingin, bukan saja menyembuhkan anak itu, tetapi juga mengusahakan agar pembesar itu dan seluruh rumah tangganya turut menikmati berkat-berkat keselamatan serta menyalakan sebuah terang di Kapemaum, yang tidak lama lagi akan menjadi ladang pekerjaan-Nya. Tetapi bangsawan itu harus lebih dahulu menyadari keperluannya sebelum ia merindukan rahmat Kristus. Pegawai istana ini mewakili banyak orang dari kalangan bangsanya. Mereka menaruh perhatian pada Yesus karena motif yang mementingkan diri. Mereka mengharap hendak mendapat sesuatu keuntungan istimewa oleh kuasa-Nya, dan mereka mempertaruhkan iman mereka atas dikaruniakannya pertolongan jasmani ini; tetapi mereka tidak mengetahui hal penyakit rohani mereka, dan tidak melihat keperluan mereka akan rahmat Ilahi. [KSZ1 201.1]