10 November 2026 · Hari 3
Hari 3: Pasal 21 - BETESDA DAN SANHEDRIN
Halaman 209-212 | Pasal 21, Paragraf 15-21 | KSZ1 209.3-KSZ1 212.2
Ayat Inti
Yohanes 5:8
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 19 membaca Bab 21: Betesda dan Sanhedrin. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 209.3 Yesus dibawa menghadap Sanhedrin untuk menjawab tuduhan karena pelanggaran akan hari Sabat. Jika pada saat ini bangsa Y ahudi telah menjadi suatu bangsa yang merdeka, maka tuduhan yang semacam itu tentu akan menguatkan maksud mereka untuk membunuh Dia. Tetapi oleh karena mereka masih di bawah kekuasaan Roma, maka maksud ini terhalang. Orang Yahudi tidak mempunyai kuasa untuk menjatuhkan hukuman yang besar dan tuduhan yang dibawa mereka itu untuk menentang Kristus tidaklah berat pada pengadilan Roma. Tetapi ada pu a tujuan lain yang mereka harapkan untuk dicapai. Mengenai usaha mereka untuk menentang pekerjaan-Nya, Kristuslah yang telah menang hingga di Yerusalem pun pengaruh-Nya adalah lebih besar daripada pengaruh mereka itu. Orang banyak yang tidak tertarik oleh pidato rabi-rabi itu telah tertarik oleh pengajaran-Nya. Mereka dapat memahami perkataan-Nya, dan hati mereka itu pun dikuatkan dan mendapat penghiburan. la menyatakan bahwa Allah itu bukanlah sebagai seorang hakim yang bengis, tetapi sebagai seorang bapa yang lemah lembut, dan dinyatakan-Nya pula bahwa peta Allah itu adalah sebagai yang dicerminkan di dalam diri-Nya. Perkataan-Nya adalah bagaikan minyak parem yang menyembuhkan roh yang luka. Baik perkataan-Nya maupun perbuatan kasihan-Nya keduaduanya telah memecahkan tradisi lama dan hukum-hukum buatan manusia dan telah mengemukakan kasih Allah di dalam kesempurnaannya yang tidak terhingga itu.
KSZ1 210.1 Di dalam salah satu nubuatan yang mula-mula tentang Kristus, telah tersurat “Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa. “Kejadian 49:10. Orang banyak sedang berkumpul mengerumuni Kristus. Hati orang banyak yang menaruh simpati telah menerima ajaran cinta dan perbuatan baik yang bertentangan dengan upacara yang kaku yang dituntut oleh imam-imam. Jikalau imam-imam dan rabi-rabi tidak akan mencegahNya, maka pengajaran-Nya itu akan dapat mengadakan suatu perubahan yang belum pernah disaksikan oleh dunia. Tetapi untuk mempertahankan kekuasaan mereka sendiri, pemimpin-pemimpin ini mengambil suatu keputusan untuk menghancurkan pengaruh Yesus. Tuduhan mereka itu di hadapan Sanhedrin; dan ajaran-Nya yang mengutuk yang diberikan di hadapan umum akan membantu menghasilkan niat hati mereka; karena orang banyak masih mempunyai penghargaan yang besar terhadap pe-mimpin-pemimpin mereka. Siapa yang berani mengutuk akan tuntutantuntutan rabi, atau coba meringankan beban yang mereka telah berikan pada orang banyak, mereka akan dianggap sebagai orang-orang yang bersalah, dan bukan hanya sebagai penghujatan tetapi sebagai pengkhianatan. Atas dasar inilah rabi-rabi mengharap untuk merangsang perasaan curiga terhadap Kristus. Mereka menuduh Dia seakan-akan Ia berusaha untuk merombak adat istiadat yang telah ada, yang dapat menyebabkan perpecahan di antara orang banyak, dan menyediakan jalan untuk penaklukan yang mutlak oleh orang Roma.
KSZ1 211.1 Tetapi rencana yang sedang dikerjakan oleh rabi-rabi dengan begitu giat berasal dari majelis lain selain daripada Sanhedrin. Setelah Setan gagal mengalahkan Kristus di padang belantara, ia mengerahkan seluruh tentaranya untuk melawan Dia di dalam pekeijaan-Nya, dan jika mungkin untuk mematahkan pekeijaan-Nya. Ia telah mengambil keputusan bahwa apa yang tidak dapat diselesaikannya oleh usaha pribadi yang langsung, ia akan menyerangnya dengan memakai strategis. Segera setelah ia mengalami kekalahan di padang belantara, maka dalam rapat dengan segala tentaranya ia mematangkan rencananya untuk tetap membutakan pikiran bangsa Yahudi agar mereka tidak akan mengenal Penebus mereka. Ia bermaksud bekerja melalui alat-alat manusia di dalam dunia agama, oleh memasukkan pada mereka itu roh permusuhan untuk menentang pahlawan kebenaran. Ia bermaksud memimpin manusia untuk menolak Kristus dan menjadikan hidup-Nya sepahit-pahitnya, agar dapat mengecewakan Dia di dalam pekerjaan-Nya. Dan orang Israellah yang menjadi perkakas Setan dalam peperangan-Nya melawan Juruselamat.
KSZ1 211.2 Yesus telah datang untuk “memberi pengajaran-Nya yang besar dan mulia.” Ia tidak mengurangi keagungannya, melainkan telah meninggikannya. Alkitab berkata, “Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi,” Yesaya 42: 21, 4. Ia telah datang untuk membebaskan Sabat dari tuntutan-tuntutan yang berat yang telah menjadikan Sabat itu suatu kutuk gantinya suatu berkat.
KSZ1 211.3 Oleh karena inilah Ia telah memilih Sabat itu untuk mengadakan pe-nyembuhan di kolam Betesda. Ia sebenarnya dapat menyembuhkan orang sakit itu pada hari-hari lain dalam minggu itu; atau Ia hanya dapat menyembuhkan dia, tanpa menyuruh dia membawa tempat tidurnya, Tetapi hal ini tidak akan memberikan Dia kesempatan yang dirindukanNya. Suatu maksud yang bijaksana terdapat dalam setiap tindak tanduk kehidupan Kristus di atas dunia ini. Segala sesuatu yang diperbuat-Nya semuanya penting, baik dalam bentuknya maupun pengajaran-Nya. Di antara orang-orang yang menderita di kolam Betesda itu, la telah memilih suatu keadaan yang paling buruk atasnya la dapat menyatakan kuasa-Nya untuk menyembuhkan, dan maksud-Nya menyuruh orang itu membawa tempat tidurnya melalui kota ialah untuk memasukkan pekerjaan besar yang telah dilakukan atas diri orang ini. Karena hal ini akan menimbulkan pertanyaan apakah perbuatan ini layak dilakukan pada hari Sabat dan akan membuka jalan bagi-Nya untuk merombak segala larangan orang Yahudi mengenai hari Tuhan, dan menyatakan kesia-siaannya segala tradisi mereka itu.
KSZ1 212.1 Yesus berkata kepada mereka bahwa pekerjaan melepaskan orang yang menderita adalah sesuai dengan hukum hari Sabat. Sesuai pula dengan pekerjaan malaikat-malaikat Allah, yang senantiasa turun naik antara surga dan bumi ini, melayani manusia yang menderita. Yesus berkata: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, dan Aku pun bekerja juga. Segala hari adalah kepunyaan Allah, hari-hari mana untuk melaksanakan rencana-Nya bagi bangsa manusia. Jikalau interpretasi orang Yahudi mengenai hukum itu benar, maka Yehova itu salah, dalam pekeijaan-Nya menghidupkan dan menetapkan segala makhluk hidup pada saat Ia meletakkan alasan bumi ini; dan juga Ia yang telah berkata bahwa pekerjaan-Nya itu baik adanya, dan telah mendirikan Sabat sebagai peringatan seharusnya menghentikan segala pekeijaan-Nya yang berarti pula menghentikan rutin semesta alam ini.
KSZ1 212.2 Haruskah Allah melarang matahari melakukan pekerjaannya pada hari Sabat, memutuskan cahayanya untuk memanaskan bumi ini dan meng-hidupkan tumbuh-tumbuhan. Haruskah sistem dunia ini berdiam sepanjang hari yang suci ini? Haruskah Ia memerintahkan segala mata air jangan mengalirkan air ke ladang-ladang dan hutan-hutan dan melarang ombak-ombak lautan menghentikan pasang surumya? Haruskah gandum dan jagung itu berhenti bertumbuh? Haruskah pohon-pohon dan kembang-kembang tidak mengeluarkan putik atau kembang pada hari Sabat?
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
10 November 2026 | Hari 3
Hari 3: Pasal 21 - BETESDA DAN SANHEDRIN
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 21 - BETESDA DAN SANHEDRIN
Halaman 209-212 | Pasal 21, Paragraf 15-21 | KSZ1 209.3-KSZ1 212.2
Ayat Inti:
Yohanes 5:8
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 19 membaca Bab 21: Betesda dan Sanhedrin. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-19-hari-3-2026-11-10
Teks Lengkap:
Yesus dibawa menghadap Sanhedrin untuk menjawab tuduhan karena pelanggaran akan hari Sabat. Jika pada saat ini bangsa Y ahudi telah menjadi suatu bangsa yang merdeka, maka tuduhan yang semacam itu tentu akan menguatkan maksud mereka untuk membunuh Dia. Tetapi oleh karena mereka masih di bawah kekuasaan Roma, maka maksud ini terhalang. Orang Yahudi tidak mempunyai kuasa untuk menjatuhkan hukuman yang besar dan tuduhan yang dibawa mereka itu untuk menentang Kristus tidaklah berat pada pengadilan Roma. Tetapi ada pu a tujuan lain yang mereka harapkan untuk dicapai. Mengenai usaha mereka untuk menentang pekerjaan-Nya, Kristuslah yang telah menang hingga di Yerusalem pun pengaruh-Nya adalah lebih besar daripada pengaruh mereka itu. Orang banyak yang tidak tertarik oleh pidato rabi-rabi itu telah tertarik oleh pengajaran-Nya. Mereka dapat memahami perkataan-Nya, dan hati mereka itu pun dikuatkan dan mendapat penghiburan. la menyatakan bahwa Allah itu bukanlah sebagai seorang hakim yang bengis, tetapi sebagai seorang bapa yang lemah lembut, dan dinyatakan-Nya pula bahwa peta Allah itu adalah sebagai yang dicerminkan di dalam diri-Nya. Perkataan-Nya adalah bagaikan minyak parem yang menyembuhkan roh yang luka. Baik perkataan-Nya maupun perbuatan kasihan-Nya keduaduanya telah memecahkan tradisi lama dan hukum-hukum buatan manusia dan telah mengemukakan kasih Allah di dalam kesempurnaannya yang tidak terhingga itu. [KSZ1 209.3]
Di dalam salah satu nubuatan yang mula-mula tentang Kristus, telah tersurat “Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa. “Kejadian 49:10. Orang banyak sedang berkumpul mengerumuni Kristus. Hati orang banyak yang menaruh simpati telah menerima ajaran cinta dan perbuatan baik yang bertentangan dengan upacara yang kaku yang dituntut oleh imam-imam. Jikalau imam-imam dan rabi-rabi tidak akan mencegahNya, maka pengajaran-Nya itu akan dapat mengadakan suatu perubahan yang belum pernah disaksikan oleh dunia. Tetapi untuk mempertahankan kekuasaan mereka sendiri, pemimpin-pemimpin ini mengambil suatu keputusan untuk menghancurkan pengaruh Yesus. Tuduhan mereka itu di hadapan Sanhedrin; dan ajaran-Nya yang mengutuk yang diberikan di hadapan umum akan membantu menghasilkan niat hati mereka; karena orang banyak masih mempunyai penghargaan yang besar terhadap pe-mimpin-pemimpin mereka. Siapa yang berani mengutuk akan tuntutantuntutan rabi, atau coba meringankan beban yang mereka telah berikan pada orang banyak, mereka akan dianggap sebagai orang-orang yang bersalah, dan bukan hanya sebagai penghujatan tetapi sebagai pengkhianatan. Atas dasar inilah rabi-rabi mengharap untuk merangsang perasaan curiga terhadap Kristus. Mereka menuduh Dia seakan-akan Ia berusaha untuk merombak adat istiadat yang telah ada, yang dapat menyebabkan perpecahan di antara orang banyak, dan menyediakan jalan untuk penaklukan yang mutlak oleh orang Roma. [KSZ1 210.1]
Tetapi rencana yang sedang dikerjakan oleh rabi-rabi dengan begitu giat berasal dari majelis lain selain daripada Sanhedrin. Setelah Setan gagal mengalahkan Kristus di padang belantara, ia mengerahkan seluruh tentaranya untuk melawan Dia di dalam pekeijaan-Nya, dan jika mungkin untuk mematahkan pekeijaan-Nya. Ia telah mengambil keputusan bahwa apa yang tidak dapat diselesaikannya oleh usaha pribadi yang langsung, ia akan menyerangnya dengan memakai strategis. Segera setelah ia mengalami kekalahan di padang belantara, maka dalam rapat dengan segala tentaranya ia mematangkan rencananya untuk tetap membutakan pikiran bangsa Yahudi agar mereka tidak akan mengenal Penebus mereka. Ia bermaksud bekerja melalui alat-alat manusia di dalam dunia agama, oleh memasukkan pada mereka itu roh permusuhan untuk menentang pahlawan kebenaran. Ia bermaksud memimpin manusia untuk menolak Kristus dan menjadikan hidup-Nya sepahit-pahitnya, agar dapat mengecewakan Dia di dalam pekerjaan-Nya. Dan orang Israellah yang menjadi perkakas Setan dalam peperangan-Nya melawan Juruselamat. [KSZ1 211.1]
Yesus telah datang untuk “memberi pengajaran-Nya yang besar dan mulia.” Ia tidak mengurangi keagungannya, melainkan telah meninggikannya. Alkitab berkata, “Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi,” Yesaya 42: 21, 4. Ia telah datang untuk membebaskan Sabat dari tuntutan-tuntutan yang berat yang telah menjadikan Sabat itu suatu kutuk gantinya suatu berkat. [KSZ1 211.2]
Oleh karena inilah Ia telah memilih Sabat itu untuk mengadakan pe-nyembuhan di kolam Betesda. Ia sebenarnya dapat menyembuhkan orang sakit itu pada hari-hari lain dalam minggu itu; atau Ia hanya dapat menyembuhkan dia, tanpa menyuruh dia membawa tempat tidurnya, Tetapi hal ini tidak akan memberikan Dia kesempatan yang dirindukanNya. Suatu maksud yang bijaksana terdapat dalam setiap tindak tanduk kehidupan Kristus di atas dunia ini. Segala sesuatu yang diperbuat-Nya semuanya penting, baik dalam bentuknya maupun pengajaran-Nya. Di antara orang-orang yang menderita di kolam Betesda itu, la telah memilih suatu keadaan yang paling buruk atasnya la dapat menyatakan kuasa-Nya untuk menyembuhkan, dan maksud-Nya menyuruh orang itu membawa tempat tidurnya melalui kota ialah untuk memasukkan pekerjaan besar yang telah dilakukan atas diri orang ini. Karena hal ini akan menimbulkan pertanyaan apakah perbuatan ini layak dilakukan pada hari Sabat dan akan membuka jalan bagi-Nya untuk merombak segala larangan orang Yahudi mengenai hari Tuhan, dan menyatakan kesia-siaannya segala tradisi mereka itu. [KSZ1 211.3]
Yesus berkata kepada mereka bahwa pekerjaan melepaskan orang yang menderita adalah sesuai dengan hukum hari Sabat. Sesuai pula dengan pekerjaan malaikat-malaikat Allah, yang senantiasa turun naik antara surga dan bumi ini, melayani manusia yang menderita. Yesus berkata: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, dan Aku pun bekerja juga. Segala hari adalah kepunyaan Allah, hari-hari mana untuk melaksanakan rencana-Nya bagi bangsa manusia. Jikalau interpretasi orang Yahudi mengenai hukum itu benar, maka Yehova itu salah, dalam pekeijaan-Nya menghidupkan dan menetapkan segala makhluk hidup pada saat Ia meletakkan alasan bumi ini; dan juga Ia yang telah berkata bahwa pekerjaan-Nya itu baik adanya, dan telah mendirikan Sabat sebagai peringatan seharusnya menghentikan segala pekeijaan-Nya yang berarti pula menghentikan rutin semesta alam ini. [KSZ1 212.1]
Haruskah Allah melarang matahari melakukan pekerjaannya pada hari Sabat, memutuskan cahayanya untuk memanaskan bumi ini dan meng-hidupkan tumbuh-tumbuhan. Haruskah sistem dunia ini berdiam sepanjang hari yang suci ini? Haruskah Ia memerintahkan segala mata air jangan mengalirkan air ke ladang-ladang dan hutan-hutan dan melarang ombak-ombak lautan menghentikan pasang surumya? Haruskah gandum dan jagung itu berhenti bertumbuh? Haruskah pohon-pohon dan kembang-kembang tidak mengeluarkan putik atau kembang pada hari Sabat? [KSZ1 212.2]