Hari 3: Pasal 37 - PARA EVANGELIS YANG PERTAMA
23 Februari 2027 · Hari 3

Hari 3: Pasal 37 - PARA EVANGELIS YANG PERTAMA

Halaman 379-381 | Pasal 37, Paragraf 11-14 | KSZ1 379.2-KSZ1 381.1

Ayat Inti

Lukas 9:2

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 34 membaca Bab 37: Para Evangelis Yang Pertama. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 379.2 Sekarang pandangan Penebus menerobos hari kemudian; Ia melihat ladang yang luas, yang sesudah kematian-Nya, murid-murid itulah yang menjadi saksi-saksi bagi-Nya. Nubuatan-Nya berlangsung di dalam pe-ngalaman hamba-hamba-Nya sepanjang zaman sampai saat kedatanganNya yang kedua kali. Ia menunjukkan kepada murid-murid-Nya pertentangan yang pasti mereka hadapi; Ia menunjukkan sifat dan rencana peperangan itu. Ia mengungkapkan di hadapan mereka bahaya yang harus mereka hadapi, penyangkalan diri yang diharuskan. Ia ingin agar mereka memperhitungkan risikonya, supaya tidak dapat dilengahkan oleh musuh. Peperangan mereka bukanlah melawan daging dan darah tetapi “melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.” Efesus 6:12. Mereka bergumul dengan tenaga-tenaga yang luar biasa, tetapi mereka telah diberikan jaminan adanya pertolongan yang luar biasa juga. Seluruh makhluk surga berada pada barisan tentara ini. Dan makin banyak malaikat-malaikat berada di dalam barisan itu. Roh Kudus, utusan Panglima bala tentara Tuhan, turut terjun ke medan perang itu. Mungkin banyak kelemahan kita, begitu pun dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan kita sangat menyedihkan; tetapi kemurahan Allah itu menjadi bahagian mereka yang mencarinya dengan penyesalan. Kuasa yang Mahakuasa adalah demi kepentingan mereka yang berharap di dalam Allah.

KSZ1 380.1 “Lihat” kata Yesus, “Aku mengutus kamu seperti domba ke tengahtengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.” Kristus Sendiri tidak mengesampingkan satu kata pun dari kebenaran, tetapi Ia selalu mengucapkannya di dalam kasih. Ia mempergunakan taktik yang sangat bijaksana, dan ramah tamah dalam pergaulan-Nya dengan orang banyak. Ia tidak pernah kasar, tidak pernah mengeluarkan perkataan yang pedas, tidak pernah menyusahkan jiwa yang halus itu. Ia tidak mengritik kelemahan manusia. Ia tidak segansegan mencela kemunafikan, kurang percaya, dan kejahatan, tetapi air mata ada dalam suara-Nya ketika Ia mengucapkan celaan-Nya yang menyakitkan itu. Ia menangisi Yerusalem, kota yang Ia kasihi, yang telah menolak untuk menerima Dia, Jalan, Kebenaran, dan Hidup. Mereka menolak Dia, Juruselamat, tetapi la memandang mereka dengan belas kasihan, dan duka yang begitu mendalam sehingga menyayat hati-Nya. Setiap jiwa indah pada pemandangan-Nya. Sedang Ia selamanya diliputi dengan kebesaran Ilahi Ia menundukkan diri-Nya dengan lemah lembut untuk memandang setiap anggota keluarga Allah. Di dalam semua manu-sia la melihat jiwa-jiwa yang telah jatuh yang ditugaskan kepada-Nya untuk diselamatkan.

KSZ1 380.2 Hamba-hamba Kristus janganlah berbuat menurut kemauan hati sendiri. Mereka perlu mempunyai hubungan yang lebih dekat dengan Allah, supaya jangan oleh godaan, mereka meninggikan diri, lalu mereka mengeluarkan perkataan yang pedas dan tidak patut, tidak sebagai embun atau hujan yang menyegarkan tumbuh-tumbuhan yang hampir kering. Inilah yang Setan ingin mereka lakukan, karena memang demikianlah metodenya. Naga itulah yang murka; roh Setanlah yang dinyatakan di dalam amarah dan tuduhan. Tetapi hamba-hamba Allah harus mewakili-Nya. Ia ingin agar mereka berhubungan hanya dengan perkara surga, yakni kebenaran yang mengandung peta-Nya dan firman yang agung itu. Kuasa yang mereka peroleh untuk mengalahkan si jahat ialah kuasa Kristus. Kemuliaan Kristus itulah kekuatan mereka. Mereka harus mengarahkan pandangan mereka pada keindahan-Nya. Kemudian barulah mereka dapat mengemukakan berita Injil dengan taktik Ilahi disertai kelembutan. Dan roh yang tetap lemahlembut di bawah hasutan akan lebih berhasil untuk kebenaran daripada berbantah-bantah, betapapun hebatnya.

KSZ1 381.1 Orang-orang yang melibatkan diri dalam pertentangan melawan musuh-musuh kebenaran akan berhadapan, bukan saja dengan manusia, tetapi juga Setan dan agen-agennya. Biarlah mereka selalu ingat perkataan Juruselamat: “Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.” Lukas 10:3. Biarlah mereka tinggal di dalam kasih Allah, dan jiwa akan lebih tenang, sekalipun dalam keadaan yang buruk. Tuhan akan memakaikan mereka dengan suatu persenjataan Ilahi. Roh Kudus-Nya akan mempengaruhi pikiran dan hati dengan demikian suara mereka tidak menimbulkan gonggongan serigala.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

23 Februari 2027 | Hari 3
Hari 3: Pasal 37 - PARA EVANGELIS YANG PERTAMA

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 37 - PARA EVANGELIS YANG PERTAMA
Halaman 379-381 | Pasal 37, Paragraf 11-14 | KSZ1 379.2-KSZ1 381.1

Ayat Inti:
Lukas 9:2
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 34 membaca Bab 37: Para Evangelis Yang Pertama. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-34-hari-3-2027-02-23

Teks Lengkap:

Sekarang pandangan Penebus menerobos hari kemudian; Ia melihat ladang yang luas, yang sesudah kematian-Nya, murid-murid itulah yang menjadi saksi-saksi bagi-Nya. Nubuatan-Nya berlangsung di dalam pe-ngalaman hamba-hamba-Nya sepanjang zaman sampai saat kedatanganNya yang kedua kali. Ia menunjukkan kepada murid-murid-Nya pertentangan yang pasti mereka hadapi; Ia menunjukkan sifat dan rencana peperangan itu. Ia mengungkapkan di hadapan mereka bahaya yang harus mereka hadapi, penyangkalan diri yang diharuskan. Ia ingin agar mereka memperhitungkan risikonya, supaya tidak dapat dilengahkan oleh musuh. Peperangan mereka bukanlah melawan daging dan darah tetapi “melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.” Efesus 6:12. Mereka bergumul dengan tenaga-tenaga yang luar biasa, tetapi mereka telah diberikan jaminan adanya pertolongan yang luar biasa juga. Seluruh makhluk surga berada pada barisan tentara ini. Dan makin banyak malaikat-malaikat berada di dalam barisan itu. Roh Kudus, utusan Panglima bala tentara Tuhan, turut terjun ke medan perang itu. Mungkin banyak kelemahan kita, begitu pun dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan kita sangat menyedihkan; tetapi kemurahan Allah itu menjadi bahagian mereka yang mencarinya dengan penyesalan. Kuasa yang Mahakuasa adalah demi kepentingan mereka yang berharap di dalam Allah. [KSZ1 379.2]

“Lihat” kata Yesus, “Aku mengutus kamu seperti domba ke tengahtengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.” Kristus Sendiri tidak mengesampingkan satu kata pun dari kebenaran, tetapi Ia selalu mengucapkannya di dalam kasih. Ia mempergunakan taktik yang sangat bijaksana, dan ramah tamah dalam pergaulan-Nya dengan orang banyak. Ia tidak pernah kasar, tidak pernah mengeluarkan perkataan yang pedas, tidak pernah menyusahkan jiwa yang halus itu. Ia tidak mengritik kelemahan manusia. Ia tidak segansegan mencela kemunafikan, kurang percaya, dan kejahatan, tetapi air mata ada dalam suara-Nya ketika Ia mengucapkan celaan-Nya yang menyakitkan itu. Ia menangisi Yerusalem, kota yang Ia kasihi, yang telah menolak untuk menerima Dia, Jalan, Kebenaran, dan Hidup. Mereka menolak Dia, Juruselamat, tetapi la memandang mereka dengan belas kasihan, dan duka yang begitu mendalam sehingga menyayat hati-Nya. Setiap jiwa indah pada pemandangan-Nya. Sedang Ia selamanya diliputi dengan kebesaran Ilahi Ia menundukkan diri-Nya dengan lemah lembut untuk memandang setiap anggota keluarga Allah. Di dalam semua manu-sia la melihat jiwa-jiwa yang telah jatuh yang ditugaskan kepada-Nya untuk diselamatkan. [KSZ1 380.1]

Hamba-hamba Kristus janganlah berbuat menurut kemauan hati sendiri. Mereka perlu mempunyai hubungan yang lebih dekat dengan Allah, supaya jangan oleh godaan, mereka meninggikan diri, lalu mereka mengeluarkan perkataan yang pedas dan tidak patut, tidak sebagai embun atau hujan yang menyegarkan tumbuh-tumbuhan yang hampir kering. Inilah yang Setan ingin mereka lakukan, karena memang demikianlah metodenya. Naga itulah yang murka; roh Setanlah yang dinyatakan di dalam amarah dan tuduhan. Tetapi hamba-hamba Allah harus mewakili-Nya. Ia ingin agar mereka berhubungan hanya dengan perkara surga, yakni kebenaran yang mengandung peta-Nya dan firman yang agung itu. Kuasa yang mereka peroleh untuk mengalahkan si jahat ialah kuasa Kristus. Kemuliaan Kristus itulah kekuatan mereka. Mereka harus mengarahkan pandangan mereka pada keindahan-Nya. Kemudian barulah mereka dapat mengemukakan berita Injil dengan taktik Ilahi disertai kelembutan. Dan roh yang tetap lemahlembut di bawah hasutan akan lebih berhasil untuk kebenaran daripada berbantah-bantah, betapapun hebatnya. [KSZ1 380.2]

Orang-orang yang melibatkan diri dalam pertentangan melawan musuh-musuh kebenaran akan berhadapan, bukan saja dengan manusia, tetapi juga Setan dan agen-agennya. Biarlah mereka selalu ingat perkataan Juruselamat: “Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.” Lukas 10:3. Biarlah mereka tinggal di dalam kasih Allah, dan jiwa akan lebih tenang, sekalipun dalam keadaan yang buruk. Tuhan akan memakaikan mereka dengan suatu persenjataan Ilahi. Roh Kudus-Nya akan mempengaruhi pikiran dan hati dengan demikian suara mereka tidak menimbulkan gonggongan serigala. [KSZ1 381.1]