6 April 2027 · Hari 3
Hari 3: Pasal 43 - PENGHALANG DIRUBUHKAN
Halaman 438-438 | Pasal 43, Paragraf 7-8 | KSZ1 438.1-KSZ1 438.2
Ayat Inti
Efesus 2:14
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 40 membaca Bab 43: Penghalang Dirubuhkan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 438.1 Yesus baru saja meninggalkan tempat pekerjaan-Nya karena ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berusaha membunuh Dia. Mereka bersu-ngut-sungut dan mengeluh Mereka menunjukkan sikap kurang percaya dan kepahitan, dan menolak keselamatan yang ditawarkan kepada mereka dengan limpahnya. Di sini Kristus berjumpa dengan salah seorang dari suku bangsa yang malang dan dihinakan, yang tidak dikaruniai terang sabda Allah: meskipun demikian ia berserah dengan segera kepada pe-ngaruh Kristus, dan mempunyai iman sepenuhnya atas kesanggupanNya untuk mengabulkan kebajikan yang dimintanya. Ia meminta remahremah yang jatuh dari meja Tuhan. Jika ia boleh mendapat hak sebagai seekor anjing, maka ia rela dianggap sebagai seekor anjing. Ia tidak mempunyai prasangka nasional atau agama, maupun kesombongan untuk mempengaruhi tingkah lakunya dan dengan segera ia mengakui Yesus sebagai Penebus, dan yang sanggup melakukan segala sesuatu yang ia minta dari pada-Nya.
KSZ1 438.2 Juruselamat merasa puas. Ia telah menguji iman perempuan itu kepada-Nya. Oleh perlakuan Yesus kepadanya, Ia telah menunjukkan bahwa dia yang telah di anggap sebagai seorang terbuang dari Israel bukan lagi seorang asing, melainkan seorang anak dalam keluarga Allah. Sebagai seorang anak ia mempunyai kesempatan mendapat bagian dalam pemberian Bapa. Kini Kristus mengabulkan permohonannya, dan menyelesaikan pelajaran kepada murid-murid. Sambil memandang kepadanya dengan pandangan yang penuh belas kasihan dan kasih, Ia berkata, “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kau kehendaki.” Sejak saat itu anaknya sembuhlah. Iblis tidak lagi meng-ganggu dia. Perempuan itu meninggalkan tempat itu sambil mengakui Juruselamatnya, dan bergembira karena doanya sudah terkabul.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
6 April 2027 | Hari 3
Hari 3: Pasal 43 - PENGHALANG DIRUBUHKAN
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 43 - PENGHALANG DIRUBUHKAN
Halaman 438-438 | Pasal 43, Paragraf 7-8 | KSZ1 438.1-KSZ1 438.2
Ayat Inti:
Efesus 2:14
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 40 membaca Bab 43: Penghalang Dirubuhkan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-40-hari-3-2027-04-06
Teks Lengkap:
Yesus baru saja meninggalkan tempat pekerjaan-Nya karena ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berusaha membunuh Dia. Mereka bersu-ngut-sungut dan mengeluh Mereka menunjukkan sikap kurang percaya dan kepahitan, dan menolak keselamatan yang ditawarkan kepada mereka dengan limpahnya. Di sini Kristus berjumpa dengan salah seorang dari suku bangsa yang malang dan dihinakan, yang tidak dikaruniai terang sabda Allah: meskipun demikian ia berserah dengan segera kepada pe-ngaruh Kristus, dan mempunyai iman sepenuhnya atas kesanggupanNya untuk mengabulkan kebajikan yang dimintanya. Ia meminta remahremah yang jatuh dari meja Tuhan. Jika ia boleh mendapat hak sebagai seekor anjing, maka ia rela dianggap sebagai seekor anjing. Ia tidak mempunyai prasangka nasional atau agama, maupun kesombongan untuk mempengaruhi tingkah lakunya dan dengan segera ia mengakui Yesus sebagai Penebus, dan yang sanggup melakukan segala sesuatu yang ia minta dari pada-Nya. [KSZ1 438.1]
Juruselamat merasa puas. Ia telah menguji iman perempuan itu kepada-Nya. Oleh perlakuan Yesus kepadanya, Ia telah menunjukkan bahwa dia yang telah di anggap sebagai seorang terbuang dari Israel bukan lagi seorang asing, melainkan seorang anak dalam keluarga Allah. Sebagai seorang anak ia mempunyai kesempatan mendapat bagian dalam pemberian Bapa. Kini Kristus mengabulkan permohonannya, dan menyelesaikan pelajaran kepada murid-murid. Sambil memandang kepadanya dengan pandangan yang penuh belas kasihan dan kasih, Ia berkata, “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kau kehendaki.” Sejak saat itu anaknya sembuhlah. Iblis tidak lagi meng-ganggu dia. Perempuan itu meninggalkan tempat itu sambil mengakui Juruselamatnya, dan bergembira karena doanya sudah terkabul. [KSZ1 438.2]