Hari 1: Pasal 42 - TRADISI
28 Maret 2027 · Hari 1

Hari 1: Pasal 42 - TRADISI

Halaman 429-430 | Pasal 42, Paragraf 1-3 | KSZ1 429.1-KSZ1 430.1

Ayat Inti

Markus 7:8

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 39 membaca Bab 42: Tradisi. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 429.1 A HUTAURATdan orang Farisi yang mengharapkan hendak melihat Yesus di Pesta Paskah, telah memasang perangkap hendak menjebak Dia. Tetapi Yesus yang mengetahui niat mereka, tidak mau mengh iri pertemuan itu. “Kemudian datanglah beberapa orang Farisi dan anli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus.” Karena Ia tidak pefgi kepada mereka-mereka pun datang kepada-Nya. Seketika lamanya tampaknya orang Galilea mau menerima Yesus sebagai Mesias, dan kuasa imam-imam di daerah itu akan hancur. Tugas kedua belas murid yang menyatakan perluasan pekerjaan Kristus, dan membawa murid-murid ke dalam pertentangan yang lebih langsung dengan rabi-rabi, telah mengo-barkan kecemburuan para pemimpin di Yerusalem. Mata-mata yang mereka kirim ke Kapemaum pada permulaan masa keija-Nya, yang telah berusaha menuduh Dia mengenai pelanggaran Sabat, telah menga-lami kebingungan; tetapi rabi-rabi nekad hendak melaksanakan niat mereka. Sekarang utusan lain dikirim untuk mengamat-amati pergerakan-Nya, dan mencari suatu tuduhan hendak melawan Dia.

KSZ1 429.2 Seperti , alasan keluhan mereka ialah sikap-Nya yang tidak mengindahkan ajaran-ajaran tradisi yang membebani hukum Allah. Hal ini sengaja direncanakan untuk menjaga penurutan hukum, tetapi hal itu dianggap lebih suci daripada hukum itu sendiri. Bila ajaran-ajaran tradisi itu tidak sesuai dengan hukum yang diberikan di Sinai, maka ajaran rabi-rabi lebih disukai_

KSZ1 430.1 Di antara penurutan-penurutan yang dipaksakan dengan keras ialah penyucian menurut upacara. Suatu kelalaian terhadap tatacara yang harus diturut sebelum makan dianggap suatu dosa yang mengerikan, yang akan dihukum baik di dunia ini maupun di dunia yang akan datang, dan membinasakan si pelanggar di anggap sebagai suatu kebajikan.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

28 Maret 2027 | Hari 1
Hari 1: Pasal 42 - TRADISI

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 42 - TRADISI
Halaman 429-430 | Pasal 42, Paragraf 1-3 | KSZ1 429.1-KSZ1 430.1

Ayat Inti:
Markus 7:8
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 39 membaca Bab 42: Tradisi. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-39-hari-1-2027-03-28

Teks Lengkap:

A HUTAURATdan orang Farisi yang mengharapkan hendak melihat Yesus di Pesta Paskah, telah memasang perangkap hendak menjebak Dia. Tetapi Yesus yang mengetahui niat mereka, tidak mau mengh iri pertemuan itu. “Kemudian datanglah beberapa orang Farisi dan anli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus.” Karena Ia tidak pefgi kepada mereka-mereka pun datang kepada-Nya. Seketika lamanya tampaknya orang Galilea mau menerima Yesus sebagai Mesias, dan kuasa imam-imam di daerah itu akan hancur. Tugas kedua belas murid yang menyatakan perluasan pekerjaan Kristus, dan membawa murid-murid ke dalam pertentangan yang lebih langsung dengan rabi-rabi, telah mengo-barkan kecemburuan para pemimpin di Yerusalem. Mata-mata yang mereka kirim ke Kapemaum pada permulaan masa keija-Nya, yang telah berusaha menuduh Dia mengenai pelanggaran Sabat, telah menga-lami kebingungan; tetapi rabi-rabi nekad hendak melaksanakan niat mereka. Sekarang utusan lain dikirim untuk mengamat-amati pergerakan-Nya, dan mencari suatu tuduhan hendak melawan Dia. [KSZ1 429.1]

Seperti , alasan keluhan mereka ialah sikap-Nya yang tidak mengindahkan ajaran-ajaran tradisi yang membebani hukum Allah. Hal ini sengaja direncanakan untuk menjaga penurutan hukum, tetapi hal itu dianggap lebih suci daripada hukum itu sendiri. Bila ajaran-ajaran tradisi itu tidak sesuai dengan hukum yang diberikan di Sinai, maka ajaran rabi-rabi lebih disukai_ [KSZ1 429.2]

Di antara penurutan-penurutan yang dipaksakan dengan keras ialah penyucian menurut upacara. Suatu kelalaian terhadap tatacara yang harus diturut sebelum makan dianggap suatu dosa yang mengerikan, yang akan dihukum baik di dunia ini maupun di dunia yang akan datang, dan membinasakan si pelanggar di anggap sebagai suatu kebajikan. [KSZ1 430.1]