Hari 1: Pasal 30 - “IA MENETAPKAN DUA BELAS ORANG”
3 Januari 2027 · Hari 1

Hari 1: Pasal 30 - “IA MENETAPKAN DUA BELAS ORANG”

Halaman 308-309 | Pasal 30, Paragraf 1-5 | KSZ1 308.1-KSZ1 309.2

Ayat Inti

Markus 3:14

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 27 membaca Bab 30: Ia Menetapkan Dua Belas Orang. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 308.1 “KEMUDIAN naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggi1 orang-orang J^yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya. Ia me-netapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil.”

KSZ1 308.2 Di bawah naungan pohon yang rindang di atas bukit, tetapi agak jauh dari Danau Galilea, di sanalah dua belas orang itu dipanggil untuk meng-ajar orang, dan khotbah di atas bukit diberikan. Ladang-ladang dan bukit-bukit adalah tempat yang disukai Yesus, dan banyak dari pengajaranNya diberikan di bawah langit terbuka, ketimbang di dalam Bait Suci atau rumah-rumah ibadah. Tidak ada rumah ibadah yang dapat memuat orang banyak yang mengikuti Dia; tetapi bukanlah karena alasan itu Ia memilih ladang-ladang dan kebun-kebun tempat untuk mengajar. Yesus menyukai pemandangan alam. Bagi-Nya setiap tempat indah dan tenang adalah sebuah bait suci.

KSZ1 308.3 Adalah di bawah pohon-pohon di Taman Eden yang telah dipilih oleh penghuni yang pertama di dunia ini sebagai bait suci mereka. Di sana Kristus telah bersekutu dengan apa dari umat manusia. Setelah dikeluarkan dari Firdaus, orang tua kita yang pertama itu masih berbakti di ladang-ladang dan kebun-kebun, dan di sana Kristus yang berbicara dengan mereka oleh Injil kemurahan-Nya. Adalah Kristus yang berbicara dengan Abraham di bawah pohon jati di Mamre; dengan Ishak yang pergi berdoa di ladang-ladang pada petang hari; dengan Yakub pada kaki bukit di Betel; dengan Musa di antara gunung-gunung di padang Midian; dan dengan si pemuda Daud sementara menggembalakan dombanya. Adalah menurut petunjuk Yesus maka selama lima belas abad orang Ibrani telah meninggalkan rumah mereka satu minggu dalam setahun dan akan tinggal di dalam kemah yang dibuat dari cabang yang hijau “dari pohon-pohon yang elok, pelepah-pelepah pohon-pohon kurma, rantingranting dari pohon-pohon yang rimbun dan dari pohon-pohon gandarusa.” Imamat 23:40.

KSZ1 309.1 Di dalam melatih murid-murid-Nya, Yesus telah memilih mengun-durkan diri dari kota ke tempat yang tenang di ladang-ladang dan bukit-bukit supaya lebih berpadanan dengan pelajaran penyangkalan diri sendiri yang Ia ingin ajarkan kepada mereka. Dan selama pekerjaan-Nya Ia senang mengumpulkan orang banyak bersama-Nya di bawah langit yang biru, di kaki bukit, atau di tepi danau. Di sini, dikelilingi oleh pekerjaan kejadian-Nya, Ia dapat mengembalikan pikiran pendengar-pendengar-Nya dari hal yang semu kepada alam yang sebenarnya. Di dalam pertumbuhan dan perkembangan alam dinyatakan prinsip-prinsip dari kerajaan-Nya. Sebagaimana manusia harus memandang ke gunung-gunung Tuhan, dan melihat akan keajaiban perbuatan tangan-Nya, mereka dapat mengambil pelajaran yang tidak ternilai dari kebenaran Ilahi. Pengajaran Kristus dapat diulangi kepada mereka di dalam perumpamaan alam. Demikian pula dengan semua mereka yang pergi ke ladangladang dengan Yesus di dalam hati mereka. Mereka akan merasa dikelilingi oleh pengaruh yang suci. Benda-benda di dalam alam mewarnai perumpamaan Tuhan kita, dan mengulangi nasihat-Nya. Oleh berhubungan dengan Allah di dalam alam, pikiran akan terangkat, dan hati pun teduh.

KSZ1 309.2 Langkah pertama kini akan diambil dalam organisasi jemaat yang sesudah Kristus pergi jemaat itu adalah wakil-Nya di dunia ini. Bukannya bangunan gereja yang mahal yang disuruh mereka perbuat, tetapi Penebus memimpin murid-murid-Nya kepada tempat yang disu-kaiNya, dan di dalam pikiran mereka pengalaman yang suci pada hari itu disatukan bersama-sama dengan keindahan gunung, lembah dan laut.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

3 Januari 2027 | Hari 1
Hari 1: Pasal 30 - “IA MENETAPKAN DUA BELAS ORANG”

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 30 - “IA MENETAPKAN DUA BELAS ORANG”
Halaman 308-309 | Pasal 30, Paragraf 1-5 | KSZ1 308.1-KSZ1 309.2

Ayat Inti:
Markus 3:14
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 27 membaca Bab 30: Ia Menetapkan Dua Belas Orang. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-27-hari-1-2027-01-03

Teks Lengkap:

“KEMUDIAN naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggi1 orang-orang J^yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya. Ia me-netapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil.” [KSZ1 308.1]

Di bawah naungan pohon yang rindang di atas bukit, tetapi agak jauh dari Danau Galilea, di sanalah dua belas orang itu dipanggil untuk meng-ajar orang, dan khotbah di atas bukit diberikan. Ladang-ladang dan bukit-bukit adalah tempat yang disukai Yesus, dan banyak dari pengajaranNya diberikan di bawah langit terbuka, ketimbang di dalam Bait Suci atau rumah-rumah ibadah. Tidak ada rumah ibadah yang dapat memuat orang banyak yang mengikuti Dia; tetapi bukanlah karena alasan itu Ia memilih ladang-ladang dan kebun-kebun tempat untuk mengajar. Yesus menyukai pemandangan alam. Bagi-Nya setiap tempat indah dan tenang adalah sebuah bait suci. [KSZ1 308.2]

Adalah di bawah pohon-pohon di Taman Eden yang telah dipilih oleh penghuni yang pertama di dunia ini sebagai bait suci mereka. Di sana Kristus telah bersekutu dengan apa dari umat manusia. Setelah dikeluarkan dari Firdaus, orang tua kita yang pertama itu masih berbakti di ladang-ladang dan kebun-kebun, dan di sana Kristus yang berbicara dengan mereka oleh Injil kemurahan-Nya. Adalah Kristus yang berbicara dengan Abraham di bawah pohon jati di Mamre; dengan Ishak yang pergi berdoa di ladang-ladang pada petang hari; dengan Yakub pada kaki bukit di Betel; dengan Musa di antara gunung-gunung di padang Midian; dan dengan si pemuda Daud sementara menggembalakan dombanya. Adalah menurut petunjuk Yesus maka selama lima belas abad orang Ibrani telah meninggalkan rumah mereka satu minggu dalam setahun dan akan tinggal di dalam kemah yang dibuat dari cabang yang hijau “dari pohon-pohon yang elok, pelepah-pelepah pohon-pohon kurma, rantingranting dari pohon-pohon yang rimbun dan dari pohon-pohon gandarusa.” Imamat 23:40. [KSZ1 308.3]

Di dalam melatih murid-murid-Nya, Yesus telah memilih mengun-durkan diri dari kota ke tempat yang tenang di ladang-ladang dan bukit-bukit supaya lebih berpadanan dengan pelajaran penyangkalan diri sendiri yang Ia ingin ajarkan kepada mereka. Dan selama pekerjaan-Nya Ia senang mengumpulkan orang banyak bersama-Nya di bawah langit yang biru, di kaki bukit, atau di tepi danau. Di sini, dikelilingi oleh pekerjaan kejadian-Nya, Ia dapat mengembalikan pikiran pendengar-pendengar-Nya dari hal yang semu kepada alam yang sebenarnya. Di dalam pertumbuhan dan perkembangan alam dinyatakan prinsip-prinsip dari kerajaan-Nya. Sebagaimana manusia harus memandang ke gunung-gunung Tuhan, dan melihat akan keajaiban perbuatan tangan-Nya, mereka dapat mengambil pelajaran yang tidak ternilai dari kebenaran Ilahi. Pengajaran Kristus dapat diulangi kepada mereka di dalam perumpamaan alam. Demikian pula dengan semua mereka yang pergi ke ladangladang dengan Yesus di dalam hati mereka. Mereka akan merasa dikelilingi oleh pengaruh yang suci. Benda-benda di dalam alam mewarnai perumpamaan Tuhan kita, dan mengulangi nasihat-Nya. Oleh berhubungan dengan Allah di dalam alam, pikiran akan terangkat, dan hati pun teduh. [KSZ1 309.1]

Langkah pertama kini akan diambil dalam organisasi jemaat yang sesudah Kristus pergi jemaat itu adalah wakil-Nya di dunia ini. Bukannya bangunan gereja yang mahal yang disuruh mereka perbuat, tetapi Penebus memimpin murid-murid-Nya kepada tempat yang disu-kaiNya, dan di dalam pikiran mereka pengalaman yang suci pada hari itu disatukan bersama-sama dengan keindahan gunung, lembah dan laut. [KSZ1 309.2]