25 Februari 2027 · Hari 5
Hari 5: Pasal 37 - PARA EVANGELIS YANG PERTAMA
Halaman 383-384 | Pasal 37, Paragraf 19-22 | KSZ1 383.1-KSZ1 384.1
Ayat Inti
Lukas 9:2
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 34 membaca Bab 37: Para Evangelis Yang Pertama. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 383.1 Usaha setiap hari dan sungguh-sungguh untuk mengenal Allah, dan Yesus Kristus yang telah diutus-Nya, akan membawa kuasa dan kekuatan jiwa. Pengetahuan yang diperoleh melalui penyelidikan Alkitab dengan giat akan menerangi ingatan pada waktu yang tepat. Akan tetapi jikalau ada yang lalai untuk berkenalan dengan perkataan Kristus, jika mereka belum pernah menguji kuasa anugerah-Nya di hadapan pengadilan, mereka tidak dapat mengharapkan Roh Kudus mau membawa firman-Nya ke dalam ingatan mereka. Mereka harus melayani Allah setiap hari dengan perasaan yang tidak terbagi-bagi, serta berharap pada-Nya.
KSZ1 383.2 Betapa pahitnya perseteruan terhadap Injil sehingga ikatan dunia yang terhalus pun tidak diindahkan. Murid-murid Kristus akan dikhianati sampai kepada kematian oleh anggota keluarga mereka sendiri. “Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku,” kata-Nya lagi, “tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat.” Markus 13:13. Tetapi Ia memesan kepada mereka agar jangan menerjunkan dirinya masuk ke dalam penganiayaan yang tidak perlu. Kristus Sendiri sering meninggalkan satu ladang tempat bekerja pergi ke tempat yang lain agar terlepas dari mereka yang hendak membunuh Dia. Apabila Ia ditolak di Nazaret, dan orang sekampung-Nya hendak membunuh Dia, Ia pergi ke Kapernaum, dan di sana orang banyak tercengang akan pengajaran-Nya; “sebab perkataan-Nya penuh kuasa.” Lukas 4:32. Demikianlah hamba-hamba-Nya tidak perlu kecewa oleh aniaya, tetapi mencari suatu tempat di mana mereka masih dapat bekerja untuk keselamatan jiwa-jiwa.
KSZ1 383.3 Hamba tidak lebih tinggi dari tuannya. Raja surga telah dijuluki Beelzebul, dan murid-murid-Nya akan disalahtafsirkan seperti itu pula. Tetapi apa pun bahaya yang terjadi, pengikut-pengikut Kristus harus meng-ikrarkan asas-asas mereka. Mereka harus menganggap hina menyembu-nyikan asas-asas itu. Mereka tidak dapat tinggal diam tanpa berbuat se-suatu sampai terjaminnya keselamatan di dalam pengakuan kebenaran. Mereka telah diasingkan sebagai pengawal, untuk mengamarkan manusia tentang kebinasaan mereka. Kebenaran yang diterima dari Kristus harus disampaikan kepada semua orang dengan cuma-cuma dan terus terang. Yesus berkata: “Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah.”
KSZ1 384.1 Yesus Sendiri tidak pernah membeli damai melalui kompromi. HatiNya dipenuhi kasih bagi seluruh umat manusia, akan tetapi Ia tidak pernah memanjakan dosa-dosa mereka. Ia menjadi sahabat karib mereka sehingga Ia tidak dapat tinggal diam saja melihat mereka mengikuti jalan yang akan membinasakan jiwa mereka, jiwa-jiwa yang telah dibeli-Nya dengan darah-Nya sendiri. Ia bekerja supaya manusia benar kepada dirinya sendiri, benar terhadap perhatiannya yang lebih mulia dan kekal. Hamba-hamba Kristus juga dipanggil kepada pekerjaan yang serupa, dan mereka harus berhati-hati supaya jangan di dalam mencari jalan untuk mencegah perpecahan, mereka menyerahkan kebenaran. Mereka harus “mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera” (Roma 14:19); tetapi damai yang sejati tidak pernah didapat oleh prinsip kompromi. Dan tidak ada seorang pun yang benar terhadap prinsip tanpa mendatangkan perlawanan. Suatu Kekristenan yang rohani akan ditentang oleh anakanak yang durhaka. Tetapi Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa.” Orang-orang yang benar terhadap Allah tidak perlu takut akan terhadap manusia atau pun permusuhan Setan. Di dalam Kristus kehidupan yang kekal itu pasti. Ketakutan mereka hanyalah kalau-kalau mereka meninggalkan kebenaran, dan mengkhianati kepercayaan akan Allah yang telah menghormati mereka.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
25 Februari 2027 | Hari 5
Hari 5: Pasal 37 - PARA EVANGELIS YANG PERTAMA
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 37 - PARA EVANGELIS YANG PERTAMA
Halaman 383-384 | Pasal 37, Paragraf 19-22 | KSZ1 383.1-KSZ1 384.1
Ayat Inti:
Lukas 9:2
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 34 membaca Bab 37: Para Evangelis Yang Pertama. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-34-hari-5-2027-02-25
Teks Lengkap:
Usaha setiap hari dan sungguh-sungguh untuk mengenal Allah, dan Yesus Kristus yang telah diutus-Nya, akan membawa kuasa dan kekuatan jiwa. Pengetahuan yang diperoleh melalui penyelidikan Alkitab dengan giat akan menerangi ingatan pada waktu yang tepat. Akan tetapi jikalau ada yang lalai untuk berkenalan dengan perkataan Kristus, jika mereka belum pernah menguji kuasa anugerah-Nya di hadapan pengadilan, mereka tidak dapat mengharapkan Roh Kudus mau membawa firman-Nya ke dalam ingatan mereka. Mereka harus melayani Allah setiap hari dengan perasaan yang tidak terbagi-bagi, serta berharap pada-Nya. [KSZ1 383.1]
Betapa pahitnya perseteruan terhadap Injil sehingga ikatan dunia yang terhalus pun tidak diindahkan. Murid-murid Kristus akan dikhianati sampai kepada kematian oleh anggota keluarga mereka sendiri. “Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku,” kata-Nya lagi, “tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat.” Markus 13:13. Tetapi Ia memesan kepada mereka agar jangan menerjunkan dirinya masuk ke dalam penganiayaan yang tidak perlu. Kristus Sendiri sering meninggalkan satu ladang tempat bekerja pergi ke tempat yang lain agar terlepas dari mereka yang hendak membunuh Dia. Apabila Ia ditolak di Nazaret, dan orang sekampung-Nya hendak membunuh Dia, Ia pergi ke Kapernaum, dan di sana orang banyak tercengang akan pengajaran-Nya; “sebab perkataan-Nya penuh kuasa.” Lukas 4:32. Demikianlah hamba-hamba-Nya tidak perlu kecewa oleh aniaya, tetapi mencari suatu tempat di mana mereka masih dapat bekerja untuk keselamatan jiwa-jiwa. [KSZ1 383.2]
Hamba tidak lebih tinggi dari tuannya. Raja surga telah dijuluki Beelzebul, dan murid-murid-Nya akan disalahtafsirkan seperti itu pula. Tetapi apa pun bahaya yang terjadi, pengikut-pengikut Kristus harus meng-ikrarkan asas-asas mereka. Mereka harus menganggap hina menyembu-nyikan asas-asas itu. Mereka tidak dapat tinggal diam tanpa berbuat se-suatu sampai terjaminnya keselamatan di dalam pengakuan kebenaran. Mereka telah diasingkan sebagai pengawal, untuk mengamarkan manusia tentang kebinasaan mereka. Kebenaran yang diterima dari Kristus harus disampaikan kepada semua orang dengan cuma-cuma dan terus terang. Yesus berkata: “Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah.” [KSZ1 383.3]
Yesus Sendiri tidak pernah membeli damai melalui kompromi. HatiNya dipenuhi kasih bagi seluruh umat manusia, akan tetapi Ia tidak pernah memanjakan dosa-dosa mereka. Ia menjadi sahabat karib mereka sehingga Ia tidak dapat tinggal diam saja melihat mereka mengikuti jalan yang akan membinasakan jiwa mereka, jiwa-jiwa yang telah dibeli-Nya dengan darah-Nya sendiri. Ia bekerja supaya manusia benar kepada dirinya sendiri, benar terhadap perhatiannya yang lebih mulia dan kekal. Hamba-hamba Kristus juga dipanggil kepada pekerjaan yang serupa, dan mereka harus berhati-hati supaya jangan di dalam mencari jalan untuk mencegah perpecahan, mereka menyerahkan kebenaran. Mereka harus “mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera” (Roma 14:19); tetapi damai yang sejati tidak pernah didapat oleh prinsip kompromi. Dan tidak ada seorang pun yang benar terhadap prinsip tanpa mendatangkan perlawanan. Suatu Kekristenan yang rohani akan ditentang oleh anakanak yang durhaka. Tetapi Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa.” Orang-orang yang benar terhadap Allah tidak perlu takut akan terhadap manusia atau pun permusuhan Setan. Di dalam Kristus kehidupan yang kekal itu pasti. Ketakutan mereka hanyalah kalau-kalau mereka meninggalkan kebenaran, dan mengkhianati kepercayaan akan Allah yang telah menghormati mereka. [KSZ1 384.1]