Hari 6: Pasal 31 - KHOTBAH DI ATAS BUKIT
15 Januari 2027 · Hari 6

Hari 6: Pasal 31 - KHOTBAH DI ATAS BUKIT

Halaman 331-333 | Pasal 31, Paragraf 44-51 | KSZ1 331.3-KSZ1 333.3

Ayat Inti

Matius 5:3

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 28 membaca Bab 31: Khotbah di Atas Bukit. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 331.3 Cita-cita Allah bagi anak-anak-Nya ialah lebih tinggi daripada apa yang dapat dicapai oleh pikiran manusia. “Haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna.” Perintah ini adalah suatu perjanjian. Rencana keselamatan bermaksud untuk melepaskan kita sepenuhnya dari kuasa Setan. Kristus selalu memisahkan jiwa yang bertobat dari dosa. Ia datang untuk memusnahkan pekerjaan si jahat, dan Ia telah mengadakan ikhtiar agar Roh Kudus dicurahkan kepada tiap-tiap jiwa yang bertobat, untuk memelihara dia dari dosa.

KSZ1 331.4 Agen-agen Setan janganlah dianggap sebagai maaf untuk suatu per-buatan yang salah. Setan sangat gembira apabila didengarnya orangorang yang mengaku pengikut Kristus mengadakan maaf untuk tabiat mereka yang bercela. Maaf inilah yang membawa ke dalam dosa. Tidak ada maaf untuk berdosa. Perangai yang suci, hidup seperti Kristus, dapat dicapai oleh setiap anak Allah yang bertobat dan percaya.

KSZ1 332.1 Bercita-cita menjadi seperti Kristus adalah patut menjadi sifat orang Kristen. Sebagaimana Anak manusia sempurna di dalam hidup-Nya, de-mikian pula pengikut-pengikut-Nya sempurna di dalam hidup mereka. Yesus di dalam segala sesuatu dijadikan sama dengan saudara-saudara-Nya. Ia menjadi daging, sama seperti kita. Ia iapar, haus dan letih. Ia dito-pang oleh makanan dan tidur yang segar. Ia turut merasai perasaan ma-nusia; walaupun demikian Dia adalah Anak Allah yang tiada bercacat cela. Ia adalah Allah di dalam daging. Tabiat-Nya harus menjadi milik kita. Tuhan berkata kepada mereka yang percaya kepada-Nya. “Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umatKu.” 2 Korintus 6:16.

KSZ1 332.2 Kristus adalah anak tangga yang dilihat oleh Yakub, alasnya di bumi ini, dan ujungnya sampai di pintu surga, di ambang pintu kemuliaan. Jikalau tangga itu telah gagal oleh satu langkah mencapai bumi ini, sudah pasti kita hilang. Tetapi Kristus telah mendapatkan kita di mana kita berada. Ia telah mengambil sifat kita dan telah menang, agar kita oleh mengambil sifat-Nya dapat menang; Terbuat “serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa” (Roma 8:3), Ia hidup tanpa dosa. Sekarang oleh Keilahian-Nya Ia berpegang pada takhta surga, sedangkan dengan kemanusiaan-Nya Ia datang kepada kita. Ia mengundang kita melalui iman di dalam Dia untuk memperoleh kemuliaan sifat Allah. Dengan demikian kita harus sempurna, sebagaimana “Bapamu yang di surga adalah sempurna.”

KSZ1 332.3 Yesus telah menunjukkan apa kebenaran itu, dan menunjuk kepada Allah sebagai sumbernya. Sekarang Ia berpaling kepada pelaksanaan tanggung jawab itu. Di dalam memberi sedekah, di dalam doa. di dalam puasa, Ia berkata: janganlah dilakukan semata-mata untuk menarik per-hatian atau untuk memuliakan diri sendiri. Berilah dengan tulus hati, un-tuk memenuhi penderitaan orang yang miskin. Di dalam doa, biarlah jiwa itu berhubungan dengan Allah. Di dalam berpuasa, jangan lakukan dengan kepala tertunduk, dan hati dipenuhi dengan pikiran akan diri sendiri. Hati orang Farisi tandus dan merupakan tanah yang kering, tempat bibit-bibit Ilahi itu tidak dapat bertumbuh. Orang yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah dengan tidak terbatas akan memberikan pelayanan yang layak kepada-Nya. Karena melalui persahabatan dengan Allah manusia menjadi teman sekerja dengan Dia di dalam menyatakan sifat-Nya di dalam kemanusiaan.

KSZ1 333.1 Pelayanan yang dibaktikan dengan sungguh sungguh hati besar upah-nya. “Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya ke-padamu.” Oleh hidup yang kita terima dengan kemurahan Kristus, tabiat dibentuk. Keindahan yang sejati itu mulai dipulihkan ke dalam jiwa. Sifat-sifat tabiat Kristus diberikan, dan peta Allah mulai bersinar. Wajah pria dan wanita yang berjalan dan bekerja sama dengan Allah menyatakan damai surga. Mereka dikelilingi oleh suasana surga. Bagi jiwa-jiwa ini kerajaan Allah telah dimulai. Mereka telah memiliki kegembiraan Kristus, kegembiraan yang menjadi berkat bagi sesama manusia. Mereka memiliki* kehormatan karena menerima Kristus dalam pekerjaan-Nya; mereka dipercaya melakukan pekerjaan-Nya di dalam nama-Nya.

KSZ1 333.2 “Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan.” Kita tidak dapat melayani Allah dengan hati yang terbagi-bagi. Agama Alkitab itu bukanlah satu di antara banyak pengaruh yang lain; pengaruhnya itulah yang tertinggi, memenuhi dan menguasai sekaliannya. Bukanlah pula seperti percikan cat di sana-sini di atas kain, tetapi ia memenuhi segenap hidup, seakan-akan kain layar itu dicelupkan ke dalam cat, sampai setiap benang telah tercelup baik, menjadi warna yang indah.

KSZ1 333.3 “Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu.” Kesucian dan keteguhan hati adalah syaratsyarat menerima terang dari Allah. Orang yang ingin mengetahui kebe-naran harus mau menerima segala sesuatu yang dinyatakan di dalamnya. Ia tidak dapat berkompromi dengan kesalahan. Jika tidak tetap dan hanya setengah-setengah hati di dalam kepatuhan kepada kebenaran berarti me-milih kegelapan dosa dan penipuan Setan.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

15 Januari 2027 | Hari 6
Hari 6: Pasal 31 - KHOTBAH DI ATAS BUKIT

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 31 - KHOTBAH DI ATAS BUKIT
Halaman 331-333 | Pasal 31, Paragraf 44-51 | KSZ1 331.3-KSZ1 333.3

Ayat Inti:
Matius 5:3
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 28 membaca Bab 31: Khotbah di Atas Bukit. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-28-hari-6-2027-01-15

Teks Lengkap:

Cita-cita Allah bagi anak-anak-Nya ialah lebih tinggi daripada apa yang dapat dicapai oleh pikiran manusia. “Haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna.” Perintah ini adalah suatu perjanjian. Rencana keselamatan bermaksud untuk melepaskan kita sepenuhnya dari kuasa Setan. Kristus selalu memisahkan jiwa yang bertobat dari dosa. Ia datang untuk memusnahkan pekerjaan si jahat, dan Ia telah mengadakan ikhtiar agar Roh Kudus dicurahkan kepada tiap-tiap jiwa yang bertobat, untuk memelihara dia dari dosa. [KSZ1 331.3]

Agen-agen Setan janganlah dianggap sebagai maaf untuk suatu per-buatan yang salah. Setan sangat gembira apabila didengarnya orangorang yang mengaku pengikut Kristus mengadakan maaf untuk tabiat mereka yang bercela. Maaf inilah yang membawa ke dalam dosa. Tidak ada maaf untuk berdosa. Perangai yang suci, hidup seperti Kristus, dapat dicapai oleh setiap anak Allah yang bertobat dan percaya. [KSZ1 331.4]

Bercita-cita menjadi seperti Kristus adalah patut menjadi sifat orang Kristen. Sebagaimana Anak manusia sempurna di dalam hidup-Nya, de-mikian pula pengikut-pengikut-Nya sempurna di dalam hidup mereka. Yesus di dalam segala sesuatu dijadikan sama dengan saudara-saudara-Nya. Ia menjadi daging, sama seperti kita. Ia iapar, haus dan letih. Ia dito-pang oleh makanan dan tidur yang segar. Ia turut merasai perasaan ma-nusia; walaupun demikian Dia adalah Anak Allah yang tiada bercacat cela. Ia adalah Allah di dalam daging. Tabiat-Nya harus menjadi milik kita. Tuhan berkata kepada mereka yang percaya kepada-Nya. “Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umatKu.” 2 Korintus 6:16. [KSZ1 332.1]

Kristus adalah anak tangga yang dilihat oleh Yakub, alasnya di bumi ini, dan ujungnya sampai di pintu surga, di ambang pintu kemuliaan. Jikalau tangga itu telah gagal oleh satu langkah mencapai bumi ini, sudah pasti kita hilang. Tetapi Kristus telah mendapatkan kita di mana kita berada. Ia telah mengambil sifat kita dan telah menang, agar kita oleh mengambil sifat-Nya dapat menang; Terbuat “serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa” (Roma 8:3), Ia hidup tanpa dosa. Sekarang oleh Keilahian-Nya Ia berpegang pada takhta surga, sedangkan dengan kemanusiaan-Nya Ia datang kepada kita. Ia mengundang kita melalui iman di dalam Dia untuk memperoleh kemuliaan sifat Allah. Dengan demikian kita harus sempurna, sebagaimana “Bapamu yang di surga adalah sempurna.” [KSZ1 332.2]

Yesus telah menunjukkan apa kebenaran itu, dan menunjuk kepada Allah sebagai sumbernya. Sekarang Ia berpaling kepada pelaksanaan tanggung jawab itu. Di dalam memberi sedekah, di dalam doa. di dalam puasa, Ia berkata: janganlah dilakukan semata-mata untuk menarik per-hatian atau untuk memuliakan diri sendiri. Berilah dengan tulus hati, un-tuk memenuhi penderitaan orang yang miskin. Di dalam doa, biarlah jiwa itu berhubungan dengan Allah. Di dalam berpuasa, jangan lakukan dengan kepala tertunduk, dan hati dipenuhi dengan pikiran akan diri sendiri. Hati orang Farisi tandus dan merupakan tanah yang kering, tempat bibit-bibit Ilahi itu tidak dapat bertumbuh. Orang yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah dengan tidak terbatas akan memberikan pelayanan yang layak kepada-Nya. Karena melalui persahabatan dengan Allah manusia menjadi teman sekerja dengan Dia di dalam menyatakan sifat-Nya di dalam kemanusiaan. [KSZ1 332.3]

Pelayanan yang dibaktikan dengan sungguh sungguh hati besar upah-nya. “Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya ke-padamu.” Oleh hidup yang kita terima dengan kemurahan Kristus, tabiat dibentuk. Keindahan yang sejati itu mulai dipulihkan ke dalam jiwa. Sifat-sifat tabiat Kristus diberikan, dan peta Allah mulai bersinar. Wajah pria dan wanita yang berjalan dan bekerja sama dengan Allah menyatakan damai surga. Mereka dikelilingi oleh suasana surga. Bagi jiwa-jiwa ini kerajaan Allah telah dimulai. Mereka telah memiliki kegembiraan Kristus, kegembiraan yang menjadi berkat bagi sesama manusia. Mereka memiliki* kehormatan karena menerima Kristus dalam pekerjaan-Nya; mereka dipercaya melakukan pekerjaan-Nya di dalam nama-Nya. [KSZ1 333.1]

“Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan.” Kita tidak dapat melayani Allah dengan hati yang terbagi-bagi. Agama Alkitab itu bukanlah satu di antara banyak pengaruh yang lain; pengaruhnya itulah yang tertinggi, memenuhi dan menguasai sekaliannya. Bukanlah pula seperti percikan cat di sana-sini di atas kain, tetapi ia memenuhi segenap hidup, seakan-akan kain layar itu dicelupkan ke dalam cat, sampai setiap benang telah tercelup baik, menjadi warna yang indah. [KSZ1 333.2]

“Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu.” Kesucian dan keteguhan hati adalah syaratsyarat menerima terang dari Allah. Orang yang ingin mengetahui kebe-naran harus mau menerima segala sesuatu yang dinyatakan di dalamnya. Ia tidak dapat berkompromi dengan kesalahan. Jika tidak tetap dan hanya setengah-setengah hati di dalam kepatuhan kepada kebenaran berarti me-milih kegelapan dosa dan penipuan Setan. [KSZ1 333.3]