23 Maret 2027 · Hari 3
Hari 3: Pasal 41 - KRISIS DI GALILEA
Halaman 418-420 | Pasal 41, Paragraf 16-22 | KSZ1 418.1-KSZ1 420.1
Ayat Inti
Yohanes 6:68
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 38 membaca Bab 41: Krisis di Galilea. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 418.1 Yesus tidak berusaha menjelaskan rahasia kelahiran-Nya. Ia tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang kedatangan-Nya dari surga, sebagaimana Ia tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang bagai-mana Ia menyeberangi laut. Ia tidak menarik perhatian kepada mukjizatmukjizat yang menandai kehidupan-Nya. Dengan rela Ia tidak mencari nama baik bagi diri-Nya, dan Ia mengenakan bagi diri-Nya sifat seorang hamba. Tetapi perkataan dan perbuatan-Nya menyatakan tabiat-Nya. Se-mua orang yang hatinya terbuka terhadap penerangan Ilahi akan mengenal dalam Dia “Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” Yoh. 1:14.
KSZ1 418.2 Prasangka orang Farisi lebih mendalam daripada yang dinyatakan da-lam pertanyaan-pertanyaan mereka; prasangka itu berakar dalam kebimbangan batin mereka. Setiap perkataan dan tindakan Yesus membangkitkan permusuhan dalam diri mereka; karena roh yang mereka dambakan pada-Nya tidak terdapat d dalam Dia.
KSZ1 418.3 “Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau Ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.” Tidak seorang pun akan datang kepada Kristus, kecuali mereka yang menyambut penarikan kasih Bapa. Tetapi Allah sedang menarik semua hati kepada-Nya, dan hanya mereka yang menolak penarikan-Nya akan enggan datang kepada Kristus.
KSZ1 418.4 Dalam perkataan, “Dan mereka semua akan diajar oleh Allah,” yang Yesus maksudkan ialah nubuatan Yesaya: “Semua anakmu akan menjadi murid Tuhan, dan besarlah kesejahteraan mereka.” Yes. 54:13. Ayat Kitab Suci ini dikenakan oleh orang Yahudi kepada diri mereka sendiri. Mereka membanggakan bahwa Allah menjadi guru mereka. Tetapi Yesus menunjukkan betapa sia-sia tuntutan ini; karena Ia berkata, “Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.” Hanya dengan perantaraan Kristus mereka dapat memperoleh pengetahuan tentang Bapa. Manusia tidak tahan melihat kemuliaan-Nya. Mereka yang sudah belajar tentang Allah sudah men-dengar suara Anak-Nya dan dalam Yesus orang Nazaret mereka akan mengenal Dia, yang melalui alam dan wahyu, telah menyatakan Bapa.
KSZ1 419.1 “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.” Dengan perantaraan Yohanes yang keka-sih, yang mendengarkan perkataan ini, Roh Kudus menyatakan kepada jemaat-jemaat, “Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hi-dup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Ba-rangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.” 1 Yoh. 5:11, 12. Dan Yesus berkata, “Aku membangkitkannya pada akhir zaman.” Kristus menjadi satu daging dengan kita, supaya kita boleh menjadi satu roh dengan Dia. Karena hubungan inilah kita akan keluar dari kubur bukan saja sebagai suatu pernyataan kuasa Kristus, melainkan karena oleh iman hidup-Nya telah menjadi hidup kita. Mereka yang melihat Kristus dalam tabiat-Nya yang benar, serta menerima Dia di dalam hati, mempunyai hidup kekal. Dengan perantaraan Roh Kuduslah Kristus tinggal di dalam kita; dan Roh Allah, yang diterima ke dalam hati oleh iman, menjadi permulaan hidup kekal.
KSZ1 419.2 Orang banyak telah mengalihkan perhatian Kristus kepada manna yang dimakan oleh nenek moyang mereka di padang gurun, seolah-olah penyediaan makanan itu merupakan mukjizat yang lebih besar daripada yang diadakan Yesus; tetapi Ia menunjukkan betapa kecilnya pemberian itu bila dibandingkan dengan berkat-berkat yang hendak dikaruniakanNya melalui kedatangan-Nya. Manna itu dapat memelihara hanya ke-hidupan di dunia ini; manna itu tidak mencegah datangnya kematian ataupun menjamin sifat baka; tetapi roti yang dari surga akan memberi makan kepada jiwa sampai hidup yang kekal. Juruselamat berkata, “Aku-lah roti hidup. Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari surga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari surga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.” Pada kiasan ini Kristus menambahkan yang lain lagi. Hanya oleh mati dapatlah Ia memberikan hidup kepada manusia, dan da-lam perkataan selanjutnya, Ia menunjukkan kepada kematian-Nya se-bagai sarana keselamatan. Ia berkata, “Roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”
KSZ1 420.1 Orang-orang Yahudi sudah bersedia hendak merayakan Paskah di Yerusalem untuk memperingati malam kelepasan Israel, ketika malaikat pembinasa memukul rumah-rumah orang Mesir. Dalam domba Paskah Allah merindukan agar mereka memandang Anak Domba Allah; dan dengan perantaraan lambang itu menerima Dia yang memberikan diriNya untuk kehidupan dunia ini. Tetapi orang Yahudi telah menjadikan lambang itu sangat penting, sedangkan maknanya tidak diperhatikan. Mereka tidak membedakan tubuh Tuhan. Kebenaran yang sama yang dilambangkan dalam upacara paskah diajarkan dalam perkataan Kristus. Tetapi kebenaran itu masih tidak dilihat.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
23 Maret 2027 | Hari 3
Hari 3: Pasal 41 - KRISIS DI GALILEA
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 41 - KRISIS DI GALILEA
Halaman 418-420 | Pasal 41, Paragraf 16-22 | KSZ1 418.1-KSZ1 420.1
Ayat Inti:
Yohanes 6:68
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 38 membaca Bab 41: Krisis di Galilea. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-38-hari-3-2027-03-23
Teks Lengkap:
Yesus tidak berusaha menjelaskan rahasia kelahiran-Nya. Ia tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang kedatangan-Nya dari surga, sebagaimana Ia tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang bagai-mana Ia menyeberangi laut. Ia tidak menarik perhatian kepada mukjizatmukjizat yang menandai kehidupan-Nya. Dengan rela Ia tidak mencari nama baik bagi diri-Nya, dan Ia mengenakan bagi diri-Nya sifat seorang hamba. Tetapi perkataan dan perbuatan-Nya menyatakan tabiat-Nya. Se-mua orang yang hatinya terbuka terhadap penerangan Ilahi akan mengenal dalam Dia “Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” Yoh. 1:14. [KSZ1 418.1]
Prasangka orang Farisi lebih mendalam daripada yang dinyatakan da-lam pertanyaan-pertanyaan mereka; prasangka itu berakar dalam kebimbangan batin mereka. Setiap perkataan dan tindakan Yesus membangkitkan permusuhan dalam diri mereka; karena roh yang mereka dambakan pada-Nya tidak terdapat d dalam Dia. [KSZ1 418.2]
“Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau Ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.” Tidak seorang pun akan datang kepada Kristus, kecuali mereka yang menyambut penarikan kasih Bapa. Tetapi Allah sedang menarik semua hati kepada-Nya, dan hanya mereka yang menolak penarikan-Nya akan enggan datang kepada Kristus. [KSZ1 418.3]
Dalam perkataan, “Dan mereka semua akan diajar oleh Allah,” yang Yesus maksudkan ialah nubuatan Yesaya: “Semua anakmu akan menjadi murid Tuhan, dan besarlah kesejahteraan mereka.” Yes. 54:13. Ayat Kitab Suci ini dikenakan oleh orang Yahudi kepada diri mereka sendiri. Mereka membanggakan bahwa Allah menjadi guru mereka. Tetapi Yesus menunjukkan betapa sia-sia tuntutan ini; karena Ia berkata, “Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.” Hanya dengan perantaraan Kristus mereka dapat memperoleh pengetahuan tentang Bapa. Manusia tidak tahan melihat kemuliaan-Nya. Mereka yang sudah belajar tentang Allah sudah men-dengar suara Anak-Nya dan dalam Yesus orang Nazaret mereka akan mengenal Dia, yang melalui alam dan wahyu, telah menyatakan Bapa. [KSZ1 418.4]
“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.” Dengan perantaraan Yohanes yang keka-sih, yang mendengarkan perkataan ini, Roh Kudus menyatakan kepada jemaat-jemaat, “Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hi-dup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Ba-rangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.” 1 Yoh. 5:11, 12. Dan Yesus berkata, “Aku membangkitkannya pada akhir zaman.” Kristus menjadi satu daging dengan kita, supaya kita boleh menjadi satu roh dengan Dia. Karena hubungan inilah kita akan keluar dari kubur bukan saja sebagai suatu pernyataan kuasa Kristus, melainkan karena oleh iman hidup-Nya telah menjadi hidup kita. Mereka yang melihat Kristus dalam tabiat-Nya yang benar, serta menerima Dia di dalam hati, mempunyai hidup kekal. Dengan perantaraan Roh Kuduslah Kristus tinggal di dalam kita; dan Roh Allah, yang diterima ke dalam hati oleh iman, menjadi permulaan hidup kekal. [KSZ1 419.1]
Orang banyak telah mengalihkan perhatian Kristus kepada manna yang dimakan oleh nenek moyang mereka di padang gurun, seolah-olah penyediaan makanan itu merupakan mukjizat yang lebih besar daripada yang diadakan Yesus; tetapi Ia menunjukkan betapa kecilnya pemberian itu bila dibandingkan dengan berkat-berkat yang hendak dikaruniakanNya melalui kedatangan-Nya. Manna itu dapat memelihara hanya ke-hidupan di dunia ini; manna itu tidak mencegah datangnya kematian ataupun menjamin sifat baka; tetapi roti yang dari surga akan memberi makan kepada jiwa sampai hidup yang kekal. Juruselamat berkata, “Aku-lah roti hidup. Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari surga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari surga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.” Pada kiasan ini Kristus menambahkan yang lain lagi. Hanya oleh mati dapatlah Ia memberikan hidup kepada manusia, dan da-lam perkataan selanjutnya, Ia menunjukkan kepada kematian-Nya se-bagai sarana keselamatan. Ia berkata, “Roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.” [KSZ1 419.2]
Orang-orang Yahudi sudah bersedia hendak merayakan Paskah di Yerusalem untuk memperingati malam kelepasan Israel, ketika malaikat pembinasa memukul rumah-rumah orang Mesir. Dalam domba Paskah Allah merindukan agar mereka memandang Anak Domba Allah; dan dengan perantaraan lambang itu menerima Dia yang memberikan diriNya untuk kehidupan dunia ini. Tetapi orang Yahudi telah menjadikan lambang itu sangat penting, sedangkan maknanya tidak diperhatikan. Mereka tidak membedakan tubuh Tuhan. Kebenaran yang sama yang dilambangkan dalam upacara paskah diajarkan dalam perkataan Kristus. Tetapi kebenaran itu masih tidak dilihat. [KSZ1 420.1]