Hari 4: Pasal 31 - KHOTBAH DI ATAS BUKIT
13 Januari 2027 · Hari 4

Hari 4: Pasal 31 - KHOTBAH DI ATAS BUKIT

Halaman 326-328 | Pasal 31, Paragraf 28-35 | KSZ1 326.3-KSZ1 328.3

Ayat Inti

Matius 5:3

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 28 membaca Bab 31: Khotbah di Atas Bukit. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 326.3 Orang Farisi menyombongkan diri mereka sendiri atas penurutan kepada hukum; tetapi mereka hanya mengetahui sedikit tentang asasasasnya melalui perbuatan setiap hari sehingga perkataan Kristus kede-ngaran bertentangan dengan yang asli. Meskipun Ia mengikis omong kosong yang telah menutupi kebenaran, mereka pikir Ia membuang kebe-naran itu sendiri. Mereka berbisik satu sama lain bahwa Ia meremehkan hukum itu. Ia membaca pikiran mereka dan menjawab kepada mereka, sambil berkata:

KSZ1 327.1 “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakan-nya, melainkan untuk menggenapinya.” Di sini Ia membantah tuduhan orang-orang Farisi itu. Tugas-Nya ke dunia ini ialah membenarkan tun-tutan yang suci dari hukum itu yang mereka tuduh Dia sedang merom-baknya. Jika sekiranya hukum Allah boleh diubahkan atau dihilangkan, maka Kristus tidak perlu menanggung kesengsaraan akibat pendurhakaan kita. Ia datang untuk menerangkan hubungan antara hukum kepada manusia, dan untuk menerangkan ajaran-Nya melalui hidup penurutanNya.

KSZ1 327.2 Allah telah memberikan kepada kita ajaran-ajaran-Nya yang kudus, sebab Ia mengasihi umat manusia. Untuk melindungi kita dari akibat pe-langgaran, Ia menunjukkan prinsip-prinsip kebenaran. Hukum itu adalah satu pernyataan pikiran Allah; apabila diterima di dalam Kristus, maka itu menjadi pikiran kita. Ajaran itu mengangkat kita di atas keinginan alami dan kecenderungannya, di atas pencobaan yang menuntun kepada dosa. Allah rindu agar kita berbahagia, dan Ia memberikan syarat hukum itu agar dengan menurutnya kita beroleh kesenangan. Waktu kelahiranNya malaikat-malaikat menyanyi:

KSZ1 327.3 “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya,” (Lukas 2:14), telah dinyatakan-Nya prinsip-prinsip hukum sehingga Ia datang untuk mengagungkan dan memuliakannya.

KSZ1 327.4 Waktu hukum itu diumumkan dari Gunung Sinai. Allah memberitahu-kan kepada manusia kesucian tabiat-Nya agar oleh membandingkannya mereka dapat melihat dosa mereka sendiri. Hukum itu telah diberikan untuk meyakinkan mereka dari dosa, dan menyatakan perlunya Jurusela-mat bagi mereka. Ini terlaksana apabila asas-asas itu telah ditetapkan ke dalam hati oleh Roh Kudus. Pekerjaan ini masih tetap berlaku. Di dalam kehidupan Kristus prinsip-prinsip hukum itu telah nyata dengan jelas; dan sementara Roh Kudus menjamah hati, sementara terang Kristus menyatakan kepada manusia perlunya mereka akan darah-Nya yang menyucikan dan pembenaran oleh kebenaran-Nya, hukum itu masih tetap merupakan alat yang membawa kita kepada Kristus, sehingga kita dapat dibenarkan oleh iman. “Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa.” Mazmur 19:8.

KSZ1 328.1 “Selama belum lenyap langit dan bumi ini,” kata Yesus, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.” Matahari bercahaya di langit, dunia yang teguh yang engkau diami, adalah saksi-saksi Allah bahwa hukum-Nya tidak berubah, dan kekal. Walaupun mereka itu lenyap, perintah Ilahi itu akan tetap berdiri. “Lebih mudah langit dan bumi lenyap daripada satu titik dari hukum Taurat batal.” Lukas 16:17. Upacara-upacara yang menunjuk kepada Ye-sus sebagai Anak Domba Allah dihapuskan ketika kematian-Nya; tetapi ajaran Sepuluh Hukum adalah kekal sebagaimana takhta Allah kekal adanya.

KSZ1 328.2 Karena “hukum Allah itu sempurna adanya,” setiap perubahan dari padanya adalah jahat, orang-orang yang tidak menurut hukum M’ah. dan mengajar orang berbuat yang sama, dihukum oleh Kristus. Kenidupan penurutan Juruselamat memenuhi tuntutan hukum; hal ini membuktikan bahwa hukum itu dapat dilakukan di dalam kehidupan manusia dan menunjukkan keluhuran tabiat sehingga penurutan dipertumbuhkan. Barangsiapa yang menurut sama seperti penurutan-Nya menyatakan bahwa hukum itu “kudus, benar dan baik.” Roma 7:12. Sebaliknya, barangsiapa yang melanggar hukum Allah berarti membantu pernyataan Setan bahwa hukum itu tidak adil, dan tidak dapat diturut. Dengan demikian mereka menguatkan penipuan pembohong besar itu dan melemparkan hinaan atas Allah. Mereka itu adalah anak-anak si jahat, yang pertama-tama melawan hukum Allah. Memperkenankan mereka masuk surga berarti membawa masuk unsur perpecahan dan pemberontakan, dan membahayakan kesejahteraan semesta alam. Tidak seorang pun yang akan masuk kerajaan itu yang sengaja melanggar salah satu asas hukum Allah.

KSZ1 328.3 Rabi-rabi menganggap kebenaran mereka sebagai surat izin masuk ke surga; tetapi Yesus mengatakan bahwa itu tidak cukup dan tidak ada arti-nya. Upacara secara lahir dan pengetahuan teoritis akan kebenaran adalah undang-undang kebenaran orang Farisi. Rabi-rabi mengaku suci oleh usaha mereka menurut hukum; tetapi perbuatan mereka telah menceraikan kebenaran dari agama. Sedang mereka amat cermat di dalam mengadakan upacara-upacara kehidupan mereka tidak senonoh dan hina. Apa yang disebut kebenaran mereka tidak dapat membawa masuk ke dalam kerajaan surga.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

13 Januari 2027 | Hari 4
Hari 4: Pasal 31 - KHOTBAH DI ATAS BUKIT

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 31 - KHOTBAH DI ATAS BUKIT
Halaman 326-328 | Pasal 31, Paragraf 28-35 | KSZ1 326.3-KSZ1 328.3

Ayat Inti:
Matius 5:3
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 28 membaca Bab 31: Khotbah di Atas Bukit. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-28-hari-4-2027-01-13

Teks Lengkap:

Orang Farisi menyombongkan diri mereka sendiri atas penurutan kepada hukum; tetapi mereka hanya mengetahui sedikit tentang asasasasnya melalui perbuatan setiap hari sehingga perkataan Kristus kede-ngaran bertentangan dengan yang asli. Meskipun Ia mengikis omong kosong yang telah menutupi kebenaran, mereka pikir Ia membuang kebe-naran itu sendiri. Mereka berbisik satu sama lain bahwa Ia meremehkan hukum itu. Ia membaca pikiran mereka dan menjawab kepada mereka, sambil berkata: [KSZ1 326.3]

“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakan-nya, melainkan untuk menggenapinya.” Di sini Ia membantah tuduhan orang-orang Farisi itu. Tugas-Nya ke dunia ini ialah membenarkan tun-tutan yang suci dari hukum itu yang mereka tuduh Dia sedang merom-baknya. Jika sekiranya hukum Allah boleh diubahkan atau dihilangkan, maka Kristus tidak perlu menanggung kesengsaraan akibat pendurhakaan kita. Ia datang untuk menerangkan hubungan antara hukum kepada manusia, dan untuk menerangkan ajaran-Nya melalui hidup penurutanNya. [KSZ1 327.1]

Allah telah memberikan kepada kita ajaran-ajaran-Nya yang kudus, sebab Ia mengasihi umat manusia. Untuk melindungi kita dari akibat pe-langgaran, Ia menunjukkan prinsip-prinsip kebenaran. Hukum itu adalah satu pernyataan pikiran Allah; apabila diterima di dalam Kristus, maka itu menjadi pikiran kita. Ajaran itu mengangkat kita di atas keinginan alami dan kecenderungannya, di atas pencobaan yang menuntun kepada dosa. Allah rindu agar kita berbahagia, dan Ia memberikan syarat hukum itu agar dengan menurutnya kita beroleh kesenangan. Waktu kelahiranNya malaikat-malaikat menyanyi: [KSZ1 327.2]

“Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya,” (Lukas 2:14), telah dinyatakan-Nya prinsip-prinsip hukum sehingga Ia datang untuk mengagungkan dan memuliakannya. [KSZ1 327.3]

Waktu hukum itu diumumkan dari Gunung Sinai. Allah memberitahu-kan kepada manusia kesucian tabiat-Nya agar oleh membandingkannya mereka dapat melihat dosa mereka sendiri. Hukum itu telah diberikan untuk meyakinkan mereka dari dosa, dan menyatakan perlunya Jurusela-mat bagi mereka. Ini terlaksana apabila asas-asas itu telah ditetapkan ke dalam hati oleh Roh Kudus. Pekerjaan ini masih tetap berlaku. Di dalam kehidupan Kristus prinsip-prinsip hukum itu telah nyata dengan jelas; dan sementara Roh Kudus menjamah hati, sementara terang Kristus menyatakan kepada manusia perlunya mereka akan darah-Nya yang menyucikan dan pembenaran oleh kebenaran-Nya, hukum itu masih tetap merupakan alat yang membawa kita kepada Kristus, sehingga kita dapat dibenarkan oleh iman. “Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa.” Mazmur 19:8. [KSZ1 327.4]

“Selama belum lenyap langit dan bumi ini,” kata Yesus, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.” Matahari bercahaya di langit, dunia yang teguh yang engkau diami, adalah saksi-saksi Allah bahwa hukum-Nya tidak berubah, dan kekal. Walaupun mereka itu lenyap, perintah Ilahi itu akan tetap berdiri. “Lebih mudah langit dan bumi lenyap daripada satu titik dari hukum Taurat batal.” Lukas 16:17. Upacara-upacara yang menunjuk kepada Ye-sus sebagai Anak Domba Allah dihapuskan ketika kematian-Nya; tetapi ajaran Sepuluh Hukum adalah kekal sebagaimana takhta Allah kekal adanya. [KSZ1 328.1]

Karena “hukum Allah itu sempurna adanya,” setiap perubahan dari padanya adalah jahat, orang-orang yang tidak menurut hukum M’ah. dan mengajar orang berbuat yang sama, dihukum oleh Kristus. Kenidupan penurutan Juruselamat memenuhi tuntutan hukum; hal ini membuktikan bahwa hukum itu dapat dilakukan di dalam kehidupan manusia dan menunjukkan keluhuran tabiat sehingga penurutan dipertumbuhkan. Barangsiapa yang menurut sama seperti penurutan-Nya menyatakan bahwa hukum itu “kudus, benar dan baik.” Roma 7:12. Sebaliknya, barangsiapa yang melanggar hukum Allah berarti membantu pernyataan Setan bahwa hukum itu tidak adil, dan tidak dapat diturut. Dengan demikian mereka menguatkan penipuan pembohong besar itu dan melemparkan hinaan atas Allah. Mereka itu adalah anak-anak si jahat, yang pertama-tama melawan hukum Allah. Memperkenankan mereka masuk surga berarti membawa masuk unsur perpecahan dan pemberontakan, dan membahayakan kesejahteraan semesta alam. Tidak seorang pun yang akan masuk kerajaan itu yang sengaja melanggar salah satu asas hukum Allah. [KSZ1 328.2]

Rabi-rabi menganggap kebenaran mereka sebagai surat izin masuk ke surga; tetapi Yesus mengatakan bahwa itu tidak cukup dan tidak ada arti-nya. Upacara secara lahir dan pengetahuan teoritis akan kebenaran adalah undang-undang kebenaran orang Farisi. Rabi-rabi mengaku suci oleh usaha mereka menurut hukum; tetapi perbuatan mereka telah menceraikan kebenaran dari agama. Sedang mereka amat cermat di dalam mengadakan upacara-upacara kehidupan mereka tidak senonoh dan hina. Apa yang disebut kebenaran mereka tidak dapat membawa masuk ke dalam kerajaan surga. [KSZ1 328.3]