Hari 4: Pasal 3 - “SETELAH GENAP WAKTUNYA”
15 Juli 2026 · Hari 4

Hari 4: Pasal 3 - “SETELAH GENAP WAKTUNYA”

Halaman 33-35 | Pasal 3, Paragraf 17-1 | KSZ1 33.2-KSZ1 35.1

Ayat Inti

Galatia 4:4-5

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Bacaan minggu ini mengingatkan bahwa rencana keselamatan berjalan dalam waktu Allah. Kelahiran Kristus bukan peristiwa kecil, melainkan kabar baik bagi dunia yang membutuhkan pengharapan.

Doa

Bapa, ajar kami mempercayai waktu-Mu dan membagikan kabar keselamatan dengan sukacita. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 33.2 Penipuan dosa sudah mencapai puncaknya. Segenap alat untuk memeras jiwa manusia telah dikerahkan. Anak Allah, yang memandang dunia ini, melihat penderitaan dan kemelaratan. Dengan kasihan ia melihat bagaimana manusia telah menjadi korban kebengisan Setan. Ia memandang dengan belas kasihan atas orang-orang yang sedang terjatuh, dibunuh, dan hilang. Mereka sudah memilih seorang pemerintah yang menambatkan mereka kepada keretanya sebagai tawanan. Dalam keadaan bingung serta tertipu, mereka bergerak maju dalam barisan yang diliputi suasana yang suram menuju kebinasaan yang kekal,--menuju maut yang dalamnya tidak ada harapan akan kehidupan, menuju malam di mana tidak ada pagi datang. Alat-alat Setan dipersatukan dengan manusia. Tubuh manusia, yang dijadikan bagi tempat kediaman Allah sudah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat. Panca indera, urat saraf, hawa nafsu, anggota-anggota tubuh manusia, dikerahkan oleh alat-alat gaib dalam pemanjaan nafsu yang paling hina. Meterai roh-roh jahat sendiri telah dibubuhkan atas wajah manusia. Wajah manusia membayangkan roman muka balatentara Iblis yang sudah merasuki mereka itu. Demikianlah pemandangan yang dilihat oleh Penebus dunia ini. Betapa dahsyatnya pemandangan itu untuk dilihat oleh Yang Mahasuci itu!

KSZ1 33.3 Dosa sudah menjadi suatu ilmu pengetahuan, dan kejahatan disucikan sebagai bagian dari agama. Pemberontakan sudah berakar begitu jauh ke dalam hati, dan permusuhan manusia sudah amat hebat terhadap surga. Sudah dipertunjukkan di hadapan semesta alam bahwa, jikalau terpisah dari Allah, manusia tidak akan dapat diangkat derajatnya. Suatu anasir hidup dan kuasa yang baru mesti dikaruniakan oleh Dia yang menciptakan dunia ini.

KSZ1 34.1 Dengan perhatian yang besar dunia-dunia yang tidak jatuh ke dalam dosa telah bersiap-siap hendak melihat Yahweh bangkit, lalu menyapu bersih segala penduduk bumi. Jikalau sekiranya Allah melakukan hal ini, Setan sudah siap untuk melaksanakan rencananya guna memperoleh bagi dirinya sendiri sumpah setia makhluk-makhluk semawi. Ia telah mengatakan bahwa asas-asas pemerintahan Allah membuat pengampunan mustahil dapat diperoleh. Sekiranya dunia ini dibinasakan, niscaya ia akan mengatakan bahwa segala tuduhannya itu terbukti benar. Ia sudah siap hendak melemparkan kesalahan kepada Allah, dan menyebarkan pemberontakannya kepada dunia-dunia yang di atas. Akan tetapi gantinya membinasakan dunia ini, Allah mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkannya. Meskipun kebejatan dan perlawanan mungkin nampak di setiap bagian wilayah asing itu, namun suatu jalan guna pemulihannya tetap disediakan. Tepat pada masa krisis tatkala Setan tampaknya hampir memperoleh kemenangan, Anak Allah datang membawa rahmat Ilahi. Dalam segenap zaman, dalam setiap jam, kasih Allah selalu diberikan kepada makhluk-makhluk yang telah jatuh ke dalam dosa. Tanpa menghiraukan kesesatan manusia, tanda-tanda rahmat terus menerus saja ditunjukkan. Maka apabila waktunya sudah genap, Tuhan dipermuliakan oleh mencurahkan ke atas dunia ini hujan rahmat penyembuhan yang amat lebat yang sekali-kali tidak dapat dihentikan atau ditahan hingga rencana keselamatan terlaksana.

KSZ1 34.2 Setan bergembira karena ia telah berhasil merendahkan peta Allah dalam manusia. Kemudian Yesus datang untuk memulihkan dalam manusia peta Penciptanya. Tiada seorang pun kecuali Kristus yang dapat membentuk tabiat yang sudah dibinasakan oleh dosa itu. Ia datang untuk menghalau roh-roh jahat yang selama ini telah menguasai kemauan hati. la datang untuk mengangkat kita dari debu, untuk membentuk tabiat yang telah bernoda itu sesuai dengan contoh tabiat-Nya yang Ilahi, serta untuk menjadikannya indah dengan kemuliaan-Nya sendiri.

KSZ1 35.1 Raja kemuliaan sangat merendahkan diri untuk menjelma menjadi manusia. Sungguh kasar dan buruk keadaan sekitarnya di bumi ini. Kemuliaan-Nya diselubungi, agar kebesaran-Nya secara lahir jangan menjadi pokok perhatian, la menghindarkan segala pertunjukan secara lahiriah. Kekayaan, kemuliaan duniawi, dan kebesaran kemanusiaan sekali-kali tidak akan dapat menyelamatkan satu jiwa pun dari maut; Yesus bermaksud supaya tidak ada satu pun penarikan yang bersifat duniawi menarik orang ke samping-Nya. Hanya keindahan kebenaran semawilah yang mesti menarik orang-orang yang mau mengikut Dia. Tabiat Mesias sudah lama diberitahukan dalam nubuatan, dan Ia menghendaki agar manusia menerima Dia atas kesaksian firman Allah.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

15 Juli 2026 | Hari 4
Hari 4: Pasal 3 - “SETELAH GENAP WAKTUNYA”

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 3 - “SETELAH GENAP WAKTUNYA”
Halaman 33-35 | Pasal 3, Paragraf 17-1 | KSZ1 33.2-KSZ1 35.1

Ayat Inti:
Galatia 4:4-5
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Bacaan minggu ini mengingatkan bahwa rencana keselamatan berjalan dalam waktu Allah. Kelahiran Kristus bukan peristiwa kecil, melainkan kabar baik bagi dunia yang membutuhkan pengharapan.

Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-2-hari-4-2026-07-15

Teks Lengkap:

Penipuan dosa sudah mencapai puncaknya. Segenap alat untuk memeras jiwa manusia telah dikerahkan. Anak Allah, yang memandang dunia ini, melihat penderitaan dan kemelaratan. Dengan kasihan ia melihat bagaimana manusia telah menjadi korban kebengisan Setan. Ia memandang dengan belas kasihan atas orang-orang yang sedang terjatuh, dibunuh, dan hilang. Mereka sudah memilih seorang pemerintah yang menambatkan mereka kepada keretanya sebagai tawanan. Dalam keadaan bingung serta tertipu, mereka bergerak maju dalam barisan yang diliputi suasana yang suram menuju kebinasaan yang kekal,--menuju maut yang dalamnya tidak ada harapan akan kehidupan, menuju malam di mana tidak ada pagi datang. Alat-alat Setan dipersatukan dengan manusia. Tubuh manusia, yang dijadikan bagi tempat kediaman Allah sudah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat. Panca indera, urat saraf, hawa nafsu, anggota-anggota tubuh manusia, dikerahkan oleh alat-alat gaib dalam pemanjaan nafsu yang paling hina. Meterai roh-roh jahat sendiri telah dibubuhkan atas wajah manusia. Wajah manusia membayangkan roman muka balatentara Iblis yang sudah merasuki mereka itu. Demikianlah pemandangan yang dilihat oleh Penebus dunia ini. Betapa dahsyatnya pemandangan itu untuk dilihat oleh Yang Mahasuci itu! [KSZ1 33.2]

Dosa sudah menjadi suatu ilmu pengetahuan, dan kejahatan disucikan sebagai bagian dari agama. Pemberontakan sudah berakar begitu jauh ke dalam hati, dan permusuhan manusia sudah amat hebat terhadap surga. Sudah dipertunjukkan di hadapan semesta alam bahwa, jikalau terpisah dari Allah, manusia tidak akan dapat diangkat derajatnya. Suatu anasir hidup dan kuasa yang baru mesti dikaruniakan oleh Dia yang menciptakan dunia ini. [KSZ1 33.3]

Dengan perhatian yang besar dunia-dunia yang tidak jatuh ke dalam dosa telah bersiap-siap hendak melihat Yahweh bangkit, lalu menyapu bersih segala penduduk bumi. Jikalau sekiranya Allah melakukan hal ini, Setan sudah siap untuk melaksanakan rencananya guna memperoleh bagi dirinya sendiri sumpah setia makhluk-makhluk semawi. Ia telah mengatakan bahwa asas-asas pemerintahan Allah membuat pengampunan mustahil dapat diperoleh. Sekiranya dunia ini dibinasakan, niscaya ia akan mengatakan bahwa segala tuduhannya itu terbukti benar. Ia sudah siap hendak melemparkan kesalahan kepada Allah, dan menyebarkan pemberontakannya kepada dunia-dunia yang di atas. Akan tetapi gantinya membinasakan dunia ini, Allah mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkannya. Meskipun kebejatan dan perlawanan mungkin nampak di setiap bagian wilayah asing itu, namun suatu jalan guna pemulihannya tetap disediakan. Tepat pada masa krisis tatkala Setan tampaknya hampir memperoleh kemenangan, Anak Allah datang membawa rahmat Ilahi. Dalam segenap zaman, dalam setiap jam, kasih Allah selalu diberikan kepada makhluk-makhluk yang telah jatuh ke dalam dosa. Tanpa menghiraukan kesesatan manusia, tanda-tanda rahmat terus menerus saja ditunjukkan. Maka apabila waktunya sudah genap, Tuhan dipermuliakan oleh mencurahkan ke atas dunia ini hujan rahmat penyembuhan yang amat lebat yang sekali-kali tidak dapat dihentikan atau ditahan hingga rencana keselamatan terlaksana. [KSZ1 34.1]

Setan bergembira karena ia telah berhasil merendahkan peta Allah dalam manusia. Kemudian Yesus datang untuk memulihkan dalam manusia peta Penciptanya. Tiada seorang pun kecuali Kristus yang dapat membentuk tabiat yang sudah dibinasakan oleh dosa itu. Ia datang untuk menghalau roh-roh jahat yang selama ini telah menguasai kemauan hati. la datang untuk mengangkat kita dari debu, untuk membentuk tabiat yang telah bernoda itu sesuai dengan contoh tabiat-Nya yang Ilahi, serta untuk menjadikannya indah dengan kemuliaan-Nya sendiri. [KSZ1 34.2]

Raja kemuliaan sangat merendahkan diri untuk menjelma menjadi manusia. Sungguh kasar dan buruk keadaan sekitarnya di bumi ini. Kemuliaan-Nya diselubungi, agar kebesaran-Nya secara lahir jangan menjadi pokok perhatian, la menghindarkan segala pertunjukan secara lahiriah. Kekayaan, kemuliaan duniawi, dan kebesaran kemanusiaan sekali-kali tidak akan dapat menyelamatkan satu jiwa pun dari maut; Yesus bermaksud supaya tidak ada satu pun penarikan yang bersifat duniawi menarik orang ke samping-Nya. Hanya keindahan kebenaran semawilah yang mesti menarik orang-orang yang mau mengikut Dia. Tabiat Mesias sudah lama diberitahukan dalam nubuatan, dan Ia menghendaki agar manusia menerima Dia atas kesaksian firman Allah. [KSZ1 35.1]