Hari 7: Pasal 42 - TRADISI
3 April 2027 · Hari 7

Hari 7: Pasal 42 - TRADISI

Halaman 433-433 | Pasal 42, Paragraf 14-15 | KSZ1 433.2-KSZ1 433.3

Ayat Inti

Markus 7:8

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 39 membaca Bab 42: Tradisi. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 433.2 Penggantian hukum Allah dengan ajaran manusia belum berhenti. Di kalangan orang Kristen sekalipun terdapat kebiasaan dan adat istiadat yang beralaskan tidak lebih baik daripada tradisi-tradisi nenek moyang. Kebiasaan dan adat istiadat seperti itu yang bertumpu hanya di atas ke-kuasaan manusia, telah menggantikan hukum yang ditetapkan Allah. Manusia berpaut pada tradisi-tradisi mereka, dan menghormati adat istiadat mereka, serta menyimpan kebencian dalam hati terhadap orangorang yang berusaha menunjukkan kesalahan mereka. Dewasa ini, bila kita disuruh menarik perhatian kepada hukum-hukum Allah serta iman kepada Yesus, kita melihat permusuhan yang sama sebagaimana yang dinyatakan pada zaman Kristus. Mengenai umat Allah yang sisa tertulis, “Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.” Why. 12:17 .

KSZ1 433.3 Tetapi “Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di surga akan dicabut.” Gantinya kekuasaan dari apa yang disebut bapa-bapa gereja, Allah menyuruh kita menerima sabda Bapa yang kekal, Tuhan langit dan bumi. Di sini sajalah kebenaran itu tidak bercampur dengan kesalahan. Daud berkata, “Aku lebih berakal budi daripada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan. Aku lebih mengerti daripada orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu.” Mzm 119:99, 100. Biarlah semua orang yang menerima kekuasaan manusia, tatacara gereja, atau tradisi nenek moyang, memperhatikan amaran yang disampaikan dalam perkataan Yesus, “Percuma mereka beribadah kepada-Ku.”

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

3 April 2027 | Hari 7
Hari 7: Pasal 42 - TRADISI

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 42 - TRADISI
Halaman 433-433 | Pasal 42, Paragraf 14-15 | KSZ1 433.2-KSZ1 433.3

Ayat Inti:
Markus 7:8
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 39 membaca Bab 42: Tradisi. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-39-hari-7-2027-04-03

Teks Lengkap:

Penggantian hukum Allah dengan ajaran manusia belum berhenti. Di kalangan orang Kristen sekalipun terdapat kebiasaan dan adat istiadat yang beralaskan tidak lebih baik daripada tradisi-tradisi nenek moyang. Kebiasaan dan adat istiadat seperti itu yang bertumpu hanya di atas ke-kuasaan manusia, telah menggantikan hukum yang ditetapkan Allah. Manusia berpaut pada tradisi-tradisi mereka, dan menghormati adat istiadat mereka, serta menyimpan kebencian dalam hati terhadap orangorang yang berusaha menunjukkan kesalahan mereka. Dewasa ini, bila kita disuruh menarik perhatian kepada hukum-hukum Allah serta iman kepada Yesus, kita melihat permusuhan yang sama sebagaimana yang dinyatakan pada zaman Kristus. Mengenai umat Allah yang sisa tertulis, “Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.” Why. 12:17 . [KSZ1 433.2]

Tetapi “Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di surga akan dicabut.” Gantinya kekuasaan dari apa yang disebut bapa-bapa gereja, Allah menyuruh kita menerima sabda Bapa yang kekal, Tuhan langit dan bumi. Di sini sajalah kebenaran itu tidak bercampur dengan kesalahan. Daud berkata, “Aku lebih berakal budi daripada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan. Aku lebih mengerti daripada orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu.” Mzm 119:99, 100. Biarlah semua orang yang menerima kekuasaan manusia, tatacara gereja, atau tradisi nenek moyang, memperhatikan amaran yang disampaikan dalam perkataan Yesus, “Percuma mereka beribadah kepada-Ku.” [KSZ1 433.3]