Hari 5: Pasal 28 - MATIUS — LEWI
24 Desember 2026 · Hari 5

Hari 5: Pasal 28 - MATIUS — LEWI

Halaman 292-293 | Pasal 28, Paragraf 25-29 | KSZ1 292.1-KSZ1 293.2

Ayat Inti

Matius 9:9

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 25 membaca Bab 28: Matius-Lewi. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 292.1 Yohanes Pembaptis telah bersuka melihat Juruselamat. Alangkah gembiranya bila seorang murid mendapat kesempatan berjalan-jalan dan berkata-kata dengan Raja surga. Ini bukan saatnya bagi mereka untuk berduka dan berpuasa. Mereka patut membuka hati mereka untuk me-nerima terang kemuliaan-Nya, agar mereka dapat memancarkan terang itu kepada mereka yang berada dalam kegelapan dan dalam bayang maut.

KSZ1 292.2 Suatu gambaran yang terang yang diingatkan oleh perkataan Kristus; tetapi di seberangnya terletak suatu bayangan yang gelap, yang hanya dapat dilihat oleh mata-Nya sendiri. “Tetapi akan datang waktunya,” kata Yesus, “Apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa.” Apabila mereka melihat Tuhan dikhianati dan disalibkan, murid-murid akan berduka dan berpuasa. Dalam perkataanNya yang terakhir di ruangan atas, Ia berkata: “Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku? Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia, akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita.” Yohanes 16:19, 20.

KSZ1 292.3 Pada saat Ia keluar dari dalam kubur, dukacita mereka akan berubah menjadi sukacita. Setelah Ia naik, maka secara pribadi Ia tidak bersamasama dengan mereka itu lagi; tetapi melalui Penghibur, Ia akan tetap bersama-sama dengan mereka dan tidak patut lagi mereka berdukacita. Hal inilah yang dikehendaki Setan. Ia menghendaki mereka memberikan kepada dunia suatu kesan bahwa mereka telah ditipu dan dikecewakan; tetapi oleh percaya, mereka harus memandang pada Bait Suci yang di dalam surga, di mana Yesus sedang bekerja bagi mereka itu; mereka harus membuka hati mereka kepada Roh Kudus, wakil-Nya dan bersukacita di dalam terang hadirat-Nya. Tetapi walaupun demikian, hari-hari pencobaan dan ujian akan tiba, apabila mereka akan dibawa untuk berperang melawan penguasa-penguasa dunia ini dan pemimpin-pemimpin kerajaan kegelapan; serta apabila Kristus secara pribadi tidak dapat ber-sama-sama mereka, dan mereka gagal melihat Penghibur itu, maka ada baiknya bagi mereka untuk berpuasa.

KSZ1 293.1 Orang Farisi mencoba meninggikan diri mereka dengan perbaktian secara bentuk, tetapi hati mereka dipenuhi dengan perasaan cemburu dan perbantahan. “Pandanglah” kata Kitab Suci, “sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena. Dengan caramu berpuasa seperti sekarang ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi. Sungguh-sungguh inikah berpuasa yang Kukehendaki, dan mengadakan hari merendahkan diri, jika engkau menundukkan kepala seperti gelagah dan membentangkan kain karung dan abu sebagai lapik tidur? Sungguh-sungguh itukah yang kau sebutkan berpuasa, mengadakan hari yang berkenan pada Tuhan?” Yesaya 58:4, 5.

KSZ1 293.2 Puasa yang benar bukanlah hanya mengikuti acara yang biasa. Kitab Suci menerangkan bahwa puasa yang telah dipilih Allah,— “membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk... apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kau inginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas.” Yesaya 58:6, 10. Di sinilah letaknya roh dan sifat pekerjaan Kristus. Seluruh kehidupan-Nya dikorbankan untuk menyelamatkan dunia. Baik di saat berpuasa di padang pencobaan, atau ketika makan sehidangan dengan pemungut-pemungut cukai pada pesta Matius, Ia memberikan kehidupan-Nya untuk menebus yang hilang. Bukan dalam dukacita yang malas atau di dalam pengorbanan badani dan di hadapan orang banyak, roh penyerahan yang benar itu dinyatakan, tetapi haruslah ditunjukkan di dalam penyerahan diri, di dalam kerelaan hati untuk melayani Allah dan sesama manusia.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

24 Desember 2026 | Hari 5
Hari 5: Pasal 28 - MATIUS — LEWI

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 28 - MATIUS — LEWI
Halaman 292-293 | Pasal 28, Paragraf 25-29 | KSZ1 292.1-KSZ1 293.2

Ayat Inti:
Matius 9:9
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 25 membaca Bab 28: Matius-Lewi. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-25-hari-5-2026-12-24

Teks Lengkap:

Yohanes Pembaptis telah bersuka melihat Juruselamat. Alangkah gembiranya bila seorang murid mendapat kesempatan berjalan-jalan dan berkata-kata dengan Raja surga. Ini bukan saatnya bagi mereka untuk berduka dan berpuasa. Mereka patut membuka hati mereka untuk me-nerima terang kemuliaan-Nya, agar mereka dapat memancarkan terang itu kepada mereka yang berada dalam kegelapan dan dalam bayang maut. [KSZ1 292.1]

Suatu gambaran yang terang yang diingatkan oleh perkataan Kristus; tetapi di seberangnya terletak suatu bayangan yang gelap, yang hanya dapat dilihat oleh mata-Nya sendiri. “Tetapi akan datang waktunya,” kata Yesus, “Apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa.” Apabila mereka melihat Tuhan dikhianati dan disalibkan, murid-murid akan berduka dan berpuasa. Dalam perkataanNya yang terakhir di ruangan atas, Ia berkata: “Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku? Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia, akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita.” Yohanes 16:19, 20. [KSZ1 292.2]

Pada saat Ia keluar dari dalam kubur, dukacita mereka akan berubah menjadi sukacita. Setelah Ia naik, maka secara pribadi Ia tidak bersamasama dengan mereka itu lagi; tetapi melalui Penghibur, Ia akan tetap bersama-sama dengan mereka dan tidak patut lagi mereka berdukacita. Hal inilah yang dikehendaki Setan. Ia menghendaki mereka memberikan kepada dunia suatu kesan bahwa mereka telah ditipu dan dikecewakan; tetapi oleh percaya, mereka harus memandang pada Bait Suci yang di dalam surga, di mana Yesus sedang bekerja bagi mereka itu; mereka harus membuka hati mereka kepada Roh Kudus, wakil-Nya dan bersukacita di dalam terang hadirat-Nya. Tetapi walaupun demikian, hari-hari pencobaan dan ujian akan tiba, apabila mereka akan dibawa untuk berperang melawan penguasa-penguasa dunia ini dan pemimpin-pemimpin kerajaan kegelapan; serta apabila Kristus secara pribadi tidak dapat ber-sama-sama mereka, dan mereka gagal melihat Penghibur itu, maka ada baiknya bagi mereka untuk berpuasa. [KSZ1 292.3]

Orang Farisi mencoba meninggikan diri mereka dengan perbaktian secara bentuk, tetapi hati mereka dipenuhi dengan perasaan cemburu dan perbantahan. “Pandanglah” kata Kitab Suci, “sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena. Dengan caramu berpuasa seperti sekarang ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi. Sungguh-sungguh inikah berpuasa yang Kukehendaki, dan mengadakan hari merendahkan diri, jika engkau menundukkan kepala seperti gelagah dan membentangkan kain karung dan abu sebagai lapik tidur? Sungguh-sungguh itukah yang kau sebutkan berpuasa, mengadakan hari yang berkenan pada Tuhan?” Yesaya 58:4, 5. [KSZ1 293.1]

Puasa yang benar bukanlah hanya mengikuti acara yang biasa. Kitab Suci menerangkan bahwa puasa yang telah dipilih Allah,— “membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk... apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kau inginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas.” Yesaya 58:6, 10. Di sinilah letaknya roh dan sifat pekerjaan Kristus. Seluruh kehidupan-Nya dikorbankan untuk menyelamatkan dunia. Baik di saat berpuasa di padang pencobaan, atau ketika makan sehidangan dengan pemungut-pemungut cukai pada pesta Matius, Ia memberikan kehidupan-Nya untuk menebus yang hilang. Bukan dalam dukacita yang malas atau di dalam pengorbanan badani dan di hadapan orang banyak, roh penyerahan yang benar itu dinyatakan, tetapi haruslah ditunjukkan di dalam penyerahan diri, di dalam kerelaan hati untuk melayani Allah dan sesama manusia. [KSZ1 293.2]