Hari 6: Pasal 35 - “DIAM, TENANGLAH”
12 Februari 2027 · Hari 6

Hari 6: Pasal 35 - “DIAM, TENANGLAH”

Halaman 364-366 | Pasal 35, Paragraf 25-28 | KSZ1 364.4-KSZ1 366.1

Ayat Inti

Markus 4:39

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 32 membaca Bab 35: Diam, Tenanglah. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 364.4 Di hadapan orang-orang Gerasa telah ada bukti tentang kuasa dan ke-murahan Kristus. Mereka melihat orang yang telah dipulihkan dengan pikiran sehat; tetapi mereka demikian takutnya membuangkan perhatian mereka dari perkara-perkara duniawi sehingga Ia yang telah mengalahkan raja kegelapan di hadapan mata mereka telah diperlakukan sebagai orang yang mendatangkan keonaran, dan Karunia surga itu telah berpaling dari pintu mereka. Kita tidak mempunyai kesempatan berbalik dari Kristus sebagaimana yang dilakukan orang-orang Gerasa; tetapi masih banyak juga orang yang menolak menurut firman-Nya, sebab penurutan menyangkut pengorbanan akan beberapa kepentingan duniawi. Supaya jangan kehadiran-Nya menyebabkan kerugian berupa uang, banyak orang yang menolak anugerah-Nya, dan mengusir Roh-Nya dari mereka.

KSZ1 365.1 Tetapi jauh berbeda dengan perasaan kedua orang yang sembuh dari kerasukan setan itu. Mereka ingin bersama-sama dengan yang melepaskan mereka itu. Di hadapan-Nya mereka merasa selamat dari kerasukan Setan yang telah menyiksa hidup mereka serta merusak mereka. Waktu Yesus hendak masuk ke perahu, mereka terus datang mendekati Dia, bertelut di kaki-Nya. serta memohon kepada-Nya agar mereka dapat tetap bersama-sama dengan Dia, di mana mereka seterusnya dapat mendengarkan firman-Nya. Tetapi Yesus meminta supaya mereka pulang ke rumah dan memberitahukan perkara-perkara besar yang telah diperbuat Tuhan atas mereka.

KSZ1 365.2 Ini merupakan pekerjaan bagi mereka,—pergi ke rumah orang kafir-dan memberitahukan berkat yang telah mereka terima dari Yesus. Adalah sangat sukar bagi mereka berpisah dari Juruselamat. Kesukaran-kesukaran yang besar sudah pasti menyerang mereka di dalam pergaulan mereka dengan orang kafir penduduk negeri itu. Lagi pula pengasingan mereka dari pergaulan orang banyak kelihatannya membuat mereka tidak layak akan pekerjaan yang telah ditunjukkan-Nya. Tetapi segera sesudah Yesus menunjukkan tugas yang akan mereka lakukan mereka sudah siap menurut-Nya. Bukan hanya kepada kaum keluarga dan tetangga saja mereka beritahu tentang Yesus, tetapi mereka pergi juga ke seluruh Dekapolis, di mana-mana mereka memberitahukan kuasa-Nya untuk menyelamatkan, dan menjelaskan bagaimana caranya Ia melepaskan mereka dari setan. Di dalam melaksanakan pekerjaan ini mereka dapat menerima berkat yang lebih besar daripada jika hanya untuk keuntungan diri mereka sendiri, mereka tinggal tetap bersama-sama dengan Dia. Dengan menyebarkan kabar yang baik tentang keselamatan ini kita dibawa lebih dekat kepada Juruselamat.

KSZ1 366.1 Kedua orang yang pernah dirasuk Setan dan yang telah disembuhkan itulah pekabar Injil yang pertama yang keluar mengabarkan Injil di daerah Dekapolis. Untuk beberapa waktu lamanya orang inilah yang khusus mendengar ajaran Kristus. Belum pernah satu khotbah yang diucapkan Yesus pernah didengar telinga mereka. Mereka tidak dapat mengajar orang banyak sebagaimana yang dapat dilakukan oleh murid-murid yang setiap hari bersama-sama Kristus. Tetapi mereka telah menaruh di dalam diri mereka sendiri bukti bahwa Yesus itu memang Mesias. Mereka dapat memberitakan apa yang mereka ketahui; apa yang telah mereka lihat, dan dengar, serta rasakan tentang kuasa Kristus. Inilah yang dapat diperbuat oleh setiap orang yang hatinya telah dijamah oleh anugerah Allah. Yohanes, murid yang kekasih, menulis: “Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang firman hidup Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga.” 1 Yohanes 1:1-3. Sebagai saksi-saksi bagi Kristus, kita harus memberitakan apa yang kita ketahui, apa yang telah kita lihat dan dengar serta rasakan. Jika kita mengikuti Yesus langkah demi langkah, kita mempunyai sesuatu yang benar yang menceritakan mengenai jalan yang melaluinya Ia telah memimpin kita. Kita dapat menceritakan bagaimana kita telah menguji janji-Nya, dan ternyata janji itu benar. Kita dapat menjadi saksi terhadap apa yang telah kita ketahui mengenai anugerah Kristus. Inilah saksi yang dituntut oleh Tuhan, dan oleh kekurangannya dunia sedang binasa.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

12 Februari 2027 | Hari 6
Hari 6: Pasal 35 - “DIAM, TENANGLAH”

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 35 - “DIAM, TENANGLAH”
Halaman 364-366 | Pasal 35, Paragraf 25-28 | KSZ1 364.4-KSZ1 366.1

Ayat Inti:
Markus 4:39
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 32 membaca Bab 35: Diam, Tenanglah. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-32-hari-6-2027-02-12

Teks Lengkap:

Di hadapan orang-orang Gerasa telah ada bukti tentang kuasa dan ke-murahan Kristus. Mereka melihat orang yang telah dipulihkan dengan pikiran sehat; tetapi mereka demikian takutnya membuangkan perhatian mereka dari perkara-perkara duniawi sehingga Ia yang telah mengalahkan raja kegelapan di hadapan mata mereka telah diperlakukan sebagai orang yang mendatangkan keonaran, dan Karunia surga itu telah berpaling dari pintu mereka. Kita tidak mempunyai kesempatan berbalik dari Kristus sebagaimana yang dilakukan orang-orang Gerasa; tetapi masih banyak juga orang yang menolak menurut firman-Nya, sebab penurutan menyangkut pengorbanan akan beberapa kepentingan duniawi. Supaya jangan kehadiran-Nya menyebabkan kerugian berupa uang, banyak orang yang menolak anugerah-Nya, dan mengusir Roh-Nya dari mereka. [KSZ1 364.4]

Tetapi jauh berbeda dengan perasaan kedua orang yang sembuh dari kerasukan setan itu. Mereka ingin bersama-sama dengan yang melepaskan mereka itu. Di hadapan-Nya mereka merasa selamat dari kerasukan Setan yang telah menyiksa hidup mereka serta merusak mereka. Waktu Yesus hendak masuk ke perahu, mereka terus datang mendekati Dia, bertelut di kaki-Nya. serta memohon kepada-Nya agar mereka dapat tetap bersama-sama dengan Dia, di mana mereka seterusnya dapat mendengarkan firman-Nya. Tetapi Yesus meminta supaya mereka pulang ke rumah dan memberitahukan perkara-perkara besar yang telah diperbuat Tuhan atas mereka. [KSZ1 365.1]

Ini merupakan pekerjaan bagi mereka,—pergi ke rumah orang kafir-dan memberitahukan berkat yang telah mereka terima dari Yesus. Adalah sangat sukar bagi mereka berpisah dari Juruselamat. Kesukaran-kesukaran yang besar sudah pasti menyerang mereka di dalam pergaulan mereka dengan orang kafir penduduk negeri itu. Lagi pula pengasingan mereka dari pergaulan orang banyak kelihatannya membuat mereka tidak layak akan pekerjaan yang telah ditunjukkan-Nya. Tetapi segera sesudah Yesus menunjukkan tugas yang akan mereka lakukan mereka sudah siap menurut-Nya. Bukan hanya kepada kaum keluarga dan tetangga saja mereka beritahu tentang Yesus, tetapi mereka pergi juga ke seluruh Dekapolis, di mana-mana mereka memberitahukan kuasa-Nya untuk menyelamatkan, dan menjelaskan bagaimana caranya Ia melepaskan mereka dari setan. Di dalam melaksanakan pekerjaan ini mereka dapat menerima berkat yang lebih besar daripada jika hanya untuk keuntungan diri mereka sendiri, mereka tinggal tetap bersama-sama dengan Dia. Dengan menyebarkan kabar yang baik tentang keselamatan ini kita dibawa lebih dekat kepada Juruselamat. [KSZ1 365.2]

Kedua orang yang pernah dirasuk Setan dan yang telah disembuhkan itulah pekabar Injil yang pertama yang keluar mengabarkan Injil di daerah Dekapolis. Untuk beberapa waktu lamanya orang inilah yang khusus mendengar ajaran Kristus. Belum pernah satu khotbah yang diucapkan Yesus pernah didengar telinga mereka. Mereka tidak dapat mengajar orang banyak sebagaimana yang dapat dilakukan oleh murid-murid yang setiap hari bersama-sama Kristus. Tetapi mereka telah menaruh di dalam diri mereka sendiri bukti bahwa Yesus itu memang Mesias. Mereka dapat memberitakan apa yang mereka ketahui; apa yang telah mereka lihat, dan dengar, serta rasakan tentang kuasa Kristus. Inilah yang dapat diperbuat oleh setiap orang yang hatinya telah dijamah oleh anugerah Allah. Yohanes, murid yang kekasih, menulis: “Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang firman hidup Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga.” 1 Yohanes 1:1-3. Sebagai saksi-saksi bagi Kristus, kita harus memberitakan apa yang kita ketahui, apa yang telah kita lihat dan dengar serta rasakan. Jika kita mengikuti Yesus langkah demi langkah, kita mempunyai sesuatu yang benar yang menceritakan mengenai jalan yang melaluinya Ia telah memimpin kita. Kita dapat menceritakan bagaimana kita telah menguji janji-Nya, dan ternyata janji itu benar. Kita dapat menjadi saksi terhadap apa yang telah kita ketahui mengenai anugerah Kristus. Inilah saksi yang dituntut oleh Tuhan, dan oleh kekurangannya dunia sedang binasa. [KSZ1 366.1]