Hari 3: Pasal 3 - “SETELAH GENAP WAKTUNYA”
14 Juli 2026 · Hari 3

Hari 3: Pasal 3 - “SETELAH GENAP WAKTUNYA”

Halaman 31-33 | Pasal 3, Paragraf 12-16 | KSZ1 31.3-KSZ1 33.1

Ayat Inti

Galatia 4:4-5

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Bacaan minggu ini mengingatkan bahwa rencana keselamatan berjalan dalam waktu Allah. Kelahiran Kristus bukan peristiwa kecil, melainkan kabar baik bagi dunia yang membutuhkan pengharapan.

Doa

Bapa, ajar kami mempercayai waktu-Mu dan membagikan kabar keselamatan dengan sukacita. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 31.3 Masanya sudah tiba. Manusia yang telah menjadi lebih merosot kea-daannya sepanjang zaman-zaman pelanggaran, memerlukan kedatangan Penebus itu. Setan telah bekerja untuk membuat jurang pemisah itu begitu dalam dan tidak terlalui antara bumi dan surga. Dengan kepalsuannya ia telah memberanikan hati manusia dalam dosa. Adalah maksudnya untuk menghabiskan kesabaran Allah, dan untuk memadamkan api kasih-Nya pada manusia, supaya Ia meninggalkan dunia ini kepada kekuasaan Setan.

KSZ1 32.1 Setan berusaha hendak menyembunyikan dari manusia pengetahuan tentang Allah, mengalihkan perhatian mereka dari Bait Suci Allah, dan mendirikan kerajaannya sendiri. Perjuangannya untuk memperoleh kejayaan yang setinggi-tingginya sudah tampak seakan-akan seluruhnya berhasil. Adalah benar bahwa dalam tiap generasi Allah sungguh mempunyai alat-alat-Nya. Di antara bangsa-bangsa kafir sekalipun ada juga orang-orang yang olehnya Kristus bekerja untuk mengangkat orang banyak dari dosa serta dari kemerosotannya. Akan tetapi orang-orang ini dihina dan dibenci. Banyak dari antara mereka menderita kematian yang dahsyat. Bayangan gelap yang telah dijatuhkan Setan ke atas dunia ini kian lama kian gelap.

KSZ1 32.2 Oleh kekafiran, Setan sudah berabad-abad lamanya menyesatkan manusia dari Allah; tetapi ia memperoleh kemenangannya yang besar dalam memutarbalikkan iman orang Israel. Oleh memikir-mikirkan serta mendewakan pendapat mereka sendiri, bangsa-bangsa kafir itu telah kehi langan pengetahuan tentang Allah, dan telah menjadi kian lama kian rusak. Demikian pula halnya dengan Israel. Asas yang mengatakan bahwa manusia dapat menyelamatkan dirinya oleh jasa-jasanya sendiri, menjadi dasar setiap agama kafir; asas tersebut kini sudah menjadi asas agama Yahudi. Setanlah yang telah menanamkan asas ini. Di mana saja asas tersebut dipegang, manusia tidak mempunyai penghalang terhadap dosa.

KSZ1 32.3 Kabar keselamatan disampaikan kepada manusia dengan perantaraan alat-alat manusia. Akan tetapi orang Yahudi berusaha hendak memonopoli kebenaran, yaitu hidup yang kekal. Mereka menimbun manna yang hidup, dan manna itu menjadi busuk. Agama yang mereka coba tahan bagi mereka sendiri, menjadi suatu pelanggaran. Mereka merampas kemuliaan Allah dari pada-Nya, dan menipu dunia ini dengan pemalsuan Injil. Mereka enggan menyerahkan diri kepada Allah untuk keselamatan dunia, lalu mereka menjadi alat-alat Setan untuk kebinasaannya.

KSZ1 33.1 Bangsa yang telah dipanggil Allah untuk menjadi tiang dan landasan kebenaran, sudah menjadi wakil-wakil Setan. Mereka telah melakukan pekerjaan yang Setan suka mereka melakukannya, mengikuti haluan yang memberikan gambaran yang salah tentang tabiat Allah, dan menyebabkan seluruh dunia memandang Dia sebagai seorang lalim. Imamimam sendiri yang bekerja di dalam Bait Suci sudah tidak tahu lagi arti upacara yang mereka adakan. Mereka tidak melihat lagi di balik lambang itu perkara yang dimaksudkan. Dalam mempersembahkan korban itu mereka bagaikan pemain dalam suatu sandiwara. Segala upacara yang diperintahkan oleh Allah sendiri telah dijadikan alat untuk membutakan mata pikiran serta mengeraskan hati. Allah tidak akan dapat lagi berbuat apa-apa bagi umat manusia melalui saluran ini. Seluruh sistem itu harus disapu bersih.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

14 Juli 2026 | Hari 3
Hari 3: Pasal 3 - “SETELAH GENAP WAKTUNYA”

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 3 - “SETELAH GENAP WAKTUNYA”
Halaman 31-33 | Pasal 3, Paragraf 12-16 | KSZ1 31.3-KSZ1 33.1

Ayat Inti:
Galatia 4:4-5
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Bacaan minggu ini mengingatkan bahwa rencana keselamatan berjalan dalam waktu Allah. Kelahiran Kristus bukan peristiwa kecil, melainkan kabar baik bagi dunia yang membutuhkan pengharapan.

Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-2-hari-3-2026-07-14

Teks Lengkap:

Masanya sudah tiba. Manusia yang telah menjadi lebih merosot kea-daannya sepanjang zaman-zaman pelanggaran, memerlukan kedatangan Penebus itu. Setan telah bekerja untuk membuat jurang pemisah itu begitu dalam dan tidak terlalui antara bumi dan surga. Dengan kepalsuannya ia telah memberanikan hati manusia dalam dosa. Adalah maksudnya untuk menghabiskan kesabaran Allah, dan untuk memadamkan api kasih-Nya pada manusia, supaya Ia meninggalkan dunia ini kepada kekuasaan Setan. [KSZ1 31.3]

Setan berusaha hendak menyembunyikan dari manusia pengetahuan tentang Allah, mengalihkan perhatian mereka dari Bait Suci Allah, dan mendirikan kerajaannya sendiri. Perjuangannya untuk memperoleh kejayaan yang setinggi-tingginya sudah tampak seakan-akan seluruhnya berhasil. Adalah benar bahwa dalam tiap generasi Allah sungguh mempunyai alat-alat-Nya. Di antara bangsa-bangsa kafir sekalipun ada juga orang-orang yang olehnya Kristus bekerja untuk mengangkat orang banyak dari dosa serta dari kemerosotannya. Akan tetapi orang-orang ini dihina dan dibenci. Banyak dari antara mereka menderita kematian yang dahsyat. Bayangan gelap yang telah dijatuhkan Setan ke atas dunia ini kian lama kian gelap. [KSZ1 32.1]

Oleh kekafiran, Setan sudah berabad-abad lamanya menyesatkan manusia dari Allah; tetapi ia memperoleh kemenangannya yang besar dalam memutarbalikkan iman orang Israel. Oleh memikir-mikirkan serta mendewakan pendapat mereka sendiri, bangsa-bangsa kafir itu telah kehi langan pengetahuan tentang Allah, dan telah menjadi kian lama kian rusak. Demikian pula halnya dengan Israel. Asas yang mengatakan bahwa manusia dapat menyelamatkan dirinya oleh jasa-jasanya sendiri, menjadi dasar setiap agama kafir; asas tersebut kini sudah menjadi asas agama Yahudi. Setanlah yang telah menanamkan asas ini. Di mana saja asas tersebut dipegang, manusia tidak mempunyai penghalang terhadap dosa. [KSZ1 32.2]

Kabar keselamatan disampaikan kepada manusia dengan perantaraan alat-alat manusia. Akan tetapi orang Yahudi berusaha hendak memonopoli kebenaran, yaitu hidup yang kekal. Mereka menimbun manna yang hidup, dan manna itu menjadi busuk. Agama yang mereka coba tahan bagi mereka sendiri, menjadi suatu pelanggaran. Mereka merampas kemuliaan Allah dari pada-Nya, dan menipu dunia ini dengan pemalsuan Injil. Mereka enggan menyerahkan diri kepada Allah untuk keselamatan dunia, lalu mereka menjadi alat-alat Setan untuk kebinasaannya. [KSZ1 32.3]

Bangsa yang telah dipanggil Allah untuk menjadi tiang dan landasan kebenaran, sudah menjadi wakil-wakil Setan. Mereka telah melakukan pekerjaan yang Setan suka mereka melakukannya, mengikuti haluan yang memberikan gambaran yang salah tentang tabiat Allah, dan menyebabkan seluruh dunia memandang Dia sebagai seorang lalim. Imamimam sendiri yang bekerja di dalam Bait Suci sudah tidak tahu lagi arti upacara yang mereka adakan. Mereka tidak melihat lagi di balik lambang itu perkara yang dimaksudkan. Dalam mempersembahkan korban itu mereka bagaikan pemain dalam suatu sandiwara. Segala upacara yang diperintahkan oleh Allah sendiri telah dijadikan alat untuk membutakan mata pikiran serta mengeraskan hati. Allah tidak akan dapat lagi berbuat apa-apa bagi umat manusia melalui saluran ini. Seluruh sistem itu harus disapu bersih. [KSZ1 33.1]