8 Februari 2027 · Hari 2
Hari 2: Pasal 35 - “DIAM, TENANGLAH”
Halaman 359-360 | Pasal 35, Paragraf 6-10 | KSZ1 359.4-KSZ1 360.3
Ayat Inti
Markus 4:39
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 32 membaca Bab 35: Diam, Tenanglah. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 359.4 Matahari telah terbenam, kegelapan malam menutupi laut yang ber-gelora. Ombak memukul dengan keras dengan tiupan angin yang kencang, menghantam perahu murid-murid itu, dan mengancam untuk menelannya. Penangkap-penangkap ikan itu telah biasa hidup di danau itu. serta mahir mengemudikan perahu mereka dengan selamat melalui angin ribut; tetapi sekarang kekuatan dan ketangkasan mereka tidak ada artinya. Mereka tidak berdaya di tengah amukan angin ribut, dan hancurlah harapan mereka ketika melihat perahu sudah penuh air.
KSZ1 359.5 Di tengah usaha mereka yang gigih untuk menyelamatkan diri sendiri, mereka lupa bahwa Yesus ada di dalam perahu. Sekarang, melihat usaha mereka itu sia-sia dan hanya kematianlah yang ada di depan mereka, mereka teringat siapa yang memerintah mereka untuk menyeberang danau itu. Hanya di dalam Yesus terdapat pengharapan mereka. Dalam keadaan tidak berdaya serta putus asa, mereka berseru: “Guru, Guru!” Tetapi kegelapan menudungi Dia dari penglihatan mereka. Suara mereka ditelan bunyi angin ribut itu, dan tidak ada jawaban. Bimbang dan takut menyerang mereka. Apakah Yesus melupakan mereka? Apakah Ia yang mengaiahkan Setan dan penyakit serta maut sekalipun, tidak dapat me-nolong murid-murid-Nya sekarang0 Lupakah Ia akan mereka di dalam kesukaran mereka?
KSZ1 360.1 Berulang kali mereka berseru, tetapi tidak ada jawaban selain leng-kingan angin badai. Perahu mereka hampir tenggelam. Sebentar lagi rasanya mereka akan ditelan air yang bergelora itu.
KSZ1 360.2 Tiba-tiba kilat menembus kegelapan, dan mereka melihat Yesus tidur nyenyak, tidak terpengaruh oleh angin ribut. Di dalam rasa keheranan dan putus asa mereka berteriak: “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?” Bagaimanakah Ia dapat tidur dengan tenang ketika mereka berada dalam bahaya maut?
KSZ1 360.3 Teriak mereka membangunkan Yesus. Ketika sinar kilat menyinariNya, mereka melihat damai surga di wajah-Nya; mereka membaca di dalam-Nya hal melupakan diri sendiri, tentang kasih yang lembut, hati mereka berpaling kepada-Nya, seraya berseru: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.”
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
8 Februari 2027 | Hari 2
Hari 2: Pasal 35 - “DIAM, TENANGLAH”
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 35 - “DIAM, TENANGLAH”
Halaman 359-360 | Pasal 35, Paragraf 6-10 | KSZ1 359.4-KSZ1 360.3
Ayat Inti:
Markus 4:39
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 32 membaca Bab 35: Diam, Tenanglah. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-32-hari-2-2027-02-08
Teks Lengkap:
Matahari telah terbenam, kegelapan malam menutupi laut yang ber-gelora. Ombak memukul dengan keras dengan tiupan angin yang kencang, menghantam perahu murid-murid itu, dan mengancam untuk menelannya. Penangkap-penangkap ikan itu telah biasa hidup di danau itu. serta mahir mengemudikan perahu mereka dengan selamat melalui angin ribut; tetapi sekarang kekuatan dan ketangkasan mereka tidak ada artinya. Mereka tidak berdaya di tengah amukan angin ribut, dan hancurlah harapan mereka ketika melihat perahu sudah penuh air. [KSZ1 359.4]
Di tengah usaha mereka yang gigih untuk menyelamatkan diri sendiri, mereka lupa bahwa Yesus ada di dalam perahu. Sekarang, melihat usaha mereka itu sia-sia dan hanya kematianlah yang ada di depan mereka, mereka teringat siapa yang memerintah mereka untuk menyeberang danau itu. Hanya di dalam Yesus terdapat pengharapan mereka. Dalam keadaan tidak berdaya serta putus asa, mereka berseru: “Guru, Guru!” Tetapi kegelapan menudungi Dia dari penglihatan mereka. Suara mereka ditelan bunyi angin ribut itu, dan tidak ada jawaban. Bimbang dan takut menyerang mereka. Apakah Yesus melupakan mereka? Apakah Ia yang mengaiahkan Setan dan penyakit serta maut sekalipun, tidak dapat me-nolong murid-murid-Nya sekarang0 Lupakah Ia akan mereka di dalam kesukaran mereka? [KSZ1 359.5]
Berulang kali mereka berseru, tetapi tidak ada jawaban selain leng-kingan angin badai. Perahu mereka hampir tenggelam. Sebentar lagi rasanya mereka akan ditelan air yang bergelora itu. [KSZ1 360.1]
Tiba-tiba kilat menembus kegelapan, dan mereka melihat Yesus tidur nyenyak, tidak terpengaruh oleh angin ribut. Di dalam rasa keheranan dan putus asa mereka berteriak: “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?” Bagaimanakah Ia dapat tidur dengan tenang ketika mereka berada dalam bahaya maut? [KSZ1 360.2]
Teriak mereka membangunkan Yesus. Ketika sinar kilat menyinariNya, mereka melihat damai surga di wajah-Nya; mereka membaca di dalam-Nya hal melupakan diri sendiri, tentang kasih yang lembut, hati mereka berpaling kepada-Nya, seraya berseru: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.” [KSZ1 360.3]