21 Juli 2026 · Hari 3
Hari 3: Pasal 5 - PENYERAHAN
Halaman 43-44 | Pasal 5, Paragraf 9-12 | KSZ1 43.2-KSZ1 44.2
Ayat Inti
Roma 12:1
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu ketiga menolong kita merenungkan sikap hati yang menyerah kepada kehendak Allah. Misi dimulai dari hati yang bersedia dibentuk, bukan hanya dari program yang rapi.
Doa
Tuhan, bentuk hati kami agar rela dipakai dalam misi-Mu. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 43.2 Jikalau demikian alangkah besarnya arti yang terkandung dalam upacara menyerahkan Kristus itu. Tetapi imam tiada melihat melalui tirai itu, ia tidak membaca rahasia yang di baliknya. Upacara menyerahkan anak-anak bayi adalah suatu peristiwa yang biasa saja. Dari hari ke hari imam menerima uang tebusan bilamana anak-anak bayi itu diserahkan kepada Tuhan. Dari hari ke hari ia bekerja menurut acara kerjanya sehari-hari, memberikan hanya sedikit perhatian kepada orangtua atau anak-anak, kecuali ia melihat tanda-tanda kekayaan atau kedudukan tinggi di pihak orangtua anak-anak itu. Yusuf dan Maria miskin, maka ketika mereka datang dengan anaknya itu, imam melihat hanya seorang lelaki dan perempuan yang berpakaian seperti orang Galilea, dan dengan pakaian yang paling sederhana. Tiada barang sesuatu pun dalam rupa mereka yang menarik perhatian dan mereka mempersembahkan hanya persembahan yang biasa dipersembahkan oleh golongan yang tidak mampu.
KSZ1 43.3 Imam melaksanakan upacara pekerjaannya yang resmi. la memangku Anak itu lalu mengangkat-Nya di depan mezbah. Sesudah mengembalikan-Nya kepada ibu-Nya, didaftarkannyalah nama-Nya Yesus dalam daftar anak-anak sulung. Ia sama sekali tidak menyangka, sementara anak bayi itu terletak pada tangannya, bahwa ialah Maha Besar surga, Raja Kemuliaan. Imam itu tidak memikirkan bahwa Anak Bayi inilah Dia, yang telah ditulis oleh Musa, ‘’Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku. Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu.” Kisah 3:22. Tidak dipikirnya bahwa Anak Bayi inilah Dia yang kemuliaan-Nya Musa telah memohon untuk melihat-Nya. Tetapi satu Oknum yang lebih besar daripada Musa sedang terletak pada pang-kuan imam itu; dan waktu ia mendaftarkan nama anak itu, ia tengah men-daftarkan nama Dia yang menjadi alasan seluruh peraturan keagamaan bangsa Yahudi. Nama itulah yang akan merupakan batalnya segala upacara tersebut; karena sistem korban dan persembahan sudah kian menjadi usang; lambang sudah hampir sampai kepada aslinya, bayangan itu sudah hampir sampai kepada wujudnya.
KSZ1 44.1 Shekinah sudah meninggalkan bait, akan tetapi dalam diri Anak Betlehem itu terselubunglah kemuliaan yang di hadapan-Nya segala malaikan sujud. Anak bayi yang belum tahu apa-apa inilah benih yang telah dijanjikan itu, yang kepadanya mezbah pertama yang di pintu gerbang Eden dahulu kala itu menunjuk. Inilah Silo, pemberi damai itu. Ialah yang menyebut diri-Nya kepada Musa sebagai AKU ADA. Ialah yang dalam tiang awan dan tiang api dahulu, telah menjadi penuntun bani Israel. Inilah Dia yang telah sejak lama diramalkan oleh para penilik. Ialah kerinduan segala bangsa, Akar dan Benih Daud,Bintang Timur yang gilanggemilang cahaya-Nya. Nama Anak Bayi kecil yang masih belum berdaya itu, yang dituliskan dalam daftar bangsa Israel, menyatakan bahwa Ia adalah saudara kita, Ialah harapan umat manusia yang telah jatuh ke dalam dosa. Anak itu yang untuk-Nya uang tebusan telah dibayar, Ialah Dia yang harus membayar tebusan untuk dosa-dosa seluruh dunia. Ialah “imam besar atas isi rumah Allah” yang asli, kepala “imamat, yang tidak berkeputusan,” perantara “di sebelah kanan Yang Mahamulia dalam tempat yang tinggi.”
KSZ1 44.2 Hal-hal rohani dapat dimengerti dari sudut kerohanian. Dalam kaabah itu Anak Allah diserahkan untuk pekerjaan yang telah ditentukan bagiNya. Imam memandang Dia sebagaimana ia memandang seseorang anak bayi lain. Tetapi sungguh pun ia tidak melihat ataupun merasai sesuatu yang luar biasa, perlakuan Allah dalam mengaruniakan Anak-Nya itu kepada dunia ini diakui. Peristiwa ini tidak berlalu tanpa sesuatu pengenalan akan Kristus. “Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada diatasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias.”
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
21 Juli 2026 | Hari 3
Hari 3: Pasal 5 - PENYERAHAN
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 5 - PENYERAHAN
Halaman 43-44 | Pasal 5, Paragraf 9-12 | KSZ1 43.2-KSZ1 44.2
Ayat Inti:
Roma 12:1
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu ketiga menolong kita merenungkan sikap hati yang menyerah kepada kehendak Allah. Misi dimulai dari hati yang bersedia dibentuk, bukan hanya dari program yang rapi.
Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-3-hari-3-2026-07-21
Teks Lengkap:
Jikalau demikian alangkah besarnya arti yang terkandung dalam upacara menyerahkan Kristus itu. Tetapi imam tiada melihat melalui tirai itu, ia tidak membaca rahasia yang di baliknya. Upacara menyerahkan anak-anak bayi adalah suatu peristiwa yang biasa saja. Dari hari ke hari imam menerima uang tebusan bilamana anak-anak bayi itu diserahkan kepada Tuhan. Dari hari ke hari ia bekerja menurut acara kerjanya sehari-hari, memberikan hanya sedikit perhatian kepada orangtua atau anak-anak, kecuali ia melihat tanda-tanda kekayaan atau kedudukan tinggi di pihak orangtua anak-anak itu. Yusuf dan Maria miskin, maka ketika mereka datang dengan anaknya itu, imam melihat hanya seorang lelaki dan perempuan yang berpakaian seperti orang Galilea, dan dengan pakaian yang paling sederhana. Tiada barang sesuatu pun dalam rupa mereka yang menarik perhatian dan mereka mempersembahkan hanya persembahan yang biasa dipersembahkan oleh golongan yang tidak mampu. [KSZ1 43.2]
Imam melaksanakan upacara pekerjaannya yang resmi. la memangku Anak itu lalu mengangkat-Nya di depan mezbah. Sesudah mengembalikan-Nya kepada ibu-Nya, didaftarkannyalah nama-Nya Yesus dalam daftar anak-anak sulung. Ia sama sekali tidak menyangka, sementara anak bayi itu terletak pada tangannya, bahwa ialah Maha Besar surga, Raja Kemuliaan. Imam itu tidak memikirkan bahwa Anak Bayi inilah Dia, yang telah ditulis oleh Musa, ‘’Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku. Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu.” Kisah 3:22. Tidak dipikirnya bahwa Anak Bayi inilah Dia yang kemuliaan-Nya Musa telah memohon untuk melihat-Nya. Tetapi satu Oknum yang lebih besar daripada Musa sedang terletak pada pang-kuan imam itu; dan waktu ia mendaftarkan nama anak itu, ia tengah men-daftarkan nama Dia yang menjadi alasan seluruh peraturan keagamaan bangsa Yahudi. Nama itulah yang akan merupakan batalnya segala upacara tersebut; karena sistem korban dan persembahan sudah kian menjadi usang; lambang sudah hampir sampai kepada aslinya, bayangan itu sudah hampir sampai kepada wujudnya. [KSZ1 43.3]
Shekinah sudah meninggalkan bait, akan tetapi dalam diri Anak Betlehem itu terselubunglah kemuliaan yang di hadapan-Nya segala malaikan sujud. Anak bayi yang belum tahu apa-apa inilah benih yang telah dijanjikan itu, yang kepadanya mezbah pertama yang di pintu gerbang Eden dahulu kala itu menunjuk. Inilah Silo, pemberi damai itu. Ialah yang menyebut diri-Nya kepada Musa sebagai AKU ADA. Ialah yang dalam tiang awan dan tiang api dahulu, telah menjadi penuntun bani Israel. Inilah Dia yang telah sejak lama diramalkan oleh para penilik. Ialah kerinduan segala bangsa, Akar dan Benih Daud,Bintang Timur yang gilanggemilang cahaya-Nya. Nama Anak Bayi kecil yang masih belum berdaya itu, yang dituliskan dalam daftar bangsa Israel, menyatakan bahwa Ia adalah saudara kita, Ialah harapan umat manusia yang telah jatuh ke dalam dosa. Anak itu yang untuk-Nya uang tebusan telah dibayar, Ialah Dia yang harus membayar tebusan untuk dosa-dosa seluruh dunia. Ialah “imam besar atas isi rumah Allah” yang asli, kepala “imamat, yang tidak berkeputusan,” perantara “di sebelah kanan Yang Mahamulia dalam tempat yang tinggi.” [KSZ1 44.1]
Hal-hal rohani dapat dimengerti dari sudut kerohanian. Dalam kaabah itu Anak Allah diserahkan untuk pekerjaan yang telah ditentukan bagiNya. Imam memandang Dia sebagaimana ia memandang seseorang anak bayi lain. Tetapi sungguh pun ia tidak melihat ataupun merasai sesuatu yang luar biasa, perlakuan Allah dalam mengaruniakan Anak-Nya itu kepada dunia ini diakui. Peristiwa ini tidak berlalu tanpa sesuatu pengenalan akan Kristus. “Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada diatasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias.” [KSZ1 44.2]