Hari 7: Pasal 27 - “TUHAN DAPAT MENTAHIRKAN AKU”
19 Desember 2026 · Hari 7

Hari 7: Pasal 27 - “TUHAN DAPAT MENTAHIRKAN AKU”

Halaman 283-284 | Pasal 27, Paragraf 34-38 | KSZ1 283.3-KSZ1 284.3

Ayat Inti

Matius 8:2-3

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 24 membaca Bab 27: Tuhan Dapat Mentahirkan Aku. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 283.3 Orang sakit lumpuh telah mendapat dari Kristus suatu kesembuhan baik dalam jiwa maupun dalam tubuhnya. Kesembuhan kerohanian di-ikuti oleh kesembuhan badani. Pelajaran ini janganlah dilupakan. Pada zaman ini terdapat beribu-ribu orang yang menderita penyakit badani sebagaimana orang sakit lumpuh itu, yang sedang merindukan akan pe-kabaran “Dosamu sudah diampuni.” Beban dosa, dengan keinginannya yang tidak pernah merasa puas, adalah dasar segala penyakit mereka. Mereka tidak akan mendapat kelepasan hingga mereka datang kepada Tabib Jiwa. Damai yang berasal hanya dari pada-Nya, dapat memberikan kekuatan kepada pikiran dan kesehatan kepada tubuh.

KSZ1 283.4 Yesus telah datang untuk “membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.” “Dalam Dia ada hidup,” dan Ia berkata: “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Ia adalah menjadi “Roh yang menghidupkan.” I Yoh 3:8; Yoh 1:4; 10:10: I Kor. 15:45. Dan Ia masih mempunyai kuasa untuk memberi hidup yang sama sebagaimana ketika Ia berada di atas dunia ini menyembuhkan orang sakit, memberi keampunan kepada orang berdosa. Ia “yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakit mu. Mazmur 103:3.

KSZ1 284.1 Akibat penyembuhan sakit lumpuh ini kepada orang banyak ialah seakan-akan surga telah terbuka, dan menyatakan kemuliaan suatu dunia yang lebih baik. Pada saat orang yang telah disembuhkan ini melewati orang banyak, ia memuji Allah pada setiap langkahnya, dan membawa pikulannya yang kini dirasanya sebagai bulu ayam ringannya, an orang banyak mundur memberikan jalan kepadanya dengan mulut mereka ternganga keheranan dan berbisik di antara mereka itu sediri, katanya. “Hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan Orang Farisi menjadi bisu karena keheranan dan merasa dirinya kalah. Mereka melihat bahwa pada tempat ini tidak ada kesempatan bagi pera-saan cemburu untuk menghasut orang banyak. Perbuatan ajai yang te ah diadakan kepada orang yang mereka katakan telah me p murka Allah, telah begitu berkesan kepada orang banyak sehingga rabi-rabi pada saat itu telah terlupakan. Mereka melihat bahwa Kristus mempunyai suatu kuasa yang mereka anggap hanya daripada Ali , namun tatacara Nya yang lemah lembut itu adalah bertentangan dengan ketinggian hati mereka. Mereka menjadi bingung dan malu, mereka telah mengenal tetapi tidak mengakui akan seorang yang lebih tinggi. Makin kuat bukti bahwa Yesus mempunyai kuasa di atas dunia im untuk mengampuni se-gala dosa, makin teguh mereka dalam sifat tidak percaya akan Dia. Dari rumah Petrus di mana mereka telah melihat orang lumpuh itu disembuh-kan oleh perkataan-Nya, mereka pergi untuk mencari muslihat yang baru dengan maksud untuk mendiamkan Anak Allah itu.

KSZ1 284.2 Penyakit badani itu biarpun berbahaya dapat disembuhkan oleh kuasa Kristus; tetappenyakit jiwa itu menahan mereka yang menutup mata dari melihat terang. Kusta dan lumpuh tidaklah sehebat seperti sifat ke-sombongan dan sikap tidak percaya.

KSZ1 284.3 Di rumah orang berpenyakit lumpuh yang telah disembuhkan ini ter-dapat sukacita yang besar saat ia kepada keluarganya dengan memikul tempat tidurnya, yang tadinya diangkat dengan perlahan-lahan dari hadapan mereka beberapa waktu yang lalu. Mereka datang mengeru-muni dia dengan air mata kesukaan, seakan-akan mereka tidak percaya apa yang mereka telah lihat sekarang. Ia berdiri di hadapan mereka itu dengan kekuatan yang bani sebagai seorang dewasa yang sehat. Kedua belah tangan-Nya yang tadinya tidak dapat bergerak, kini dapat digerak-kannya menurut kehendaknya. Daging tubuhnya yang telah kisut dan hancur itu kini menjadi segar . Ia berjalan dengan tegapnya. Ke-gembiraan dan pengharapan nyata sekali pada wajahnya, dan suatu ke-nyataan kesucian dan damai telah mengambil tempat cacat dosa dan pen-deritaan. Perasaan syukur yang gembira menjadi suasana yang meliputi rumahnya, dan Allah telah dipermuliakan melalui Anak-Nya, yang telah mengembalikan pengharapan kepada orang yang telah putus harap, dan kekuatan kepada yang tertindas. Orang ini bersama keluarganya telah sedia menyerahkan seluruh hidup mereka itu bagi Yesus. Tidak ada ke-bimbangan yang dapat memadamkan iman mereka; tidak ada sifat tidak percaya yang dapat menodai kesetiaan mereka itu kepada-Nya yang telah membawa terang ke dalam rumah tangga mereka yang dijajah oleh ke-gelapan.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

19 Desember 2026 | Hari 7
Hari 7: Pasal 27 - “TUHAN DAPAT MENTAHIRKAN AKU”

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 27 - “TUHAN DAPAT MENTAHIRKAN AKU”
Halaman 283-284 | Pasal 27, Paragraf 34-38 | KSZ1 283.3-KSZ1 284.3

Ayat Inti:
Matius 8:2-3
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 24 membaca Bab 27: Tuhan Dapat Mentahirkan Aku. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-24-hari-7-2026-12-19

Teks Lengkap:

Orang sakit lumpuh telah mendapat dari Kristus suatu kesembuhan baik dalam jiwa maupun dalam tubuhnya. Kesembuhan kerohanian di-ikuti oleh kesembuhan badani. Pelajaran ini janganlah dilupakan. Pada zaman ini terdapat beribu-ribu orang yang menderita penyakit badani sebagaimana orang sakit lumpuh itu, yang sedang merindukan akan pe-kabaran “Dosamu sudah diampuni.” Beban dosa, dengan keinginannya yang tidak pernah merasa puas, adalah dasar segala penyakit mereka. Mereka tidak akan mendapat kelepasan hingga mereka datang kepada Tabib Jiwa. Damai yang berasal hanya dari pada-Nya, dapat memberikan kekuatan kepada pikiran dan kesehatan kepada tubuh. [KSZ1 283.3]

Yesus telah datang untuk “membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.” “Dalam Dia ada hidup,” dan Ia berkata: “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Ia adalah menjadi “Roh yang menghidupkan.” I Yoh 3:8; Yoh 1:4; 10:10: I Kor. 15:45. Dan Ia masih mempunyai kuasa untuk memberi hidup yang sama sebagaimana ketika Ia berada di atas dunia ini menyembuhkan orang sakit, memberi keampunan kepada orang berdosa. Ia “yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakit mu. Mazmur 103:3. [KSZ1 283.4]

Akibat penyembuhan sakit lumpuh ini kepada orang banyak ialah seakan-akan surga telah terbuka, dan menyatakan kemuliaan suatu dunia yang lebih baik. Pada saat orang yang telah disembuhkan ini melewati orang banyak, ia memuji Allah pada setiap langkahnya, dan membawa pikulannya yang kini dirasanya sebagai bulu ayam ringannya, an orang banyak mundur memberikan jalan kepadanya dengan mulut mereka ternganga keheranan dan berbisik di antara mereka itu sediri, katanya. “Hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan Orang Farisi menjadi bisu karena keheranan dan merasa dirinya kalah. Mereka melihat bahwa pada tempat ini tidak ada kesempatan bagi pera-saan cemburu untuk menghasut orang banyak. Perbuatan ajai yang te ah diadakan kepada orang yang mereka katakan telah me p murka Allah, telah begitu berkesan kepada orang banyak sehingga rabi-rabi pada saat itu telah terlupakan. Mereka melihat bahwa Kristus mempunyai suatu kuasa yang mereka anggap hanya daripada Ali , namun tatacara Nya yang lemah lembut itu adalah bertentangan dengan ketinggian hati mereka. Mereka menjadi bingung dan malu, mereka telah mengenal tetapi tidak mengakui akan seorang yang lebih tinggi. Makin kuat bukti bahwa Yesus mempunyai kuasa di atas dunia im untuk mengampuni se-gala dosa, makin teguh mereka dalam sifat tidak percaya akan Dia. Dari rumah Petrus di mana mereka telah melihat orang lumpuh itu disembuh-kan oleh perkataan-Nya, mereka pergi untuk mencari muslihat yang baru dengan maksud untuk mendiamkan Anak Allah itu. [KSZ1 284.1]

Penyakit badani itu biarpun berbahaya dapat disembuhkan oleh kuasa Kristus; tetappenyakit jiwa itu menahan mereka yang menutup mata dari melihat terang. Kusta dan lumpuh tidaklah sehebat seperti sifat ke-sombongan dan sikap tidak percaya. [KSZ1 284.2]

Di rumah orang berpenyakit lumpuh yang telah disembuhkan ini ter-dapat sukacita yang besar saat ia kepada keluarganya dengan memikul tempat tidurnya, yang tadinya diangkat dengan perlahan-lahan dari hadapan mereka beberapa waktu yang lalu. Mereka datang mengeru-muni dia dengan air mata kesukaan, seakan-akan mereka tidak percaya apa yang mereka telah lihat sekarang. Ia berdiri di hadapan mereka itu dengan kekuatan yang bani sebagai seorang dewasa yang sehat. Kedua belah tangan-Nya yang tadinya tidak dapat bergerak, kini dapat digerak-kannya menurut kehendaknya. Daging tubuhnya yang telah kisut dan hancur itu kini menjadi segar . Ia berjalan dengan tegapnya. Ke-gembiraan dan pengharapan nyata sekali pada wajahnya, dan suatu ke-nyataan kesucian dan damai telah mengambil tempat cacat dosa dan pen-deritaan. Perasaan syukur yang gembira menjadi suasana yang meliputi rumahnya, dan Allah telah dipermuliakan melalui Anak-Nya, yang telah mengembalikan pengharapan kepada orang yang telah putus harap, dan kekuatan kepada yang tertindas. Orang ini bersama keluarganya telah sedia menyerahkan seluruh hidup mereka itu bagi Yesus. Tidak ada ke-bimbangan yang dapat memadamkan iman mereka; tidak ada sifat tidak percaya yang dapat menodai kesetiaan mereka itu kepada-Nya yang telah membawa terang ke dalam rumah tangga mereka yang dijajah oleh ke-gelapan. [KSZ1 284.3]