26 Januari 2027 · Hari 3
Hari 3: Pasal 33 - SIAPAKAH SAUDARA-SAUDARAKU?
Halaman 346-347 | Pasal 33, Paragraf 8-10 | KSZ1 346.2-KSZ1 347.1
Ayat Inti
Matius 12:50
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 30 membaca Bab 33: Siapakah Saudara-saudaraku?. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 346.2 Banyak orang pada zaman Kristus, sebagaimana juga pada zaman ini, yang atasnya kuasa Setan tampak telah dipatahkan; dengan anugerah Allah mereka dilepaskan dari roh-roh jahat yang telah menguasai jiwa-nya. Mereka bergembira di dalam kasih Allah; tetapi, sebagaimana pen-dengar di tempat yang berbatu-batu yang terdapat dalam perumpamaan itu, mereka tidak tinggal di dalam kasih-Nya. Mereka tidak menyerahkan diri mereka setiap hari kepada Tuhan, agar Kristus dapat tinggal dalam hatinya; dan bila roh jahat itu , dengan “tujuh roh lain yang lebih jahat daripadanya,” mereka sepenuhnya dikuasai oleh kuasa Setan.
KSZ1 346.3 Apabila jiwa menyerah kepada Kristus, suatu kuasa yang baru me-lingkupi hati yang baru. Suatu perubahan terjadi, yang tidak dapat di-sempurnakan oleh usaha manusia bagi dirinya sendiri. Itulah pekerjaan yang luar biasa, membawa unsur-unsur yang luar biasa ke dalam keadaan manusia. Jiwa yang telah berserah kepada Yesus menjadi benteng-Nya sendiri, yang diadakan-Nya di dalam suatu dunia yang memberontak, dan Ia bermaksud agar tidak ada penguasa lain di dalamnya selain dari pada kuasa-Nya sendiri. Suatu jiwa yang dijaga oleh pesuruh-pesuruh surga kuat terhadap serangan Setan. Kecuali kita menyerahkan diri ke dalam pengawasan Kristus, maka kita akan dikuasai oleh si jahat itu. Kita tidak dapat mengelakkan apakah kita berada di bawah kuasa yang satu atau yang lain, dari antara dua kuasa besar yang bergumul untuk menguasai dunia ini. Tidak perlu kita dengan sengaja memilih melayani kerajaan kegelapan supaya berada di bawah kuasanya. Hanyalah dengan melalaikan persekutuan kita dengan kerajaan terang. Jika kita tidak bekerja sama dengan utusan-utusan surga, Setan akan memiliki hati itu, dan menjadikannya sebagai tempat tinggalnya yang tetap. Satu-satunya pertahanan kita melawan kejahatan ialah dengan hadirnya Kristus di dalam hati melalui iman di dalam kebenaran-Nya. Kecuali kita dihu-bungkan dengan Allah, kita tidak dapat melawan akibat-akibat yang najis dari cinta diri, pemanjaan diri sendiri, dan godaan terhadap dosa. Kita dapat meninggalkan banyak tabiat yang buruk, pada saat kita berpisah dengan Setan; tetapi tanpa adanya hubungan yang hidup dengan Allah, melalui penyerahan diri kita sendiri kepada-Nya dari saat ke saat, maka kita akan dikalahkan. Tanpa adanya pengenalan secara pribadi dengan Kristus, dan hubungan yang terus menerus, maka kita berada di bawah naungan musuh itu dan akan melaksanakan perintahnya hingga akhir dunia ini.
KSZ1 347.1 “Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk daripada keadaannya semula. Demikain juga,” kata Kristus, “akan berlaku atas angkatan yang jahat ini.” Tidak ada yang menjadi lebih keras daripada orang-orang yang menganggap enteng undangan kemurahan itu. dan mengabaikan Roh anugerah. Pernyataan yang paling umum dari dosa melawan Roh Kudus ialah dengan meremehkan undangan surga secara terus menerus supaya bertobat. Tiap langkah di dalam penolakan akan Kristus berarti satu lang-kah menuju penolakan akan keselamatan, dan dosa melawan Roh Kudus.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
26 Januari 2027 | Hari 3
Hari 3: Pasal 33 - SIAPAKAH SAUDARA-SAUDARAKU?
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 33 - SIAPAKAH SAUDARA-SAUDARAKU?
Halaman 346-347 | Pasal 33, Paragraf 8-10 | KSZ1 346.2-KSZ1 347.1
Ayat Inti:
Matius 12:50
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 30 membaca Bab 33: Siapakah Saudara-saudaraku?. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-30-hari-3-2027-01-26
Teks Lengkap:
Banyak orang pada zaman Kristus, sebagaimana juga pada zaman ini, yang atasnya kuasa Setan tampak telah dipatahkan; dengan anugerah Allah mereka dilepaskan dari roh-roh jahat yang telah menguasai jiwa-nya. Mereka bergembira di dalam kasih Allah; tetapi, sebagaimana pen-dengar di tempat yang berbatu-batu yang terdapat dalam perumpamaan itu, mereka tidak tinggal di dalam kasih-Nya. Mereka tidak menyerahkan diri mereka setiap hari kepada Tuhan, agar Kristus dapat tinggal dalam hatinya; dan bila roh jahat itu , dengan “tujuh roh lain yang lebih jahat daripadanya,” mereka sepenuhnya dikuasai oleh kuasa Setan. [KSZ1 346.2]
Apabila jiwa menyerah kepada Kristus, suatu kuasa yang baru me-lingkupi hati yang baru. Suatu perubahan terjadi, yang tidak dapat di-sempurnakan oleh usaha manusia bagi dirinya sendiri. Itulah pekerjaan yang luar biasa, membawa unsur-unsur yang luar biasa ke dalam keadaan manusia. Jiwa yang telah berserah kepada Yesus menjadi benteng-Nya sendiri, yang diadakan-Nya di dalam suatu dunia yang memberontak, dan Ia bermaksud agar tidak ada penguasa lain di dalamnya selain dari pada kuasa-Nya sendiri. Suatu jiwa yang dijaga oleh pesuruh-pesuruh surga kuat terhadap serangan Setan. Kecuali kita menyerahkan diri ke dalam pengawasan Kristus, maka kita akan dikuasai oleh si jahat itu. Kita tidak dapat mengelakkan apakah kita berada di bawah kuasa yang satu atau yang lain, dari antara dua kuasa besar yang bergumul untuk menguasai dunia ini. Tidak perlu kita dengan sengaja memilih melayani kerajaan kegelapan supaya berada di bawah kuasanya. Hanyalah dengan melalaikan persekutuan kita dengan kerajaan terang. Jika kita tidak bekerja sama dengan utusan-utusan surga, Setan akan memiliki hati itu, dan menjadikannya sebagai tempat tinggalnya yang tetap. Satu-satunya pertahanan kita melawan kejahatan ialah dengan hadirnya Kristus di dalam hati melalui iman di dalam kebenaran-Nya. Kecuali kita dihu-bungkan dengan Allah, kita tidak dapat melawan akibat-akibat yang najis dari cinta diri, pemanjaan diri sendiri, dan godaan terhadap dosa. Kita dapat meninggalkan banyak tabiat yang buruk, pada saat kita berpisah dengan Setan; tetapi tanpa adanya hubungan yang hidup dengan Allah, melalui penyerahan diri kita sendiri kepada-Nya dari saat ke saat, maka kita akan dikalahkan. Tanpa adanya pengenalan secara pribadi dengan Kristus, dan hubungan yang terus menerus, maka kita berada di bawah naungan musuh itu dan akan melaksanakan perintahnya hingga akhir dunia ini. [KSZ1 346.3]
“Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk daripada keadaannya semula. Demikain juga,” kata Kristus, “akan berlaku atas angkatan yang jahat ini.” Tidak ada yang menjadi lebih keras daripada orang-orang yang menganggap enteng undangan kemurahan itu. dan mengabaikan Roh anugerah. Pernyataan yang paling umum dari dosa melawan Roh Kudus ialah dengan meremehkan undangan surga secara terus menerus supaya bertobat. Tiap langkah di dalam penolakan akan Kristus berarti satu lang-kah menuju penolakan akan keselamatan, dan dosa melawan Roh Kudus. [KSZ1 347.1]