16 Maret 2027 · Hari 3
Hari 3: Pasal 40 - SATU MALAM DI ATAS DANAU
Halaman 408-409 | Pasal 40, Paragraf 8-10 | KSZ1 408.1-KSZ1 409.1
Ayat Inti
Matius 14:27
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 37 membaca Bab 40: Satu Malam diatas Danau. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 408.1 Murid-murid itu tidak dengan segera meninggalkan daratan sebagai-mana yang disuruh-Nya kepada mereka. Mereka menunggu sebentar dengan harapan bahwa Ia akan datang kepada mereka. Tetapi ketika mereka melihat bahwa hari sudah hampir malam “murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahu dan menyeberang ke Kapernaum.” Mereka telah meninggalkan Yesus dengan hati yang tidak puas, tidak sabar akan Dia lebih daripada sebelum mereka mengakui Dia sebagai Tuhan mereka. Mereka bersungut-sungut karena mereka tidak diperke-nankan untuk memaklumkan Dia sebagai raja. Mereka mempe^alahkan diri mereka sendiri karena terlalu cepat tunduk pada perintah-Nya. Me-reka berpendapat bahwa apabila mereka lebih tekun maksud mereka dapat terlaksana.
KSZ1 408.2 Sifat tidak percaya telah menguasai hati dan pikiran mereka. Cinta akan kehormatan telah membutakan mereka. Mereka mengetahui bahwa Yesus dibenci oleh orang Farisi, sehingga mereka rindu melihat Dia diagungkan sesuai dengan pikiran mereka. Bersatu dengan seorang guru yang dapat melakukan mukjizat yang besar; malahan dicaci sebagai seorang penipu adalah suatu ujian yang dapat mereka tanggung dengan sukar. Apakah mereka selalu dianggap sebagai pengikut seorang nabi palsu? Apakah Kristus tidak pernah akan menyatakan kuasa-Nya sebagai raja? Mengapa Ia yang mempunyai kuasa semacam itu tidak memperlihatkan diri-Nya sendiri di dalam sifat-Nya yang sejati, dan membuat jalan mereka tidak begitu susah? Mengapakah Ia tidak menyelamatkan Yohanes Pembaptis dari kematian yang ngeri itu? Demikianlah pikiran murid-murid itu sehingga mereka menyelubungi diri mereka sendiri dengan kegelapan rohani yang besar. Mereka bertanya: Mungkinkah Yesus seorang penipu, sebagaimana yang dituduhkan oleh orang Farisi?
KSZ1 409.1 Hari itu murid-murid telah menyaksikan perbuatan ajaib yang diada-kan Kristus. Seakan-akan surga telah turun ke bumi. Kenangan hari yang indah dan mulia itu seharusnya memenuhi mereka dengan iman dan pengharapan. Jikalau mereka, terpancar dari kesungguhan hati mereka, bertobat bersamaan dengan melihat perkara-perkara ini. mereka tidak akan masuk ke dalam pencobaan. Tetapi kekecewaan mereka telah me-nyerap pikiran mereka. Firman Kristus: “Kumpulkan potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang,” tidak dihiraukan. Saat itu sebenarnya adalah suatu saat yang mendatangkan berkat besar bagi murid-murid itu, tetapi mereka telah melupakannya sama sekali. Mereka berada di tengah kesusahan besar. Pikiran mereka kacau dan bergolak, dan Tuhan memberikan pada mereka sesuatu hal yang lain untuk merun-dung jiwa mereka dan mengisi pikiran mereka. Allah sering berbuat seperti hal ini bila manusia membuat beban sendiri serta menyulitkan diri mereka sendiri. Murid-murid seharusnya tidak perlu menimbulkan kesukaran. Bahaya besar sedang mengancam.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
16 Maret 2027 | Hari 3
Hari 3: Pasal 40 - SATU MALAM DI ATAS DANAU
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 40 - SATU MALAM DI ATAS DANAU
Halaman 408-409 | Pasal 40, Paragraf 8-10 | KSZ1 408.1-KSZ1 409.1
Ayat Inti:
Matius 14:27
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 37 membaca Bab 40: Satu Malam diatas Danau. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-37-hari-3-2027-03-16
Teks Lengkap:
Murid-murid itu tidak dengan segera meninggalkan daratan sebagai-mana yang disuruh-Nya kepada mereka. Mereka menunggu sebentar dengan harapan bahwa Ia akan datang kepada mereka. Tetapi ketika mereka melihat bahwa hari sudah hampir malam “murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahu dan menyeberang ke Kapernaum.” Mereka telah meninggalkan Yesus dengan hati yang tidak puas, tidak sabar akan Dia lebih daripada sebelum mereka mengakui Dia sebagai Tuhan mereka. Mereka bersungut-sungut karena mereka tidak diperke-nankan untuk memaklumkan Dia sebagai raja. Mereka mempe^alahkan diri mereka sendiri karena terlalu cepat tunduk pada perintah-Nya. Me-reka berpendapat bahwa apabila mereka lebih tekun maksud mereka dapat terlaksana. [KSZ1 408.1]
Sifat tidak percaya telah menguasai hati dan pikiran mereka. Cinta akan kehormatan telah membutakan mereka. Mereka mengetahui bahwa Yesus dibenci oleh orang Farisi, sehingga mereka rindu melihat Dia diagungkan sesuai dengan pikiran mereka. Bersatu dengan seorang guru yang dapat melakukan mukjizat yang besar; malahan dicaci sebagai seorang penipu adalah suatu ujian yang dapat mereka tanggung dengan sukar. Apakah mereka selalu dianggap sebagai pengikut seorang nabi palsu? Apakah Kristus tidak pernah akan menyatakan kuasa-Nya sebagai raja? Mengapa Ia yang mempunyai kuasa semacam itu tidak memperlihatkan diri-Nya sendiri di dalam sifat-Nya yang sejati, dan membuat jalan mereka tidak begitu susah? Mengapakah Ia tidak menyelamatkan Yohanes Pembaptis dari kematian yang ngeri itu? Demikianlah pikiran murid-murid itu sehingga mereka menyelubungi diri mereka sendiri dengan kegelapan rohani yang besar. Mereka bertanya: Mungkinkah Yesus seorang penipu, sebagaimana yang dituduhkan oleh orang Farisi? [KSZ1 408.2]
Hari itu murid-murid telah menyaksikan perbuatan ajaib yang diada-kan Kristus. Seakan-akan surga telah turun ke bumi. Kenangan hari yang indah dan mulia itu seharusnya memenuhi mereka dengan iman dan pengharapan. Jikalau mereka, terpancar dari kesungguhan hati mereka, bertobat bersamaan dengan melihat perkara-perkara ini. mereka tidak akan masuk ke dalam pencobaan. Tetapi kekecewaan mereka telah me-nyerap pikiran mereka. Firman Kristus: “Kumpulkan potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang,” tidak dihiraukan. Saat itu sebenarnya adalah suatu saat yang mendatangkan berkat besar bagi murid-murid itu, tetapi mereka telah melupakannya sama sekali. Mereka berada di tengah kesusahan besar. Pikiran mereka kacau dan bergolak, dan Tuhan memberikan pada mereka sesuatu hal yang lain untuk merun-dung jiwa mereka dan mengisi pikiran mereka. Allah sering berbuat seperti hal ini bila manusia membuat beban sendiri serta menyulitkan diri mereka sendiri. Murid-murid seharusnya tidak perlu menimbulkan kesukaran. Bahaya besar sedang mengancam. [KSZ1 409.1]