26 Desember 2026 · Hari 7
Hari 7: Pasal 28 - MATIUS — LEWI
Halaman 295-297 | Pasal 28, Paragraf 35-39 | KSZ1 295.3-KSZ1 297.1
Ayat Inti
Matius 9:9
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 25 membaca Bab 28: Matius-Lewi. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 295.3 Hal inilah yang membawa kebinasaan bangsa Yahudi, dan hal ini pu-lalah yang akan membawa kebinasaan banyak jiwa pada zaman kita sekarang ini. Beribu-ribu orang melakukan kesalahan yang sama seperti orang Farisi yang telah ditegur oleh Kristus pada pesta Matius itu. Daripada membuang beberapa pendapat yang dipelihara atau menyingkirkan beberapa pikiran terhadap berhala, banyak yang menolak kebenaran yang datang dari Bapa terang. Mereka menaruh percaya pada diri mereka sendiri, dan bergantung pada kepandaian mereka sendiri serta tidak mau menyadari kekurangan kerohanian mereka. Mereka bertahan dengan suatu pendapat bahwa merekalah yang dapat diselamatkan dengan melakukan beberapa pekerjaan yang penting. Apabila mereka melihat bahwa tidak ada jalan untuk mengikutsertakan diri dalam pekerjaan itu, mereka menolak akan keselamatan yang telah disediakan.
KSZ1 296.1 Agama legal isme tidak pernah akan membawa jiwa kepada Kristus, karena tidak mempunyai kasih dan tidak mempunyai Kristus. Berpuasa atau berdoa yang didorong oleh roh mementingkan diri sendiri menjadi suatu kebencian pada pemandangan Allah. Perkumpulan perbaktian yang tekun, ucapan-ucapan agama bersama, kerendahan hati secara lahir, korban yang mengesankan, itu semua menyatakan bahwa orang yang berbuat perkara-perkara itu menganggap dirinya sebagai seorang yang suci dan berhak masuk dalam kerajaan surga, tetapi semuanya itu adalah suatu penipuan belaka. Perbuatan kita sendiri tidak dapat membeli keselamatan dalam bentuk apa pun.
KSZ1 296.2 Sebagaimana pada zaman Kristus, begitu pula pada zaman ini, orangorang Farisi tidak mengetahui kekurangan kerohanian mereka. Kepada mereka itu datanglah pekabaran ini, “Karena engkau berkata. Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin. buta dan telanjang, maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat. Wahyu 3: I7, 18.
KSZ1 296.3 Iman dan kasih adalah emas yang telah diuji di dalam api. Tetapi bagi kebanyakan orang, emas itu telah pudar dan harta yang mewah itu telah hilang. Kebenaran Kristus bagi mereka itu bagaikan suatu jubah yang tidak dapat dipakai, suatu sumber air yang tidak dapat dijamah. Bagi mereka itu dikatakan “Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.” Wahyu 2:4, 5.
KSZ1 297.1 “Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.” Mazmur 51:17. Seorang harus mengosongkan dirinya sebelum ia dapat menjadi seorang pengikut Kristus dalam arti yang sepenuhnya. Apabila diri itu disingkirkan, maka Tuhan dapat menjadikan seseorang suatu ciptaan yang baru. Kantong yang baru dapatlah diisi dengan air anggur yang baru pula. Kasih Kristus akan memberikan pada orang percaya itu suatu kehidupan yang baru. Di dalam diri orang yang memandang kepada sumber dan penyempurnaan dari iman kita, tabiat Kristus akan nyata.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
26 Desember 2026 | Hari 7
Hari 7: Pasal 28 - MATIUS — LEWI
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 28 - MATIUS — LEWI
Halaman 295-297 | Pasal 28, Paragraf 35-39 | KSZ1 295.3-KSZ1 297.1
Ayat Inti:
Matius 9:9
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 25 membaca Bab 28: Matius-Lewi. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-25-hari-7-2026-12-26
Teks Lengkap:
Hal inilah yang membawa kebinasaan bangsa Yahudi, dan hal ini pu-lalah yang akan membawa kebinasaan banyak jiwa pada zaman kita sekarang ini. Beribu-ribu orang melakukan kesalahan yang sama seperti orang Farisi yang telah ditegur oleh Kristus pada pesta Matius itu. Daripada membuang beberapa pendapat yang dipelihara atau menyingkirkan beberapa pikiran terhadap berhala, banyak yang menolak kebenaran yang datang dari Bapa terang. Mereka menaruh percaya pada diri mereka sendiri, dan bergantung pada kepandaian mereka sendiri serta tidak mau menyadari kekurangan kerohanian mereka. Mereka bertahan dengan suatu pendapat bahwa merekalah yang dapat diselamatkan dengan melakukan beberapa pekerjaan yang penting. Apabila mereka melihat bahwa tidak ada jalan untuk mengikutsertakan diri dalam pekerjaan itu, mereka menolak akan keselamatan yang telah disediakan. [KSZ1 295.3]
Agama legal isme tidak pernah akan membawa jiwa kepada Kristus, karena tidak mempunyai kasih dan tidak mempunyai Kristus. Berpuasa atau berdoa yang didorong oleh roh mementingkan diri sendiri menjadi suatu kebencian pada pemandangan Allah. Perkumpulan perbaktian yang tekun, ucapan-ucapan agama bersama, kerendahan hati secara lahir, korban yang mengesankan, itu semua menyatakan bahwa orang yang berbuat perkara-perkara itu menganggap dirinya sebagai seorang yang suci dan berhak masuk dalam kerajaan surga, tetapi semuanya itu adalah suatu penipuan belaka. Perbuatan kita sendiri tidak dapat membeli keselamatan dalam bentuk apa pun. [KSZ1 296.1]
Sebagaimana pada zaman Kristus, begitu pula pada zaman ini, orangorang Farisi tidak mengetahui kekurangan kerohanian mereka. Kepada mereka itu datanglah pekabaran ini, “Karena engkau berkata. Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin. buta dan telanjang, maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat. Wahyu 3: I7, 18. [KSZ1 296.2]
Iman dan kasih adalah emas yang telah diuji di dalam api. Tetapi bagi kebanyakan orang, emas itu telah pudar dan harta yang mewah itu telah hilang. Kebenaran Kristus bagi mereka itu bagaikan suatu jubah yang tidak dapat dipakai, suatu sumber air yang tidak dapat dijamah. Bagi mereka itu dikatakan “Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.” Wahyu 2:4, 5. [KSZ1 296.3]
“Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.” Mazmur 51:17. Seorang harus mengosongkan dirinya sebelum ia dapat menjadi seorang pengikut Kristus dalam arti yang sepenuhnya. Apabila diri itu disingkirkan, maka Tuhan dapat menjadikan seseorang suatu ciptaan yang baru. Kantong yang baru dapatlah diisi dengan air anggur yang baru pula. Kasih Kristus akan memberikan pada orang percaya itu suatu kehidupan yang baru. Di dalam diri orang yang memandang kepada sumber dan penyempurnaan dari iman kita, tabiat Kristus akan nyata. [KSZ1 297.1]