Hari 3: Pasal 27 - “TUHAN DAPAT MENTAHIRKAN AKU”
15 Desember 2026 · Hari 3

Hari 3: Pasal 27 - “TUHAN DAPAT MENTAHIRKAN AKU”

Halaman 277-279 | Pasal 27, Paragraf 13-18 | KSZ1 277.2-KSZ1 279.2

Ayat Inti

Matius 8:2-3

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 24 membaca Bab 27: Tuhan Dapat Mentahirkan Aku. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 277.2 Orang Farisi telah menerangkan bahwa pengajaran Kristus bertentangan dengan Taurat yang diberikan Allah melalui Musa; tetapi petunjuk-Nya kepada orang kusta yang disembuhkan itu untuk membawa persembahan sesuai dengan Taurat tidak membenarkan tuduhan itu. Hal itu adalah kesaksian yang telah cukup bagi semua orang yang rela untuk diyakinkan.

KSZ1 277.3 Para pemimpin di Yerusalem telah mengirim mata-mata untuk mencari alasan untuk membunuh Kristus. Ia menjawab dengan memberikan kepada mereka suatu bukti kasih-Nya bagi manusia, penghargaan-Nya kepada Taurat dan kuasa-Nya untuk melepaskan jiwa dari dosa dan maut. Dengan demikian Ia memberikan kesaksian dari hal mereka itu: “Mereka membalas kejahatan kepadaku ganti kebaikan dan kebencian ganti kasihku.” Mazmur 109:5. Ia yang di atas gunung member .an penjelasan “Kasihilah musuhmu,” Ia sendiri menyatakan teladan prinsip untuk jangan membalas “kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati.” Matius 5:44; 1 Petrus 3:9.

KSZ1 277.4 Imam yang telah memutuskan orang kusta ini supaya disingkirkan, imam itu pulalah yang memberikan keterangan tentang kesembuhannya. Keputusan yang diumumkan secara terbuka dan didaftarkan itu, menjadi suatu kesaksian yang besar bagi Kristus. Dan sementara orang yang telah sembuh ini dihadapkan pada orang-orang Israel, serta menurut penjelasan imam sendiri bahwa tidak lagi terdapat suatu tanda penyakit padanya, imam itu sendiri telah menjadi satu saksi yang hidup bagi Tuhannya. Dengan gembira ia membawa persembahannya dan membesarkan nama Yesus. Imam-imam diyakinkan oleh kuasa Ilahi Juruselamat. Kesempatan diberikan kepada mereka untuk mengetahui kebenaran dan mendapat faedah dari terang itu. Jikalau ditolak, maka itu akan berlalu untuk selama-lamanya, serta tidak pernah akan lagi. Orang banyak telah menolak terang itu; tetapi terang itu bukan diberikan dengan sia-sia. Banyak hati telah digerakkan sehingga untuk seketika mereka terdiam. Selama kehidupan Juruselamat, pekerjaan-Nya seakan-akan tidak mendapat sambutan kasih dari imam-imam dan guru-guru; tetapi setelah kenaikan-Nya “sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.” Kisah 6:7.

KSZ1 278.1 Pekerjaan Kristus dalam menyembuhkan orang kusta dai i penyakitnya yang mengerikan itu, menjadi suatu ilustrasi tentang pekerjaan-Nya dalam menyucikan jiwa dari dosa. Orang yang datang pada Yesus itu “penuh dengan kusta”. Racun penyakit yang mematikan itu merajalela pada seluruh tubuhnya. Murid-murid berusaha mencegah Guru mereka supaya jangan menjamah orang kusta, karena seorang yang berani menjamah seseorang yang kena penyakit kusta menjadikan dirinya juga najis. Tetapi dengan meletakkan tangan-Nya atas orang kusta itu, Yesus tidak mendapat apa-apa yang najis. Jamahan-Nya memberikan kuasa yang memberi hidup. Penyakit kusta disembuhkan. Demikian pula dengan kusta dosa, yang telah berakar dalam, mematikan dan mustahil disucikan oleh kuasa manusia. “Seluruh kepala sakit dan seluruh hati lemah lesu. Dari telapak kaki sampai kepala tidak ada yang sehat; bengkak dan bilur dan luka baru, tidak dipijit dan tidak dibalut dan tidak ditaruh minyak.” Yesaya 1:5,6. Tetapi Yesus, yang datang dengan peri kemanusiaan, itu tidak tercemar. Hadirat-Nya mempunyai kuasa menyembuh-kan untuk orang berdosa. Siapa saja yang jatuh pada kaki-Nya, sambil berkata dengan penuh percaya, “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku”, akan mendengar jawab-Nya “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Mat. 8:2, 3.

KSZ1 279.1 Di dalam beberapa peristiwa penyembuhan, Yesus tidak dengan segera memberikan berkat yang dicari. Tetapi di dalam peristiwa orang kusta ini, pada saat permohonan itu disampaikan pada detik itu juga permohonannya dikabulkan. Apabila kita berdoa memohon berkat duniawi, jawabnya mungkin ditangguhkan, atau Allah mungkin akan memberikan sesuatu yang lain dari apa yang kita minta, tetapi bukan demikian jika kita meminta kelepasan dari dosa. Adalah kehendak-Nya untuk menyucikan kita daripada dosa, menjadikan kita anak-anak-Nya dan menyangguDkan kita menghidupkan suatu kehidupan yang suci. Kristus “yang telah me-nyerahkan diri-Nya karena dosa-dosa kita, untuk melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini, menurut kehendak Allah dan Bapa kita.” Galatia 1:4. Maka “inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya.” I Yohanes 5:14, 15.

KSZ1 279.2 “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita u an menyucikan kita dari segala kejahatan.” I Yohanes 1:9.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

15 Desember 2026 | Hari 3
Hari 3: Pasal 27 - “TUHAN DAPAT MENTAHIRKAN AKU”

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 27 - “TUHAN DAPAT MENTAHIRKAN AKU”
Halaman 277-279 | Pasal 27, Paragraf 13-18 | KSZ1 277.2-KSZ1 279.2

Ayat Inti:
Matius 8:2-3
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 24 membaca Bab 27: Tuhan Dapat Mentahirkan Aku. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-24-hari-3-2026-12-15

Teks Lengkap:

Orang Farisi telah menerangkan bahwa pengajaran Kristus bertentangan dengan Taurat yang diberikan Allah melalui Musa; tetapi petunjuk-Nya kepada orang kusta yang disembuhkan itu untuk membawa persembahan sesuai dengan Taurat tidak membenarkan tuduhan itu. Hal itu adalah kesaksian yang telah cukup bagi semua orang yang rela untuk diyakinkan. [KSZ1 277.2]

Para pemimpin di Yerusalem telah mengirim mata-mata untuk mencari alasan untuk membunuh Kristus. Ia menjawab dengan memberikan kepada mereka suatu bukti kasih-Nya bagi manusia, penghargaan-Nya kepada Taurat dan kuasa-Nya untuk melepaskan jiwa dari dosa dan maut. Dengan demikian Ia memberikan kesaksian dari hal mereka itu: “Mereka membalas kejahatan kepadaku ganti kebaikan dan kebencian ganti kasihku.” Mazmur 109:5. Ia yang di atas gunung member .an penjelasan “Kasihilah musuhmu,” Ia sendiri menyatakan teladan prinsip untuk jangan membalas “kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati.” Matius 5:44; 1 Petrus 3:9. [KSZ1 277.3]

Imam yang telah memutuskan orang kusta ini supaya disingkirkan, imam itu pulalah yang memberikan keterangan tentang kesembuhannya. Keputusan yang diumumkan secara terbuka dan didaftarkan itu, menjadi suatu kesaksian yang besar bagi Kristus. Dan sementara orang yang telah sembuh ini dihadapkan pada orang-orang Israel, serta menurut penjelasan imam sendiri bahwa tidak lagi terdapat suatu tanda penyakit padanya, imam itu sendiri telah menjadi satu saksi yang hidup bagi Tuhannya. Dengan gembira ia membawa persembahannya dan membesarkan nama Yesus. Imam-imam diyakinkan oleh kuasa Ilahi Juruselamat. Kesempatan diberikan kepada mereka untuk mengetahui kebenaran dan mendapat faedah dari terang itu. Jikalau ditolak, maka itu akan berlalu untuk selama-lamanya, serta tidak pernah akan lagi. Orang banyak telah menolak terang itu; tetapi terang itu bukan diberikan dengan sia-sia. Banyak hati telah digerakkan sehingga untuk seketika mereka terdiam. Selama kehidupan Juruselamat, pekerjaan-Nya seakan-akan tidak mendapat sambutan kasih dari imam-imam dan guru-guru; tetapi setelah kenaikan-Nya “sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.” Kisah 6:7. [KSZ1 277.4]

Pekerjaan Kristus dalam menyembuhkan orang kusta dai i penyakitnya yang mengerikan itu, menjadi suatu ilustrasi tentang pekerjaan-Nya dalam menyucikan jiwa dari dosa. Orang yang datang pada Yesus itu “penuh dengan kusta”. Racun penyakit yang mematikan itu merajalela pada seluruh tubuhnya. Murid-murid berusaha mencegah Guru mereka supaya jangan menjamah orang kusta, karena seorang yang berani menjamah seseorang yang kena penyakit kusta menjadikan dirinya juga najis. Tetapi dengan meletakkan tangan-Nya atas orang kusta itu, Yesus tidak mendapat apa-apa yang najis. Jamahan-Nya memberikan kuasa yang memberi hidup. Penyakit kusta disembuhkan. Demikian pula dengan kusta dosa, yang telah berakar dalam, mematikan dan mustahil disucikan oleh kuasa manusia. “Seluruh kepala sakit dan seluruh hati lemah lesu. Dari telapak kaki sampai kepala tidak ada yang sehat; bengkak dan bilur dan luka baru, tidak dipijit dan tidak dibalut dan tidak ditaruh minyak.” Yesaya 1:5,6. Tetapi Yesus, yang datang dengan peri kemanusiaan, itu tidak tercemar. Hadirat-Nya mempunyai kuasa menyembuh-kan untuk orang berdosa. Siapa saja yang jatuh pada kaki-Nya, sambil berkata dengan penuh percaya, “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku”, akan mendengar jawab-Nya “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Mat. 8:2, 3. [KSZ1 278.1]

Di dalam beberapa peristiwa penyembuhan, Yesus tidak dengan segera memberikan berkat yang dicari. Tetapi di dalam peristiwa orang kusta ini, pada saat permohonan itu disampaikan pada detik itu juga permohonannya dikabulkan. Apabila kita berdoa memohon berkat duniawi, jawabnya mungkin ditangguhkan, atau Allah mungkin akan memberikan sesuatu yang lain dari apa yang kita minta, tetapi bukan demikian jika kita meminta kelepasan dari dosa. Adalah kehendak-Nya untuk menyucikan kita daripada dosa, menjadikan kita anak-anak-Nya dan menyangguDkan kita menghidupkan suatu kehidupan yang suci. Kristus “yang telah me-nyerahkan diri-Nya karena dosa-dosa kita, untuk melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini, menurut kehendak Allah dan Bapa kita.” Galatia 1:4. Maka “inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya.” I Yohanes 5:14, 15. [KSZ1 279.1]

“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita u an menyucikan kita dari segala kejahatan.” I Yohanes 1:9. [KSZ1 279.2]