Hari 1: Pasal 8 - KUNJUNGAN KE PESTA PASKAH
9 Agustus 2026 · Hari 1

Hari 1: Pasal 8 - KUNJUNGAN KE PESTA PASKAH

Halaman 67-69 | Pasal 8, Paragraf 1-5 | KSZ1 67.1-KSZ1 69.2

Ayat Inti

Lukas 2:49

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 6 membaca Bab 8: Kunjungan ke Pesta Paskah. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 67.1 Bagi bangsa Yahudi tahun kedua belas ialah garis pemisah antara masa kanak-kanak dan masa muda. Setelah meningkat ke dalam usia ini seorang anak muda Ibrani disebut anak hukum, dan juga anak Allah. Ia diberi kesempatan istimewa untuk pelajaran agama, dan diharapkan untuk mengikuti berbagai pesta dan upacara keagamaan. Sesuai dengan kebiasaan inilah Yesus pada masa muda-Nya mengadakan kunjungan paskah ke Yerusalem. Sebagaimana semua orang Israel yang tekun beribadah, Yusuf dan Maria pergi tiap tahun untuk menghadiri Paskah, dan sesudah Yesus mencapai umur yang dituntut, mereka membawa Dia beserta mereka.

KSZ1 67.2 Ada tiga pesta tahunan, Paskah, Pentakosta, dan Pesta Pondok Daundaunan, pada kesempatan seperti itu semua orang laki-laki Israel diperintahkan menghadap Tuhan di Yerusalem. Di antara semua pesta ini pesta Paskahlah yang paling ramai dikunjungi orang. Banyak yang datang dari segala negeri di mana orang Yahudi tercerai-berai. Dari segenap bagian Palestina datanglah orang-orang yang hendak berbakti dalam rombongan-rombongan yang besar. Perjalanan dari Galilea memerlukan beberapa hari, dan para pengunjung itu bersatu dalam rombongan-rombongan besar untuk persahabatan dan perlindungan. Kaum wanita dan orang-orang yang sudah lanjut usianya mengendarai lembu jantan atau keledai melalui jalan yang curam dan berbatu-batu. Orang-orang laki-laki dewasa dan anak-anak muda yang agak kuat, berjalan kaki. Waktu pesta Paskah itu, jatuh pada akhir bulan Maret atau pada awal bulan April, dan seluruh negeri bersemarak dengan bunga-bunga dan beriang-ria dengan kicauan burung. Sepanjang jalan tampak tempat-tempat yang menjadi kenang-kenangan dalam sejarah bangsa Israel maka ibu-ibu serta bapa-bapa mengisahkan kepada anak-anak mereka masing-masing tentang mukjizat-mukjizat yang telah diadakan Allah bagi umat-Nya pada masa yang telah lampau. Mereka mengisi waktu perjalanan itu dengan nyanyian dan musik, dan tatkala akhirnya menara-menara Yerusalem nampak, berpadulah tiap suara dalam nyanyian kegembiraan yang gegap-gempita— “Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem. . . .

KSZ1 68.1 Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan sentosa di dalam purimu” Mzm. 122:1,7. Pemeliharaan Paskah mulai dengan kelahiran bangsa Ibrani. Pada malam terakhir dari masa perhambaan mereka di Mesir, apabila tiada sesuatu tanda kelepasan tampak, Allah memerintahkan mereka supaya bersiap-siap untuk kelepasan yang segera akan terjadi. Ia telah memberikan amaran kepada Firaun tentang hukuman yang terakhir atas orang Mesir, dan Ia telah menyuruh orang Ibrani mengumpulkan keluarga mereka di tempat kediaman masing-masing. Setelah segala ambang pintu dipercik dengan darah anak domba yang disembelih, mereka harus memakan daging anak domba itu, yang sudah dipanggang, bersama roti yang tidak beragi dan sayur pahit.” Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi Tuhan.” Tengah malam semua anak sulung orang-orang Mesir mati terbunuh. Kemudian raja mengirimkan kabar kepada bani Israel, “Bangunlah, keluarlah dari tengah-tengah bangsaku,... pergilah beribadahlah kepada Tuhan, seperti katamu itu.” Orang-orang Ibrani itu pergi keluar dari Mesir sebagai satu bangsa yang merdeka. Tuhan telah memerintahkan supaya pesta Paskah itu diselenggarakan tiap tahun. “Maka akan jadi kelak,” Ia bersabda, “apabila anakmu bertanya kepadamu: Apakah artinya ibadahmu ini? Maka haruslah kamu berkata: Itulah korban Paskah bagi Tuhan yang melewati rumah-rumah orang Israel di Mesir, ketia Ia menulahi orang Mesir, tetapi menyelamatkan rumah-rumah kita.” Demikianlah dari keturunan kepada keturunan hikayat tentang kelepasan yang ajaib ini harus diulangi.

KSZ1 69.1 Paskah itu disusul dengan pesta roti yang tidak beragi yang lamanya tujuh hari. Pada hari yang kedua dari pesta tersebut, buah bungaran dari panen tahun itu, seberkas gandum, dipersembahkan di hadirat Tuhan. Segenap upacara pesta itu membayangkan pekerjaan Kristus. Kelepasan bani Israel dari Mesir adalah satu pelajaran yang membayangkan penebusan, dan untuk itu paskah dimaksudkan untuk mengingatkannya. Domba yang disembelih, roti yang tidak beragi, buah bungaran itu, membayangkan Juruselamat.

KSZ1 69.2 Bagi kebanyakan orang pada zaman Kristus, pemeliharaan pesta ini telah merosot menjadi sekadar hari raya upacara saja. Tetapi betapa besar artinya bagi Putra Allah!

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

9 Agustus 2026 | Hari 1
Hari 1: Pasal 8 - KUNJUNGAN KE PESTA PASKAH

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 8 - KUNJUNGAN KE PESTA PASKAH
Halaman 67-69 | Pasal 8, Paragraf 1-5 | KSZ1 67.1-KSZ1 69.2

Ayat Inti:
Lukas 2:49
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 6 membaca Bab 8: Kunjungan ke Pesta Paskah. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-6-hari-1-2026-08-09

Teks Lengkap:

Bagi bangsa Yahudi tahun kedua belas ialah garis pemisah antara masa kanak-kanak dan masa muda. Setelah meningkat ke dalam usia ini seorang anak muda Ibrani disebut anak hukum, dan juga anak Allah. Ia diberi kesempatan istimewa untuk pelajaran agama, dan diharapkan untuk mengikuti berbagai pesta dan upacara keagamaan. Sesuai dengan kebiasaan inilah Yesus pada masa muda-Nya mengadakan kunjungan paskah ke Yerusalem. Sebagaimana semua orang Israel yang tekun beribadah, Yusuf dan Maria pergi tiap tahun untuk menghadiri Paskah, dan sesudah Yesus mencapai umur yang dituntut, mereka membawa Dia beserta mereka. [KSZ1 67.1]

Ada tiga pesta tahunan, Paskah, Pentakosta, dan Pesta Pondok Daundaunan, pada kesempatan seperti itu semua orang laki-laki Israel diperintahkan menghadap Tuhan di Yerusalem. Di antara semua pesta ini pesta Paskahlah yang paling ramai dikunjungi orang. Banyak yang datang dari segala negeri di mana orang Yahudi tercerai-berai. Dari segenap bagian Palestina datanglah orang-orang yang hendak berbakti dalam rombongan-rombongan yang besar. Perjalanan dari Galilea memerlukan beberapa hari, dan para pengunjung itu bersatu dalam rombongan-rombongan besar untuk persahabatan dan perlindungan. Kaum wanita dan orang-orang yang sudah lanjut usianya mengendarai lembu jantan atau keledai melalui jalan yang curam dan berbatu-batu. Orang-orang laki-laki dewasa dan anak-anak muda yang agak kuat, berjalan kaki. Waktu pesta Paskah itu, jatuh pada akhir bulan Maret atau pada awal bulan April, dan seluruh negeri bersemarak dengan bunga-bunga dan beriang-ria dengan kicauan burung. Sepanjang jalan tampak tempat-tempat yang menjadi kenang-kenangan dalam sejarah bangsa Israel maka ibu-ibu serta bapa-bapa mengisahkan kepada anak-anak mereka masing-masing tentang mukjizat-mukjizat yang telah diadakan Allah bagi umat-Nya pada masa yang telah lampau. Mereka mengisi waktu perjalanan itu dengan nyanyian dan musik, dan tatkala akhirnya menara-menara Yerusalem nampak, berpadulah tiap suara dalam nyanyian kegembiraan yang gegap-gempita— “Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem. . . . [KSZ1 67.2]

Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan sentosa di dalam purimu” Mzm. 122:1,7. Pemeliharaan Paskah mulai dengan kelahiran bangsa Ibrani. Pada malam terakhir dari masa perhambaan mereka di Mesir, apabila tiada sesuatu tanda kelepasan tampak, Allah memerintahkan mereka supaya bersiap-siap untuk kelepasan yang segera akan terjadi. Ia telah memberikan amaran kepada Firaun tentang hukuman yang terakhir atas orang Mesir, dan Ia telah menyuruh orang Ibrani mengumpulkan keluarga mereka di tempat kediaman masing-masing. Setelah segala ambang pintu dipercik dengan darah anak domba yang disembelih, mereka harus memakan daging anak domba itu, yang sudah dipanggang, bersama roti yang tidak beragi dan sayur pahit.” Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi Tuhan.” Tengah malam semua anak sulung orang-orang Mesir mati terbunuh. Kemudian raja mengirimkan kabar kepada bani Israel, “Bangunlah, keluarlah dari tengah-tengah bangsaku,... pergilah beribadahlah kepada Tuhan, seperti katamu itu.” Orang-orang Ibrani itu pergi keluar dari Mesir sebagai satu bangsa yang merdeka. Tuhan telah memerintahkan supaya pesta Paskah itu diselenggarakan tiap tahun. “Maka akan jadi kelak,” Ia bersabda, “apabila anakmu bertanya kepadamu: Apakah artinya ibadahmu ini? Maka haruslah kamu berkata: Itulah korban Paskah bagi Tuhan yang melewati rumah-rumah orang Israel di Mesir, ketia Ia menulahi orang Mesir, tetapi menyelamatkan rumah-rumah kita.” Demikianlah dari keturunan kepada keturunan hikayat tentang kelepasan yang ajaib ini harus diulangi. [KSZ1 68.1]

Paskah itu disusul dengan pesta roti yang tidak beragi yang lamanya tujuh hari. Pada hari yang kedua dari pesta tersebut, buah bungaran dari panen tahun itu, seberkas gandum, dipersembahkan di hadirat Tuhan. Segenap upacara pesta itu membayangkan pekerjaan Kristus. Kelepasan bani Israel dari Mesir adalah satu pelajaran yang membayangkan penebusan, dan untuk itu paskah dimaksudkan untuk mengingatkannya. Domba yang disembelih, roti yang tidak beragi, buah bungaran itu, membayangkan Juruselamat. [KSZ1 69.1]

Bagi kebanyakan orang pada zaman Kristus, pemeliharaan pesta ini telah merosot menjadi sekadar hari raya upacara saja. Tetapi betapa besar artinya bagi Putra Allah! [KSZ1 69.2]