Hari 5: Pasal 42 - TRADISI
1 April 2027 · Hari 5

Hari 5: Pasal 42 - TRADISI

Halaman 432-432 | Pasal 42, Paragraf 10-11 | KSZ1 432.2-KSZ1 432.3

Ayat Inti

Markus 7:8

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 39 membaca Bab 42: Tradisi. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 432.2 Utusan-utusan dari Yerusalem dipenuhi dengan kemarahan. Mereka tidak dapat menuduh Kristus sebagai pelanggar hukum yang diberikan dari Sinai, karena Ia berbicara untuk mempertahankannya terhadap tradisi-tradisi mereka. Ajaran-ajaran hukum yang besar itu, yang telah dikemukakan-Nya; kelihatan dalam perbedaan yang sangat mencolok bila dibandingkan dengan peraturan-peraturan tidak berarti yang direncanakan manusia.

KSZ1 432.3 Yesus menjelaskan kepada orang banyak, dan sesudah itu lebih ter-perinci kepada murid-murid, bahwa penajisan datang bukannya dari luar, melainkan dari dalam. Kesucian dan kenajisan ada sangkut pautnya de-ngan jiwa. Adalah perbuatan yang jahat, perkataan yang jahat, pikiran yang jahat, pelanggaran hukum Allah, dan bukannya kelalaian terhadap tatacara lahiriah rekaan manusia saja, yang menajiskan manusia.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

1 April 2027 | Hari 5
Hari 5: Pasal 42 - TRADISI

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 42 - TRADISI
Halaman 432-432 | Pasal 42, Paragraf 10-11 | KSZ1 432.2-KSZ1 432.3

Ayat Inti:
Markus 7:8
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 39 membaca Bab 42: Tradisi. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-39-hari-5-2027-04-01

Teks Lengkap:

Utusan-utusan dari Yerusalem dipenuhi dengan kemarahan. Mereka tidak dapat menuduh Kristus sebagai pelanggar hukum yang diberikan dari Sinai, karena Ia berbicara untuk mempertahankannya terhadap tradisi-tradisi mereka. Ajaran-ajaran hukum yang besar itu, yang telah dikemukakan-Nya; kelihatan dalam perbedaan yang sangat mencolok bila dibandingkan dengan peraturan-peraturan tidak berarti yang direncanakan manusia. [KSZ1 432.2]

Yesus menjelaskan kepada orang banyak, dan sesudah itu lebih ter-perinci kepada murid-murid, bahwa penajisan datang bukannya dari luar, melainkan dari dalam. Kesucian dan kenajisan ada sangkut pautnya de-ngan jiwa. Adalah perbuatan yang jahat, perkataan yang jahat, pikiran yang jahat, pelanggaran hukum Allah, dan bukannya kelalaian terhadap tatacara lahiriah rekaan manusia saja, yang menajiskan manusia. [KSZ1 432.3]