Hari 2: Pasal 27 - “TUHAN DAPAT MENTAHIRKAN AKU”
14 Desember 2026 · Hari 2

Hari 2: Pasal 27 - “TUHAN DAPAT MENTAHIRKAN AKU”

Halaman 275-277 | Pasal 27, Paragraf 7-12 | KSZ1 275.3-KSZ1 277.1

Ayat Inti

Matius 8:2-3

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 24 membaca Bab 27: Tuhan Dapat Mentahirkan Aku. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 275.3 Dengan tiba-tiba suatu perubahan telah terjadi pada diri orang kusta ini. Daging tubuhnya menjadi sehat, urat sarafnya bekerja dan otot-ototnya menjadi kuat. Kulitnya yang kasar itu terganti laksana kulit seorang bayi yang sehat layaknya.

KSZ1 275.4 Yesus menuntut agar orang ini jangan memberitahukan pekerjaan yang telah dilakukan-Nya, tetapi ia harus membawa korban persembahan di Bait Suci. Persembahan itu tidak dapat diterima hingga imam-imam telah memeriksa dan menyatakan bahwa orang itu telah sembuh dari pe-nyakitnya. Tetapi jika mereka tidak rela melakukan pekerjaan ini, maka mereka tidak dapat menghindarkan pemeriksaan dan keputusan mengenai keadaan dirinya.

KSZ1 275.5 Kitab Suci menunjukkan dengan jelas bahwa Kristus menegaskan pada orang itu perlunya berdiam dan pelaksanaan yang cepat. “Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras: Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk tuk pentahiranmu persembahan yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka.” Seandainya penyembuhan orang kusta ini telah diketahui oleh imam-imam, maka kebencian mereka terhadap Kristus itu akan membawa mereka untuk menjatuhkan hukuman yang tidak jujur kepada-Nya. Yesus menghendaki agar orang ini menyatakan dirinya di Bait Suci sebelum kabar mukjizat itu sampai kepada mereka. Dengan jalan ini suatu keputusan yang adil dan tidak memihak dapat diperoleh dan orang kusta yang telah disembuhkan-Nya ini dapat bersama-sama lagi dengan keluarga dan sahabat-sahabatnya .

KSZ1 276.1 Ada pula suatu maksud Yesus dalam hal Dia mengingatkan orang ini supaya berdiam. Juruselamat mengetahui bahwa musuh-musuh-Nya se-nantiasa berusaha untuk membatasi pekerjaan-Nya, dan membalikkan orang banyak dari pada-Nya. Dia mengetahui jikalau penyembuhan orang kusta itu digembar-gemborkan, orang kusta yang lain akan datang mengerumuni Dia dan orang banyak akan terjangkit oleh penyakit ini. Banyak orang kusta tidak akan menggunakan karunia kesehatan itu se-bagai suatu berkat bagi diri mereka sendiri atau bagi lain orang Dan de-ngan menarik banyak orang kusta kepada-Nya, Dia akan dituduh merom-bak undang-undang agama. Dengan demikian pekerjaan-Nya dalam me-ngabar Injil akan terhalang.

KSZ1 276.2 Peristiwa itu telah membenarkan amaran Kristus. Serombongan orang banyak yang telah menyaksikan penyembuhan orang kusta ini ingin mengetahui keputusan para imam. Apabila orang ini kepada sahabat-sahabatnya, terjadilah kehebohan. Dengan tidak menghiraukan akan amaran Yesus, orang ini tidak tinggal diam malahan ia menyebarkan di segala tempat berita tentang kesembuhannya. Karena mustahil menyembunyikannya orang kusta itu mengabarkan kesembuhannya ke mana-mana. Karena ia merasa bahwa hanyalah karena kerendahan hati Kristus sehingga Dia melarang dia berbuat hal ini, maka ia berjalan ke-liling memberitakan kuasa Tabib Besar itu. Ia tidak mengerti bahwa de-ngan tiap-tiap pernyataan yang seperti itu menjadikan para imam dan tua-tua lebih bertekad untuk membinasakan Yesus. Orang yang telah sembuh ini merasa bahwa berkat kesehatan itu sangatlah berharga. Ia bersuka-suka karena kesehatannya telah pulih , dan telah kepada keluarga dan masyarakat serta merasa bahwa adalah mustahil untuk tinggal diam dan tidak memuji Tabib yang telah menyembuhkannya. Tetapi perbuatannya itu telah mengakibatkan pekerjaan Juruselamat terhalang. Hal itu telah mengakibatkan banyak orang berduyun-duyun datang kepada-Nya, sehingga terpaksa Ia menghentikan pekerjaan-Nya sementara waktu.

KSZ1 277.1 Tiap-tiap pelayanan Kristus mempunyai jangkauan yang jauh dalam maksua-Nya. Itu dipahami lebih daripada nyata di dalam perbuatan itu sendiri. Demikianlah juga dengan hal orang kusta ini. Di saat Yesus me-layani semua orang yang datang kepada-Nya, Ia rindu memberkati juga mereka yang tidak datang. Di saat Ia memanggil pemungut cukai, orang kafir, dan orang Samaria, Ia rindu mencapai imam-imam dan guru-guru yang ditutup oleh prasangka dan tradisi. Ia telah menggunakan segala jalan untuk mencapai mereka itu. Dengan mengirim orang kusta yang disembuhkan-Nya itu kepada imam-imam, Ia telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian untuk melucuti prasangka mereka.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

14 Desember 2026 | Hari 2
Hari 2: Pasal 27 - “TUHAN DAPAT MENTAHIRKAN AKU”

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 27 - “TUHAN DAPAT MENTAHIRKAN AKU”
Halaman 275-277 | Pasal 27, Paragraf 7-12 | KSZ1 275.3-KSZ1 277.1

Ayat Inti:
Matius 8:2-3
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 24 membaca Bab 27: Tuhan Dapat Mentahirkan Aku. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-24-hari-2-2026-12-14

Teks Lengkap:

Dengan tiba-tiba suatu perubahan telah terjadi pada diri orang kusta ini. Daging tubuhnya menjadi sehat, urat sarafnya bekerja dan otot-ototnya menjadi kuat. Kulitnya yang kasar itu terganti laksana kulit seorang bayi yang sehat layaknya. [KSZ1 275.3]

Yesus menuntut agar orang ini jangan memberitahukan pekerjaan yang telah dilakukan-Nya, tetapi ia harus membawa korban persembahan di Bait Suci. Persembahan itu tidak dapat diterima hingga imam-imam telah memeriksa dan menyatakan bahwa orang itu telah sembuh dari pe-nyakitnya. Tetapi jika mereka tidak rela melakukan pekerjaan ini, maka mereka tidak dapat menghindarkan pemeriksaan dan keputusan mengenai keadaan dirinya. [KSZ1 275.4]

Kitab Suci menunjukkan dengan jelas bahwa Kristus menegaskan pada orang itu perlunya berdiam dan pelaksanaan yang cepat. “Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras: Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk tuk pentahiranmu persembahan yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka.” Seandainya penyembuhan orang kusta ini telah diketahui oleh imam-imam, maka kebencian mereka terhadap Kristus itu akan membawa mereka untuk menjatuhkan hukuman yang tidak jujur kepada-Nya. Yesus menghendaki agar orang ini menyatakan dirinya di Bait Suci sebelum kabar mukjizat itu sampai kepada mereka. Dengan jalan ini suatu keputusan yang adil dan tidak memihak dapat diperoleh dan orang kusta yang telah disembuhkan-Nya ini dapat bersama-sama lagi dengan keluarga dan sahabat-sahabatnya . [KSZ1 275.5]

Ada pula suatu maksud Yesus dalam hal Dia mengingatkan orang ini supaya berdiam. Juruselamat mengetahui bahwa musuh-musuh-Nya se-nantiasa berusaha untuk membatasi pekerjaan-Nya, dan membalikkan orang banyak dari pada-Nya. Dia mengetahui jikalau penyembuhan orang kusta itu digembar-gemborkan, orang kusta yang lain akan datang mengerumuni Dia dan orang banyak akan terjangkit oleh penyakit ini. Banyak orang kusta tidak akan menggunakan karunia kesehatan itu se-bagai suatu berkat bagi diri mereka sendiri atau bagi lain orang Dan de-ngan menarik banyak orang kusta kepada-Nya, Dia akan dituduh merom-bak undang-undang agama. Dengan demikian pekerjaan-Nya dalam me-ngabar Injil akan terhalang. [KSZ1 276.1]

Peristiwa itu telah membenarkan amaran Kristus. Serombongan orang banyak yang telah menyaksikan penyembuhan orang kusta ini ingin mengetahui keputusan para imam. Apabila orang ini kepada sahabat-sahabatnya, terjadilah kehebohan. Dengan tidak menghiraukan akan amaran Yesus, orang ini tidak tinggal diam malahan ia menyebarkan di segala tempat berita tentang kesembuhannya. Karena mustahil menyembunyikannya orang kusta itu mengabarkan kesembuhannya ke mana-mana. Karena ia merasa bahwa hanyalah karena kerendahan hati Kristus sehingga Dia melarang dia berbuat hal ini, maka ia berjalan ke-liling memberitakan kuasa Tabib Besar itu. Ia tidak mengerti bahwa de-ngan tiap-tiap pernyataan yang seperti itu menjadikan para imam dan tua-tua lebih bertekad untuk membinasakan Yesus. Orang yang telah sembuh ini merasa bahwa berkat kesehatan itu sangatlah berharga. Ia bersuka-suka karena kesehatannya telah pulih , dan telah kepada keluarga dan masyarakat serta merasa bahwa adalah mustahil untuk tinggal diam dan tidak memuji Tabib yang telah menyembuhkannya. Tetapi perbuatannya itu telah mengakibatkan pekerjaan Juruselamat terhalang. Hal itu telah mengakibatkan banyak orang berduyun-duyun datang kepada-Nya, sehingga terpaksa Ia menghentikan pekerjaan-Nya sementara waktu. [KSZ1 276.2]

Tiap-tiap pelayanan Kristus mempunyai jangkauan yang jauh dalam maksua-Nya. Itu dipahami lebih daripada nyata di dalam perbuatan itu sendiri. Demikianlah juga dengan hal orang kusta ini. Di saat Yesus me-layani semua orang yang datang kepada-Nya, Ia rindu memberkati juga mereka yang tidak datang. Di saat Ia memanggil pemungut cukai, orang kafir, dan orang Samaria, Ia rindu mencapai imam-imam dan guru-guru yang ditutup oleh prasangka dan tradisi. Ia telah menggunakan segala jalan untuk mencapai mereka itu. Dengan mengirim orang kusta yang disembuhkan-Nya itu kepada imam-imam, Ia telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian untuk melucuti prasangka mereka. [KSZ1 277.1]