5 Desember 2026 · Hari 7
Hari 7: Pasal 25 - PANGGILAN DI TEPI DANAU
Halaman 259-260 | Pasal 25, Paragraf 19-21 | KSZ1 259.2-KSZ1 260.1
Ayat Inti
Matius 4:19
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 22 membaca Bab 25: Panggilan di Tepi Danau. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 259.2 Ia yang lebih mengasihi Kristus, akan melakukan perbuatan baik yang terbesar. Tidak ada batas pada kegunaan seorang yang mengesampingkan dirinya sendiri, menyediakan tempat bagi pekerjaan Roh Kudus di dalam hatinya, dan menghidupkan suatu kehidupan yang sepenuhnya berserah kepada Allah. Jika manusia menderita suatu disiplin yang perlu, tanpa sungutan, Allah akan mengajar mereka itu tiap jam, dan tiap hari. Ia rindu menyatakan rahmat-Nya. Jika umat-Nya hendak memindahkan segala rintangan, maka Ia akan menuangkan air keselamatan dengan limpahnya melalui saluran-saluran manusia. Jikalau manusia dalam kehidupan yang rendah itu dikuatkan untuk melakukan segala yang baik yang mereka dapat perbuat, jika tangan yang menekan tidak diletakkan atas mereka itu untuk menekan kegiatan mereka, maka akan terdapat seratus pengerja bagi Kristus di mana kini hanya seorang.
KSZ1 259.3 Allah mengambil seseorang sebagaimana adanya, dan mendidik dia bagi pelayanan-Nya, jika ia hendak menyerahkan dirinya kepada-Nya. Roh Allah yang diterima di dalam jiwa, akan mempertajam kesanggupan pikirannya. Di bawah pimpinan Roh Kudus, pikiran yang diserahkan sepenuhnya kepada Allah berkembang dengan seimbang dan dikuatkan untuk memahami dan menggenapi tuntutan-tuntutan Allah. Tabiat yang lemah dan ragu-ragu akan diubahkan pada suatu tabiat yang kuat dan te-guh. Penyerahan yang terus menerus membangunkan suatu hubungan yang begitu dekat antara Yesus dengan murid-murid-Nya sehingga orang-orang Kristen menjadi seperti Dia dalam pikiran dan tabiat. Me-lalui suatu hubungan dengan Kristus ia akan memiliki pandangan yang lebih jernih dan lebih luas. Penglihatannya akan lebih tajam, perkem-bangan tabiatnya akan lebih seimbang. Ia yang rindu bekerja bagi Kris-tus, pikirannya dipertajam oleh kuasa pemberi hidup yaitu Matahari Ke-benaran sehingga ia sanggup menghasilkan banyak buah bagi kemuliaan Allah.
KSZ1 260.1 Orang yang berpendidikan tertinggi di dalam bidang kesenian dan ilmu pengetahuan telah mempelajari pelajaran yang indah dari orang Kristen di dalam kehidupan yang rendah yang dinyatakan oleh dunia sebagai orang yang tidak terpelajar. Tetapi murid-murid yang bodoh ini telah mendapat pendidikan mereka di dalam sekolah yang tertinggi. Mereka telah duduk di kaki Dia yang berbicara seperti “Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!”
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
5 Desember 2026 | Hari 7
Hari 7: Pasal 25 - PANGGILAN DI TEPI DANAU
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 25 - PANGGILAN DI TEPI DANAU
Halaman 259-260 | Pasal 25, Paragraf 19-21 | KSZ1 259.2-KSZ1 260.1
Ayat Inti:
Matius 4:19
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 22 membaca Bab 25: Panggilan di Tepi Danau. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-22-hari-7-2026-12-05
Teks Lengkap:
Ia yang lebih mengasihi Kristus, akan melakukan perbuatan baik yang terbesar. Tidak ada batas pada kegunaan seorang yang mengesampingkan dirinya sendiri, menyediakan tempat bagi pekerjaan Roh Kudus di dalam hatinya, dan menghidupkan suatu kehidupan yang sepenuhnya berserah kepada Allah. Jika manusia menderita suatu disiplin yang perlu, tanpa sungutan, Allah akan mengajar mereka itu tiap jam, dan tiap hari. Ia rindu menyatakan rahmat-Nya. Jika umat-Nya hendak memindahkan segala rintangan, maka Ia akan menuangkan air keselamatan dengan limpahnya melalui saluran-saluran manusia. Jikalau manusia dalam kehidupan yang rendah itu dikuatkan untuk melakukan segala yang baik yang mereka dapat perbuat, jika tangan yang menekan tidak diletakkan atas mereka itu untuk menekan kegiatan mereka, maka akan terdapat seratus pengerja bagi Kristus di mana kini hanya seorang. [KSZ1 259.2]
Allah mengambil seseorang sebagaimana adanya, dan mendidik dia bagi pelayanan-Nya, jika ia hendak menyerahkan dirinya kepada-Nya. Roh Allah yang diterima di dalam jiwa, akan mempertajam kesanggupan pikirannya. Di bawah pimpinan Roh Kudus, pikiran yang diserahkan sepenuhnya kepada Allah berkembang dengan seimbang dan dikuatkan untuk memahami dan menggenapi tuntutan-tuntutan Allah. Tabiat yang lemah dan ragu-ragu akan diubahkan pada suatu tabiat yang kuat dan te-guh. Penyerahan yang terus menerus membangunkan suatu hubungan yang begitu dekat antara Yesus dengan murid-murid-Nya sehingga orang-orang Kristen menjadi seperti Dia dalam pikiran dan tabiat. Me-lalui suatu hubungan dengan Kristus ia akan memiliki pandangan yang lebih jernih dan lebih luas. Penglihatannya akan lebih tajam, perkem-bangan tabiatnya akan lebih seimbang. Ia yang rindu bekerja bagi Kris-tus, pikirannya dipertajam oleh kuasa pemberi hidup yaitu Matahari Ke-benaran sehingga ia sanggup menghasilkan banyak buah bagi kemuliaan Allah. [KSZ1 259.3]
Orang yang berpendidikan tertinggi di dalam bidang kesenian dan ilmu pengetahuan telah mempelajari pelajaran yang indah dari orang Kristen di dalam kehidupan yang rendah yang dinyatakan oleh dunia sebagai orang yang tidak terpelajar. Tetapi murid-murid yang bodoh ini telah mendapat pendidikan mereka di dalam sekolah yang tertinggi. Mereka telah duduk di kaki Dia yang berbicara seperti “Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!” [KSZ1 260.1]