30 Juli 2026 · Hari 5
Hari 5: Pasal 6 - “KAMI MELIHAT BINTANGNYA”
Halaman 54-55 | Pasal 6, Paragraf 17-20 | KSZ1 54.3-KSZ1 55.3
Ayat Inti
Matius 2:2
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 4 membaca Bab 6: Kami Melihat Bintangnya. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 54.3 Demikianlah juga Yusuf mendapat amaran supaya melarikan diri ke Mesir bersama Maria dan anak itu. Maka kata malaikat itu, “Tinggallah di sana sampai aku memberitahu kepadamu, karena Herodes mencari jalan hendak membunuh Anak itu.” Yusuf menurut tanpa bertangguh, dan berangkat berjalan pada malam hari supaya lebih aman.
KSZ1 55.1 Dengan perantaraan orang Majus itu, Allah telah membangunkan perhatian bangsa Yahudi terhadap kelahiran Putra-Nya. Penyelidikan mereka di Yerusalem, perhatian umum yang dibangkitkan, dan bahkan kecemburuan hati Herodes itu, yang meminta secara paksa perhatian imamimam dan rabi-rabi mengerahkan pikiran kepada nubuatan-nubuatan tentang Mesias, dan kepada peristiwa besar yang baru saja terjadi.
KSZ1 55.2 Setan sudah bertekad hendak menyembunyikan terang Ilahi itu dari dunia, maka digunakannyalah segala tipu dayanya yang paling licik untuk membinasakan Juruselamat. Akan tetapi Ia yang tidak pernah mengantuk atas tidur itu, selamanya menunggui Putra-Nya yang tercinta itu. Ia yang dahulukala telah menghujankan manna dari surga bagi bani Israel, dan yang telah memberi Elia makan pada waktu bala kelaparan itu, menyediakan di sebuah negeri kafir suatu perlindungan bagi Maria dan Yesus anak bayi itu. Maka oleh pemberian orang Majus yang datang dari suatu negeri kafir itu, Tuhan mencukupkan kebutuhan untuk perjalanan ke Mesir dan penumpangan di sebuah negeri orang asing.
KSZ1 55.3 Orang Majus itulah yang termasuk golongan orang yang pertama menyambut Penebus. Pemberian mereka itulah yang pertama diletakkan di kaki-Nya. Maka dengan pemberian itu, alangkah mulianya pekerjaan yang telah mereka lakukan! Persembahan yang diberikan dengan hati yang penuh kasih, Allah suka menghormatinya, serta memberinya kegunaan yartg paling tinggi dalam pelayanan bagi-Nya. Kalau kita sudah memberikan hati kita kepada Yesus niscaya kita juga akan membawa segala persembahan kita kepada-Nya. Emas dan perak kita, harta benda duniawi kita yang termahal, segala karunia pikiran dan rohani yang tertinggi nilainya yang ada pada kita, akan kita serahkan dengan limpahnya kepada Dia yang mengasihi kita dan yang telah menyerahkan diri-Nya sendiri bagi kita.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
30 Juli 2026 | Hari 5
Hari 5: Pasal 6 - “KAMI MELIHAT BINTANGNYA”
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 6 - “KAMI MELIHAT BINTANGNYA”
Halaman 54-55 | Pasal 6, Paragraf 17-20 | KSZ1 54.3-KSZ1 55.3
Ayat Inti:
Matius 2:2
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 4 membaca Bab 6: Kami Melihat Bintangnya. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-4-hari-5-2026-07-30
Teks Lengkap:
Demikianlah juga Yusuf mendapat amaran supaya melarikan diri ke Mesir bersama Maria dan anak itu. Maka kata malaikat itu, “Tinggallah di sana sampai aku memberitahu kepadamu, karena Herodes mencari jalan hendak membunuh Anak itu.” Yusuf menurut tanpa bertangguh, dan berangkat berjalan pada malam hari supaya lebih aman. [KSZ1 54.3]
Dengan perantaraan orang Majus itu, Allah telah membangunkan perhatian bangsa Yahudi terhadap kelahiran Putra-Nya. Penyelidikan mereka di Yerusalem, perhatian umum yang dibangkitkan, dan bahkan kecemburuan hati Herodes itu, yang meminta secara paksa perhatian imamimam dan rabi-rabi mengerahkan pikiran kepada nubuatan-nubuatan tentang Mesias, dan kepada peristiwa besar yang baru saja terjadi. [KSZ1 55.1]
Setan sudah bertekad hendak menyembunyikan terang Ilahi itu dari dunia, maka digunakannyalah segala tipu dayanya yang paling licik untuk membinasakan Juruselamat. Akan tetapi Ia yang tidak pernah mengantuk atas tidur itu, selamanya menunggui Putra-Nya yang tercinta itu. Ia yang dahulukala telah menghujankan manna dari surga bagi bani Israel, dan yang telah memberi Elia makan pada waktu bala kelaparan itu, menyediakan di sebuah negeri kafir suatu perlindungan bagi Maria dan Yesus anak bayi itu. Maka oleh pemberian orang Majus yang datang dari suatu negeri kafir itu, Tuhan mencukupkan kebutuhan untuk perjalanan ke Mesir dan penumpangan di sebuah negeri orang asing. [KSZ1 55.2]
Orang Majus itulah yang termasuk golongan orang yang pertama menyambut Penebus. Pemberian mereka itulah yang pertama diletakkan di kaki-Nya. Maka dengan pemberian itu, alangkah mulianya pekerjaan yang telah mereka lakukan! Persembahan yang diberikan dengan hati yang penuh kasih, Allah suka menghormatinya, serta memberinya kegunaan yartg paling tinggi dalam pelayanan bagi-Nya. Kalau kita sudah memberikan hati kita kepada Yesus niscaya kita juga akan membawa segala persembahan kita kepada-Nya. Emas dan perak kita, harta benda duniawi kita yang termahal, segala karunia pikiran dan rohani yang tertinggi nilainya yang ada pada kita, akan kita serahkan dengan limpahnya kepada Dia yang mengasihi kita dan yang telah menyerahkan diri-Nya sendiri bagi kita. [KSZ1 55.3]