12 Agustus 2026 · Hari 4
Hari 4: Pasal 8 - KUNJUNGAN KE PESTA PASKAH
Halaman 71-72 | Pasal 8, Paragraf 14-17 | KSZ1 71.2-KSZ1 72.2
Ayat Inti
Lukas 2:49
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 6 membaca Bab 8: Kunjungan ke Pesta Paskah. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 71.2 Tidak boleh tidak mereka harus sadar bahwa pengharapan mereka tentang Mesias tidak disokong oleh nubuatan; tetapi mereka tidak mau meninggalkan teori-teori yang telah membesar-besarkan cita-cita mereka. Mereka tidak mau mengaku bahwa mereka sudah salah mengerti akan Alkitab yang mereka ajarkan itu. Dari seorang kepada seorang beredarlah pertanyaan, Bagaimanakah Anak Muda ini mendapat pengetahuan, sedangkan Ia tidak pernah belajar? Terang sudah bersinar dalam kegelapan; tetapi “kegelapan itu tidak menguasainya.” Yoh. 1:5.
KSZ1 71.3 Pada waktu itu Yusuf dan Maria sudah sangat bingung dan susah. Ketika berangkat dari Yerusalem mereka sudah tidak melihat Yesus, dan mereka tidak tahu bahwa Ia tinggal di sana. Pada waktu itu negeri itu penuh sesak dengan manusia, dan kalifah-kalifah dari Galilea amat besar. Suasana sungguh kacau sekali ketika mereka meninggalkan kota. Di tengah jalan kesukaan berjalan dengan sahabat-sahabat dan handai taulan memenuhi perhatian mereka, sehingga mereka tidak memperhatikan bahwa Ia tidak ada di situ hingga malam tiba. Kemudian ketika mereka berhenti hendak beristirahat, mereka kehilangan tangan Anak mereka yang selalu siap sedia membantu. Karena menyangka bahwa Ia ada dalam rombongan itu, mereka tadinya tidak merasa cemas. Muda seperti Dia itu, mereka telah percaya kepada-Nya tanpa bimbang, mengharap bahwa bila diperlukan, Iatentu akan bersedia hendak membantu merekmengharapkan adanya keperluan-keperluan mereka sebagaimana kebiasaan-Nya. Tetapi saat ini kekuatiran mereka timbul. Mereka mencari Dia di seluruh rombongan mereka itu, tetapi sia-sia belaka. Dengan perasaan gemetar mereka teringat bagaimana Herodes sudah mencoba hendak membinasakan Dia waktu Ia masih bayi. Kekuatiran hebat memenuhi hati mereka. Dipersalahkannya diri sendiri dengan amat sangat.
KSZ1 72.1 Setelah ke Yerusalem, mereka terus-menerus mencari. Keesokan harinya, sedang mereka bersama-sama dengan orang-orang yang berbakti, suatu suara yang mereka kenal menarik perhatian mereka. Tidak mungkin salah lagi; tiada suara lain yang serupa dengan suara-Nya, begitu sungguh-sungguh dan tekun namun begitu manis lagunya.
KSZ1 72.2 Di sekolah rabi-rabi itu mereka menemukan Yesus. Meskipun sangat bersuka, mereka tidak dapat melupakan kesusahan serta kekuatiran mereka yang telah lalu. Sesudah Ia bersama-sama dengan mereka , ibu itu berkata, dalam perkataan yang mengandung teguran, “Nak, mengapa Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bahwa bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.”
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
12 Agustus 2026 | Hari 4
Hari 4: Pasal 8 - KUNJUNGAN KE PESTA PASKAH
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 8 - KUNJUNGAN KE PESTA PASKAH
Halaman 71-72 | Pasal 8, Paragraf 14-17 | KSZ1 71.2-KSZ1 72.2
Ayat Inti:
Lukas 2:49
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 6 membaca Bab 8: Kunjungan ke Pesta Paskah. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-6-hari-4-2026-08-12
Teks Lengkap:
Tidak boleh tidak mereka harus sadar bahwa pengharapan mereka tentang Mesias tidak disokong oleh nubuatan; tetapi mereka tidak mau meninggalkan teori-teori yang telah membesar-besarkan cita-cita mereka. Mereka tidak mau mengaku bahwa mereka sudah salah mengerti akan Alkitab yang mereka ajarkan itu. Dari seorang kepada seorang beredarlah pertanyaan, Bagaimanakah Anak Muda ini mendapat pengetahuan, sedangkan Ia tidak pernah belajar? Terang sudah bersinar dalam kegelapan; tetapi “kegelapan itu tidak menguasainya.” Yoh. 1:5. [KSZ1 71.2]
Pada waktu itu Yusuf dan Maria sudah sangat bingung dan susah. Ketika berangkat dari Yerusalem mereka sudah tidak melihat Yesus, dan mereka tidak tahu bahwa Ia tinggal di sana. Pada waktu itu negeri itu penuh sesak dengan manusia, dan kalifah-kalifah dari Galilea amat besar. Suasana sungguh kacau sekali ketika mereka meninggalkan kota. Di tengah jalan kesukaan berjalan dengan sahabat-sahabat dan handai taulan memenuhi perhatian mereka, sehingga mereka tidak memperhatikan bahwa Ia tidak ada di situ hingga malam tiba. Kemudian ketika mereka berhenti hendak beristirahat, mereka kehilangan tangan Anak mereka yang selalu siap sedia membantu. Karena menyangka bahwa Ia ada dalam rombongan itu, mereka tadinya tidak merasa cemas. Muda seperti Dia itu, mereka telah percaya kepada-Nya tanpa bimbang, mengharap bahwa bila diperlukan, Iatentu akan bersedia hendak membantu merekmengharapkan adanya keperluan-keperluan mereka sebagaimana kebiasaan-Nya. Tetapi saat ini kekuatiran mereka timbul. Mereka mencari Dia di seluruh rombongan mereka itu, tetapi sia-sia belaka. Dengan perasaan gemetar mereka teringat bagaimana Herodes sudah mencoba hendak membinasakan Dia waktu Ia masih bayi. Kekuatiran hebat memenuhi hati mereka. Dipersalahkannya diri sendiri dengan amat sangat. [KSZ1 71.3]
Setelah ke Yerusalem, mereka terus-menerus mencari. Keesokan harinya, sedang mereka bersama-sama dengan orang-orang yang berbakti, suatu suara yang mereka kenal menarik perhatian mereka. Tidak mungkin salah lagi; tiada suara lain yang serupa dengan suara-Nya, begitu sungguh-sungguh dan tekun namun begitu manis lagunya. [KSZ1 72.1]
Di sekolah rabi-rabi itu mereka menemukan Yesus. Meskipun sangat bersuka, mereka tidak dapat melupakan kesusahan serta kekuatiran mereka yang telah lalu. Sesudah Ia bersama-sama dengan mereka , ibu itu berkata, dalam perkataan yang mengandung teguran, “Nak, mengapa Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bahwa bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.” [KSZ1 72.2]