21 Desember 2026 · Hari 2
Hari 2: Pasal 28 - MATIUS — LEWI
Halaman 287-288 | Pasal 28, Paragraf 7-12 | KSZ1 287.5-KSZ1 288.5
Ayat Inti
Matius 9:9
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 25 membaca Bab 28: Matius-Lewi. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 287.5 Prinsip selamanya tepat. Tidak ada seorang dapat maju di dalam pe-kerjaan Allah kecuali seluruh hatinya berada di dalam pekerjaan itu dan ia menganggap segala sesuatu itu kerugian demi keutamaan pengetahuan tentang Kristus. Tidak seorang pun yang masih mempunyai cadangan dalam hidupnya yang dapat menjadi murid Kristus, ataupun menjadi teman kerja-Nya. Apabila manusia menghargai keselamatan yang besar itu, maka pengorbanan diri yang dilihat di dalam kehidupan Kristus akan terlihat dalam hidup mereka itu juga. Ke mana saja Ia pergi, dengan gembiranya mereka itu akan mengikut Dia.
KSZ1 288.1 Panggilan pada Matius menjadi seorang murid Kristus, telah menim-bulkan suatu kemarahan yang besar. Bagi seorang guru agama memilih seorang pemungut cukai dengan secara tiba-tiba menjadi seorang pengikut-Nya adalah suatu hal yang menentang syarat-syarat agama, so-sial dan adat istiadat bangsa. Dengan membangkitkan prasangka orang banyak, orang Farisi berharap dapat mengubah aliran perasaan orang ba-nyak untuk menentang Yesus.
KSZ1 288.2 Di antara pemungut cukai telah timbul suatu perhatian yang baru. Hati mereka tertarik kepada Guru Ilahi. Dalam kesukaannya karena telah menjadi seorang murid yang baru, Matius rindu membawa kawan-ka-wannya kepada Yesus. Itulah sebabnya ia telah mengadakan suatu pesta di rumahnya sendiri, dan telah mengundang kaum keluarga dan sahabatsahabatnya. Bukan saja pemungut cukai yang hadir, tetapi banyak yang lain lagi yang nama baiknya diragukan, dan yang dipersalahkan oleh tetangga-tetangga mereka yang lebih teliti.
KSZ1 288.3 Pesta ini telah diadakan untuk menghormati Yesus, dan Ia tidak menolak untuk menerima kehormatan ini. la mengetahui dengan pasti bahwa hal ini akan menyinggung cara-cara pesta orang Farisi, dan janggal pada pemandangan orang banyak. Tetapi tidak ada soal peraturan yang dapat mempengaruhi tindakan-Nya itu. Bagi-Nya perbedaan luar itu tidak ada artinya. Apa yang menarik hati-Nya ialah jiwa yang haus akan air hidup.
KSZ1 288.4 Yesus duduk sebagai seorang tamu terhormat di meja pemungut cukai, oleh perasaan simpati dan keramah-tamahan-Nya, menunjukkan bahwa Ia mengenal akan keagungan kemanusiaan itu; dan manusia rindu mendapat kepercayaan-Nya. Di atas hati mereka yang haus perkataanNya tertabur bersama kuasa yang memberkati serta memberikan hidup. Dorongan yang baru telah dibangunkan, dan kemungkinan suatu hidup yang baru terbuka bagi suatu masyarakat yang terpencil dan dibenci ini.
KSZ1 288.5 Pada perkumpulan seperti ini, bukan sedikit orang yang telah digerak-kan oleh pengajaran Juruselamat, yang tidak mengenal Dia sampai sesudah kenaikan-Nya. Apabila Roh Kudus dicurahkan, tiga ribu jiwa yang telah ditobatkan dalam sehari, dan dari antara jiwa-jiwa ini banyak orang yang untuk pertama kali mendengar akan kebenaran di meja pe-mungut cukai ini dan beberapa dari mereka itu telah menjadi pengabar Injil. Bagi Matius sendiri, teladan Yesus di pesta itu menjadi suatu pelajaran yang meresap di dalam jiwanya. Pemungut cukai yang dihina itu menjadi salah seorang pengabar Injil yang paling berserah, dan di dalam pekerjaannya sendiri ia mengikut dengan teliti akan jejak-jejak Tuhannya.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
21 Desember 2026 | Hari 2
Hari 2: Pasal 28 - MATIUS — LEWI
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 28 - MATIUS — LEWI
Halaman 287-288 | Pasal 28, Paragraf 7-12 | KSZ1 287.5-KSZ1 288.5
Ayat Inti:
Matius 9:9
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 25 membaca Bab 28: Matius-Lewi. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-25-hari-2-2026-12-21
Teks Lengkap:
Prinsip selamanya tepat. Tidak ada seorang dapat maju di dalam pe-kerjaan Allah kecuali seluruh hatinya berada di dalam pekerjaan itu dan ia menganggap segala sesuatu itu kerugian demi keutamaan pengetahuan tentang Kristus. Tidak seorang pun yang masih mempunyai cadangan dalam hidupnya yang dapat menjadi murid Kristus, ataupun menjadi teman kerja-Nya. Apabila manusia menghargai keselamatan yang besar itu, maka pengorbanan diri yang dilihat di dalam kehidupan Kristus akan terlihat dalam hidup mereka itu juga. Ke mana saja Ia pergi, dengan gembiranya mereka itu akan mengikut Dia. [KSZ1 287.5]
Panggilan pada Matius menjadi seorang murid Kristus, telah menim-bulkan suatu kemarahan yang besar. Bagi seorang guru agama memilih seorang pemungut cukai dengan secara tiba-tiba menjadi seorang pengikut-Nya adalah suatu hal yang menentang syarat-syarat agama, so-sial dan adat istiadat bangsa. Dengan membangkitkan prasangka orang banyak, orang Farisi berharap dapat mengubah aliran perasaan orang ba-nyak untuk menentang Yesus. [KSZ1 288.1]
Di antara pemungut cukai telah timbul suatu perhatian yang baru. Hati mereka tertarik kepada Guru Ilahi. Dalam kesukaannya karena telah menjadi seorang murid yang baru, Matius rindu membawa kawan-ka-wannya kepada Yesus. Itulah sebabnya ia telah mengadakan suatu pesta di rumahnya sendiri, dan telah mengundang kaum keluarga dan sahabatsahabatnya. Bukan saja pemungut cukai yang hadir, tetapi banyak yang lain lagi yang nama baiknya diragukan, dan yang dipersalahkan oleh tetangga-tetangga mereka yang lebih teliti. [KSZ1 288.2]
Pesta ini telah diadakan untuk menghormati Yesus, dan Ia tidak menolak untuk menerima kehormatan ini. la mengetahui dengan pasti bahwa hal ini akan menyinggung cara-cara pesta orang Farisi, dan janggal pada pemandangan orang banyak. Tetapi tidak ada soal peraturan yang dapat mempengaruhi tindakan-Nya itu. Bagi-Nya perbedaan luar itu tidak ada artinya. Apa yang menarik hati-Nya ialah jiwa yang haus akan air hidup. [KSZ1 288.3]
Yesus duduk sebagai seorang tamu terhormat di meja pemungut cukai, oleh perasaan simpati dan keramah-tamahan-Nya, menunjukkan bahwa Ia mengenal akan keagungan kemanusiaan itu; dan manusia rindu mendapat kepercayaan-Nya. Di atas hati mereka yang haus perkataanNya tertabur bersama kuasa yang memberkati serta memberikan hidup. Dorongan yang baru telah dibangunkan, dan kemungkinan suatu hidup yang baru terbuka bagi suatu masyarakat yang terpencil dan dibenci ini. [KSZ1 288.4]
Pada perkumpulan seperti ini, bukan sedikit orang yang telah digerak-kan oleh pengajaran Juruselamat, yang tidak mengenal Dia sampai sesudah kenaikan-Nya. Apabila Roh Kudus dicurahkan, tiga ribu jiwa yang telah ditobatkan dalam sehari, dan dari antara jiwa-jiwa ini banyak orang yang untuk pertama kali mendengar akan kebenaran di meja pe-mungut cukai ini dan beberapa dari mereka itu telah menjadi pengabar Injil. Bagi Matius sendiri, teladan Yesus di pesta itu menjadi suatu pelajaran yang meresap di dalam jiwanya. Pemungut cukai yang dihina itu menjadi salah seorang pengabar Injil yang paling berserah, dan di dalam pekerjaannya sendiri ia mengikut dengan teliti akan jejak-jejak Tuhannya. [KSZ1 288.5]