27 Januari 2027 · Hari 4
Hari 4: Pasal 33 - SIAPAKAH SAUDARA-SAUDARAKU?
Halaman 347-348 | Pasal 33, Paragraf 11-13 | KSZ1 347.2-KSZ1 348.2
Ayat Inti
Matius 12:50
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 30 membaca Bab 33: Siapakah Saudara-saudaraku?. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 347.2 Orang-orang Yahudi telah melakukan dosa yang tidak dapat diampuni dengan penolakan akan Yesus; dan dengan menolak undangan kemurahan, kita pun dapat melakukan kesalahan yang sama. Kita menyakiti hati Raja kehidupan itu, dan mempermalukan Dia di hadapan rumah ibadah Setan dan di hadapan semesta alam jika kita menolak mendengar utusanutusan-Nya, dan sebagai gantinya kita mendengarkan wakil-wakil Setan, yang menarik jiwa jauh dari Kristus. Selama seseorang berbuat serupa, ia tidak mempunyai pengharapan atau keampunan, dan akhirnya ia akan kehilangan semua kerinduannya untuk diperdamaikan dengan Allah.
KSZ1 348.1 Ketika Yesus masih mengajar orang banyak, murid-murid-Nya mem-bawa berita bahwa ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya ada di luar, dan i-ngin melihat Dia. Ia mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka, “Te-tapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepadaNya: Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku? Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: Ini ibu-Ku dan saudarasaudara-Ku! Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”
KSZ1 348.2 Semua orang yang mau menerima Kristus melalui iman dipersatukan kepada-Nya dengan satu ikatan yang lebih erat daripada persaudaraan manusia. Mereka menjadi satu dengan Dia, sebagaimana Ia satu dengan Bapa. Sebagai seorang yang percaya dan yang melakukan firman-Nya, ibu-Nyalah yang paling dekat dengan Dia melebihi hubungan yang a-lamiah. Saudara-saudara-Nya tidak akan menerima faedah dari hubungan mereka dengan Dia kecuali mereka menerima Dia sebagai Juruselamat pribadinya.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
27 Januari 2027 | Hari 4
Hari 4: Pasal 33 - SIAPAKAH SAUDARA-SAUDARAKU?
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 33 - SIAPAKAH SAUDARA-SAUDARAKU?
Halaman 347-348 | Pasal 33, Paragraf 11-13 | KSZ1 347.2-KSZ1 348.2
Ayat Inti:
Matius 12:50
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 30 membaca Bab 33: Siapakah Saudara-saudaraku?. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-30-hari-4-2027-01-27
Teks Lengkap:
Orang-orang Yahudi telah melakukan dosa yang tidak dapat diampuni dengan penolakan akan Yesus; dan dengan menolak undangan kemurahan, kita pun dapat melakukan kesalahan yang sama. Kita menyakiti hati Raja kehidupan itu, dan mempermalukan Dia di hadapan rumah ibadah Setan dan di hadapan semesta alam jika kita menolak mendengar utusanutusan-Nya, dan sebagai gantinya kita mendengarkan wakil-wakil Setan, yang menarik jiwa jauh dari Kristus. Selama seseorang berbuat serupa, ia tidak mempunyai pengharapan atau keampunan, dan akhirnya ia akan kehilangan semua kerinduannya untuk diperdamaikan dengan Allah. [KSZ1 347.2]
Ketika Yesus masih mengajar orang banyak, murid-murid-Nya mem-bawa berita bahwa ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya ada di luar, dan i-ngin melihat Dia. Ia mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka, “Te-tapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepadaNya: Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku? Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: Ini ibu-Ku dan saudarasaudara-Ku! Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.” [KSZ1 348.1]
Semua orang yang mau menerima Kristus melalui iman dipersatukan kepada-Nya dengan satu ikatan yang lebih erat daripada persaudaraan manusia. Mereka menjadi satu dengan Dia, sebagaimana Ia satu dengan Bapa. Sebagai seorang yang percaya dan yang melakukan firman-Nya, ibu-Nyalah yang paling dekat dengan Dia melebihi hubungan yang a-lamiah. Saudara-saudara-Nya tidak akan menerima faedah dari hubungan mereka dengan Dia kecuali mereka menerima Dia sebagai Juruselamat pribadinya. [KSZ1 348.2]