Hari 1: Pasal 37 - PARA EVANGELIS YANG PERTAMA
21 Februari 2027 · Hari 1

Hari 1: Pasal 37 - PARA EVANGELIS YANG PERTAMA

Halaman 375-377 | Pasal 37, Paragraf 1-5 | KSZ1 375.1-KSZ1 377.1

Ayat Inti

Lukas 9:2

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 34 membaca Bab 37: Para Evangelis Yang Pertama. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 375.1 RASUL-RASUL itu adalah anggota keluarga Yesus, dan mereka menyertai Dia waktu Ia berjalan kaki melalui Galilea. Mereka turut menderita bersama-sama dengan Dia dalam kesulitan-kesulitan yang menimpa hidup mereka. Mereka telah mendengarkan khotbah-khotbahNya, berjalan dan bercakap-cakap dengan Anak Allah, dan dari petunjuk-petunjuk-Nya setiap hari mereka belajar bagaimana caranya bekerja untuk meninggikan derajat umat manusia. Ketika Yesus melayani orang banyak yang mengelilingi Dia, murid-murid-Nya berada di sana, ingin melaksanakan perintah-Nya dan meringankan pekerjaan-Nya. Mereka membantu untuk mengatur orang banyak, membawa orang-orang yang menderita kepada Juruselamat, dan mengusahakan hiburan untuk orang banyak. Mereka memperhatikan pendengar-pendengar yang menaruh perhatian, menerangkan Kitab Suci kepada mereka, dan dengan berbagai cara mereka bekerja demi kebajikan rohani mereka. Mereka mengajarkan apa yang telah mereka pelajari dari Yesus, dan setiap hari memperoleh pengalaman yang limpah. Tetapi mereka juga memerlukan suatu pengalaman bekerja sendirian. Mereka masih memerlukan banyak petunjuk kesabaran yang tangguh dan kelemahlembutan. Sekarang, ketika Ia masih bersama-sama dengan mereka secara pribadi, untuk menun-jukkan kesalahan yang mereka perbuat dan menasihati serta menegur mereka, Juruselamat mengutus mereka sebagai wakil-wakil-Nya.

KSZ1 376.1 Sementara mereka bersama-sama dengan Dia, murid-murid itu sering kebingungan oleh pengajaran imam-imam dan orang-orang Farisi, tetapi semuanya itu telah mereka sampaikan kepada Yesus. Ia telah memben-tangkan di hadapan mereka kebenaran Kitab Suci berlawanan dengan adat istiadat. Dengan demikian Ia menguatkan keyakinan mereka terha-dap Firman Allah, dan dalam tindakan yang besar telah melepaskan mereka dari ketakutannya akan para rabi beserta ikatan tradisi. Di dalam mendidik murid-murid itu teladan hidup Yesus jauh lebih baik daripada hanya mengajarkan doktrin-doktrin agama saja. Apabila mereka berpisah dari Dia, tiap-tiap pandangan dan tekanan suara serta perkataan muncul lagi kepada mereka. Sering bila berjumpa dengan musuh-musuh kabar Injil, mereka mengulang-ulangi sabda-Nya, dan begitu mereka melihat hasilnya atas orang banyak, mereka sangat bersuka.

KSZ1 376.2 Yesus memanggil kedua belas murid-murid Nya serta mengutus me-reka pergi berdua-dua menyusuri kota-kota dan dusun-dusun. Tidak ada yang diutus sendirian, melainkan saudara bersekutu dengan saudara, te-man dengan teman: Dengan demikian mereka dapat menolong dan mem-beranikan satu dengan yang lain, saling menasihati dan berdoa bersamasama, saling menguatkan kelemahan sesamanya. Di dalam cara yang sama kemudian Ia mengirimkan ketujuh puluh murid itu. Maksud Ju-ruselamat ialah agar pekabar-pekabar Injil itu disatukan dalam jalan ini. Pada zaman kita ini pekerjaan evangelisasi akan jauh lebih maju jika teladan ini diikuti dengan sebaik-baiknya.

KSZ1 376.3 Pekabaran murid-murid itu sama seperti yang dibawakan Yohanes Pembaptis dan Kristus sendiri: “Kerajaan surga sudah dekat.” Mereka ti-dak berbantah-bantah dengan orang banyak tentang apakah Yesus orang Nazaret itu Mesias; tetapi di dalam nama-Nya mereka mengerjakan pe-kerjaan kemurahan yang sama seperti yang telah diperbuat-Nya. Ia me-nyuruh mereka: “Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.”

KSZ1 377.1 Selama pelayanan-Nya Yesus membaktikan lebih banyak waktu untuk menyembuhkan orang sakit daripada berkhotbah. Mukjizat-mukjizat yang diadakan-Nya menyaksikan kebenaran perkataan-Nya, bahwa Ia datang bukan untuk menghancurkan melainkan untuk menyelamatkan. Kebenaran-Nya mendahului Dia, dan kemuliaan Allah adalah di belakang-Nya. Ke mana saja Ia pergi, kabar kemurahan-Nya mendahului Dia. Di mana saja Ia telah lalui, tujuan kemurahan-Nya ialah memberikan sukacita kesehatan, dan mengadakan ujian bagi kuasa yang baru mereka dapati. Orang banyak mengelilingi mereka untuk mendengarkan dari bibir mereka pekerjaan yang telah dibuat Allah. Suara-Nya adalah suara yang pertama yang telah banyak didengar orang, nama-Nya adalah kata yang pertama sekali mereka bicarakan, wajah-Nyalah yang pertama mereka pandang. Mengapa mereka tidak mengasihi Yesus, dan memuji Dia? Sementara Ia melalui desa dan kota Ia menjadi seperti suatu peristiwa yang amat penting, menebarkan kehidupan dan kegembiraan ke mana saja Ia pergi.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

21 Februari 2027 | Hari 1
Hari 1: Pasal 37 - PARA EVANGELIS YANG PERTAMA

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 37 - PARA EVANGELIS YANG PERTAMA
Halaman 375-377 | Pasal 37, Paragraf 1-5 | KSZ1 375.1-KSZ1 377.1

Ayat Inti:
Lukas 9:2
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 34 membaca Bab 37: Para Evangelis Yang Pertama. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-34-hari-1-2027-02-21

Teks Lengkap:

RASUL-RASUL itu adalah anggota keluarga Yesus, dan mereka menyertai Dia waktu Ia berjalan kaki melalui Galilea. Mereka turut menderita bersama-sama dengan Dia dalam kesulitan-kesulitan yang menimpa hidup mereka. Mereka telah mendengarkan khotbah-khotbahNya, berjalan dan bercakap-cakap dengan Anak Allah, dan dari petunjuk-petunjuk-Nya setiap hari mereka belajar bagaimana caranya bekerja untuk meninggikan derajat umat manusia. Ketika Yesus melayani orang banyak yang mengelilingi Dia, murid-murid-Nya berada di sana, ingin melaksanakan perintah-Nya dan meringankan pekerjaan-Nya. Mereka membantu untuk mengatur orang banyak, membawa orang-orang yang menderita kepada Juruselamat, dan mengusahakan hiburan untuk orang banyak. Mereka memperhatikan pendengar-pendengar yang menaruh perhatian, menerangkan Kitab Suci kepada mereka, dan dengan berbagai cara mereka bekerja demi kebajikan rohani mereka. Mereka mengajarkan apa yang telah mereka pelajari dari Yesus, dan setiap hari memperoleh pengalaman yang limpah. Tetapi mereka juga memerlukan suatu pengalaman bekerja sendirian. Mereka masih memerlukan banyak petunjuk kesabaran yang tangguh dan kelemahlembutan. Sekarang, ketika Ia masih bersama-sama dengan mereka secara pribadi, untuk menun-jukkan kesalahan yang mereka perbuat dan menasihati serta menegur mereka, Juruselamat mengutus mereka sebagai wakil-wakil-Nya. [KSZ1 375.1]

Sementara mereka bersama-sama dengan Dia, murid-murid itu sering kebingungan oleh pengajaran imam-imam dan orang-orang Farisi, tetapi semuanya itu telah mereka sampaikan kepada Yesus. Ia telah memben-tangkan di hadapan mereka kebenaran Kitab Suci berlawanan dengan adat istiadat. Dengan demikian Ia menguatkan keyakinan mereka terha-dap Firman Allah, dan dalam tindakan yang besar telah melepaskan mereka dari ketakutannya akan para rabi beserta ikatan tradisi. Di dalam mendidik murid-murid itu teladan hidup Yesus jauh lebih baik daripada hanya mengajarkan doktrin-doktrin agama saja. Apabila mereka berpisah dari Dia, tiap-tiap pandangan dan tekanan suara serta perkataan muncul lagi kepada mereka. Sering bila berjumpa dengan musuh-musuh kabar Injil, mereka mengulang-ulangi sabda-Nya, dan begitu mereka melihat hasilnya atas orang banyak, mereka sangat bersuka. [KSZ1 376.1]

Yesus memanggil kedua belas murid-murid Nya serta mengutus me-reka pergi berdua-dua menyusuri kota-kota dan dusun-dusun. Tidak ada yang diutus sendirian, melainkan saudara bersekutu dengan saudara, te-man dengan teman: Dengan demikian mereka dapat menolong dan mem-beranikan satu dengan yang lain, saling menasihati dan berdoa bersamasama, saling menguatkan kelemahan sesamanya. Di dalam cara yang sama kemudian Ia mengirimkan ketujuh puluh murid itu. Maksud Ju-ruselamat ialah agar pekabar-pekabar Injil itu disatukan dalam jalan ini. Pada zaman kita ini pekerjaan evangelisasi akan jauh lebih maju jika teladan ini diikuti dengan sebaik-baiknya. [KSZ1 376.2]

Pekabaran murid-murid itu sama seperti yang dibawakan Yohanes Pembaptis dan Kristus sendiri: “Kerajaan surga sudah dekat.” Mereka ti-dak berbantah-bantah dengan orang banyak tentang apakah Yesus orang Nazaret itu Mesias; tetapi di dalam nama-Nya mereka mengerjakan pe-kerjaan kemurahan yang sama seperti yang telah diperbuat-Nya. Ia me-nyuruh mereka: “Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.” [KSZ1 376.3]

Selama pelayanan-Nya Yesus membaktikan lebih banyak waktu untuk menyembuhkan orang sakit daripada berkhotbah. Mukjizat-mukjizat yang diadakan-Nya menyaksikan kebenaran perkataan-Nya, bahwa Ia datang bukan untuk menghancurkan melainkan untuk menyelamatkan. Kebenaran-Nya mendahului Dia, dan kemuliaan Allah adalah di belakang-Nya. Ke mana saja Ia pergi, kabar kemurahan-Nya mendahului Dia. Di mana saja Ia telah lalui, tujuan kemurahan-Nya ialah memberikan sukacita kesehatan, dan mengadakan ujian bagi kuasa yang baru mereka dapati. Orang banyak mengelilingi mereka untuk mendengarkan dari bibir mereka pekerjaan yang telah dibuat Allah. Suara-Nya adalah suara yang pertama yang telah banyak didengar orang, nama-Nya adalah kata yang pertama sekali mereka bicarakan, wajah-Nyalah yang pertama mereka pandang. Mengapa mereka tidak mengasihi Yesus, dan memuji Dia? Sementara Ia melalui desa dan kota Ia menjadi seperti suatu peristiwa yang amat penting, menebarkan kehidupan dan kegembiraan ke mana saja Ia pergi. [KSZ1 377.1]