15 Agustus 2026 · Hari 7
Hari 7: Pasal 8 - KUNJUNGAN KE PESTA PASKAH
Halaman 75-76 | Pasal 8, Paragraf 26-29 | KSZ1 75.2-KSZ1 76.1
Ayat Inti
Lukas 2:49
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 6 membaca Bab 8: Kunjungan ke Pesta Paskah. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 75.2 Dalam pergaulan kita satu sama lain, kita harus berhati-hati supaya kita jangan melupakan Yesus, dan berjalan terus dengan tiada mengingat bahwa Ia tidak bersama kita. Apabila hati kita sudah penuh dengan halhal duniawi sehingga kita tidak lagi menaruh ingatan akan Dia yang dalamnya berpusat harapan kita akan hidup kekal, kita memisahkan diri kita dari Yesus dan dari malaikat-malaikat surga. Makhluk-makhluk suci tidak dapat tinggal di tempat hadirat Yesus yang tidak diingini, dan ketiadaan hadirat-Nya tidak diperhatikan. Inilah sebabnya mengapa perasaan tawar hati begitu sering dialami oleh orang-orang yang mengaku peng-ikut Kristus.
KSZ1 75.3 Banyak orang menghadiri acara kebaktian, dan mereka disegarkan serta dihiburkan oleh firman Allah; tetapi oleh kelalaian dalam mengadakan renungan, dalam hal berjaga dan doa, mereka kehilangan berkat, dan merasa diri mereka lebih hampa daripada sebelum mereka mendapatnya. Acapkali mereka merasa bahwa Allah telah berlaku keras terhadap mereka. Mereka tidak melihat bahwa kesalahan itu adalah pada pihak mereka sendiri. Dengan menjauhkan diri dari Yesus, mereka telah menutup pintu bagi cahaya hadirat-Nya.
KSZ1 75.4 Alangkah baiknya kalau kita menggunakan waktu sejam lamanya setiap hari untuk merenungkan kehidupan Kristus. Kita harus merenungkannya satu per satu, serta membiarkan angan-angan kita membayangkan setiap peristiwa, terutama peristiwa-peristiwa terakhir. Kalau kita memikir-mikirkan pengorbanan-Nya yang besar itu untuk kita, keyakinan kita pada-Nya akan semakin mantap, kasih kita dihidupkan, dan kita akan makin penuh dengan Roh-Nya. Kalau kita mau diselamatkan kelak, kita harus mempelajari pelajaran pertobatan dan kerendahan hati di kaki salib.
KSZ1 76.1 Sementara kita bergaul bersama, kita dapat menjadi berkat bagi satu sama lain. Kalau kita milik Kristus, pikiran-pikiran kita yan ng paling nis ialah tentang Dia. Kita akan suka berbicara tentang Dia; maka sementara kita berbicara kepada satu sama lain tentang kasih-Nya, hati kita pun akan dihaluskan oleh pengaruh Ilahi. Oleh memandang keindahan tabiat-Nya, kita akan “menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.” 2 Kor. 3:18.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
15 Agustus 2026 | Hari 7
Hari 7: Pasal 8 - KUNJUNGAN KE PESTA PASKAH
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 8 - KUNJUNGAN KE PESTA PASKAH
Halaman 75-76 | Pasal 8, Paragraf 26-29 | KSZ1 75.2-KSZ1 76.1
Ayat Inti:
Lukas 2:49
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 6 membaca Bab 8: Kunjungan ke Pesta Paskah. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-6-hari-7-2026-08-15
Teks Lengkap:
Dalam pergaulan kita satu sama lain, kita harus berhati-hati supaya kita jangan melupakan Yesus, dan berjalan terus dengan tiada mengingat bahwa Ia tidak bersama kita. Apabila hati kita sudah penuh dengan halhal duniawi sehingga kita tidak lagi menaruh ingatan akan Dia yang dalamnya berpusat harapan kita akan hidup kekal, kita memisahkan diri kita dari Yesus dan dari malaikat-malaikat surga. Makhluk-makhluk suci tidak dapat tinggal di tempat hadirat Yesus yang tidak diingini, dan ketiadaan hadirat-Nya tidak diperhatikan. Inilah sebabnya mengapa perasaan tawar hati begitu sering dialami oleh orang-orang yang mengaku peng-ikut Kristus. [KSZ1 75.2]
Banyak orang menghadiri acara kebaktian, dan mereka disegarkan serta dihiburkan oleh firman Allah; tetapi oleh kelalaian dalam mengadakan renungan, dalam hal berjaga dan doa, mereka kehilangan berkat, dan merasa diri mereka lebih hampa daripada sebelum mereka mendapatnya. Acapkali mereka merasa bahwa Allah telah berlaku keras terhadap mereka. Mereka tidak melihat bahwa kesalahan itu adalah pada pihak mereka sendiri. Dengan menjauhkan diri dari Yesus, mereka telah menutup pintu bagi cahaya hadirat-Nya. [KSZ1 75.3]
Alangkah baiknya kalau kita menggunakan waktu sejam lamanya setiap hari untuk merenungkan kehidupan Kristus. Kita harus merenungkannya satu per satu, serta membiarkan angan-angan kita membayangkan setiap peristiwa, terutama peristiwa-peristiwa terakhir. Kalau kita memikir-mikirkan pengorbanan-Nya yang besar itu untuk kita, keyakinan kita pada-Nya akan semakin mantap, kasih kita dihidupkan, dan kita akan makin penuh dengan Roh-Nya. Kalau kita mau diselamatkan kelak, kita harus mempelajari pelajaran pertobatan dan kerendahan hati di kaki salib. [KSZ1 75.4]
Sementara kita bergaul bersama, kita dapat menjadi berkat bagi satu sama lain. Kalau kita milik Kristus, pikiran-pikiran kita yan ng paling nis ialah tentang Dia. Kita akan suka berbicara tentang Dia; maka sementara kita berbicara kepada satu sama lain tentang kasih-Nya, hati kita pun akan dihaluskan oleh pengaruh Ilahi. Oleh memandang keindahan tabiat-Nya, kita akan “menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.” 2 Kor. 3:18. [KSZ1 76.1]