17 Maret 2027 · Hari 4
Hari 4: Pasal 40 - SATU MALAM DI ATAS DANAU
Halaman 409-410 | Pasal 40, Paragraf 11-13 | KSZ1 409.2-KSZ1 410.1
Ayat Inti
Matius 14:27
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 37 membaca Bab 40: Satu Malam diatas Danau. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 409.2 Suatu topan yang dahsyat telah menghantam mereka, mereka tidak bersedia menghadapinya. Itu suatu perbedaan yang tajam, karena hari yang baru lalu sangat cerah; dan waktu topan memukul, mereka menjadi ketakutan. Mereka lupa akan kekecewaan, kurang percaya, dan kekurangsabaran mereka. Setiap orang berusaha agar perahu itu tidak teng-gelam. Jaraknya tidak terlalu jauh lewat danau dari Betsaida, di mana mereka berharap akan bertemu dengan Yesus, dan jika dalam keadaan cuaca yang baik perjalanan itu hanya memerlukan beberapa jam saja; tetapi kini mereka dihanyutkan semakin jauh dari tujuan mereka. Hingga pukul empat dinihari mereka mendayung. Kemudian orang-orang yang telah letih ini pasrah dan menyerah akan binasa. Di dalam topan dan kegelapan danau telah mengajarkan kepada mereka keadaan mereka yang tidak berdaya itu, dan mereka rindu akan kehadiran Tuhan mereka.
KSZ1 409.3 Yesus tidak melupakan mereka. Sang Penjaga berdiri di pantai melihat orang-orang yang ketakutan itu bergumul melawan topan. Tiada sekejap mata pun perhatian-Nya lepas dari murid-murid-Nya. Dengan perhatian yang penuh mata-Nya mengikuti perahu yang diombang-ambingkan topan dengan penumpang-penumpang yang sangat berharga itu; karena orang-orang ini akan menjadi terang dunia. Seperti seorang ibu dengan penuh kasih sayang memperhatikan anaknya, demikian pula Tuhan yang penuh kasih memperhatikan murid-murid-Nya. Apabila hati mereka ditundukkan, cita-cita mereka yang tidak suci itu dipadamkan serta dengan kerendahan hati mereka berdoa memohon pertolongan, maka pertolongan pun diberikan kepada mereka.
KSZ1 410.1 Pada saat mereka merasa bahwa mereka akan binasa, suaru sinar terang menampakkan sesosok tubuh yang aneh berjalan di atas air menghampiri mereka. Tetapi mereka tidak mengetahui bahwa itulah Yesus. Seorang yang telah datang untuk menolong mereka, dianggap sebagai seorang musuh. Kengerian telah menguasai mereka. Tangan-tangan yang memegang dayung dengan otot-otot bagaikan besi kini menjadi lemah. Perahu dibiarkan diombang-ambingkan oleh gelombang; semua mata ditujukan pada pemandangan orang yang sedang berjalan di atas ombak air danau yang sedang bergelora itu.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
17 Maret 2027 | Hari 4
Hari 4: Pasal 40 - SATU MALAM DI ATAS DANAU
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 40 - SATU MALAM DI ATAS DANAU
Halaman 409-410 | Pasal 40, Paragraf 11-13 | KSZ1 409.2-KSZ1 410.1
Ayat Inti:
Matius 14:27
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 37 membaca Bab 40: Satu Malam diatas Danau. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-37-hari-4-2027-03-17
Teks Lengkap:
Suatu topan yang dahsyat telah menghantam mereka, mereka tidak bersedia menghadapinya. Itu suatu perbedaan yang tajam, karena hari yang baru lalu sangat cerah; dan waktu topan memukul, mereka menjadi ketakutan. Mereka lupa akan kekecewaan, kurang percaya, dan kekurangsabaran mereka. Setiap orang berusaha agar perahu itu tidak teng-gelam. Jaraknya tidak terlalu jauh lewat danau dari Betsaida, di mana mereka berharap akan bertemu dengan Yesus, dan jika dalam keadaan cuaca yang baik perjalanan itu hanya memerlukan beberapa jam saja; tetapi kini mereka dihanyutkan semakin jauh dari tujuan mereka. Hingga pukul empat dinihari mereka mendayung. Kemudian orang-orang yang telah letih ini pasrah dan menyerah akan binasa. Di dalam topan dan kegelapan danau telah mengajarkan kepada mereka keadaan mereka yang tidak berdaya itu, dan mereka rindu akan kehadiran Tuhan mereka. [KSZ1 409.2]
Yesus tidak melupakan mereka. Sang Penjaga berdiri di pantai melihat orang-orang yang ketakutan itu bergumul melawan topan. Tiada sekejap mata pun perhatian-Nya lepas dari murid-murid-Nya. Dengan perhatian yang penuh mata-Nya mengikuti perahu yang diombang-ambingkan topan dengan penumpang-penumpang yang sangat berharga itu; karena orang-orang ini akan menjadi terang dunia. Seperti seorang ibu dengan penuh kasih sayang memperhatikan anaknya, demikian pula Tuhan yang penuh kasih memperhatikan murid-murid-Nya. Apabila hati mereka ditundukkan, cita-cita mereka yang tidak suci itu dipadamkan serta dengan kerendahan hati mereka berdoa memohon pertolongan, maka pertolongan pun diberikan kepada mereka. [KSZ1 409.3]
Pada saat mereka merasa bahwa mereka akan binasa, suaru sinar terang menampakkan sesosok tubuh yang aneh berjalan di atas air menghampiri mereka. Tetapi mereka tidak mengetahui bahwa itulah Yesus. Seorang yang telah datang untuk menolong mereka, dianggap sebagai seorang musuh. Kengerian telah menguasai mereka. Tangan-tangan yang memegang dayung dengan otot-otot bagaikan besi kini menjadi lemah. Perahu dibiarkan diombang-ambingkan oleh gelombang; semua mata ditujukan pada pemandangan orang yang sedang berjalan di atas ombak air danau yang sedang bergelora itu. [KSZ1 410.1]