Hari 2: Pasal 34 - UNDANGAN
1 Februari 2027 · Hari 2

Hari 2: Pasal 34 - UNDANGAN

Halaman 352-353 | Pasal 34, Paragraf 3-4 | KSZ1 352.3-KSZ1 353.1

Ayat Inti

Matius 11:28

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 31 membaca Bab 34: Undangan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 352.3 Ahli-ahli Taurat dan guru-guru besar, disertai dengan kecermatan me-reka kepada bentuk-bentuk upacara agama, merasakan kekurangan bah-wa upacara penebusan dosa tidak pernah dapat memuaskan. Pemungut cukai dan orang berdosa dapat berbuat pura-pura senang dengan hawa nafsu duniawi, tetapi di dalam hati mereka terdapat prasangka dan keta-kutan. Yesus melihat yang susah dan yang berat hati itu, yang pengha-rapannya telah rusak sama sekali, dan yang dengan kesukaan dunia men-cari ketenangan jiwa, dan Ia mengundang mereka semua untuk mencari perhentian di dalam-Nya.

KSZ1 353.1 Dengan lemah lembut Ia mengundang orang yang lelah: “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku. karena Aku lemah lembut dan jiwamu akan mendapat ketenangan.”

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

1 Februari 2027 | Hari 2
Hari 2: Pasal 34 - UNDANGAN

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 34 - UNDANGAN
Halaman 352-353 | Pasal 34, Paragraf 3-4 | KSZ1 352.3-KSZ1 353.1

Ayat Inti:
Matius 11:28
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 31 membaca Bab 34: Undangan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-31-hari-2-2027-02-01

Teks Lengkap:

Ahli-ahli Taurat dan guru-guru besar, disertai dengan kecermatan me-reka kepada bentuk-bentuk upacara agama, merasakan kekurangan bah-wa upacara penebusan dosa tidak pernah dapat memuaskan. Pemungut cukai dan orang berdosa dapat berbuat pura-pura senang dengan hawa nafsu duniawi, tetapi di dalam hati mereka terdapat prasangka dan keta-kutan. Yesus melihat yang susah dan yang berat hati itu, yang pengha-rapannya telah rusak sama sekali, dan yang dengan kesukaan dunia men-cari ketenangan jiwa, dan Ia mengundang mereka semua untuk mencari perhentian di dalam-Nya. [KSZ1 352.3]

Dengan lemah lembut Ia mengundang orang yang lelah: “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku. karena Aku lemah lembut dan jiwamu akan mendapat ketenangan.” [KSZ1 353.1]