18 November 2026 · Hari 4
Hari 4: Pasal 22 - PEMENJARAAN DAN KEMATIAN YOHANES
Halaman 230-233 | Pasal 22, Paragraf 28-36 | KSZ1 230.3-KSZ1 233.1
Ayat Inti
Markus 1:15
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 20 membaca Bab 22-23: Pemenjaraan dan Kematian Yohanes; Kerajaan Allah Sudah Dekat. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 230.3 Herodes percaya bahwa Yohanes adalah seorang nabi Allah, dan ia benar-benar bermaksud untuk membebaskan dia. Tetapi ia menangguhkan maksudnya ini karena takut pada Herodias.
KSZ1 230.4 Herodias mengetahui bahwa oleh hukuman yang langsung ia tidak pernah akan mendapat persetujuan Herodes untuk membunuh Yohanes, maka ia bermaksud untuk mencapai niatnya itu dengan tipu muslihat. Pada hari ulang tahun raja suatu jamuan akan diadakan bagi para pegawai negara dan orang bangsawan di istana. Akan ada pesta dan mabukmabuk. Dengan jalan ini Raja Herodes akan kehilangan pikiran dan mungkin akan dapat dipengaruhi sesuai dengan niat hatinya.
KSZ1 231.1 Apabila hari besar ini tiba dan raja bersama pembantu-pembantunya sedang berpesta-pesta dan mabuk-mabuk, Herodias mengirim putrinya ke dalam pesta itu untuk menari, menghibur para tamu. Salomo yang masih berwajah seorang dara suci, dan kecantikannya yang menggairahkan itu telah merangsang perasaan para tamu dalam pesta itu. Sebenarnya bukanlah kebiasaan bagi anak-anak perawan di istana muncul pada pesta-pesta semacam ini, dan suatu pujian telah diberikan pada Herodes bila putri dan permaisuri ini menari untuk menghibur para tamu.
KSZ1 231.2 Raja ini telah silau karena minuman anggur. Nafsu bergelora dan pikirannya pun telah hilang. Ia hanya melihat ruangan pesta ini dengan tamu-tamumya, meja jamuan dan air anggur yang berkilau-kilauan dan cahaya lampu yang terang dan seorang dara sedang menari di hadapannya. Dalam saat-saat ini, ia ingin memberikan beberapa pertunjukan yang akan meninggikan dirinya di hadapan orang-orang besar dalam kerajaannya. Dengan sumpah ia telah berjanji untuk memberikan kepada putri Herodias apa yang dimintanya, walaupun setengah dari kerajaannya.
KSZ1 231.3 Salome dengan cepat berlari kepada ibunya, untuk mengetahui apakah yang harus dimintanya. Jawabnya telah sedia—kepala Yohanes Pembaptis. Salome tidak mengetahui akan kehausan dendam yang mengganas dalam jantung ibunya, tetapi ia takut untuk memajukan permohonan ini, walau demikian tujuan Herodias tercapai juga. Anak wanita ini dengan permohonan yang ngeri itu, “Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!” Markus 6:25.
KSZ1 231.4 Herodes heran dan bingung. Pesta yang gaduh itu pun berhentilah, dan ketegangan meliputi segenap hadirin. Raja merasa takut dan gemetar untuk mengambil hidup Yohanes. Tetapi ia telah berjanji dan ia tidak mau dianggap seorang yang berpendirian goncang atau berubah-ubah. Ia telah bersumpah untuk menghormati para tamunya dan seandainya salah seorang dari mereka itu telah melemparkan suatu perkataan untuk menentang atau membatalkan janjinya, maka dengan gembira ia akan menyelamatkan nabi itu. Ia telah memberikan kesempatan pada mereka itu untuk bersuara bagi kepentingan Yohanes. Mereka inilah yang pernah berjalan jauh untuk mendengar khotbah Yohanes, malahan telah mengenal dia sebagai seorang yang tidak ada kejahatannya, dan seorang hamba Allah. Tetapi walaupun terkejut dengan tuntutan anak dara ini, karena mereka begitu mabuk sehingga tidak sanggup untuk membantah. Tidak ada suara yang dikeluarkan untuk menyelamatkan hidup pesuruh surga ini. Orangorang ini memegang jabatan tinggi dalam bangsanya, dan di atas pundak mereka terletak tanggung jawab yang berat; tetapi karena telah diracuni oleh air anggur dan kesenangan berpesta, sehingga perasaan mereka pun telah beku. Kepala mereka pusing karena bunyi musik dan dansa, dan angan-angan hati tidak memberikan suara. Oleh berdiam diri mereka mengucapkan vonis maut bagi nabi Allah untuk memuaskan dendam wanita yang telah ditinggalkan itu.
KSZ1 232.1 Sia-sia Herodes menunggu untuk dilepaskan dan sumpahnya itu, maka dengan terpaksa ia memerintahkan untuk memancung kepala nabi ini. Tidak lama kemudian kepala Yohanes itu telah dibawa di hadapan raja dan para tamunya. Bibir Yohanes yang dengan setia mengamarkan agar Herodes bertobat dari dosanya, kini terkatup untuk selama-lamanya. Suaranya tidak pernah lagi akan didengar mengajak orang lain untuk bertobat. Pesta keji yang hanya semalam itu telah mengakibatkan hi-langnya hidup seorang nabi yang terbesar.
KSZ1 232.2 Oh betapa seringnya kehidupan orang yang tidak bersalah itu menjadi korban tidak bertaraknya mereka yang menjadi penegak keadilan! Ia yang menaruh piala yang memabukkan pada bibirna, bertanggung jawab atas segala ketidakadilan yang mungkin dapat dilakukannya dengan kuasa yang telah diracuni oleh alkohol. Karena oleh meracuni dirinya dengan minuman keras, maka tidak mungkin baginya untuk berpikir tenang lagi atau mendapat pengertian yang jelas mengenai yang benar dan yang salah. Ia membuka jalan bagi Setan untuk bekerja melalui dia dalam cara yang menindas dan membinasakan. “Anggur adalah pencemooh, minuman keras adalah peribut, tidaklah bijak orang yang terhuyunghuyung karenanya.” Amsal 20:1. Oleh sebab itu “hukum telah terdesak ke belakang,. . . dan siapa yang menjauhi kejahatan, ia menjadi korban rampasan.” Yesaya 59:14, 15. Mereka yang mempunyai kuasa atas kehidupan sesama manusia harus dianggap bersalah dalam berbuat suatu kejahatan bila mereka menyerah dalam hal tidak bertarak itu. Mereka yang mengeluarkan peraturan haruslah menjadi orang yang memelihara peraturan. Mereka haruslah menjadi orang yang dapat mengendalikan diri. Mereka harus dapat sepenuhnya menguasai kuasa tubuh, pikiran dan batin agar mereka boleh memiliki kuasa intelek, dan suatu peri keadilan yang tinggi.
KSZ1 233.1 Kepala Yohanes Pembaptis dibawa kepada Herodias yang telah mene-rimanya dengan hati yang sangat puas. Ia berhasil dalam pembalasannya, dan membanggakan dirinya karena hati nurani Herodes tidak lagi diganggu. Tetapi tidak ada kebahagiaan yang diperolehnya dari dosanya ini. Namanya menjadi buruk dan dibenci, dan jiwa Herodes lebih tersiksa oleh hati nuraninya daripada ketika ia mendapat amaran dari nabi itu. Pengaruh ajaran Yohanes tidak tinggal diam; harus meluas sampai ke tiap-tiap’generasi hingga akhir zaman.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
18 November 2026 | Hari 4
Hari 4: Pasal 22 - PEMENJARAAN DAN KEMATIAN YOHANES
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 22 - PEMENJARAAN DAN KEMATIAN YOHANES
Halaman 230-233 | Pasal 22, Paragraf 28-36 | KSZ1 230.3-KSZ1 233.1
Ayat Inti:
Markus 1:15
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 20 membaca Bab 22-23: Pemenjaraan dan Kematian Yohanes; Kerajaan Allah Sudah Dekat. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-20-hari-4-2026-11-18
Teks Lengkap:
Herodes percaya bahwa Yohanes adalah seorang nabi Allah, dan ia benar-benar bermaksud untuk membebaskan dia. Tetapi ia menangguhkan maksudnya ini karena takut pada Herodias. [KSZ1 230.3]
Herodias mengetahui bahwa oleh hukuman yang langsung ia tidak pernah akan mendapat persetujuan Herodes untuk membunuh Yohanes, maka ia bermaksud untuk mencapai niatnya itu dengan tipu muslihat. Pada hari ulang tahun raja suatu jamuan akan diadakan bagi para pegawai negara dan orang bangsawan di istana. Akan ada pesta dan mabukmabuk. Dengan jalan ini Raja Herodes akan kehilangan pikiran dan mungkin akan dapat dipengaruhi sesuai dengan niat hatinya. [KSZ1 230.4]
Apabila hari besar ini tiba dan raja bersama pembantu-pembantunya sedang berpesta-pesta dan mabuk-mabuk, Herodias mengirim putrinya ke dalam pesta itu untuk menari, menghibur para tamu. Salomo yang masih berwajah seorang dara suci, dan kecantikannya yang menggairahkan itu telah merangsang perasaan para tamu dalam pesta itu. Sebenarnya bukanlah kebiasaan bagi anak-anak perawan di istana muncul pada pesta-pesta semacam ini, dan suatu pujian telah diberikan pada Herodes bila putri dan permaisuri ini menari untuk menghibur para tamu. [KSZ1 231.1]
Raja ini telah silau karena minuman anggur. Nafsu bergelora dan pikirannya pun telah hilang. Ia hanya melihat ruangan pesta ini dengan tamu-tamumya, meja jamuan dan air anggur yang berkilau-kilauan dan cahaya lampu yang terang dan seorang dara sedang menari di hadapannya. Dalam saat-saat ini, ia ingin memberikan beberapa pertunjukan yang akan meninggikan dirinya di hadapan orang-orang besar dalam kerajaannya. Dengan sumpah ia telah berjanji untuk memberikan kepada putri Herodias apa yang dimintanya, walaupun setengah dari kerajaannya. [KSZ1 231.2]
Salome dengan cepat berlari kepada ibunya, untuk mengetahui apakah yang harus dimintanya. Jawabnya telah sedia—kepala Yohanes Pembaptis. Salome tidak mengetahui akan kehausan dendam yang mengganas dalam jantung ibunya, tetapi ia takut untuk memajukan permohonan ini, walau demikian tujuan Herodias tercapai juga. Anak wanita ini dengan permohonan yang ngeri itu, “Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!” Markus 6:25. [KSZ1 231.3]
Herodes heran dan bingung. Pesta yang gaduh itu pun berhentilah, dan ketegangan meliputi segenap hadirin. Raja merasa takut dan gemetar untuk mengambil hidup Yohanes. Tetapi ia telah berjanji dan ia tidak mau dianggap seorang yang berpendirian goncang atau berubah-ubah. Ia telah bersumpah untuk menghormati para tamunya dan seandainya salah seorang dari mereka itu telah melemparkan suatu perkataan untuk menentang atau membatalkan janjinya, maka dengan gembira ia akan menyelamatkan nabi itu. Ia telah memberikan kesempatan pada mereka itu untuk bersuara bagi kepentingan Yohanes. Mereka inilah yang pernah berjalan jauh untuk mendengar khotbah Yohanes, malahan telah mengenal dia sebagai seorang yang tidak ada kejahatannya, dan seorang hamba Allah. Tetapi walaupun terkejut dengan tuntutan anak dara ini, karena mereka begitu mabuk sehingga tidak sanggup untuk membantah. Tidak ada suara yang dikeluarkan untuk menyelamatkan hidup pesuruh surga ini. Orangorang ini memegang jabatan tinggi dalam bangsanya, dan di atas pundak mereka terletak tanggung jawab yang berat; tetapi karena telah diracuni oleh air anggur dan kesenangan berpesta, sehingga perasaan mereka pun telah beku. Kepala mereka pusing karena bunyi musik dan dansa, dan angan-angan hati tidak memberikan suara. Oleh berdiam diri mereka mengucapkan vonis maut bagi nabi Allah untuk memuaskan dendam wanita yang telah ditinggalkan itu. [KSZ1 231.4]
Sia-sia Herodes menunggu untuk dilepaskan dan sumpahnya itu, maka dengan terpaksa ia memerintahkan untuk memancung kepala nabi ini. Tidak lama kemudian kepala Yohanes itu telah dibawa di hadapan raja dan para tamunya. Bibir Yohanes yang dengan setia mengamarkan agar Herodes bertobat dari dosanya, kini terkatup untuk selama-lamanya. Suaranya tidak pernah lagi akan didengar mengajak orang lain untuk bertobat. Pesta keji yang hanya semalam itu telah mengakibatkan hi-langnya hidup seorang nabi yang terbesar. [KSZ1 232.1]
Oh betapa seringnya kehidupan orang yang tidak bersalah itu menjadi korban tidak bertaraknya mereka yang menjadi penegak keadilan! Ia yang menaruh piala yang memabukkan pada bibirna, bertanggung jawab atas segala ketidakadilan yang mungkin dapat dilakukannya dengan kuasa yang telah diracuni oleh alkohol. Karena oleh meracuni dirinya dengan minuman keras, maka tidak mungkin baginya untuk berpikir tenang lagi atau mendapat pengertian yang jelas mengenai yang benar dan yang salah. Ia membuka jalan bagi Setan untuk bekerja melalui dia dalam cara yang menindas dan membinasakan. “Anggur adalah pencemooh, minuman keras adalah peribut, tidaklah bijak orang yang terhuyunghuyung karenanya.” Amsal 20:1. Oleh sebab itu “hukum telah terdesak ke belakang,. . . dan siapa yang menjauhi kejahatan, ia menjadi korban rampasan.” Yesaya 59:14, 15. Mereka yang mempunyai kuasa atas kehidupan sesama manusia harus dianggap bersalah dalam berbuat suatu kejahatan bila mereka menyerah dalam hal tidak bertarak itu. Mereka yang mengeluarkan peraturan haruslah menjadi orang yang memelihara peraturan. Mereka haruslah menjadi orang yang dapat mengendalikan diri. Mereka harus dapat sepenuhnya menguasai kuasa tubuh, pikiran dan batin agar mereka boleh memiliki kuasa intelek, dan suatu peri keadilan yang tinggi. [KSZ1 232.2]
Kepala Yohanes Pembaptis dibawa kepada Herodias yang telah mene-rimanya dengan hati yang sangat puas. Ia berhasil dalam pembalasannya, dan membanggakan dirinya karena hati nurani Herodes tidak lagi diganggu. Tetapi tidak ada kebahagiaan yang diperolehnya dari dosanya ini. Namanya menjadi buruk dan dibenci, dan jiwa Herodes lebih tersiksa oleh hati nuraninya daripada ketika ia mendapat amaran dari nabi itu. Pengaruh ajaran Yohanes tidak tinggal diam; harus meluas sampai ke tiap-tiap’generasi hingga akhir zaman. [KSZ1 233.1]