9 November 2026 · Hari 2
Hari 2: Pasal 21 - BETESDA DAN SANHEDRIN
Halaman 207-209 | Pasal 21, Paragraf 8-14 | KSZ1 207.3-KSZ1 209.2
Ayat Inti
Yohanes 5:8
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 19 membaca Bab 21: Betesda dan Sanhedrin. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 207.3 Yesus tidak memberikan kepadanya jaminan pertolongan Ilahi. Jika orang ini telah berhenti sejenak untuk meragu-ragukan perkataan-Nya ia akan kehilangan kesempatan untuk sembuh. Tetapi ia percaya akan perkataan Kristus, dan dalam berbuat menurut perkataan Tuhan ia menerima kekuatan.
KSZ1 207.4 Melalui iman yang sama pula kita boleh mendapat kesembuhan ro-hani. Oleh dosa kita telah diceraikan dari hidup Allah. Jiwa kita pun telah menjadi lumpuh. Dengan kekuatan kita sendiri kita tidak sanggup hidup suci sebagaimana orang yang tidak bertenaga itu tidak sanggup berjalan. Banyak orang sadar akan keadaan mereka yang tidak berdaya itu, dan merindukan suatu kehidupan rohani yang akan menyesuaikan kehidupan mereka dengan kehendak Allah; mereka sedang berusaha dengan sia-sia untuk memperolehnya. Dalam keadaan putus asa mereka berseru “Aku manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?” Roma 7:24. Biarlah orang-orang yang sedang dalam keadaan putus asa memandang ke atas. Juruselamat sedang menundukkan diri-Nya kepada mereka yang ditebus dengan darah-Nya, sambil berkata dengan kelemahlembutan dan belas kasihan yang tidak terperikan, “Maukah engkau sembuh?” Ia menyuruh engkau bangkit berdiri dalam keadaan sehat dan penuh damai. Jangan menunggu hingga engkau merasa telah sembuh. Percayalah akan perkataan-Nya maka itu akan digenapi. Taruhlah kehendak hatimu pada pihak Kristus. Mau untuk melayani Dia dan dalam berbuat menurut perkataan-Nya, engkau akan menerima kekuatan Kebiasaan yang buruk dan hawa nafsu apa pun sudah lama dimanjakan dan mengikat jiwa dan tubuh kita, Kristus sanggup dan rindu untuk me-lepaskannya. Ia akan memberikan hidup kepada jiwa yang “mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu” Efesus 2:1. Ia akan membebaskan tawanan yang terbelenggu oleh kelemahan dan kemalangan dan rantai dosa.
KSZ1 208.1 Orang lumpuh yang telah disembuhkan itu membungkuk hendak mengangkat tempat tidurnya, yang hanya terdiri dari tikar dan selimut dan pada saat ia menegakkan dirinya dengan perasaan gembira, ia melihat keliling untuk mencari Orang yang telah menyembuhkan dia; tetapi Yesus sudah berada di tengah orang banyak. Orang itu khawatir jangan-jangan ia tidak akan mengenal Dia jika ia bertemu dengan Dia . Pada perjalanan pulang dengan langkah yang tegap dan leluasa, sambil memuji Allah, dan bersuka-suka dalam kekuatan yang baru diperolehnya, bertemulah ia dengan beberapa orang Farisi, dan dengan segera ia memberitahukan pada mereka dari hal kesembuhannya. Ia sangat terkejut melihat sambutan yang dingin ketika mereka mendengarkan penuturan ceritanya.
KSZ1 208.2 Dengan mengerutkan kening mereka menyela pembicaraannya, dan bertanya mengapa ia membawa tempat tidurnya pada hari Sabat. Dengan tegas mereka memperingatkan kepadanya bahwa adalah melanggar Taurat memikul sesuatu pada hari Tuhan. Karena kegirangannya orang ini telah lupa bahwa hari itu adalah hari Sabat; tetapi ia merasa tidak bersalah karena ia mentaati perintah Seorang yang mempunyai kuasa daripada Allah. Ia menjawab dengan berani ‘’Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah.” Mereka bertanya siapa orang itu yang telah berkata demikian, tetapi ia tidak dapat memberitahukannya. Penghulu-penghulu ini mengetahui dengan jelas bahwa hanya Seorang yang telah menunjukkan diri-Nya sanggup mengadakan mukjizat ini; tetapi mereka mengingini bukti yang nyata bahwa ialah Yesus, agar mereka dapat menuduh Dia sebagai seorang pelanggar Sabat. Pada penilaian mereka Ia bukan saja telah melanggar hukum karena menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat, tetapi juga telah melakukan suatu kecemaran karena menyuruh dia memikul tempat tidurnya.
KSZ1 208.3 Orang Yahudi sudah begitu hebat memutar balikkan arti Taurat itu, sehingga mereka menjadikannya suatu kuk perhambaan. Segala tuntutan mereka yang tidak berarti telah menjadi buah mulut di kalangan bangsa- bangsa lain. Secara istimewa Sabat itu dipagari dengan segala macam Iarangan yang tidak masuk akal. Bagi mereka hari itu bukan lagi menjadi suatu hari kesukaan, yang patut disucikan bagi Tuhan, yang harus dihormati. Katib-katib dan orang Farisi telah menjadikan pemeliharaan hari itu suatu beban yang tidak mengenal ampun. Seorang Yahudi tidak diizinkan menyalakan api atau memasang lilin pada hari Sabat. Sebagai akibatnya banyak orang Yahudi yang bergantung pada orang kafir untuk melakukan pekerjaan yang tidak dapat mereka lakukan sendiri karena dilarang oleh peraturan itu. Mereka tidak mau memikirkan bahwa jika perbuatan ini adalah dosa, mereka yang menyuruh orang lain melakukannya, sama bersalah seperti mereka sendiri telah melakukan pekerjaan itu. Mereka merasa bahwa keselamatan itu hanya terbatas pada orang Yahudi, dan keadaan semua orang lain, yang tidak berpengharapan lagi tidak dapat menjadi lebih buruk. Tetapi Allah tidak memberikan hukum-hukum yang tidak dapat diturut oleh semua orang. Hukum-hukum-Nya tidak membenarkan larangan yang tidak masuk akal atau bersifat mementingkan diri.
KSZ1 209.1 Di dalam Bait Suci, Yesus bertemu dengan orang yang telah disembuhkan-Nya itu. Orang itu datang untuk membawa korban karena dosa dan juga persembahan syukur karena rahmat yang besar yang telah diperolehnya. Ketika Yesus melihat dia di antara orang banyak itu, Yesus pun memperkenalkan diri-Nya, dengan perkataan amaran, “Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.”
KSZ1 209.2 Orang yang telah disembuhkan itu sangat bersuka karena bertemu dengan Pelepasnya. Dengan tidak mengetahui akan permusuhan terhadap Yesus, ia telah memberitahukan pada orang Farisi yang telah bertanya padanya dulu, bahwa inilah Dia yang telah menyembuhkan dia. “Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.”
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
9 November 2026 | Hari 2
Hari 2: Pasal 21 - BETESDA DAN SANHEDRIN
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 21 - BETESDA DAN SANHEDRIN
Halaman 207-209 | Pasal 21, Paragraf 8-14 | KSZ1 207.3-KSZ1 209.2
Ayat Inti:
Yohanes 5:8
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 19 membaca Bab 21: Betesda dan Sanhedrin. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-19-hari-2-2026-11-09
Teks Lengkap:
Yesus tidak memberikan kepadanya jaminan pertolongan Ilahi. Jika orang ini telah berhenti sejenak untuk meragu-ragukan perkataan-Nya ia akan kehilangan kesempatan untuk sembuh. Tetapi ia percaya akan perkataan Kristus, dan dalam berbuat menurut perkataan Tuhan ia menerima kekuatan. [KSZ1 207.3]
Melalui iman yang sama pula kita boleh mendapat kesembuhan ro-hani. Oleh dosa kita telah diceraikan dari hidup Allah. Jiwa kita pun telah menjadi lumpuh. Dengan kekuatan kita sendiri kita tidak sanggup hidup suci sebagaimana orang yang tidak bertenaga itu tidak sanggup berjalan. Banyak orang sadar akan keadaan mereka yang tidak berdaya itu, dan merindukan suatu kehidupan rohani yang akan menyesuaikan kehidupan mereka dengan kehendak Allah; mereka sedang berusaha dengan sia-sia untuk memperolehnya. Dalam keadaan putus asa mereka berseru “Aku manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?” Roma 7:24. Biarlah orang-orang yang sedang dalam keadaan putus asa memandang ke atas. Juruselamat sedang menundukkan diri-Nya kepada mereka yang ditebus dengan darah-Nya, sambil berkata dengan kelemahlembutan dan belas kasihan yang tidak terperikan, “Maukah engkau sembuh?” Ia menyuruh engkau bangkit berdiri dalam keadaan sehat dan penuh damai. Jangan menunggu hingga engkau merasa telah sembuh. Percayalah akan perkataan-Nya maka itu akan digenapi. Taruhlah kehendak hatimu pada pihak Kristus. Mau untuk melayani Dia dan dalam berbuat menurut perkataan-Nya, engkau akan menerima kekuatan Kebiasaan yang buruk dan hawa nafsu apa pun sudah lama dimanjakan dan mengikat jiwa dan tubuh kita, Kristus sanggup dan rindu untuk me-lepaskannya. Ia akan memberikan hidup kepada jiwa yang “mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu” Efesus 2:1. Ia akan membebaskan tawanan yang terbelenggu oleh kelemahan dan kemalangan dan rantai dosa. [KSZ1 207.4]
Orang lumpuh yang telah disembuhkan itu membungkuk hendak mengangkat tempat tidurnya, yang hanya terdiri dari tikar dan selimut dan pada saat ia menegakkan dirinya dengan perasaan gembira, ia melihat keliling untuk mencari Orang yang telah menyembuhkan dia; tetapi Yesus sudah berada di tengah orang banyak. Orang itu khawatir jangan-jangan ia tidak akan mengenal Dia jika ia bertemu dengan Dia . Pada perjalanan pulang dengan langkah yang tegap dan leluasa, sambil memuji Allah, dan bersuka-suka dalam kekuatan yang baru diperolehnya, bertemulah ia dengan beberapa orang Farisi, dan dengan segera ia memberitahukan pada mereka dari hal kesembuhannya. Ia sangat terkejut melihat sambutan yang dingin ketika mereka mendengarkan penuturan ceritanya. [KSZ1 208.1]
Dengan mengerutkan kening mereka menyela pembicaraannya, dan bertanya mengapa ia membawa tempat tidurnya pada hari Sabat. Dengan tegas mereka memperingatkan kepadanya bahwa adalah melanggar Taurat memikul sesuatu pada hari Tuhan. Karena kegirangannya orang ini telah lupa bahwa hari itu adalah hari Sabat; tetapi ia merasa tidak bersalah karena ia mentaati perintah Seorang yang mempunyai kuasa daripada Allah. Ia menjawab dengan berani ‘’Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah.” Mereka bertanya siapa orang itu yang telah berkata demikian, tetapi ia tidak dapat memberitahukannya. Penghulu-penghulu ini mengetahui dengan jelas bahwa hanya Seorang yang telah menunjukkan diri-Nya sanggup mengadakan mukjizat ini; tetapi mereka mengingini bukti yang nyata bahwa ialah Yesus, agar mereka dapat menuduh Dia sebagai seorang pelanggar Sabat. Pada penilaian mereka Ia bukan saja telah melanggar hukum karena menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat, tetapi juga telah melakukan suatu kecemaran karena menyuruh dia memikul tempat tidurnya. [KSZ1 208.2]
Orang Yahudi sudah begitu hebat memutar balikkan arti Taurat itu, sehingga mereka menjadikannya suatu kuk perhambaan. Segala tuntutan mereka yang tidak berarti telah menjadi buah mulut di kalangan bangsa- bangsa lain. Secara istimewa Sabat itu dipagari dengan segala macam Iarangan yang tidak masuk akal. Bagi mereka hari itu bukan lagi menjadi suatu hari kesukaan, yang patut disucikan bagi Tuhan, yang harus dihormati. Katib-katib dan orang Farisi telah menjadikan pemeliharaan hari itu suatu beban yang tidak mengenal ampun. Seorang Yahudi tidak diizinkan menyalakan api atau memasang lilin pada hari Sabat. Sebagai akibatnya banyak orang Yahudi yang bergantung pada orang kafir untuk melakukan pekerjaan yang tidak dapat mereka lakukan sendiri karena dilarang oleh peraturan itu. Mereka tidak mau memikirkan bahwa jika perbuatan ini adalah dosa, mereka yang menyuruh orang lain melakukannya, sama bersalah seperti mereka sendiri telah melakukan pekerjaan itu. Mereka merasa bahwa keselamatan itu hanya terbatas pada orang Yahudi, dan keadaan semua orang lain, yang tidak berpengharapan lagi tidak dapat menjadi lebih buruk. Tetapi Allah tidak memberikan hukum-hukum yang tidak dapat diturut oleh semua orang. Hukum-hukum-Nya tidak membenarkan larangan yang tidak masuk akal atau bersifat mementingkan diri. [KSZ1 208.3]
Di dalam Bait Suci, Yesus bertemu dengan orang yang telah disembuhkan-Nya itu. Orang itu datang untuk membawa korban karena dosa dan juga persembahan syukur karena rahmat yang besar yang telah diperolehnya. Ketika Yesus melihat dia di antara orang banyak itu, Yesus pun memperkenalkan diri-Nya, dengan perkataan amaran, “Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.” [KSZ1 209.1]
Orang yang telah disembuhkan itu sangat bersuka karena bertemu dengan Pelepasnya. Dengan tidak mengetahui akan permusuhan terhadap Yesus, ia telah memberitahukan pada orang Farisi yang telah bertanya padanya dulu, bahwa inilah Dia yang telah menyembuhkan dia. “Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.” [KSZ1 209.2]