21 Maret 2027 · Hari 1
Hari 1: Pasal 41 - KRISIS DI GALILEA
Halaman 413-415 | Pasal 41, Paragraf 1-8 | KSZ1 413.1-KSZ1 415.3
Ayat Inti
Yohanes 6:68
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 38 membaca Bab 41: Krisis di Galilea. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 413.1 RETIKA Kristus melarang orang banyak untuk mengumumkan Dia sebagai raja, Ia telah mengetahui bahwa saat perubahan dalam sejarah hidup-Nya sudah tiba. Orang banyak yang tadinya ingin menaikkan Dia ke takhta berbalik dari Dia keesokan harinya. Dengan dikecewakannya cita-cita mereka yang mementingkan diri telah mengubah kasih mereka menjadi kebencian, dan pujian mereka menjadi kutuk serapah. Meskipun Ia mengetahui hal ini, Ia tidak mengambil tindakan mencegah krisis itu. Sejak awal Ia tidak menawarkan harapan akan pahala duniawi bagi para pengikut-Nya. Kepada seorang yang datang dengan kerinduan hendak menjadi murid-Nya Ia berkata, “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepada-Nya.” Mat. 8:20. Sekiranya manusia dapat memperoleh dunia dengan Kristus, sudah tentu orang banyak akan me-nyatakan setia kepada-Nya; tetapi pelayanan seperti itu tidak dapat diterima-Nya. Dari mereka yang berhubungan dengan Dia sekarang banyak yang telah tertarik oleh harapan akan kerajaan duniawi. Orangorang ini hendaknya jangan tersesat. Ajaran rohani dalam mukjizat ketul roti yang dalam artinya tidak dipahami. Hal ini harus dijelaskan. Dan wahyu yang baru in akan membawa sertanya suatu ujian yang lebih teliti.
KSZ1 414.1 Mukjizat mengenai ketul roti telah tersebar luas ke tempat jauh dan dekat, dan pagi-pagi benar keesokan harinya orang banyak datang berduyun-duyun ke Betsaida hendak melihat Yesus: Mereka datang dalam jumlah yang besar, melalui darat dan laut. Mereka yang telah meninggalkan Dia pada malam lagi, dengan berharap masih dapat menemukan Dia di situ; karena tidak ada perahu yang dapat ditumpangi-Nya untuk menyeberang. Tetapi sia-sia saja mereka mencari-Nya, dan banyak yang ke Kapernaum dalam usaha hendak mencari Dia.
KSZ1 414.2 Dalam pada itu Ia telah tiba di Genesaret, sesudah tidak hadir hanya sehari lamanya. Segera sesudah diketahui bahwa Ia sudah mendarat, “berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada.” Mrk. 6:55.
KSZ1 414.3 Sesaat kemudian pergilah Ia ke rumah ibadah, dan di sanalah mereka yang datang dari Betsaida menjumpai Dia. Mereka mendengar dari murid-murid tentang bagaimana Ia telah menyeberangi laut itu. Ganasnya topan dan usaha yang sia-sia mendayung beijam-jam lamanya hendak melawan angin sakai, tentang Kristus yang muncul dengan berjalan di atas air, mengenai takut yang ditimbulkan-Nya, perkataan-Nya yang me-mulihkan keyakinan, keberanian Petrus dan akibatnya, teduhnya angin ribut secara tiba-tiba dan perahu merapat dengan tenang, semuanya di. tuturkan dengan cermat kepada orang banyak yang keheran-heranan. Te-tapi karena tidak puas dengan penuturan ini, banyak orang mengerumuni Yesus seraya bertanya. “Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?” Mereka mengharapkan hendak mendengar cerita selanjutnya tentang mukjizat itu dari bibir-Nya sendiri.
KSZ1 414.4 Yesus tidak memuaskan rasa ingin tahu mereka. Ia berkata dengan sedih, “Kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tandatanda. melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.” Mereka bukannya mencari Dia karena suatu motif yang pantas, melainkan karena mereka telah diberi makan dengan roti, mereka masih meng-harapkan hendak mendapat keuntungan duniawi dengan merapatkan diri mereka kepada-Nya. Juruselamat menyuruh mereka, “Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal.” Jangan hanya mencari ke-untungan jasmani. Jangan hendaknya usaha utama hanya sekadar me-nyediakan untuk kehidupan sekarang ini, melainkan mencari makanan rohani, malahan akal budi yang akan tahan sampai kepada hidup yang kekal. Ini dapat diberikan hanya oleh Anak Allah, “Sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.”
KSZ1 415.1 Pada saat itu minat para pendengar tergugah. Mereka berseru, “Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?” Mereka telah melakukan banyak pekerjaan yang memenatkan agar dapat memujikan diri mereka kepada Allah; dan mereka bersedia mendengar tentang suatu penurutan yang baru yang olehnya mereka dapat memperoleh pahala yang lebih besar lagi. Pertanyaan mereka berarti: Apakah yang harus kami lakukan supaya kami layak masuk surga? Apakah pengorbanan yang dituntut dari kami agar mem-peroleh hidup mendatang?
KSZ1 415.2 “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu per-caya kepada Dia yang telah diutus Allah.” Harga surga ialah Yesus. Jalan ke surga ialah oleh iman kepada “Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.” Yoh. 1:29.
KSZ1 415.3 Tetapi orang banyak tidak memilih menerima pernyataan tentang ke-benaran Ilahi itu. Yesus telah melakukan pekerjaan yang sama seperti yang telah dinubuatkan tentang apa yang akan dilakukan Mesias; tetapi mereKa tidak menyaksikan apa yang digambarkan sebagai pekerjaanNya oleh harapan mereka yang mementingkan diri. Memang Kristus pernah memberi makan orang banyak dengan roti jelai; tetapi pada zaman Musa orang Israel telah diberi makan dengan manna selama empat puluh tahun, dan berkat-berkat yang jauh lebih besar lagi diharapkan dari Mesias. Hati mereka yang tidak puas menanyakan mengapa, jika Yesus dapat melakukan begitu banyak perbuatan yang ajaib sebagaimana yang sudah mereka saksikan, tidak dapatkah Ia memberikan kesehatan, kekuatan, dan kekayaan kepada sekalian umat-Nya, melepaskan mereka dari para penindas, serta mengangkat mereka kepada kuasa dan kehormatan? Kenyataan bahwa Ia mengaku diutus oleh Allah, namun enggan dijadikan raja Israel, sungguh merupakan rahasia yang tidak dapat mereka duga. Penolakan-Nya disalahtafsirkan. Banyak orang menarik kesimpulan bahwa la tidak berani menyatakan tuntutan-Nya karena Ia sendiri menyangsikan sifat Ilahi yang menjadi ciri tugas-Nya. Dengan demikian mereka membuka hati terhadap sifat tidak percaya, dan benih yang telah ditaburkan oleh Setan membuahkan yang sejenisnya, dalam salah pengertian dan kegagalan.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
21 Maret 2027 | Hari 1
Hari 1: Pasal 41 - KRISIS DI GALILEA
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 41 - KRISIS DI GALILEA
Halaman 413-415 | Pasal 41, Paragraf 1-8 | KSZ1 413.1-KSZ1 415.3
Ayat Inti:
Yohanes 6:68
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 38 membaca Bab 41: Krisis di Galilea. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-38-hari-1-2027-03-21
Teks Lengkap:
RETIKA Kristus melarang orang banyak untuk mengumumkan Dia sebagai raja, Ia telah mengetahui bahwa saat perubahan dalam sejarah hidup-Nya sudah tiba. Orang banyak yang tadinya ingin menaikkan Dia ke takhta berbalik dari Dia keesokan harinya. Dengan dikecewakannya cita-cita mereka yang mementingkan diri telah mengubah kasih mereka menjadi kebencian, dan pujian mereka menjadi kutuk serapah. Meskipun Ia mengetahui hal ini, Ia tidak mengambil tindakan mencegah krisis itu. Sejak awal Ia tidak menawarkan harapan akan pahala duniawi bagi para pengikut-Nya. Kepada seorang yang datang dengan kerinduan hendak menjadi murid-Nya Ia berkata, “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepada-Nya.” Mat. 8:20. Sekiranya manusia dapat memperoleh dunia dengan Kristus, sudah tentu orang banyak akan me-nyatakan setia kepada-Nya; tetapi pelayanan seperti itu tidak dapat diterima-Nya. Dari mereka yang berhubungan dengan Dia sekarang banyak yang telah tertarik oleh harapan akan kerajaan duniawi. Orangorang ini hendaknya jangan tersesat. Ajaran rohani dalam mukjizat ketul roti yang dalam artinya tidak dipahami. Hal ini harus dijelaskan. Dan wahyu yang baru in akan membawa sertanya suatu ujian yang lebih teliti. [KSZ1 413.1]
Mukjizat mengenai ketul roti telah tersebar luas ke tempat jauh dan dekat, dan pagi-pagi benar keesokan harinya orang banyak datang berduyun-duyun ke Betsaida hendak melihat Yesus: Mereka datang dalam jumlah yang besar, melalui darat dan laut. Mereka yang telah meninggalkan Dia pada malam lagi, dengan berharap masih dapat menemukan Dia di situ; karena tidak ada perahu yang dapat ditumpangi-Nya untuk menyeberang. Tetapi sia-sia saja mereka mencari-Nya, dan banyak yang ke Kapernaum dalam usaha hendak mencari Dia. [KSZ1 414.1]
Dalam pada itu Ia telah tiba di Genesaret, sesudah tidak hadir hanya sehari lamanya. Segera sesudah diketahui bahwa Ia sudah mendarat, “berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada.” Mrk. 6:55. [KSZ1 414.2]
Sesaat kemudian pergilah Ia ke rumah ibadah, dan di sanalah mereka yang datang dari Betsaida menjumpai Dia. Mereka mendengar dari murid-murid tentang bagaimana Ia telah menyeberangi laut itu. Ganasnya topan dan usaha yang sia-sia mendayung beijam-jam lamanya hendak melawan angin sakai, tentang Kristus yang muncul dengan berjalan di atas air, mengenai takut yang ditimbulkan-Nya, perkataan-Nya yang me-mulihkan keyakinan, keberanian Petrus dan akibatnya, teduhnya angin ribut secara tiba-tiba dan perahu merapat dengan tenang, semuanya di. tuturkan dengan cermat kepada orang banyak yang keheran-heranan. Te-tapi karena tidak puas dengan penuturan ini, banyak orang mengerumuni Yesus seraya bertanya. “Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?” Mereka mengharapkan hendak mendengar cerita selanjutnya tentang mukjizat itu dari bibir-Nya sendiri. [KSZ1 414.3]
Yesus tidak memuaskan rasa ingin tahu mereka. Ia berkata dengan sedih, “Kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tandatanda. melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.” Mereka bukannya mencari Dia karena suatu motif yang pantas, melainkan karena mereka telah diberi makan dengan roti, mereka masih meng-harapkan hendak mendapat keuntungan duniawi dengan merapatkan diri mereka kepada-Nya. Juruselamat menyuruh mereka, “Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal.” Jangan hanya mencari ke-untungan jasmani. Jangan hendaknya usaha utama hanya sekadar me-nyediakan untuk kehidupan sekarang ini, melainkan mencari makanan rohani, malahan akal budi yang akan tahan sampai kepada hidup yang kekal. Ini dapat diberikan hanya oleh Anak Allah, “Sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.” [KSZ1 414.4]
Pada saat itu minat para pendengar tergugah. Mereka berseru, “Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?” Mereka telah melakukan banyak pekerjaan yang memenatkan agar dapat memujikan diri mereka kepada Allah; dan mereka bersedia mendengar tentang suatu penurutan yang baru yang olehnya mereka dapat memperoleh pahala yang lebih besar lagi. Pertanyaan mereka berarti: Apakah yang harus kami lakukan supaya kami layak masuk surga? Apakah pengorbanan yang dituntut dari kami agar mem-peroleh hidup mendatang? [KSZ1 415.1]
“Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu per-caya kepada Dia yang telah diutus Allah.” Harga surga ialah Yesus. Jalan ke surga ialah oleh iman kepada “Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.” Yoh. 1:29. [KSZ1 415.2]
Tetapi orang banyak tidak memilih menerima pernyataan tentang ke-benaran Ilahi itu. Yesus telah melakukan pekerjaan yang sama seperti yang telah dinubuatkan tentang apa yang akan dilakukan Mesias; tetapi mereKa tidak menyaksikan apa yang digambarkan sebagai pekerjaanNya oleh harapan mereka yang mementingkan diri. Memang Kristus pernah memberi makan orang banyak dengan roti jelai; tetapi pada zaman Musa orang Israel telah diberi makan dengan manna selama empat puluh tahun, dan berkat-berkat yang jauh lebih besar lagi diharapkan dari Mesias. Hati mereka yang tidak puas menanyakan mengapa, jika Yesus dapat melakukan begitu banyak perbuatan yang ajaib sebagaimana yang sudah mereka saksikan, tidak dapatkah Ia memberikan kesehatan, kekuatan, dan kekayaan kepada sekalian umat-Nya, melepaskan mereka dari para penindas, serta mengangkat mereka kepada kuasa dan kehormatan? Kenyataan bahwa Ia mengaku diutus oleh Allah, namun enggan dijadikan raja Israel, sungguh merupakan rahasia yang tidak dapat mereka duga. Penolakan-Nya disalahtafsirkan. Banyak orang menarik kesimpulan bahwa la tidak berani menyatakan tuntutan-Nya karena Ia sendiri menyangsikan sifat Ilahi yang menjadi ciri tugas-Nya. Dengan demikian mereka membuka hati terhadap sifat tidak percaya, dan benih yang telah ditaburkan oleh Setan membuahkan yang sejenisnya, dalam salah pengertian dan kegagalan. [KSZ1 415.3]