20 Februari 2027 · Hari 7
Hari 7: Pasal 36 - JAMAHAN IMAN
Halaman 373-373 | Pasal 36, Paragraf 17-18 | KSZ1 373.2-KSZ1 373.3
Ayat Inti
Markus 5:34
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 33 membaca Bab 36: Jamahan Iman. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 373.2 Ketika kesepuluh orang berpenyakit kusta datang kepada Yesus meminta kesembuhan, Ia menganjurkan supaya mereka pergi dan mem-perlihatkan dirinya kepada imam. Dalam perjalanan mereka telah disem-buhkan, tetapi hanya satu di antara mereka yang memuliakan Dia. Yang lain pulang ke jalan masing-masing, melupakan Dia yang telah menyembuhkan mereka. Berapa banyakkah yang berbuat perbuatan yang serupa itu. Tuhan bekerja terus menerus demi kebaikan umat ma-nusia. Ia selalu memberikan anugerah-Nya. Ia membangkitkan orang sakit dari tempat tidur, Ia melepaskan orang dari bahaya yang tidak me-reka lihat, Ia menyuruh malaikat-malaikat surga untuk menyelamatkan mereka dari malapetaka, menjaga mereka dari “penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang,” (Mzm. 91:6), tetapi hati mereka itu tidak merasakannya. Ia telah memberikan kekayaan surga untuk menebus mereka, tetapi mereka tidak mempedulikan kasih-Nya yang besar. Oleh rasa tidak hor-mat itu mereka telah menutup hatinya melawan kemurahan Allah. Ba-gaikan terik panas di gurun tandus mereka tidak mengetahui bilakah saat yang baik itu datang, dan jiwa mereka tinggal di tempat yang kering di padang belantara.
KSZ1 373.3 Adalah menjadi keuntungan kita supaya tetap memelihara setiap ka-runia Allah yang segar di dalam ingatan kita. Demikianlah iman itu dikuatkan untuk menuntut dan menerima lebih banyak lagi. Adalah dorongan yang lebih besar bagi kita di dalam berkat yang terkecil sekali pun yang kita terima dari Allah, dan kemudian di dalam segala-galanya kita dapat membaca iman dan pengalaman orang-orang lain. Jiwa yang menyambut anugerah Allah akan merupakan sebuah kebun yang disirami. Kesehatannya akan memancar dengan segera, cahayanya akan menerangi kegelapan, dan kemulian Allah akan kelihatan atasnya. Marilah kita ingat selalu kasih Allah yang penuh kasihan, kemurahan-Nya yang tidak terbilang itu. Seperti orang Israel, marilah kita bangunkan batu dasar kesaksian kita, dan menuliskan di atasnya cerita yang indah akan apa yang telah diperbuat Allah bagi kita. Dan sementara kira mengulangulangi hal yang bersangkutan dengan Dia di dalam perjalanan kita ini, marilah kita, dengan segenap hati yang penuh syukur, berkata: “Bagai-mana akan kubalas kepada Tuhan segala kebajikan-Nya kepadaku? Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama Tuhan, akan membayar nazarku kepada Tuhan di depan seluruh umat-Nya.” Mazmur 116:12-14.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
20 Februari 2027 | Hari 7
Hari 7: Pasal 36 - JAMAHAN IMAN
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 36 - JAMAHAN IMAN
Halaman 373-373 | Pasal 36, Paragraf 17-18 | KSZ1 373.2-KSZ1 373.3
Ayat Inti:
Markus 5:34
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 33 membaca Bab 36: Jamahan Iman. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-33-hari-7-2027-02-20
Teks Lengkap:
Ketika kesepuluh orang berpenyakit kusta datang kepada Yesus meminta kesembuhan, Ia menganjurkan supaya mereka pergi dan mem-perlihatkan dirinya kepada imam. Dalam perjalanan mereka telah disem-buhkan, tetapi hanya satu di antara mereka yang memuliakan Dia. Yang lain pulang ke jalan masing-masing, melupakan Dia yang telah menyembuhkan mereka. Berapa banyakkah yang berbuat perbuatan yang serupa itu. Tuhan bekerja terus menerus demi kebaikan umat ma-nusia. Ia selalu memberikan anugerah-Nya. Ia membangkitkan orang sakit dari tempat tidur, Ia melepaskan orang dari bahaya yang tidak me-reka lihat, Ia menyuruh malaikat-malaikat surga untuk menyelamatkan mereka dari malapetaka, menjaga mereka dari “penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang,” (Mzm. 91:6), tetapi hati mereka itu tidak merasakannya. Ia telah memberikan kekayaan surga untuk menebus mereka, tetapi mereka tidak mempedulikan kasih-Nya yang besar. Oleh rasa tidak hor-mat itu mereka telah menutup hatinya melawan kemurahan Allah. Ba-gaikan terik panas di gurun tandus mereka tidak mengetahui bilakah saat yang baik itu datang, dan jiwa mereka tinggal di tempat yang kering di padang belantara. [KSZ1 373.2]
Adalah menjadi keuntungan kita supaya tetap memelihara setiap ka-runia Allah yang segar di dalam ingatan kita. Demikianlah iman itu dikuatkan untuk menuntut dan menerima lebih banyak lagi. Adalah dorongan yang lebih besar bagi kita di dalam berkat yang terkecil sekali pun yang kita terima dari Allah, dan kemudian di dalam segala-galanya kita dapat membaca iman dan pengalaman orang-orang lain. Jiwa yang menyambut anugerah Allah akan merupakan sebuah kebun yang disirami. Kesehatannya akan memancar dengan segera, cahayanya akan menerangi kegelapan, dan kemulian Allah akan kelihatan atasnya. Marilah kita ingat selalu kasih Allah yang penuh kasihan, kemurahan-Nya yang tidak terbilang itu. Seperti orang Israel, marilah kita bangunkan batu dasar kesaksian kita, dan menuliskan di atasnya cerita yang indah akan apa yang telah diperbuat Allah bagi kita. Dan sementara kira mengulangulangi hal yang bersangkutan dengan Dia di dalam perjalanan kita ini, marilah kita, dengan segenap hati yang penuh syukur, berkata: “Bagai-mana akan kubalas kepada Tuhan segala kebajikan-Nya kepadaku? Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama Tuhan, akan membayar nazarku kepada Tuhan di depan seluruh umat-Nya.” Mazmur 116:12-14. [KSZ1 373.3]