Hari 6: Pasal 26 - DI KAPERNAUM
11 Desember 2026 · Hari 6

Hari 6: Pasal 26 - DI KAPERNAUM

Halaman 269-270 | Pasal 26, Paragraf 31-36 | KSZ1 269.3-KSZ1 270.4

Ayat Inti

Markus 1:27

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 23 membaca Bab 26: Di Kapernaum. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 269.3 Ketika hadirin di dalam rumah ibadah masih sedang tercengang keheranan, Yesus meninggalkan tempat itu menuju ke rumah Petrus untuk beristirahat sedikit. Tetapi di rumah ini juga telah ditimpa bayangan gelap. Mertua Petrus sedang terbaring sakit, “demam keras.” Yesus menghardik penyakit itu dan ibu ini pun bangkitlah dan telah melayani Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya.

KSZ1 269.4 Kabar tentang pekerjaan Kristus dengan cepat tersebar di seluruh negeri Kapernaum. Karena takut kepada rabi-rabi, maka orang tidak berani datang untuk disembuhkan pada hari Sabat; tetapi tidak lama setelah sang surya keperaduannya, terdengarlah suara orang banyak Dari se-tiap rumah, toko, pasar, seluruh penduduk kota itu berduyun-duyun menuju ke rumah yang sederhana di mana Yesus sedang berteduh.

KSZ1 270.1 Orang sakit diusung, ada pula dengan tongkatnya, atau ditolong oleh kawan-kawannya, dengan perlahan-lahan mereka datang pada Juruselamat.

KSZ1 270.2 Jam demi jam mereka datang dan pergi; karena tidak ada seorang yang dapat mengetahui jika besok mereka masih akan mendapat Tabib Besar berada di antara mereka itu. Belum pernah penduduk Kapernaum meng-alami hari yang seperti ini. Udara penuh dengan suara menangan dan seru an kelepasan. Juru selamat telah bersuka di dalam kesukaan yang telah dibangunkan-Nya. Sementara Ia menyaksikan penderitaan mereka yang telah datang kepada-Nya, hati-Nya tergerak oleh belas kasihan, dan Ia bersuka di dalam kuasa-Nya mengembalikan kesehatan dan kebaha-giaan mereka.

KSZ1 270.3 Sampai pada orang sakit yang terakhir barulah Yesus berhenti seje-nak. Telah jauh malam, saat orang banyak meninggalkan rumah Simon. Ketika hari yang panjang dan menggembirakan ini telah lalu, maka Yesus mencari perhentian Tetapi selagi kota itu berselimutkan kesunyian malam, Juruselamat “Pagi-pagi benar, ... Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.

KSZ1 270.4 Demikianlah hari-hari itu dipergunakan dalam kehidupan Yesus selagi Ia berada di atas dunia ini. Ia sering mengizinkan murid-murid-Nya pulang untuk mengunjungi rumah mereka itu dan beristirahat; tetapi dengan sopan Ia menolak usaha mereka untuk menarik Dia dari pekerjaan-Nya. Sepanjang hari Ia bekerja, mengajar orang yang bodoh, menyembuhkan orang yang sakit, mencelikkan orang yang buta, memberi makan orang banyak; dan pada waktu malam atau pada waktu diri hari, Ia pergi ke bait suci perbukitan untuk berhubungan dengan Bapa-NyaSering ia tidak tidur sepanjang malam karena berdoa dan merenung, dan bila fajar menyingsing kepada pekerjaan-Nya di antara orang banyak.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

11 Desember 2026 | Hari 6
Hari 6: Pasal 26 - DI KAPERNAUM

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 26 - DI KAPERNAUM
Halaman 269-270 | Pasal 26, Paragraf 31-36 | KSZ1 269.3-KSZ1 270.4

Ayat Inti:
Markus 1:27
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 23 membaca Bab 26: Di Kapernaum. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-23-hari-6-2026-12-11

Teks Lengkap:

Ketika hadirin di dalam rumah ibadah masih sedang tercengang keheranan, Yesus meninggalkan tempat itu menuju ke rumah Petrus untuk beristirahat sedikit. Tetapi di rumah ini juga telah ditimpa bayangan gelap. Mertua Petrus sedang terbaring sakit, “demam keras.” Yesus menghardik penyakit itu dan ibu ini pun bangkitlah dan telah melayani Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya. [KSZ1 269.3]

Kabar tentang pekerjaan Kristus dengan cepat tersebar di seluruh negeri Kapernaum. Karena takut kepada rabi-rabi, maka orang tidak berani datang untuk disembuhkan pada hari Sabat; tetapi tidak lama setelah sang surya keperaduannya, terdengarlah suara orang banyak Dari se-tiap rumah, toko, pasar, seluruh penduduk kota itu berduyun-duyun menuju ke rumah yang sederhana di mana Yesus sedang berteduh. [KSZ1 269.4]

Orang sakit diusung, ada pula dengan tongkatnya, atau ditolong oleh kawan-kawannya, dengan perlahan-lahan mereka datang pada Juruselamat. [KSZ1 270.1]

Jam demi jam mereka datang dan pergi; karena tidak ada seorang yang dapat mengetahui jika besok mereka masih akan mendapat Tabib Besar berada di antara mereka itu. Belum pernah penduduk Kapernaum meng-alami hari yang seperti ini. Udara penuh dengan suara menangan dan seru an kelepasan. Juru selamat telah bersuka di dalam kesukaan yang telah dibangunkan-Nya. Sementara Ia menyaksikan penderitaan mereka yang telah datang kepada-Nya, hati-Nya tergerak oleh belas kasihan, dan Ia bersuka di dalam kuasa-Nya mengembalikan kesehatan dan kebaha-giaan mereka. [KSZ1 270.2]

Sampai pada orang sakit yang terakhir barulah Yesus berhenti seje-nak. Telah jauh malam, saat orang banyak meninggalkan rumah Simon. Ketika hari yang panjang dan menggembirakan ini telah lalu, maka Yesus mencari perhentian Tetapi selagi kota itu berselimutkan kesunyian malam, Juruselamat “Pagi-pagi benar, ... Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. [KSZ1 270.3]

Demikianlah hari-hari itu dipergunakan dalam kehidupan Yesus selagi Ia berada di atas dunia ini. Ia sering mengizinkan murid-murid-Nya pulang untuk mengunjungi rumah mereka itu dan beristirahat; tetapi dengan sopan Ia menolak usaha mereka untuk menarik Dia dari pekerjaan-Nya. Sepanjang hari Ia bekerja, mengajar orang yang bodoh, menyembuhkan orang yang sakit, mencelikkan orang yang buta, memberi makan orang banyak; dan pada waktu malam atau pada waktu diri hari, Ia pergi ke bait suci perbukitan untuk berhubungan dengan Bapa-NyaSering ia tidak tidur sepanjang malam karena berdoa dan merenung, dan bila fajar menyingsing kepada pekerjaan-Nya di antara orang banyak. [KSZ1 270.4]