18 Februari 2027 · Hari 5
Hari 5: Pasal 36 - JAMAHAN IMAN
Halaman 371-372 | Pasal 36, Paragraf 13-14 | KSZ1 371.4-KSZ1 372.1
Ayat Inti
Markus 5:34
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 33 membaca Bab 36: Jamahan Iman. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 371.4 Dengan menoleh kepada perempuan itu Yesus mendesak untuk mengetahui siapa yang menjamah Dia. Karena perempuan itu tak dapat menyembunyikan dirinya, datanglah ia dengan gemetar lalu sujud di kaki Yesus. Dengan air mata ia menceritakan kisah penderitaannya, dan ba-gaimana ia telah mendapat kesembuhan. Yesus berkata dengan lemah lembut: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!” Ia tidak memberikan kesempatan untuk takhayul me-nyatakan penyembuhan hanya karena menjamah jubah-Nya saja. Bukan-lah melalui jamahan secara luar dengan Dia, tetapi melalui iman yang berpegang atas kuasa Keilahian-Nya, yang membawa kesembuhan itu.
KSZ1 372.1 Orang banyak yang keheran-heranan dan berdesak-desakan di sekitar Kristus sadar bahwa tiada penambahan kuasa yang amat penting. Tetapi apabila perempuan yang menderita ini mengulurkan tangannya menjamah Dia, percaya bahwa ia akan sembuh, ia merasakan kuasa penyembuhan. Demikian juga dalam hal rohani. Berbicara mengenai agama dalam suatu cara kebetulan saja, berdoa tanpa jiwa yang haus dan iman yang hidup, tiada faedahnya. Suatu iman yang hanya nama saja di dalam Kristus, menerima Dia hanya sebagai Juruselamat dunia ini, tidak akan pernah membawa kesembuhan kepada jiwa. Iman yang membawa keselamatan bukan hanya sekadar pengetahuan intelek akan kebenaran, Orang yang menunggu akan pengetahuan yang sempurna sebelum ia mempraktikkan iman tidak dapat menerima berkat dari Allah. Tidaklah cukup hanya percaya akan Kristus; kita harus percaya di dalam Dia, Satu-satunya iman yang membawa faedah bagi kita ialah dengan menerima Dia sebagai Juruselamat pribadi, yang memperuntukkan j asas jasa-Nya bagi kita. Banyak orang yang memegang iman sebagai suatu pendapat. Iman yang menyelamatkan ialah suatu perjanjian oleh mana orang-orang yang menerima Kristus menggabungkan diri mereka sendiri di dalam peijanjian yang berhubungan dengan Allah. Iman yang sejati ialah kehidupan. Iman yang hidup berarti menambah semangat, memper^ dalam kepercayaan, sehingga jiwa menjadi suatu kuasa yang dapat me. ngalahkan.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
18 Februari 2027 | Hari 5
Hari 5: Pasal 36 - JAMAHAN IMAN
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 36 - JAMAHAN IMAN
Halaman 371-372 | Pasal 36, Paragraf 13-14 | KSZ1 371.4-KSZ1 372.1
Ayat Inti:
Markus 5:34
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 33 membaca Bab 36: Jamahan Iman. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-33-hari-5-2027-02-18
Teks Lengkap:
Dengan menoleh kepada perempuan itu Yesus mendesak untuk mengetahui siapa yang menjamah Dia. Karena perempuan itu tak dapat menyembunyikan dirinya, datanglah ia dengan gemetar lalu sujud di kaki Yesus. Dengan air mata ia menceritakan kisah penderitaannya, dan ba-gaimana ia telah mendapat kesembuhan. Yesus berkata dengan lemah lembut: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!” Ia tidak memberikan kesempatan untuk takhayul me-nyatakan penyembuhan hanya karena menjamah jubah-Nya saja. Bukan-lah melalui jamahan secara luar dengan Dia, tetapi melalui iman yang berpegang atas kuasa Keilahian-Nya, yang membawa kesembuhan itu. [KSZ1 371.4]
Orang banyak yang keheran-heranan dan berdesak-desakan di sekitar Kristus sadar bahwa tiada penambahan kuasa yang amat penting. Tetapi apabila perempuan yang menderita ini mengulurkan tangannya menjamah Dia, percaya bahwa ia akan sembuh, ia merasakan kuasa penyembuhan. Demikian juga dalam hal rohani. Berbicara mengenai agama dalam suatu cara kebetulan saja, berdoa tanpa jiwa yang haus dan iman yang hidup, tiada faedahnya. Suatu iman yang hanya nama saja di dalam Kristus, menerima Dia hanya sebagai Juruselamat dunia ini, tidak akan pernah membawa kesembuhan kepada jiwa. Iman yang membawa keselamatan bukan hanya sekadar pengetahuan intelek akan kebenaran, Orang yang menunggu akan pengetahuan yang sempurna sebelum ia mempraktikkan iman tidak dapat menerima berkat dari Allah. Tidaklah cukup hanya percaya akan Kristus; kita harus percaya di dalam Dia, Satu-satunya iman yang membawa faedah bagi kita ialah dengan menerima Dia sebagai Juruselamat pribadi, yang memperuntukkan j asas jasa-Nya bagi kita. Banyak orang yang memegang iman sebagai suatu pendapat. Iman yang menyelamatkan ialah suatu perjanjian oleh mana orang-orang yang menerima Kristus menggabungkan diri mereka sendiri di dalam peijanjian yang berhubungan dengan Allah. Iman yang sejati ialah kehidupan. Iman yang hidup berarti menambah semangat, memper^ dalam kepercayaan, sehingga jiwa menjadi suatu kuasa yang dapat me. ngalahkan. [KSZ1 372.1]