Hari 3: Pasal 28 - MATIUS — LEWI
22 Desember 2026 · Hari 3

Hari 3: Pasal 28 - MATIUS — LEWI

Halaman 289-290 | Pasal 28, Paragraf 13-18 | KSZ1 289.1-KSZ1 290.2

Ayat Inti

Matius 9:9

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 25 membaca Bab 28: Matius-Lewi. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 289.1 Apabila para rabi mengetahui bahwa Yesus menghadiri pesta Matius, mereka mengambil kesempatan menuduh Dia. Tetapi mereka memilih untuk memperalat murid-murid-Nya. Dengan membangkitkan prasangka mereka, maka mereka mengharap dapat merenggangkan muridmurid dari Tuhan mereka. Adalah menurut peraturan mereka untuk menuduh Kristus kepada murid-murid-Nya dan murid-murid itu kepada Kristus, $ambil mengarahkan anak panah mereka ke sasaran di mana mereka lebih suka dilukai. Inilah caranya Setan bekerja sejak pemberontakan di surga, dan segala orang yang mencoba untuk menyebabkan perpecahan dan keretakan dihasut oleh roh Setan ini.

KSZ1 289.2 “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” tanya para rabi yang penuh dengki itu.

KSZ1 289.3 Yesus tidak menunggu murid-murid-Nya menjawab tuduhan ini, tetapi Ia sendiri yang telah menjawabnya dengan: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” Orang Farisi mengaku sehat rohani, sebab itu tidak perlu lagi seorang tabib, di saat mereka menganggap pemungut cukai dan orang kafir sedang dibinasakan oleh penyakit rohani. Bukankah ini pekerjaan-Nya, sebagai seorang tabib, pergi kepada tiap-tiap golongan manusia yang memerlukan pertolongan-Nya?

KSZ1 289.4 Tetapi walaupun orang Farisi menganggap diri mereka begitu tinggi, sebenarnya mereka berada di dalam suatu keadaan yang lebih buruk daripada orang-orang yang mereka anggap hina itu. Pemungut cukai itu tidak menyombongkan diri dan merasa diri mereka sanggup, sehingga hati mereka lebih terbuka bagi kebenaran. Yesus berkata kepada rabirabi itu: “Pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan.” Dengan demikian Ia me-nunjukkan bahwa tatkala mereka mengaku menafsirkan firman Allah, sebenarnya mereka tidak tahu sama sekali akan rohnya.

KSZ1 290.1 Orang Farisi berdiam seketika lamanya, tetapi hanya menjadi lebih keras dalam permusuhan mereka. Sesudah itu mereka pergi mencari murid-murid Yohanes Pembaptis, dan mencoba menghasut mereka untuk menentang Juruselamat. Orang-orang Farisi ini tidak menerima pekerjaan pekabaran Yohanes Pembaptis. Mereka menunjuk dengan hina pada kehidupannya yang bertarak, kebiasaannya yang sederhana, pakaiannya yang kasar serta menyatakan bahwa ia adalah seorang yang fanatik. Oleh karena ia menempelak sifat mereka yang pura-pura itu, mereka menolak pekabarannya dan berusaha menghasut orang banyak untuk melawan Yohanes. Roh Allah telah bekerja di dalam hati pengolok-pengolok ini, meyakinkan segala dosa mereka itu; tetapi mereka telah menolak nasihat Allah, dan mengatakan bahwa Yohanes telah dirasuk roh Setan.

KSZ1 290.2 Kini apabila Yesus datang berbaur dengan orang banyak, makan dan minum bersama-sama di hadapan meja, mereka menuduh Dia sebagai seorang pelahap dan seorang pemabuk. Orang yang mengajukan tuduhan ini sebenarnya bersalah. Sebagaimana Allah disalahgambarkan, dan dibungkus oleh Setan dengan sifatnya sendiri, demikian juga dengan pesuruh-pesuruh Allah telah dipalsukan oleh orang-orang jahat ini.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

22 Desember 2026 | Hari 3
Hari 3: Pasal 28 - MATIUS — LEWI

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 28 - MATIUS — LEWI
Halaman 289-290 | Pasal 28, Paragraf 13-18 | KSZ1 289.1-KSZ1 290.2

Ayat Inti:
Matius 9:9
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 25 membaca Bab 28: Matius-Lewi. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-25-hari-3-2026-12-22

Teks Lengkap:

Apabila para rabi mengetahui bahwa Yesus menghadiri pesta Matius, mereka mengambil kesempatan menuduh Dia. Tetapi mereka memilih untuk memperalat murid-murid-Nya. Dengan membangkitkan prasangka mereka, maka mereka mengharap dapat merenggangkan muridmurid dari Tuhan mereka. Adalah menurut peraturan mereka untuk menuduh Kristus kepada murid-murid-Nya dan murid-murid itu kepada Kristus, $ambil mengarahkan anak panah mereka ke sasaran di mana mereka lebih suka dilukai. Inilah caranya Setan bekerja sejak pemberontakan di surga, dan segala orang yang mencoba untuk menyebabkan perpecahan dan keretakan dihasut oleh roh Setan ini. [KSZ1 289.1]

“Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” tanya para rabi yang penuh dengki itu. [KSZ1 289.2]

Yesus tidak menunggu murid-murid-Nya menjawab tuduhan ini, tetapi Ia sendiri yang telah menjawabnya dengan: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” Orang Farisi mengaku sehat rohani, sebab itu tidak perlu lagi seorang tabib, di saat mereka menganggap pemungut cukai dan orang kafir sedang dibinasakan oleh penyakit rohani. Bukankah ini pekerjaan-Nya, sebagai seorang tabib, pergi kepada tiap-tiap golongan manusia yang memerlukan pertolongan-Nya? [KSZ1 289.3]

Tetapi walaupun orang Farisi menganggap diri mereka begitu tinggi, sebenarnya mereka berada di dalam suatu keadaan yang lebih buruk daripada orang-orang yang mereka anggap hina itu. Pemungut cukai itu tidak menyombongkan diri dan merasa diri mereka sanggup, sehingga hati mereka lebih terbuka bagi kebenaran. Yesus berkata kepada rabirabi itu: “Pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan.” Dengan demikian Ia me-nunjukkan bahwa tatkala mereka mengaku menafsirkan firman Allah, sebenarnya mereka tidak tahu sama sekali akan rohnya. [KSZ1 289.4]

Orang Farisi berdiam seketika lamanya, tetapi hanya menjadi lebih keras dalam permusuhan mereka. Sesudah itu mereka pergi mencari murid-murid Yohanes Pembaptis, dan mencoba menghasut mereka untuk menentang Juruselamat. Orang-orang Farisi ini tidak menerima pekerjaan pekabaran Yohanes Pembaptis. Mereka menunjuk dengan hina pada kehidupannya yang bertarak, kebiasaannya yang sederhana, pakaiannya yang kasar serta menyatakan bahwa ia adalah seorang yang fanatik. Oleh karena ia menempelak sifat mereka yang pura-pura itu, mereka menolak pekabarannya dan berusaha menghasut orang banyak untuk melawan Yohanes. Roh Allah telah bekerja di dalam hati pengolok-pengolok ini, meyakinkan segala dosa mereka itu; tetapi mereka telah menolak nasihat Allah, dan mengatakan bahwa Yohanes telah dirasuk roh Setan. [KSZ1 290.1]

Kini apabila Yesus datang berbaur dengan orang banyak, makan dan minum bersama-sama di hadapan meja, mereka menuduh Dia sebagai seorang pelahap dan seorang pemabuk. Orang yang mengajukan tuduhan ini sebenarnya bersalah. Sebagaimana Allah disalahgambarkan, dan dibungkus oleh Setan dengan sifatnya sendiri, demikian juga dengan pesuruh-pesuruh Allah telah dipalsukan oleh orang-orang jahat ini. [KSZ1 290.2]